ABSALOM, OH ABSALOM.

Banyak hamba Tuhan menyadari betapa nekatnya Iblis memanfaat-kan SETIAP PERANGKAT yang dimilikinya, demi menyesatkan atau sekedar menggocoh manusia, agar menderita kerenggangan hubungan dengan TUHAN.
Namun tidak banyak hamba Tuhan yang mengerti bahwa akar-pahit atau LUKA-BATIN merupakan perangkat yang sangat ampuh bagi si Iblis, si pembunuh <Yoh.8:44>, untuk membinasakan orang atau membunuh-rohani manusia!


Lebih menyedihkan lagi, nyaris tidak ada hamba Tuhan yang menyadari adanya WABAH PENYAKIT ROHANI, yang timbul oleh penyebaran LUKA BATIN, sebagai alat pembunuh-massal yang ampuh, digunakan si Iblis untuk memporak-porandakan persekutuan umat Tuhan! Mengakibatkan banyak Gereja yang mati-rohani, kehilangan kesaksian tentang kuasa Yesus Kristus, yang seharusnya menjadi sandaran hidup umat Kristiani!!

PENDAHULUAN
1. ANAK-ANAK DAUD

2. AKAR-PAHIT ATAU LUKA-BATIN

3. ROH-JAHAT, BAKTERI-ROHANI PENYEBAR WABAH
3.1. Roh, Serba Roh
3.2. Fakta-Fakta Alkitabiah
3.3. Semua Serba Roh
3.4. Suatu Pemahaman Rohani di Bawah Sadar

4. PENULARAN AKAR-PAHIT MENJADI WABAH PENYAKIT-ROHANI
4.1. Tulah & Dakwaan, Penyebar Utama Akar Pahit
4.2. Penyebaran Akar Pahit Secara Canggih
4.3. Peradangan Luka Batin
4.4. Menghambat Penyebaran Akar Pahit
4.5. Beberapa Kasus Luka Batin yang Mewabah

5. KELANJUTAN RIWAYAT ABSALOM
5.1. Absalom, Absalom
5.2. Bagaimana Halnya Daud?

6. BAGAIMANA HALNYA YUSUF ?

7. BAGAIMANA HALNYA DENGAN YESUS, ANAK MANUSIA ?

8. SEMBUHKAN LUKA-LUKA BATIN ANDA !
8.1. Bagaimana Hal-Nya dengan Bapa Sorgawi?
8.2. Kunci Kesembuhan Luka Batin
8.3. Bagaimana Status Luka-luka Batin Anda?
8.4. Bersihkan Bakteri Rohani!
8.5. Bagaimana Saudara?
8.6. Ulangi Pengampunan Terus Menerus

LAMPIRAN-1. BEBERAPA KASUS LUKA BATIN
LAMPIRAN-2. PENGALAMAN DARI PELAYANAN
LAMPIRAN-3. LUKA BATIN <---> LUKA JASMANI
- 0 -


P E N D A H U L U A N .

(Beginilah cara Roh Kudus mengajar!)
Izinkanlah penulis memulai buku ini dengan suatu kesaksian tentang salah satu cara Roh Kudus membimbing dan mengajar berbagai kebenaran rohani kepada para hamba Tuhan. Saya hanyalah seorang 'nelayan Galilea', hamba Tuhan yang tidak pernah bersekolah Alkitab. Namun Tuhan sudah mengajar saya berbagai prinsip rohani dan melatih saya dalam membawa orang kepada Yesus, dalam peperangan rohani melalui berbagai pengalaman bersama Yesus, membebaskan orang dari ikatan kuasa-gelap dan/atau kesurupan, dll.

Pada suatu sore isteri saya berpamitan, akan pergi bersama kawan-kawan se-persekutuannya menghadiri suatu ceramah tentang Luka Batin yang dibawakan oleh seorang hamba Tuhan wanita, ibu E.C. Saya tidak terlalu berminat akan hal itu; sedikit-sedikit saya mengerti masalah luka batin, yang dinamai 'trauma' oleh para ahli Psikologi. Lagipula penghargaan saya terhadap Psikologi hanyalah biasa-biasa saja, menilai dari 'buah-buah'nya, sedikit sekali orang yang benar-benar disembuhkan dengan bantuan ilmu itu!

Berangkatlah mereka, namun tidak urung, dalam kesantaian sore dan malam hari itu pikiran saya berputar, dan mempertanyakan: "Kalau issue 'trauma', yang saya kenal sebagai topik-nya Psikologi itu, mau dibahas secara Alkitabiah, kira-kira bagian Alkitab mana yang akan mereka bahas nanti?" Teka-teki ini cukup menantang, namun rupanya, tanpa saya sadari waktu itu, sesungguhnya ini pancingan yang sangat cerdik dari Roh Kudus untuk merangsang dan membimbing saya belajar tentang masalah itu.

Dengan santai saya naik ke kamar tidur kami. Dalam pikiran saya muncul ingatan akan satu kisah dari Perjanjian Lama: "rasanya kasus Tamar diperkosa, berhubungan dengan masalah Luka Batin". Masuk ke kamar, saya ambil Alkitab dan Konkordansi Alkitab, lalu membaca riwayat Amnon, Absalom dan Tamar. Saya menarik kesimpulan, dengan peristiwa itu, wajar sekali kalau Absalom terluka batin. Namun ke-kritis-an berpikir dalam diri saya menuntut konfirmasi akan hal itu. Ini teka-teki yang kedua bagi saya. Tantangan yang indah dari Roh Kudus, dengan kecerdikanNya!

Maka saya merenungkan dan membaca lagi, dan puji Tuhan, terungkaplah kunci luka batinnya Absalom: II-Sam.14:27; memang Absalom kena trauma! Sampai-sampai Absalom perlu memberi putrinya nama Tamar, karena 'Tamar'nya yang terdahulu, adiknya, sudah 'dirusak' oleh Amnon!

Dalam pembacaan itu pula saya, yang selama ini enggan belajar dari manusia, yang selalu bersandar kepada janji Yesus pada Mat.11:29 ("belajarlah padaKu"), malam itu dibimbing Tuhan untuk mengerti masalah-masalah roh jahat yang mengendalikan Absalom, yang kemudian menjadi pokok bahasan pada Bab-5 buku kecil ini.

Malam harinya, isteri saya pulang dari ceramah itu dengan sukacita. Namun saya sempat menghambat penuturannya dengan pernyataan: "Ma, maaf saya potong dahulu ceritamu; dengar, saya pastikan bahwa ibu E.C. menguraikan masalah Luka Batin berangkat dari riwayat Absalom dan Tamar, bukan?" Isteri saya terperangah dan tidak dapat menyanggah. Begitulah Roh Kudus mengajar para hamba Tuhan yang mau dengar-dengaran!!

Sejak hari itu Tuhan membimbing saya untuk menempatkan pelayanan penyembuhan Luka Batin menjadi standard dalam setiap pelayanan kelahiran baru, dan lebih jauh lagi, Puji Tuhan, saya diberi keberanian untuk menyampaikannya secara umum dalam berbagai Kebangunan Rohani skala kecil, maupun dalam bentuk ceramah.

Pada bulan-bulan yang menyusul, terus-menerus saya didorong untuk menulis buku tentang Luka Batin, sambil Tuhan melengkapi pengajaranNya melalui kasus-kasus yang kami tangani. Dan, Puji Tuhan, hanya beberapa waktu menjelang penulisan buku ini, Tuhan menelanjangi satu perangkat Iblis, yang jarang disadari umatNya, yakni WABAH LUKA BATIN atau wabah penyakit-rohani, seperti yang dimaksudkanNya dalam Ibr.12:15; juga menjadi pokok-bahasan di dalam buku ini.

Kiranya buku ini bermanfaat bagi setiap pembacanya; Tuhan Yesus pasti memberkati anda yang bersedia berperang bersama dengan Dia, memerangi wabah penyakit rohani yang disebarkan oleh Iblis, si jahat itu!

--o0o--


1. ANAK-ANAK DAUD.


Baiklah kita memulai buku ini dengan suatu riwayat dari Perjanjian Lama, dari II-Samuel pasal 13-18, tentang anak-anak Daud raja Israel. Daud mempunyai beberapa banyak anak dari beberapa isteri. Dari salah seorang isterinya, Daud memperoleh anak-anak: Absalom, laki-laki dan adiknya Tamar, seorang wanita yang sangat cantik. Dari isteri lain, Daud beranakkan Amnon, yang jatuh cinta sangat mendalam kepada Tamar, adik tirinya itu.

Atas petunjuk Yonadab, kemenakan raja Daud, Amnon menjalankan suatu muslihat dengan berpura-pura sakit payah, lalu meminta agar Raja memerintahkan Tamar menjenguk dia dalam sakitnya. Maka Amnon dapat berduaan saja dengan Tamar. Amnon meminta Tamar menyediakan makanan bagi Amnon di rumahnya. Maka terjadilah kecemaran di rumah tangga Daud, seperti direkam pada II-Sam.13:11-22,


<11> Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: "Marilah tidur dengan aku, adikku." <12> tetapi gadis itu berkata kepadanya: "Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel...." <14> Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia. <15> Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasakannya terhadap gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: "Bangunlah, enyahlah!"... <17> Dipanggilnya orang muda yang melayani dia, katanya: "Suruhlah perempuan ini pergi dari padaku dan kuncilah pintu di belakangnya."... <19> Lalu Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya, meletakkan tangannya di atas kepalanya dan pergilah ia sambil meratap dengan nyaring.
<20> Bertanyalah Absalom, kakaknya, kepadanya: "Apakah Amnon, kakakmu itu bersetubuh dengan engkau? Maka sekarang, adikku, diamlah saja, bukankah ia kakakmu, janganlah begitu memikirkan perkara itu." Lalu Tamar tinggal di rumah Absalom, kakaknya itu, seorang diri. <21> Ketika segala perkara itu didengar raja Daud sangat marahlah ia. <22> Dan Absalom tidak berkata-kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon, sebab ia telah memperkosa Tamar, adiknya.


Saudara pembaca, anda telah membaca satu peristiwa yang membangkitkan luka batin paling berat dalam catatan Alkitab. Luka-batin atau trauma ini tidak terselesaikan dengan baik, malahan mengena kepada beberapa orang lain, nyaris mewabah. Kelanjutannya yang tragis akan kita tinjau kemudian. Pada titik ini, penting kita lihat bahwa Absalom, karena terluka hatinya, membenci Amnon, tidak mau berbicara lagi. Kepastian luka batin itu terlihat pada II-Sam.14:27,

<27> Bagi Absalom lahir tiga orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, yang bernama Tamar. Ia seorang perempuan yang cantik.

Itulah bukti luka batin: Absalom memerlukan memberi nama Tamar kepada anak-perempuannya, 'pengganti' Tamar-nya yang terdahulu, adik yang dikasihinya, yang telah dirusak Amnon!

--o0o--



2. AKAR-PAHIT ATAU LUKA-BATIN.

Trauma, atau akar-pahit, atau kepahitan, ataupun luka-batin, amat jarang dibahas oleh guru-guru Kristiani, jangankan dikhotbahkan dari mimbar, padahal luka batin selalu menjadi awal dari wabah penyakit-rohani, yang dapat merusak keseluruhan masyarakat, seperti dinyatakan oleh Surat Ibrani 12:14-15,

<14> Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tiada seorangpun akan melihat Tuhan. <15> Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. <16> Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

Inilah satu-satunya pernyataan gamblang tentang akar-pahit atau kepahitan (trauma) di dalam Perjanjian Baru. Namun bukan berarti tidak penting untuk diperhatikan, karena justru akar yang satu ini banyak merusak masyarakat. Bahkan masyarakat rohani, jemaat-jemaat Kristiani pada berbagai gereja terkena wabah ini dan digoyahkan olehnya! Ada yang dipecah dan diporak-porandakan!

Sesuai dengan diagnose oleh Surat Ibrani ini, awal dari luka-batin adalah karena seseorang menjauhkan diri dari kasih-karunia Tuhan <ay.-15>; Esau menjauhkan dirinya dari karunia Tuhan selaku anak sulung, dengan cara menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan, suatu nafsu makan yang rendah, kekudusan yang tidak terpelihara <ay.-14>.

Setelah Esau menjauh dari kasih-karunia Tuhan, tumbuhlah akar pahit, yakni pada waktu dia benar-benar kehilangan hak kesulungannya itu. Maka kepahitan itu meradang terus, sampai Esau bermaksud membunuh Yakub.
Kepahitan semacam ini dapat menyebar kepada banyak orang lain, bahkan mencemarkan atau merusak seluruh masyarakat, yakni kalau tidak ada pihak-pihak yang berusaha menghambat perusakan itu. Hal ini nyata jelas dalam hikayat Absalom, yang akan kita telusuri!

Ayat ini pula telah men-diagnose secara langsung, bahwa akar pahit atau luka-batin merupakan awal dari kecemaran banyak orang, atau ke-tidak-kudusan. Jadi siapa saja yang mengaku pengikut Yesus, yang ingin mempersembahkan tubuh-rohani atau hatinya dalam kekudusan terancam gagal dalam persembahannya. Bacalah Rm.12:1,

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Tuhan aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan: itu adalah ibadahmu yang sejati.


Saudara yang kekasih,
kita sama mengerti bahwa persembahan bagi Tuhan (pada zaman Perjanjian Lama: <Kel.12:5,Im.3:1,4:3,5:15, dll.>) haruslah anak domba/sapi yang bertubuh mulus, sungguh tidak bercela, bahkan bulu-bulunya juga tidak boleh yang berontokan! Bekas luka sajapun sudah cukup bagi orang Lewi untuk menolak persembahan itu! Apalagi kalau lukanya masih meradang!

Nah, persembahan tubuh yang dimaksud pada Roma 12:1 di atas, apakah tubuh anda harus dipersembahkan secara mulus? Tubuh jasmani yang sempurna? Wah kasihan betul saudara-saudara kita yang cacat anggota tubuh mereka; tidak layakkah mereka mempersembahkan tubuh mereka?

Jelaslah sekarang, Tuhan kita yang Maha-adil itu tidak menghendaki tubuh jasmani anda sebagai persembahan! Tubuh rohani anda yang harus dipersembahkan. Tubuh-rohani yang hidup, yang kudus, yang tidak bercela. Itulah pribadi yang sudah bertobat dan sudah bebas dari luka-luka batin! Begitulah pentingnya kesembuhan luka batin bagi anda dan saya!

Jadi pada zaman Perjanjian Baru, tubuh-rohani yang masih membawa luka(-rohani) atau luka-batin akan ditolak oleh Imam Agung (Yesus Kristus) itu! Apalagi kalau mengidap luka-batin yang masih meradang! Bukankah Alkitab menuntut <Im.20:26, dll.>: "... Kuduslah kamu bagiKu, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan ..."; tidak kalah beratnya tuntutan Yesus dari para pengikutNya <Mat.5:48>:

<48> Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

--o0o--



3. ROH-JAHAT, BAKTERI-ROHANI PENYEBAR WABAH.


Berbicara mengenai wabah, ini berarti bahwa banyak orang sekaligus terjangkit sakit-penyakit. Dan berbicara tentang orang-orang yang terkena penyakit, tentunya kita perlu pula berbicara tentang bakteri atau bibit penyakit yang membangkitkan penyakit tadi! Selanjutnya, berbicara tentang bakteri penjangkit penyakit, perlu ditinjau mekanisme penyebaran bibit penyakit itu ('carrier'), misalnya udara, atau lalat ataupun air liur, dsb.

Serupa dengan masalah penyakit-jasmani, maka buku ini, yang berbicara tentang penyakit-rohani, akan meninjau pula:

<1> wabah penyakit-rohani, atau luka-batin;
<2> akibat penyakit-rohani itu sendiri;
<3> bakteri-rohani, penyebab luka-batin;
<4> cara penyebaran bakteri-rohani itu.

Bab ini akan meninjau berbagai bakteri-rohani yang mungkin menjangkitkan luka-batin (penyakit-rohani) dalam diri seseorang, tidak terkecuali orang Kristen, kalau ia tidak mematuhi 'aturan kesehatan-rohani' yang diajarkan oleh Tabib Agung, Yesus Kristus!


3.1. ROH, SERBA ROH.

Banyak orang Kristen yang buta akan masalah rohani dan roh-roh jahat. Memang diperlukan tuntunan untuk memiliki wawasan yang benar tentang hal itu. Jadi, demi pemahaman akan masalah roh ini, anda akan dihadapkan kepada berbagai pertanyaan yang perlu dijawab dengan "benar" ("B") atau "salah" ("S"), sesuai pengertian anda. Cobalah menjawabnya dan bandingkan hasil jawaban anda dengan fakta-fakta yang akan disusulkan nanti. Inilah pertanyaan-pertanyaan untuk anda jawab:

1) Roh jahat tidak ada dan tidak pernah ada; "S"/"B";
2) Roh jahat tidak dapat mengganggu manusia; "S"/"B";
3) Untuk suatu saat, hanya satu jenis roh-jahat yang dapat menghuni manusia; "S"/"B";
4) Gangguan roh jahat mempengaruhi perilaku manusia; "S"/"B";
5) Gangguan roh jahat bahkan mengendalikan perilaku; "S"/"B";
6) Roh-jahat tidak dapat merusak jasmani manusia; "S"/"B";
7) Selewat suatu masa gangguan, roh jahat akan meninggalkan tubuh manusia dengan sendirinya; "S"/"B";
8) Sebagian roh-roh jahat punya domisili (tempat tinggal) tertentu; "S"/"B";
9) Dengan kuasanya, manusia mampu mengusir sendiri roh jahat yang sempat menghuni dirinya; "S"/"B";
10) Roh Kudus, yang terus-menerus diundang bekerja dalam hati manusia, lambat atau cepat akan membimbing manusia sehingga memiliki sifat ilahi, menjadi Putra Sorgawi; "S"/"B".


3.2. FAKTA-FAKTA ALKITABIAH.

Sudahkah anda mencantumkan jawaban-jawaban anda atas sepuluh pertanyaan itu? Mudah-mudahan anda memiliki nilai tinggi dalam 'ujian' kecil ini. Hadapkanlah jawaban anda dengan prinsip-prinsip Alkitab yang disajikan di bawah ini:

3.2.1. Roh jahat tidak ada dan tidak pernah ada; <"S">.
Kalau anda menjawab "B" untuk pernyataan ini, Iblis tersenyum riang dan menganggap anda komplotannya, bahkan miliknya. Bacalah Maz.106:37 yang menunjukkan kekeliruan anda!

<37> Mereka mengorbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak- anak perempuan mereka kepada roh-roh jahat.
Bahkan penulis Mazmur ini, ribuan tahun yang lalu, telah mengerti kehadiran roh-roh jahat di tengah dunia!

Ketahuilah saudara, Iblis senang kalau dia dianggap remeh, bahkan kalau dia dianggap tidak ada lagi, termasuk roh-roh jahat di bawah pengendaliannya! Dengan dianggap tidak ada, dengan dianggap impoten, justru dia akan lebih bebas menggerayangi manusia, dan manusia tidak akan pernah menuding dia, karena anggapan atau kepercayaan tadi.

3.2.2. Roh jahat tidak dapat mengganggu manusia; <"S">.
Jawaban "B" bagi pernyataan ini juga menyenangkan hati Iblis. Begitu banyaknya ayat-ayat dalam Injil menolak pernyataan ini, sehingga tidak perlu lagi dicantumkan disini. Bahkan orang Kristen-pun dapat diganggunya, kalau ia punya ikatan-perjanjian (yang belum disangkali) dengan Iblis! Bacalah buku kecil: "MATIUS-613", oleh penulis yang sama.

3.2.3. Untuk suatu saat, hanya satu jenis roh-jahat yang dapat menghuni manusia; <"S">.
Ini juga anggapan yang keliru. Bacalah pengajaran Yesus sendiri pada Mat.12:43-45; satu roh jahat dapat mengajak tujuh roh jahat lain, yang lebih jahat daripadanya; dan roh-roh jahat gemar berdiam dalam diri seseorang; memperburuk sungguh keadaan orang itu! Baca juga Markus pasal-5, tentang orang gila yang dihuni Legion (satu Legion l.k. sama dengan 6000 'orang'). Riwayat Absalom yang akan kita telusuri nanti, juga menjelaskan hal itu.

3.2.4. Gangguan roh jahat mempengaruhi perilaku manusia; <"B">.
Benar, bahkan bukan hanya mempengaruhi, tetapi juga me ngendalikan perilaku manusia! Bacalah Kis.16:16-18, tentang seorang wanita yang memiliki roh tenung. Perhatikan bahwa perilakunya dikendalikan oleh roh itu.

3.2.5. Gangguan roh jahat bahkan mengendalikan perilaku; <"B">.
Benar. Banyak sekali contoh di dalam Injil: Mat.17:14-18 tentang anak yang sakit ayan, tidak mampu mengendalikan gerakannya, sehingga selalu jatuh ke dalam api atau air. Baca juga tentang orang Gerasa, Mark.5:1-13, yang tingkah lakunya benar-benar dikendalikan oleh roh-roh jahat. Membuat dia menjadi 'liar', 'suka berteriak', suka berdiam di kuburan, dsb.

Baca pula Kis.19:13-20, tentang anak-anak Skewa, yang meniru-niru Rasul Paulus, lalu menggunakan nama Yesus tanpa kelayakan, maka roh jahat mengendalikan orang yang dirasuknya dan menghajar anak-anak Skewa itu.

Anda juga dapat mengamati gangguan roh jahat yang ringan, yang mengendalikan perilaku manusia, sehingga mereka suka merokok, suka minum alkohol, dsb., tidak dapat melepaskan diri dari kebiasaan buruk itu!

3.2.6. Roh-jahat tidak dapat merusak jasmani manusia; <"S">.
Ini juga pernyataan yang keliru, karena banyak sekali kasus dalam Injil menunjukkan hal itu. Bacalah Luk.13:10-17, tentang perempuan yang sudah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga bungkuk punggungnya. Atau Mark.9:25, di mana Yesus mengenali roh yang membuat bisu dan tuli, dll.

Bahkan pada masa kini, dari pelayanan, kami menemukan sakit kanker sebagai akibat roh jahat. Kalau kuasa Iblis mampu merobah perilaku manusia, makhluk yang mulia, lebih mudah lagi baginya untuk merobah sifat satu sel-normal manusia menjadi sel-kanker yang ganas dan bertumbuh terus menerus, siap mencabut nyawa!

3.2.7. Selewat suatu masa gangguan, roh jahat akan meninggalkan tubuh manusia dengan sendirinya; <"S">.
Ini pernyataan yang keliru. Sesungguhnya roh jahat mendekam selamanya dalam tubuh manusia <Mat.12:43-45>. Kalau orang kesurupan, tidak selalu berarti dia kemasukan setan, dapat juga berarti setan dari dalam tubuhnya bermanifestasi ke luar! Jadi kalau gangguan setan reda, tanpa pengusiran, itu berarti setannya puas bermanifestasi, sehingga menghentikan 'action'nya, dan kembali mendekam di dalam tubuh orang itu.

Roh jahat selalu ingin bertempat tinggal di suatu 'rumah', selama belum diusir oleh kuasa Yesus. Jadi kepergiannya hanya terjadi kalau diusir, seperti dinyatakan oleh Yesus pada Mat.12:28, sebelum penjelasanNya dengan Mat.12:43-45 itu!

3.2.8. Sebagian roh-roh jahat memiliki domisili (tempat tinggal) tertentu; <"B">.
Benar. Sebagian roh jahat dapat puas dengan 'rumah' yang bukan manusia, seperti Legion yang terpaksa puas berumahkan babi-babi, karena terusir oleh kuasa Yesus. Dan lihatlah permohonan Legion itu <Mark.5:10>: Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.

Anda dapat juga membaca Dan.10:13, tentang 'Pemimpin'(-rohani, pen.) orang Persia....., yang harus dihadapi oleh malaikat Tuhan yang diutus kepada Daniel, karena Pemimpin itu menghambat malaikat tadi. Kalau Pemimpin itu dimaksudkan orang-Persia, apakah mungkin orang atau manusia mencegat malaikat? Jelas yang dimaksudkan dengan Pemimpin adalah roh-jahat yang disembah orang Persia! Jelaslah, roh-roh jahat memiliki pula daerah territorial.

Contoh yang gamblang bagi kami: dekat rumah kami bahkan ada jin-empang, yang 'menguasai' empang pemancingan ikan; dari waktu-ke-waktu dia merasuk orang di sekitar tempat itu!

3.2.9. Dengan kuasanya sendiri, manusia mampu mengusir roh jahat yang sempat menghuni dirinya; <"S">.
Ini juga pernyataan yang sangat keliru. Kuasa manusia tidak ada artinya di hadapan Iblis dan roh-roh jahatnya. Bahkan orang-orang Yahudi pada zaman Yesus sudah mengerti prinsip bahwa manusia tidak mampu mengusir setan, sampai-sampai keluar pernyataan mereka terhadap Yesus <Mat.12:24>: (Tidak mungkin orang Nazaret itu mengusir setan, pen., mestinya:) "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan."

Ratusan pelayanan pelepasan yang Tuhan Yesus lakukan melalui kami sebagai alatnya, juga menunjukkan bahwa manusia tidak mampu mengalahkan kuasa-kuasa Iblis. Kuasa Yesus mutlak anda perlukan, demi dapatnya menang atas kuasa-kuasa Iblis perangsang dosa dan kebiasaan buruk itu!

3.2.10. Roh Kudus, yang terus-menerus DIUNDANG BEKERJA dalam hati manusia, lambat atau cepat akan membimbing manusia untuk memiliki sifat ilahi; <"B">.
Ini adalah prinsip rohani yang sama pentingnya; sebagian pembaca mungkin belum dapat mencernakannya. Tetapi Injil jelas sekali menunjukkan hal itu, dengan pernyataan-pernyataan 'pembaharuan hati', 'pengkudusan', 'buah-buah Roh', dsb. Hal ini akan dibahas dalam buku lain: "KELAHIRAN ROHANI, VERSI YESUS", oleh penulis yang sama. Sabarlah menantikan terbitnya.

*** Nah, saudara, berapa 'nilai ujian' yang saudara peroleh barusan? Kalau anda tidak merasa puas dengan nilai itu, silahkan anda membaca lebih banyak buku-buku rohani yang judulnya tercantum di halaman terakhir buku ini! Pengenalan anda akan Yesus Kristus akan dipertebal, juga pengenalan akan Iblis dan tingkah-lakunya!


3.3. SEMUA SERBA ROH

Kalau kita membandingkan berbagai agama, serta pengajarannya masing-masing, sesungguhnya Alkitab 'memiliki' pengetahuan yang paling lengkap tentang Iblis, tentang Roh Kudus, tentang malaikat dan tentang roh-roh lainnya. Semua roh ini memiliki pengaruhnya atas diri manusia, sehingga kalau kita tidak mengerti, atau kalau mengerti tetapi tidak waspada, maka dengan mudah kita akan terjerumus ke dalam jurang kehidupan yang menyedihkan.

Sedihnya, banyak umat Kristiani tergolong kepada yang tidak mengerti masalah-masalah roh, atau tidak waspada, sehingga banyak yang menjadi korban permainan roh-roh jahat. Bahkan penulis menemukan sebagian hamba Tuhan menolak masalah roh-roh jahat ini, kendati Alkitab jelas-jelas sudah memperingatkannya!

Pasal ini akan meninjau beberapa pernyataan Alkitab yang jelas-jelas menunjukkan peranan roh-roh (jahat) atas perilaku manusia, demi menjelaskan bagaimana roh-jahat atau bakteri-rohani itu membuat manusia sakit-rohani (ber-perilaku rusak).

1) roh-dusta <I-Raj.22:21-22>, yang menyelinap ke dalam mulut 400 nabi-nabi palsu-nya raja Ahab, pada zaman nabi Mikha, mengakibatkan semua nabi itu menyampaikan nubuatan dusta!

2) roh-pengendali <II-Raj.19:7>, yang diutus oleh Tuhan untuk masuk ke dalam diri raja Ashur, dan mengendalikan raja Ashur agar pulang ke negerinya, untuk mati di sana oleh pedang;

3) roh-tenung <Kis.16:16-18>, yang sudah disinggung sebelumnya;

4) roh-peramal, bacalah II-Raj.21:6;

5) roh-pemecah <Gal.5:20>, yang merangsang orang untuk menjadi pemecah-belah dalam masyarakatnya;

6) roh yang membuat bungkuk <Luk.13:10-17>, telah disinggung;

7) roh yang membuat bisu dan tuli <Mark.9>, telah ditinjau tadi;

8) roh-roh dunia <Gal.4:9>; tidak kurang Rasul Paulus mengingat kan kita akan berbagai roh jahat yang bekerja di dunia ini, berusaha membujuk, bahkan mengendalikan orang-orang Kristen agar kembali kepada kehidupan yang lama!

Pengaruh-pengaruh dari roh-roh jahat akan terlihat pula dengan jelas pada kasus Absalom yang akan kita telusuri nanti. Pendalaman akan masalah-masalah ini akan dituliskan dalam buku kecil di masa depan.

Berbagai kasus dapat anda amati di sekitar anda, pada diri orang-orang yang diperhamba oleh dosa ataupun kebiasaan buruk, dan mereka tidak mampu lagi melepaskan diri.

Barangkali anda pernah membaca tentang orang-orang Kleptomania, yang mencuri barang-barang kecil di luar kesadaran mereka. Tahu-tahu, setiba di rumah, seorang Kleptomania menemukan dalam tasnya suatu barang terbawa olehnya, barang dari suatu pesta yang baru saja dia hadiri. Dia berani bersumpah bahwa dia tidak ingat, bagaimana barang itu dapat masuk ke dalam tasnya! Roh Kleptomania-lah yang telah mengendalikan dia, di luar kesadaran, untuk mencuri. Gangguan kejiwaan seperti ini tidak tuntas terselesaikan oleh pengobatan medik ataupun perawatan Psikologis; hanya kuasa Yesus, disalurkan oleh hamba Tuhan yang diurapiNya dapat menolong orang ini dengan tuntas!

Hal yang serupa terjadi atas diri sekian banyak pezinah. Mereka tidak mampu lagi mengendalikan dirinya, sehingga mampu memperkosa orang! Begitu juga para homosex, yang tidak tersembuhkan dengan cara apapun juga, hanya dapat dibebaskan oleh kuasa Yesus, setelah pelayanan pertobatan! Dan daftar gangguan rohani ini dapat diperpanjang lagi dengan kecanduan judi, kecanduan alkohol, kecanduan rokok, kopi; anda boleh meneruskan daftar ini. Kuncinya hanya satu: Mat.12:28, kuasa Yesus mengusir roh jahat itu, membebaskan manusia dari perhambaan roh-roh jahat!


Saudara pembaca yang kekasih,
sesungguhnya manusia, diri kita ini, tidak lebih adalah sarung tangan kosong, yang dikendalikan oleh 'tangan' yang mengisi dan menggerakkannya, yakni berbagai roh yang telah ditinjau di atas. Kalau sarung tangan (manusia) itu berisi tangan yang kudus (Roh Kudus), kuduslah gerakan sarung tangan (manusia) itu, Kalau berisi roh jahat, jahatlah gerakannya. Dan satu kali kita mematuhi pengendalian roh jahat itu, ia akan berusaha mengendalikan anda secara lebih seram lagi. Begitulah, seorang remaja yang mulai membaca bacaan porno, akan diseret kepada film porno, dan tentunya diajak untuk berpraktek, 'supaya lebih puas'. Terjerumuslah dia ke dalam perzinahan dan lebih jauh lagi, ke dalam praktek-praktek seks yang menjijikkan. Karena pengendali orang ini adalah roh najis!!

3.4. SUATU PEMAHAMAN ROHANI DI BAWAH SADAR.

Penulis beruntung beroleh tuntunan hikmat Sorgawi untuk berhasil mengamati suatu pemahaman yang dimiliki oleh kebanyakan orang, juga dimiliki oleh mereka yang tidak berpendidikan tinggi. Suatu pemahaman tentang kebenaran rohani. Kebenaran rohani yang menggambarkan hubungan antara sifat pribadi seseorang dengan roh-roh yang mengendalikan perilaku orang itu. Ikutilah penalaran yang berikut, maka anda akan mengakui, bahwa sesungguhnya anda telah memiliki pemahaman di bawah sadar ini sejak lama.

Kalau tubuh-jasmani manusia, secara sederhana dapat dinyatakan dengan: 'semua serba sel(-kedagingan)', karena memang terdiri atas sel-sel kedagingan, maka tubuh-rohani manusia dapat dinyatakan sebagai 'semua serba sel-rohani'!

Kalau bentuk bangunan jasmani manusia seringkali didikte oleh banyaknya sel yang dimiliki oleh anggota tubuh tertentu, maka bangunan sifat manusia (jadi: bangunan rohani) didikte oleh banyaknya sel-rohani yang dimiliki 'organ-rohani' (sifat) tertentu.
Sebagai contoh, seseorang yang memiliki terlalu banyak sel-sel (jasmani) di bagian perut akan beroleh gelar 'si Buncit'. Dan mereka yang memiliki terlalu banyak sel-sel rambut akan bergelar si Gondrong! Nah,serupa dengan itu, mereka yang terlalu banyak memiliki sel-rohani 'dusta' (kita namakan sel itu: roh-dusta) akan segera bergelar si Pendusta. Kalau seseorang memiliki kebiasaan berzinah (yang biasanya dia tidak mampu kendalikan lagi!), ini adalah karena pengaruh roh-zinah, roh perangsang dosa itu, maka dia dinamakan si Pezinah.

Begitulah selanjutnya dengan si Perokok, si Penjudi, si Pemabuk atau Peminum, si Pencuri, dll, masing-masing memiliki gelar itu karena banyaknya dia memiliki sel-sel rohani atau roh-roh pembentuk kebiasaan buruk itu! Sel-sel rohani yang jahat ini akan terus menerus mengendalikan orang itu untuk mengulang-ulang kebiasaan buruknya, sehingga ia terikat selamanya!

Pada titik ini dapatlah kita menarik suatu kesimpulan yang sangat berguna bagi pemahaman masalah-masalah rohani:

ROH ROH memiliki kemampuan untuk merangsang manusia mengulang-ulang suatu tindakan, menjadikannya suatu kebiasaan. Mereka adalah perangsang-sifat. Selanjutnya ROH ROH JAHAT adalah perangsang dosa dan kebiasaan buruk.

Tidak usah anda terlalu heran akan kesimpulan di atas. Sesungguhnya Firman Tuhan sudah mengajar kita melalui sabdaNya kepada Kain pada Kej.4:7b:

<7>..... Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.

Perhatikan perintah Tuhan: "engkau harus -musnahkan- berkuasa atasnya". Tidak dikatakan kita harus memusnahkan dosa atau roh perangsang-dosa itu, tetapi harus berkuasa atasnya. Ini berarti roh perangsang dosa itu akan tetap hadir, akan tetap memiliki kemampuan menjatuhkan kita, namun kita harus berkuasa atasnya. Kita tidak memiliki kuasa untuk menghancurkannya habis-habisan! Yang dituntut dari kita adalah 'berkuasa atas roh-roh jahat'!

Ya, tanpa kecuali, kita semua diintai oleh roh-roh jahat di sekeliling kita. Mereka siap untuk menjerumuskan kita kedalam dosa; minimal ke dalam kebiasaan buruk. Rasul Petrus <I-Pet.5:8> juga sudah mewaspadakan kita tentang hal ini:

<8> Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. <9> Lawanlah dia......

Serupa dengan keadaan tubuh-jasmani kita, yang setiap saat diintai oleh berbagai bakteri di sekeliling kita (yang berbahaya maupun yang tidak berbahaya), maka tubuh rohani kita juga terus-menerus diintai oleh berbagai roh di sekeliling kita, roh jahat maupun yang tidak jahat.

--o0o--

 

4. PENULARAN AKAR-PAHIT MENJADI WABAH PENYAKIT-ROHANI.

Pernyataan Alkitab <Ibr.12:15> yang dikutip sebelumnya ("akar-pahit dalam diri seseorang dapat mencemarkan banyak orang") mengajar kita bahwa akar pahit atau luka batin itu dapat menular dan menyebar kepada banyak orang! Menjadi suatu wabah rohani.

Bagaimana mungkin? Tentu saja dimulai dengan peradangan luka itu dalam diri 'si sakit', dilanjutkan dengan penularan luka-batin, pada waktu 'si sakit' menyakiti hati orang lain, hal mana akan diuraikan dalam pasal 4.3. Penularan luka batin ini jelas terlihat dalam kasus Absalom yang akan kita selidiki nanti. Di samping cara penularan yang sederhana ini, ada jenis penyebaran yang caranya lebih 'canggih', yakni penyebaran dengan bantuan dakwaan Iblis! Pasal 4.1. dan 4.2. menjelaskannya.

4.1. TULAH & DAKWAAN, PENYEBAR UTAMA AKAR-PAHIT.

Tulah atau kutukan, kalau dilanjutkan dengan dakwaan Iblis, akan menjadi cara yang canggih bagi penyebaran luka-batin. Satu per satu akan dibahas disini, namun ada baiknya lebih dahulu anda 'menguji' pemahanan anda tentang suatu prinsip rohaniah yang diajar oleh Alkitab:

Anda tentu pernah mendengar atau membaca tentang Sodom dan Gomora, yang ditunggang-balikkan, bahkan dihancurkan Tuhan. Cobalah jawab pertanyaan ini: "Apakah yang menyebabkan Tuhan bertindak demikian kerasnya terhadap kedua kota itu?"

4.1.1. Kehancuran Sodom dan Gomora Karena Dosa !?!
Ya, mungkin anda termasuk sebagian besar umat Kristiani yang menjawab demikian! Tidak apa-apa. Anda punya banyak kawan yang menjawab demikian! Namun tidak tepat. Mari, periksalah Alkitab anda, tentang Sodom dan Gomora, pada Kej.19:13,

"... <13> sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN, sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memusnahkannya."

Lihatlah saudara, jawaban Alkitab adalah: Sodom dan Gomora dihancurkan Tuhan karena banyak keluh-kesah terhadap kedua kota itu! Alkitab sendiri yang menyatakan demikian! Dan itu rupanya berdasarkan suatu Hukum Rohani yang masih berlaku, tetap dipegang oleh Tuhan sampai masa kini. Jadi bukan dosa yang menyebabkan Tuhan mengambil keputusan bahwa Sodom dan Gomora harus musnah! Dosa-dosa itu memancing tulah dari masyarakat atau kota-kota di sekitarnya, maka tulahlah yang menyebabkan kehancurannya; keluh-kesah atau umpatan orang-orang lain!

Saudara yang kekasih, berbicara tentang kekejian kota-kota, pada masa kini di Amerika Serikat sekurang-kurangnya ada tiga kota yang kekejiannya setara atau melebihi Sodom dan Gomora. Saya sebut saja: Lake Tahoe, Reno, Carson City; ketiganya terletak di negara-bagian Nevada. Ketiganya terkenal karena perjudian bebas, pelacuran bebas, sampai kepada kelakuan homosex yang terang-terangan! Namun ketiganya tidak mengalami kemusnahan ditunggang-balikkan Tuhan! Rupanya karena tidak cukup banyak orang yang berkeluh-kesah atas ketiga kota itu. Kebanyakan orang datang kesana, menyaksikan kekejian itu, dan bergabung saja seenaknya!!

4.1.2. Tentang Tulah.
Dengan pengertian tentang beratnya risiko tulah yang menimpa seseorang, jelaslah penting sekali bagi kita untuk menghayati dan mempraktekkan pengajaran Yesus, kendati tidak dinyatakan dengan kata-kata ini:

hindarkan dirimu dari tulah !!

Jagalah agar anda tidak terkena keluh kesah ataupun umpatan! Tidak kejatuhan kutukan orang lain yang sakit hati terhadap anda! Kalau anda belum pernah beroleh pengajaran tentang hal ini, mari, kita baca Mat.5:23-26, pengajaran Yesus sendiri:

<23> Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, <24> tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembah kan persembahanmu itu.

Nah, anda sedang berada di depan mezbah, mau menyampaikan suatu persembahan. Lalu anda teringat akan sesuatu di dalam hati seorang saudara terhadap anda. 'Sesuatu di dalam hati' itu dapat berupa kasih, dapat juga berupa kebencian. Kalau itu kasih, tentu anda tidak disuruh berdamai dahulu dengan saudaramu <ay.-24>. Berarti yang dimaksud Yesus di sana adalah kebencian.

Jadi, kalau anda akan menyampaikan persembahan, dan masih ada kebencian seseorang terhadap anda, anda diperintahkan menunda saja persembahan itu! Harus berdamai dahulu dengan saudara itu. Baru persembahan itu 'laku' di hadapan Tuhan. Barulah Tuhan berkenan menerima persembahan anda itu! Wahai, insyafkah anda berapa banyak persembahan umat Kristiani yang tersia-sia karena tulah atau kebencian orang lain yang belum selesai? Adakah persembahan anda yang juga tersia-sia secara demikian?

Yesus tidak mempertanyakan siapa yang benar, siapa yang salah! Pergilah, berdamai dahulu, selesaikan dahulu kebencian itu, hindari diri anda dari tulah, itu yang penting. Berdamailah dengan lawan-lawan anda, dengan orang yang memusuhi anda; datangi dia, rendahkan diri anda (bukankah barangsiapa merendahkan dirinya akan ditinggikan <Mat.23:12> ?), ajak dia berdamai, kalau perlu lebih baik anda rugi materi daripada tertimpa tulahnya.

Bahkan kendati dia berada di pihak yang salahpun! Kendati dia sedang menindas andapun! <Mat.5:10, Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.>. Seperti yang dipertunjukkan oleh Tuhan Yesus! Lebih baik kena tindas manusia, tetapi menjadi anak kesayangan Tuhan Yesus, daripada mempertahankan gengsi manusiawi (lalu dibenci dan ditulahi orang) dan kehilangan Kerajaan Sorga!

Kalau anda sudah mengambil prakarsa untuk perdamaian, namun (mungkin) ia menolak atau memaki anda, itu sudah cukup. Anda sudah dibenarkan Tuhan dan tulahnya gugur! Begitulah, saudaraku, banyak orang Kristen gagal mematuhi perintah Yesus untuk berdamai dengan setiap saudara. Seharusnya mereka menginsyafi :


Kalau persembahan, bagi Tuhan, sudah 'tidak laku'
di hadapan Tuhan karena adanya tulah,
apalagi permintaan sesuatu, bagi anda, dari Tuhan,
lebih lagi tidak diperhatikan Tuhan!


Tidak heran, banyak sekali doa-doa orang Kristen tidak berjawab, karena adanya tulah, adanya kebencian orang lain yang tidak diselesaikan. Ya, saudaraku, hindarilah diri anda dari tulah. Kalau tidak, ketajaman pelayanan anda akan sangat merosot. Kelayakan anda untuk melayani Tuhan akan berkurang sangat.

Di bawah ini saya sajikan satu kasus, di mana Tuhan mengizinkan Iblis mencobai penulis (melalui seorang anti Kristus). Suatu ujian yang menuntut kerendahan hati yang sungguh.


COBALAH BAYANGKAN, penulis, yang seorang perwira menengah Angkatan Darat, bertetangga rumah dengan bawahannya, seorang Kapten. Si Kapten ini mempunyai seorang anak laki-laki yang nakal, berumur belasan tahun, dan suka bermain di rumah tetangga. Penulis memelihara seekor anjing penjaga rumah, tidak galak, tetapi mengenali dan mengingat orang yang pernah mengganggu dia tanpa alasan.

Pada suatu hari, anak si Kapten, yang sudah berulangkali mengganggu anjing itu, bermain-main di halaman rumah penulis. Ternyata si anjing merasa terganggu dan ia menggigit anak tadi. Kakinya luka kecil. Seorang temannya, membawa anak si Kapten itu ke jururawat dan merawat luka tadi. Entah mengapa, si ibu, yang benar-benar ingin 'safe', membawa anak itu ke Puskesmas, dan di sana diberi suntikan antibiotika. Sialnya, si anak ini tidak tahan obat itu dan dia terkena 'penicilline shock'. Dengan cepat dia dibawa ke R.S. Fatmawati untuk di tolong dari shock-nya itu. Si anak tertolong, namun sempat dua hari menginap di R.S.

Marah-marahlah si Kapten. Ia menuntut agar penulis mengganti kerugiannya. Ia menuduh anjing penulis yang menjadi biang keladi segenap perkara itu. Penulis mendatangi rumahnya, dengan segala pengendalian diri bersabar terhadap setiap serangan dan dakwaan itu. Dalam hal ini ada beberapa pilihan bagi penulis untuk menyelesaikan perkara itu.

Pilihan pertama adalah menggunakan 'cara-tangsi-militer'. Siapa yang tinggi pangkatnya harus disegani. Namun penulis, sebagai orang yang mengaku hamba Tuhan, tidak mau menempuh 'hukum-rimba' itu.

Pilihan kedua adalah menggunakan Undang-undang Negara. Cara inipun akan membebaskan penulis dari tuntutan, karena anjing itu menggigit si anak di halaman rumahnya sendiri. Anak si Kaptenlah yang dapat didakwa melanggar tapal-batas, masuk pekarangan orang lain tanpa izin. Namun pilihan kedua inipun tidak ditempuh oleh penulis, karena penyelesaian secara itu akan meninggalkan sakit hati dalam diri si Kapten, dan:

sakit hati ini cukup untuk menjatuhkan tulah atas diri penulis, dan menumpulkan pelayanannya selaku hamba Tuhan.

Nah, penulis, beriman bahwa ia adalah seorang Putra Sorgawi, memilih melaksanakan UNDANG-UNDANG KERAJAAN SORGA, Mat.5:23- 26 tadi. Ia menempuh jalan merendahkan diri, mendatangi rumah si Kapten untuk berdamai. Namun si Kapten mendakwa penulis seorang asosial, tidak mau bergaul-baik dengan tetangga. Apakah penulis harus bersusah payah menerangkan bahwa sosial isasi yang dijalankannya adalah sosialisme Yesus Kristus? Dengan melayani orang-orang yang susah? Itu hal yang sia-sia; si Kapten, yang anti Kristus, tidak akan mau dan tidak akan pernah mengerti hal itu!

Saya tetap saja bertanya bagaimana penyelesaian yang akan memuaskan hati si Kapten. "Bapak harus mengganti biaya pengo batan anak saya", katanya. Maka penulis menerangkan kepada si Kapten tentang pilihan yang sesungguhnya dapat ditempuhnya, namun tidak dilakukannya, demi memelihara hubungan baik ber tetangga! Tetap penulis menanyakan, bagaimana syaratnya agar si Kapten puas.

Disinilah si Kapten menjadi lemah, dan, setelah penulis tetap melayaninya dengan sabar dan rendah hati (tidak membawa-bawa kepangkatannya) akhirnya ia menjawab tentang besarnya peng gantian yang harus diberikan oleh penulis: "Terserahlah kepada pak Situmorang."

Penulis pulang sebentar ke rumah, mengambil selembar amplop, mengisinya dengan uang sejumlah lima puluh ribu rupiah, dan menyerahkannya kepada si Kapten dengan ucapan: "Sebeginilah yang saya rela berikan, untuk penyelesaian masalah yang se sungguhnya di luar tanggung-jawab saya. Jadi saya harapkan tidak ada sakit hati dari pihak anda!"

Lima puluh ribu rupiah (th. 1990) sebagai pengganti tulah, tidak mahal, bukan? Sebab, kalau penyelesaian masalah itu masih menyisakan sakit hati, penulis akan terkena tulah dan dakwaan si Iblis, sehingga doa-doa saya akan sulit beroleh jawaban Tuhan, termasuk doa memintakan kesembuhan luka-luka batin pada diri orang lain!

Anda kurang percaya kalau kebencian orang-lain terhadap anda berpengaruh menumpulkan pelayanan anda? Lanjutkanlah bacaan kita tadi dengan Mat.5:25-26,

<25> Segeralah berdamai dengan lawan-lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menye rahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. <26> Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Siapakah 'hakim' itu? Yesus Kristus, bukan? Dan siapakah 'pembantunya'? Iblis, si pendakwa, bukan? Iblis yang suka mendakwa manusia di hadapan Tuhan, lalu menggocoh manusia dengan berperan sebagai pelaksana hukuman, dapat dimengerti sebagai 'pembantu hakim' di sini! Dan apakah 'penjara' itu? Apakah anda kira Lembaga Pemasyarakatan?

Bukan demikian, saudaraku. Penjara-rohani, penjara kehidupan! Sebab istilah 'di tengah jalan' juga tidak harus diartikan jalan-raya, tempat lalu-lintas. Di tengah perjalanan hidup, begitu pula artinya! Kalau anda ingin mengerti sungguh pengertian 'penjara-rohani' di sini, mari, ikuti peristiwa nyata yang kami amati sendiri, yang terjadi atas diri seorang hamba Tuhan yang untuk beberapa tahun sempat sepelayanan dengan kami.


Hamba Tuhan ini berpendidikan Sarjana Muda Theologia, sebut saja namanya Andy. Kami sepelayanan untuk beberapa tahun. Suatu ketika, kami melayani suatu retreat muda-mudi di daerah Puncak. Pada waktu mengisi suatu session di pagi hari, saya sempat melirik dan melihat Andy, 'kok sempat-sempatnya dia berenang-renang di kolam renang!? Bukannya mendukung pelayan an itu dengan berdoa! Namun saya biarkan saja Andy dengan kesenangannya, dan session itu diakhiri dengan tantangan, yang diterima oleh (hampir) seluruh hadirin. Andy tidak ikut dalam 'pesta-rohani' itu. Pada waktu itu belum terlalu terpi kir oleh saya akan adanya ke-tidak layak-an dalam diri Andy untuk ikut menuai jiwa-jiwa, panen-rohani semacam itu!

Ada kasus lain, di mana Andy ikut sepelayanan dengan isteri saya, dan yang terjadi adalah bukan melayani, dia harus dila yani. Ia berseloroh di kolam renang, terpeleset, kepalanya luka berdarah, harus diobati, dilayani. Adakah ketidak-layak an di dalam dirinya? Rupanya dia tidak pikirkan hal itu!

Begitulah berulangkali dalam pelayanan, dan Tuhan mengirimkan berbagai informasi kepada kami, bahwa dalam setiap pelayanan yang gagal itu, ia 'membentur tembok', atau 'jeruji-rohani', bertemu dengan orang yang mengetahui suatu lembaran-hitam dalam hidupnya, yang selama ini ditutupinya terhadap kami. Dalam status hamba-Tuhannya, Andy pernah membuat seorang wanita patah-hati; mulanya ia berjanji akan menikahi wanita itu, namun hamba Tuhan ini ingkar janji dan kabur!

Begitulah 'jeruji-besi' dari 'penjara-rohani' yang kita singgung di atas! Setiap kali ada pelayanan untuk muda-mudi, ada saja dia bertemu dengan seseorang yang mengenal Andy dan mengetahui riwayatnya dengan wanita patah-hati itu!

Setelah saya mengerti persoalan ini, saya menekankan suatu syarat terhadap Andy, yakni kalau dia ingin terus sepelayanan dengan kami: "Cari wanita itu, minta ampun padanya, atau nikahi dia. Pokoknya selesaikan masalah itu, sehingga jeruji- jeruji rohani yang dipasang Iblis-pendakwa itu tersingkir! Baru saya mau sepelayanan lagi dengan anda."

Rupanya wanita yang patah hati itu, dalam doa-kebenciannya, 'menyerahkan' masalah Andy kepada 'hakim' (Yesus), 'hakim' tidak dapat lagi membela Andy dan menyerahkan masalah itu kepada 'pembantunya', yakni Iblis, yang memasang jeruji 'penjara' itu disekitar kehidupan Andy. Andy gagal memenuhi ke inginan Tuhan Yesus, ia memilih tetap tinggal dalam 'penjara', karena 'menolak membayar hutangnya sampai lunas!'


Begitulah saudaraku, hukum-hukum rohani yang diajarkan oleh Yesus sepanjang Mat.5:17-48 harus ditanggapi dengan serius! Jangan biarkan anda kena tulah orang lain yang terluka batin oleh perilaku anda di masa lalu. Penjara itu sungguh ada, dan saya sudah menyaksikannya terbentuk dalam beberapa hamba Tuhan, kawan sepelayanan! Mereka enggan 'membayar hutang itu sampai lunas', dan mereka terpenjara selamanya! Pelayanan mereka menjadi tumpul, tiada kelayakan. Tentu saja saya menolak bekerja sama mereka yang sudah nyata-nyata bersikap bebal; risikonya terlalu besar.


4.1.3. Tentang Dakwaan Iblis.
Buku kecil "AYUB MODERN, MANA KEDAULATANMU?", oleh penulis yang sama, menguraikan masalah dakwaan Iblis dan kedaulatan manusia untuk tidak tunduk kepada tipuan atau kemauan Iblis. Kalau saja anda telah membacanya, penguraian tentang penularan luka-batin ini akan lebih mudah.

Kalau anda belum membacanya, silahkan anda membaca Kitab Ayub pasal-1 dan -2 secara cepat. Anda akan melihat keberhasilan Iblis membujuk Tuhan untuk beroleh izin menggocoh Ayub, melalui dakwaannya di hadapan Tuhan (tanpa diketahui dan tanpa disadari oleh Ayub). Logikanya disini adalah:

Kalau Iblis berhasil mendakwa Ayub, yang tidak bersalah, tidak berdosa, dan tidak ada orang lain yang membenci dia, pastilah Iblis berulangkali berhasil mendakwa kita di hadapan Tuhan, kita yang banyak melakukan pelanggaran, banyak menyakiti hati orang lain, dan ditulahi orang !

Insyafilah, Iblis mendakwa anda dan saya berulang kali, sewaktu kita sadari ataupun tidak; tidak soal apakah kita mengakui hal itu ataupun tidak. Mengapa? Karena justru dakwaan adalah senjata Iblis yang paling sering digunakannya untuk menghancurkan manusia! Kitab Wahyu <12:10> jelas sekali menyatakan bahwa Iblis mendakwa kita siang-malam !


Saudara pembaca yang kekasih,

setelah anda menyadari sungguh kedua konsep yang diuraikan pada pasal ini, yakni tulah dan dakwaan Iblis, barulah anda siap untuk mengerti cara yang canggih bagi penyebaran akar-pahit, yang merusak masyarakat itu. Ikutilah pasal berikut.


4.2. PENYEBARAN AKAR PAHIT SECARA CANGGIH.

Mari kita lihat suatu kasus, dimana seorang gadis yang terlalu akrab kepada pamannya, adik ibunya, sehingga suatu waktu ternoda oleh pamannya itu. Gadis itu sangat menyesal kehilangan kegadisannya, timbul bencinya kepada pamannya itu. Begitu bencinya dia, begitu dalamnya luka batinnya, sehingga ia tidak dapat memaafkan perbuatan pamannya. Sepanjang hari-hari itu ia 'berdoa' dalam hati, biar Tuhanlah yang menghakimi pamannya itu. Doa yang tidak resmi itu menjadi tulah atas diri pamannya.

Pada waktu yang tepat, waktu-pilihan Iblis <Luk.4:13>, Iblis dapat mendakwa pamannya di hadapan Tuhan, sehingga Tuhan memperkenankan Iblis menggocoh paman itu. Biasanya, menurut pengalaman pelayanan kami, gocohan jatuh atas anggota tubuh yang berlaku keji itu, sesuai dengan sikap Tuhan <Mat.5:29: ..."karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.">.

Katakanlah, setelah lewat sepuluh tahun dari peristiwa tadi Iblis menjatuhkan penyakit kelamin yang berat atas diri si paman. Kesabaran Iblis yang sepuluh tahun ini adalah suatu taktik agar si paman tidak pernah insyaf bahwa kekejiannya atas diri gadis itu yang membuat dia tertimpa penyakit. Agar si paman tidak berpikiran untuk memperbaiki hubungannya dengan Tuhan dan manusia!

Nah, penyakit ini dapat merusak kehidupan si Paman. Kehidupan yang rusak dapat menimbulkan luka batin atas diri si Paman, dan membuat dia sukar mengampuni orang lain, bahkan dapat menimbulkan sifat kejam, dll. Perilaku kejam dan sukar mengampuni dengan mudah menimbulkan sakit hati dalam diri orang-orang lain di sekitar si Paman itu (isteri, anak-anak, dsb.).

Kasus ini dapat berlangsung lebih canggih lagi. Misalnya si Iblis tidak menimpakan penyakit kelamin, tetapi sekedar bisul-bisul pada alat kelamin yang menjadikannya bengkak-bengkak tidak keruan. Bisul-bisul yang para dokter tidak dapat menyembuhkannya, karena penyakit itu berangkat dari masalah rohani. Misalkan si Paman akan terbujuk untuk berobat ke dukun! Disini kecanggihan permainan Iblis ditingkatkan. Dapat saja Iblis, dengan menggunakan mulut si dukun, menghasut si Paman, dengan memberi petunjuk bahwa seorang rekan-sekerjanya, yang cemburu atas kesuksesannya, telah mengguna-gunai dia! Maka si Paman tidak lagi sekedar mencari kesembuhan penyakitnya; ia akan sibuk mengupayakan pembalasan! Wabah-rohani itu lebih lancar lagi penyebarannya!


Pembaca yang kekasih,

kalau anda memiliki luka batin, sekarang anda boleh memilih dan memutuskan: meneruskan penyebarannya atau mengekang diri dan membatasinya sehingga tidak menular kepada orang lain! Nyatakan itu dengan jelas di dalam doa anda, doa mengampuni orang yang menyakiti hati anda, dan mohon Tuhan mengampuni dia juga, memberkati dia, sebagai berikut:

Bapa Sorgawi, di dalam nama Yesus,

Roh KudusMu mengingatkan saya akan adanya luka-batin dalam diriku, sebagai akibat perbuatan seorang saudara yang bernama, ....... <nyatakan identitas teman itu>, dalam suatu peristiwa di masa lalu, dimana dia menyakiti hatiku melalui perbuatannya .............. <nyatakan perbuatan teman itu>.
Tuhan Yesus, saya tidak ingin adanya penyebaran luka- batin ini, saya mau mengampuni dia, dan memberkati dia. Saya bermohon, ya Tuhan, agar Engkau juga mengampuni semua dosa- dosanya, bahkan memberkati dia dengan kelimpahan. Selamatkan dia, ya Tuhan, berikan dia kehidupan yang memuliakan nama Yesus.
Dan izinkan saya, ya Tuhan Yesus, menggunakan kuasaMu yang ajaib itu, sesuai dengan sabdaMu pada Yoh.1:12; dengan kuasa Yesus, saya mengusir pergi semua roh-jahat yang sempat merasuk diriku dalam peristiwa yang menyakitkan hati itu. Saya mengusir pergi semua roh kepedihan, roh kebencian, roh dendam, roh kecewa, semua kuasa-kuasa Iblis yang menyelinap melalui luka-batin itu! Keluar kamu semua setan-setan, ting galkan diriku untuk selama-lamanya, saya tidak mau kalian pengaruhi, saya adalah milik Yesus, dan Yesus Kristus adalah Juruselamatku! AMIN.



4.3. PERADANGAN LUKA BATIN.

Dari pasal-pasal terdahulu, kita telah belajar satu prinsip rohani, bahwa satu roh jahat mengendalikan perilaku manusia dengan merangsang dia untuk mengulang-ulangi tindakan yang sama. Hal ini menimbulkan kebiasaan buruk yang dapat berkembang semakin buruk menjadi kebiasaan berbuat dosa. Terbentuklah suatu keterikatan yang sangat sukar dilepaskan. Anda dapat melihat berbagai contoh dari kehidupan di sekitar kita. Lihatlah kebiasaan merokok, minum, main kartu, bergossip, korupsi, dll.

Satu prinsip rohani lain, yang juga sangat penting, diajar oleh Yesus sendiri dalam Mat.12:43-45:

<43> "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. <44> Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati bahwa rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. <45> Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari keadaannya semula...


Roh jahat yang menghuni manusia dapat membawa tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya. Jadi, luka batin yang dirasuki roh kebencian, misalnya, dengan segera akan dirembesi oleh roh kecewa, roh dendam, roh dengki, roh pencedera, dan banyak lainnya. Semua roh-roh jahat ini akan mengendalikan perilaku 'si Sakit'. Dia mungkin kecewa berat, yang akan meningkat menjadi depressi atau bahkan gila. Mungkin juga dia akan membalas dan menjadi terbiasa menyakiti atau bahkan mencederai orang lain. Inilah luka batin yang meradang dengan hebat.

Dengan dia mencederai orang lain, maka korbannya akan terluka-batin pula, begitu seterusnya. Si 'Luka batin' yang pertama itu akan mencederai banyak orang disekitarnya; yang pertama kali terluka adalah yang terdekat: isteri atau suami atau anak-anak! Hasilnya, seperti dinyatakan dalam Ibr.12:15, mencemarkan banyak orang, bahkan mungkin seluruh masyarakat! Inilah bentuk penularan yang paling sederhana, tidak secanggih yang dibahas pada Pasal 4.1 dan 4.2. di atas, namun sama saja daya perusaknya.

Jadi sangat penting bagi pembaca untuk memeriksa diri sendiri, adakah luka batin di dalam diri anda? Tidak perduli berapa lama usianya, selama belum disembuhkan oleh bilur-bilur Yesus <lihat Yes.53:5>, luka itu selalu meradang, berulang-ulang! Dan sangat mungkin istri atau suami atau anak-anak anda SUDAH TERTULAR luka batin itu. Kasihanilah mereka, cegahlah penularan lebih lanjut!!

Kalau tidak dicegah, nasib mereka (dan anda sendiri!) akan sangat pahit, seperti nasib Absalom, yang akan kita telusuri nanti!


4.4. MENGHAMBAT PENYEBARAN AKAR PAHIT.

Dengan pengertian wabah penyakit-rohani yang dinyatakan oleh Ibr.12:15, pengertian kita atas pengajaran Yesus pada Mat.5:43-44 benar-benar diperkaya:

<43> Kamu telah mendengar firman : Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. <44> Tetapi Aku (yang sangat paham masalah wabah penyakit-rohani, pen.) berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (supaya kamu tidak mengidap luka-batin, pen.).

Dengan mengasihi orang yang memusuhi saya, dia akan terbebas dari tulah, Iblis tidak mungkin mendakwa dia, sebab Yesus dengan mudah akan membela dia, melalui dialog berikut:

Iblis: Tuhan, bung Eman itu sudah menyakiti si Posma, hamba Mu, maka bung Eman itu harus beroleh balasan yang setimpal, bukan? KeadilanMu harus ditegakkan, bukan? Jadi perkenankan lah aku membantu Engkau, Tuhan. Izinkanlah aku melaksanakan hukuman itu, demi Engkau, demi Tuhan!
Komentar: Anda lihat, Iblis memang pandai sekali, dia dapat bertindak 'secara benar', 'demi Tuhan', hebat 'kan?

Yesus: "'Blis, apa gunanya kau mendakwa bung Eman itu; si Posma saja, orang yang tertindas oleh kekejamannya, sudah mengampuni bung Eman. Tidak ada lagi hakmu Iblis, mendakwa bung Eman itu. Lupakan saja dakwaanmu! Urus yang lain saja!!"


Ya saudara pembaca,

dengan rajin mengampuni, anda terbebas dari luka-batin, juga sudah mengekang penjalaran wabah penyakit-rohani; dengan banyak memberkati, dengan kasih, anda dapat menutupi banyak musibah bagi orang lain. Mencegah penularan wabah penyakit-rohani itu. Dan status anda akan meningkat, sesuai pernyataan Yesus pada sambungan dari bacaaan kita tadi <Mat.5:45>:

<45> Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak
Bapamu yang di Sorga....

Dengan pengkudusan diri, dengan banyak memberkati, bebas dari luka-batin, anda layak bersyafaat bagi orang lain, menyembuhkan luka batin orang lain! Menjadi pembawa damai, <Mat.5:9>. Ikutilah kasus di bawah ini, pengalaman dari pelayanan, yang mentakjubkan beberapa dosen dan mahasiswa Sekolah Theologia, karena Tuhan mengatur sehingga mereka ikut menyaksikan!


Riny, seorang wanita berusia l.k. 22 tahun masih dalam perio de pelayanan. Kami ketahui ia memiliki luka batin yang sangat dalam, karena kejahatan seks seorang pria, gendak dari ibu kandung Riny. Sebenarnya Riny sudah dibebaskan dari berbagai ikatan perjanjian dengan Iblis, dahulu diatur oleh ibunya. Dan Riny juga sudah memanjatkan doa pengampunan bagi ibunya dan bagi si laki-laki, namun rupanya luka itu belum sembuh benar. Itu adalah hal biasa, setiap penyembuhan memerlukan waktu! Ibunya, yang masih mempertahankan satu (atau beberapa) ilmu Iblisnya, beperan mempersulit kesembuhan, karena dari waktu ke waktu menghubungi Riny, berusaha menarik dia dari lingkungan pelayanan itu. Jadi luka batin yang belum tertutup rapat itu tergores lagi berulang-ulang. Nah, pada suatu keti ka, luka batin Riny kumat lagi, mungkin dia baru mengalami hasutan lagi dari ibunya.

Tepat sewaktu saya berada di tempat itu, di hadapan seorang dosen sekolah Theologia, beberapa mahasiswa, dan ... Lena, seorang anak perempuan 'berbau kencur', yang berumur l.k. 12 tahun, Riny kesurupan berat. Sambil melakukan 'kontak' dengan Sorga, saya berdialog dengan setan itu, mencari jalur masuk nya, agar mudah mengusir setan itu. Si Setan bertahan dengan tegar, menganggap dirinya berhak atas wanita itu. Setan itu memperkenalkan dirinya dengan nama si laki-laki, yang kami sudah tahu.

Begitulah caranya, saya mengerti bahwa jalur-masuk setan itu adalah luka batin Riny terhadap pria itu. Riny masih terus dendam dan belum dapat secara tuntas mengampuni pria durjana itu, yang 'memakan' ibunya dan merenggutkan kegadisannya!

Saya merasa lega, karena menemukan kunci pembebasan Riny, siap bertindak. Namun ada dorongan di dalam hati untuk menunjukkan kehebatan Yesus di hadapan rekan-rekan yang Theoloog itu. "Kalau kamu yang menyelesaikan kasus ini, tidak ada istimewanya bagi kemuliaan Tuhan Yesus", kata hati saya! Maka tindakan saya menjadi sangat berbeda dari biasanya!

Saya menarik tangan Lena, si gadis berbau kencur, untuk ber diri dan mendekat kepada Riny yang kesurupan. Agak takut- takut dia, namun karena Riny dan Lena ini sudah cukup akrab bergaul, Lena mematuhi ajakan saya itu. Saya membisikkan pada Lena bahwa harus dia yang mengusir setan itu. "Bagaimana caranya?" tanya Lena ragu. Dengan suara wajar saya memerin tahkan Lena: "Berdoalah kamu, mohon kepada Tuhan Yesus agar menyembuhkan dan menutup rapat luka batin si Riny itu." Logikanya: kalau luka batin sembuh dan tertutup rapat, setan tidak bisa lagi beroperasi dalam diri manusia!

Begitu perintah saya terdengar, si setan (dengan memakai mulut Riny tentunya), menjerit kuat sekali: "Jangaaaan! Tidak boleh kamu sembuhkan diaaa!" Namun jeritannya itu menjadi konfirmasi tentang benarnya logika di atas, dan Lena kecil mulai berdoa, dengan suara keras, di hadapan orang-orang dewasa itu. Si Setan masih coba bertahan, ber-argumen, menya takan Riny adalah miliknya.

Ajaibnya, sekarang Lena kehilangan keraguannya, dengan keman tapan seorang hamba Tuhan yang penuh urapan, Lena berdialog dengan setan itu, dan tetap menyatakan bahwa Riny sudah berulang kali menyatakan dirinya milik Yesus, setan tidak berhak memiliki dia lagi! Lena tetap memerintahkan setan itu harus keluar, sebab luka batin Riny sudah disembuhkan oleh Tuhan Yesus. SEMUA DIALOG INI DILAKUKAN OLEH LENA TANPA DIAJAR ! Atau barangkali lebih tepat: Lena melakukan dialog di bawah tuntunan Roh Kudus!

Putuslah kuasa dakwaan si setan, Riny kembali sadar; tinggallah Lena dengan kebingungan yang sangat: "'Kok saya bisa begitu ya?" Tidak ketinggalan rekan-rekan Theoloog tadi berpikir yang sama "'Kok anak sekecil itu dapat memerintah setan ya? Kami tidak pernah belajar itu di sekolah!"

Begitulah, saudara yang kekasih, kekudusan anda (Lena, si gadis bau-kencur tentunya lebih kudus dari kebanyakan kita orang dewasa, bukan?), kasih anda dan kesungguhan anda mengampuni orang lain, akan mampu menghambat penyebaran luka-batin. Inilah salah satu hal yang dikehendaki Yesus untuk dilaksanakan oleh para pengikutNya!! Teknik yang lebih jauh untuk menghambat penyebaran luka batin adalah dengan menciptakan suatu lingkungan yang PENUH SUASANA PENGAMPUNAN, hal mana penulis harapkan akan sempat membahasnya dalam buku yang lain.



4.5. BEBERAPA KASUS LUKA BATIN YANG MEWABAH.

Inilah beberapa kasus lagi, tentang luka-batin yang mewabah, dimulai dalam diri satu orang, menyebar dan mencemarkan banyak orang lain.


KASUS-I.
Dalam satu keluarga-besar ada enam bersaudara yang masing- masing sudah berkeluarga. Namun di antara mereka ada seorang yang (kendati mengaku hamba Tuhan) mengalami luka batin. Luka batinnya dimulai sewaktu ia memaksa menikahi pilihan hatinya, tanpa persetujuan orangtua. Dalam pernikahan itu orangtua tidak hadir, sehingga pribadi ini dipermalukan hebat dan tumbuhlah luka batin di dalam dirinya.

Pada suatu ketika, ibu-tua di tengah keluarga ini mencapai umur 70-tahun, suatu umur yang 'alkitabiah'. Lima keluarga anak-anaknya bersepakat untuk menyelenggarakan perayaan 70- tahun itu dalam bentuk kebaktian, dan dirancang bahwa kebak tian itu akan berlangsung secara 'tajam', secara penyegaran iman, untuk membangunkan rohani para hadirin. Direncanakan pula bahwa seluruh biaya perayaan akan dipikul bersama oleh keenam anak itu.

Apa yang terjadi? Satu pribadi yang terluka batin itu meng anut pandangan yang berbeda. Dengan nada seorang hamba Tuhan dia menyatakan: "Tidak usahlah mempermuliakan ibu kita, yang manusia itu!" Padahal saudara-saudaranya tidak ada maksud ke sana, bahkan acara yang bersifat pekerjaan Tuhan itupun sudah didoakan bertalu-talu. Bayangkan, kalau saja yang lima kelu arga belum sungguh dalam Tuhan, tentu akan muncul berbagai kejengkelan, yang pasti disusul oleh sakit-hati dan tindakan- tindakan saling melukai-batin. Menjadi wabah!

Sebagai kelanjutan dari kasus itu, sasaran doa menjadi dua arah. Yang pertama, doa mempersiapkan acara itu, dan arah yang kedua adalah bagi pribadi yang luka-batin tadi, pernyataan memberkati dia, memohon kepada Tuhan Yesus agar mengampuni dia, dan menyembuhkan luka batinnya. Puji Tuhan, kasus ini berakhir dengan baik. Perayaan itu berlangsung dengan bagus, memuliakan Tuhan, bahkan pribadi yang luka- batin, yang sedang study di luar negeri itu beroleh sejahtera dan akhirnya, iapun mengirimkan uang, sebagai urunan-biaya bagi perayaan itu!


KASUS-II.

Penulis mengenal seorang pria, yang lahir dalam suasana kemelut di rumah tangga orangtuanya. Pada saat-saat kelahirannya, ekonomi orangtuanya dalam keadaan rusak berat, karena spekulasi yang gagal total! Ayahnya berspekulasi dalam suatu usaha, yang tidak dengan teliti dipelajarinya. Usaha itu hancur, ayahnya kecewa dan patah hati, dan ibunya jadi harus hidup dengan kehematan yang luar biasa. Rupanya si anak turut terluka batin, tularan dari luka batin ibu-bapaknya.
Apa yang terjadi selanjutnya? Si anak mewarisi sifat spekulatif dari bapaknya dan sifat hemat-berat dari ibunya. Begitulah, si anak bertumbuh menjadi seorang pria, seorang sarjana, namun roh-spekulatif ikut berkembang, menjadi roh- judi; roh-hemat membesar menjadi roh-kekikiran! Ada satu masa beberapa tahun dimana pria ini kecanduan judi yang hebat, kehilangan banyak harta oleh karenanya. Benar-benar memusing kan orangtua dan isterinya! Bukankah ini sudah menjadi penye baran luka-batin?

Setelah menjadi bapak bagi beberapa orang anak, sifat-kikir (yang dirangsang oleh roh-kekikiran tadi) semakin merajalela, sehingga si bapak yang sarjana ini dapat bertengkar dengan orang lain untuk uang yang tidak berarti besarnya! Anak-anak pun ikut menjadi korban kekikiran itu. Sebagai contoh, si bapak tega mengajak anak-anaknya makan es yang bertangkai, dan dibelikanlah satu batang es untuk dua orang anak. Bergan tianlah mereka menghirup es itu! Bukankah ini penyebaran sakit hati dan luka batin bagi anak-anak itu? Begitulah, luka batin dalam diri seseorang, menyebar mencemarkan seluruh keluarga.


KASUS-III.

Hal ini dapat anda amati sendiri di tengah berbagai Gereja di Indonesia. Banyak sekali gereja yang saat ini mengidap wabah penyakit rohani (luka-batin) di tengah jemaatnya. Pendeta bertikai dengan Majelis; Jemaat bertikai dengan Majelis; Majelis memecat Pendeta; Jemaat dipecat karena ikut persekutuan-doa di luar organisasi gereja itu (sementara anggota jemaat yang diketahui pemain judi dan kartu, ataupun koruptor, ataupun pezinah, tidak diapa-apakan!).

Semua ini berawal dari satu atau dua pribadi yang luka-batin ataupun yang melukai orang lain! Mereka tidak dapat saling mengampuni! Hukum Tuhan, untuk mengampuni, lebih rendah dera jatnya dari Peraturan Gereja, yang tidak diajarkan oleh Yesus Kristus! Sakit-hati demi sakit hati, luka-batin demi luka- batin berkembang dan mewabah, mencemarkan banyak orang, se perti dicanangkan oleh Ibr.12:14-15 yang kita bahas. Maka seluruh Gereja menjadi cemar, dan Iblis bersorak gembira!!!


Begitulah, saudara-saudara yang kekasih,

kita yang mengerti masalah wabah penyakit-rohani ini sekarang ditantang untuk menentukan sikap: apakah kita ikut bersorak (bersama Iblis) di tengah masyarakat Kristiani yang tercemar itu? Ataukah anda menangis dan berduka-cita bersama Yesus Kristus, melihat domba-domba yang binasa oleh penyakit-rohani itu?

--o0o--

5. KELANJUTAN RIWAYAT ABSALOM.


Dengan berbagai pengertian tentang masalah-masalah roh jahat yang sudah anda sadap pada pembacaan pasal-pasal yang lalu, kini anda siap untuk mengerti penuh apa peristiwa-peristiwa rohani yang berlangsung dalam riwayat Absalom. Marilah kita teruskan membaca, sambil anda beroleh tuntunan untuk mengerti sepenuhnya.

Bacalah kelanjutan Riwayat Absalom ini <II-Sam.13:37-39, pasal-14,15 dan 18>. Perhatikanlah perilaku raja Daud dalam menghadapi masalah yang tragis ini, dan cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, bermodalkan pengertian yang sudah anda peroleh sampai sekian jauh. Buatlah catatan, kalau perlu, dan bandingkan nanti jawaban anda dengan ulasan pada pasal 5.1. mendatang.


II-SAMUEL 13:
<22> Dan Absalom tidak berkata-kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon, sebab ia telah memperkosa Tamar, adiknya. (Apakah anda melihat bahwa ROH KEBENCIAN telah merasuk diri Absalom?).

AMNON DIBUNUH, ABSALOM MELARIKAN DIRI.

<23> Sesudah lewat dua tahun, Absalom mengadakan penggunting an bulu domba di Baal-Hazor yang dekat kota Efraim. Lalu Absalom mengundang semua anak raja. <24> Kemudian Absalom menghadap raja, lalu berkata: "Hambamu ini mengadakan peng guntingan bulu domba. Kiranya raja dan pegawai-pegawainya ikut bersama-sama dengan hambamu ini." <25> Tetapi raja ber kata kepada Absalom: "maaf, anakku, jangan kami semua pergi, supaya kami jangan menyusahkan engkau." Lalu Absalom mende sak, tetapi raja tidak mau pergi, ia hanya memberi restu kepadanya. <26> Kemudian berkatalah Absalom: "Kalau tidak, izinkanlah kakakku Amnon pergi bersama kami." Tetapi raja menjawabnya: "Apa gunanya ia pergi bersama-sama dengan eng kau?" <27> Tetapi ketika Absalom mendesak, diizinkannyalah Amnon dan semua anak raja pergi beserta dia.
<28> Lalu Absalom memerintahkan orang-orangnya, demikian: "Perhatikan! Apabila hati Amnon menjadi gembira karena ang gur, dan aku berkata kepadamu: Paranglah Amnon, maka haruslah kamu membunuh dia. Jangan takut. Bukankah aku yang memerin tahkannya kepadamu? Kuatkanlah hatimu dan tunjukkanlah dirimu sebagai orang-orang yang gagah perkasa!" (Apakah anda melihat roh dendam dan roh pembunuh telah merasuk dan mengendalikan diri Absalom?) ...........

<34> Absalom melarikan diri (Adakah anda mengamati suatu roh jahat dalam diri Absalom di sini? Roh apa?)............
<37> Absalom telah melarikan diri dan telah pergi kepada Talmai bin Amihur, raja negeri Gesur. Dan Daud berdukacita berhari-hari lamanya karena anaknya itu. (Hei, Daud tidak membenci Absalom, ia berdukacita!).
<38> Absalom telah melarikan diri dan telah pergi ke Gesur; ia tinggal di sana tiga tahun lamanya. <39> Lalu raja tidak lagi marah terhadap Absalom, (DAUD tidak menaruh dendam terhadap Absalom!) sebab kesedihan hatinya karena kematian Amnon telah surut.


PASAL-14. ABSALOM KEMBALI.

<1> Ketika Yoab, anak Zeruya, mengetahui, bahwa hati raja merindukan Absalom, <2> maka ia menyuruh orang ke Tekoa men jemput dari sana seorang perempuan yang bijaksana... (singkat kata, wanita ini, atas suruhan Yoab, bersandiwara di depan raja Daud, membujuknya untuk memperkenankan Absalom kembali ke Yerusalem)....

<23> Lalu bangunlah Yoab, ia pergi ke Gesur dan membawa Absa lom ke Yerusalem. <24> Tetapi berkatalah raja: "Ia harus pergi ke rumahnya sendiri, jangan ia datang ke hadapanku." Jadi pergilah Absalom ke rumahnya sendiri dan tidak datang ke hadapan raja.
<25> Di seluruh Israel tidak ada yang begitu banyak dipuji kecantikannya seperti Absalom. Dari telapak kakinya sampai ujung kepalanya tidak ada cacat padanya. <26> Apabila ia mencukur rambutnya -- pada akhir tiap-tiap tahun ia mencukur nya karena menjadi terlalu berat baginya -- maka ditimbangnya rambut itu, dua ratus syikal beratnya, menurut batu timbangan raja. (Adakah anda mengamati suatu roh jahat dalam diri Absa lom di sini? Roh apa?).
<27> Bagi Absalom lahir tiga orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, yang bernama Tamar. Ia seorang perempuan yang cantik. <Bukti luka batinnya Absalom.>
<28> Setelah Absalom diam di Yerusalem genap dua tahun lama nya, dengan tidak datang ke hadapan raja, <29> maka Absalom menyuruh memanggil Yoab untuk diutus kepada raja. Tetapi ia tidak mau datang kepadanya. Kemudian disuruhnya memanggil dia lagi, untuk kedua kalinya, tetapi ia tidak mau datang. <30> Lalu berkatalah ia kepada hamba-hambanya: "Lihat, ladang Yoab ada di sisi ladangku dan di sana ada jelainya. Pergilah, bakarlah itu." (Roh apa yang mengendalikan Absalom di sini?). Maka hamba-hamba Absalom membakar ladang itu. (Maka luka- batin Absalom menular kepada Yoab, yang di masa depan akan dibayar nyawa oleh Absalom).
<31> Lalu Yoab pergi mendapatkan Absalom ke rumahnya, dan bertanya kepadanya: "Mengapa hamba-hambamu membakar ladang kepunyaanku itu?" <32> Jawab Absalom kepada Yoab: "Ya, aku telah menyuruh orang kepadamu mengatakan: datanglah ke mari, supaya aku mengutus engkau kepada raja untuk mengatakan: apa gunanya aku datang dari Gesur? Lebih baik aku masih tinggal di sana. Maka sekarang aku mau datang ke hadapan raja. Jika aku bersalah, biarlah ia menghukum aku mati." (Roh apa yang mempengaruhi Absalom di sini?).
<33> Kemudian masuklah Yoab menghadap raja dan memberitahukan hal itu kepadanya. Raja memanggil Absalom, dan ia masuk meng hadap raja, lalu sujud ke hadapan raja dengan mukanya ke tanah; lalu raja mencium Absalom. (luka batin-nya DAUD tidak sempat meradang, sebab Daud mengampuni Absalom).


PASAL-15. ABSALOM MENGADAKAN PERSEPAKATAN GELAP.

<1> Sesudah itu Absalom menyediakan baginya sebuah kereta serta kuda dan lima puluh orang yang berlari di depannya (Roh apa yang mengendalikan Absalom?).
<2> Maka setiap pagi berdirilah Absalom di tepi jalan yang menuju pintu gerbang. Setiap orang yang mempunyai perkara dan yang mau masuk menghadap raja untuk diadili perkaranya, orang itu dipanggil Absalom dan ditanyai: "Dari kota manakah eng kau?" Apabila ia menjawab: "Hambamu ini datang dari suku Israel anu," <3> maka berkatalah Absalom kepadanya: "Lihat, perkaramu itu baik dan benar, tetapi dari pihak raja tidak ada seorangpun yang mau mendengarkan engkau." <4> Lagi kata Absalom: "Sekiranya aku diangkat menjadi hakim di negeri ini! Maka setiap orang yang mempunyai perkara atau pertikaian hukum boleh datang kepadaku, dan aku akan menyelesaikan per karanya dengan adil." (Roh apa lagi yang mempengaruhi Absalom di sini?).
<5> Apabila seseorang datang mendekat untuk sujud menyembah kepadanya, maka diulurkannyalah tangannya, dipegangnya orang itu dan diciumnya. <6> Cara yang demikianlah diperbuat Absa lom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel (Nah, roh apa lagi yang berperan dalam diri Absalom di sini?).
<7> Sesudah lewat empat tahun bertanyalah Absalom kepada raja: "Izinkanlah aku pergi, supaya di Hebron aku bayar na zarku, yang telah kuikrarkan kepada TUHAN. <8> Sebab hambamu ini, ketika masih tinggal di Gesur, di Aram, telah bernazar, (Roh apa pula yang mengendalikan Absalom di sini?) demikian: Jika TUHAN sungguh-sungguh memulangkan aku ke Yerusalem, maka aku akan beribadah kepada TUHAN." <9> Lalu berkatalah raja kepadanya: "Pergilah dengan selamat." Maka berkemaslah Absa lom dan pergi ke Hebron.
<10> Dalam pada itu Absalom telah mengirim utusan-utusan rahasia kepada segenap suku Israel (Roh apa pula yang mengen dalikan Absalom di sini?) dengan pesan: "Segera sesudah kamu mendengar bunyi sangkakala, berserulah: Absalom sudah menjadi raja di Hebron!" <11> Beserta Absalom turut pergi dua ratus orang dari Yerusalem, orang-orang undangan yang turut pergi tanpa curiga dan tanpa mengetahui apapun tentang perkara itu.
<12> Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya. Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom.


DAUD MELARIKAN DIRI DARI YERUSALEM.

<13> Lalu datanglah seseorang mengabarkan kepada Daud, kata nya: "Hati orang Israel telah condong kepada Absalom." <14> Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem: "Bersiaplah, marilah kita melarikan diri, sebab jangan-jangan kita tidak akan luput dari Absalom. ........


PASAL-18. ABSALOM TERPUKUL KALAH DAN MATI.

<1> Daud memeriksa barisan tentara yang bersama-sama dengan dia, kemudian ia ........

<5> Dan raja memerintahkan kepada Yoab, Abisai dan Itai, demikian: "Perlakukanlah Absalom, orang muda itu dengan lunak karena aku." Dan seluruh tentara mendengar,ketika raja mem beri perintah itu kepada semua kepala pasukan mengenai Absalom.... ( apakah anda perhatikan sikap Daud terhadap Absalom? Tetap lunak dan tetap mengampuni! Luar biasa!).
<6> Lalu tentara itu maju ke padang menyerang orang Israel, dan terjadilah pertempuran di hutan Efraim. <7> Tentara Israel terpukul kalah di sana oleh orang-orang Daud, dan pada hari itu terjadilah pertumpahan darah yang dahsyat: dua puluh ribu orang tewas. <8> Kemudian pertempuran itu meluas dari sana meliputi seluruh daerah itu, dan hutan itu memakan lebih banyak orang di antara tentara dari pada yang dimakan pedang pada hari itu.
<9> Kebetulan Absalom bertemu dengan orang-orang Daud. Adapun Absalom menunggangi bagal. Ketika bagal itu lewat di bawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar, tersangkutlah kepalanya pada pohon tarbantin itu, sehingga ia tergantung antara langit dan bumi, sedang bagal yang dikendarainya ber lari terus. <10> Seseorang melihatnya, lalu memberitahu Yoab, katanya: "Aku melihat Absalom tergantung pada pohon tarban tin." <11> Yoab berkata kepada orang yang memberitahu kepada nya itu: "Apa? Jika engkau melihatnya, mengapa engkau tidak membanting dia ke tanah di tempat itu juga? Maka selayaknya aku memberi engkau sepuluh syikal perak dan seutas ikat ping gang." <12> Tetapi orang itu berkata kepada Yoab: "Sekalipun aku mendapat seribu syikal perak di telapak tanganku, takkan aku menjamah anak raja itu, sebab di depan telinga kamilah raja memberi perintah kepadamu dan kepada Abisai dan kepada Itai, katanya: Lindungilah Absalom orang muda itu, karena aku. <13> Sebaliknya, jika aku mencabut nyawanya dengan khia nat tidak ada sesuatupun yang tinggal tersembunyi kepada raja -- maka engkau akan menjauhkan diri." <14> Tetapi Yoab ber kata: "Aku tidak mau membuang-buang waktu dengan kau seperti ini." Lalu diambilnya tiga lembing dalam tangannya dan di tikamkannya ke dada Absalom, sedang ia masih hidup di tengah- tengah dahan pohon tarbantin itu. ( Mengapa Yoab begitu nekat mengingkari perintah Daud yang masih ingin melindungi Absa lom? Luka batin, saudaraku, sebab Absalom dahulu membakar ladang Yoab <II-Sam.14:30>).
<15> Kemudian sepuluh bujang, pembawa senjata Yoab, mengeli lingi Absalom, lalu memukul dan membunuh dia. <16> Sesudah itu Yoab meniup sangkakala, sehingga tentara berhenti menge jar orang Israel; sebab Yoab mau menahan tentaranya itu. <17> Lalu mereka mengambil mayat Absalom dan melemparkannya ke dalam lobang yang besar di hutan itu, kemudian mereka mendi rikan di atasnya timbunan batu yang sangat besar. Dan seluruh orang Israel melarikan diri, masing-masing ke kemahnya. <18> Sewaktu hidupnya Absalom telah mendirikan bagi dirinya sendi ri tugu yang sekarang ada di Lembah Raja, sebab katanya: "Aku tidak ada anak laki-laki untuk melanjutkan ingatan kepada namaku". (Tidak ada anak laki-laki? Ada tiga orang, dahulunya <II-Sam.14:27>! Rupanya ketiganya sudah mati mendahului Absa- lom!) Dan ia telah menamai tugu itu menurut namanya sendiri; sebab itu sampai hari ini tugu itu dinamai orang: tugu per ingatan Absalom. (Apakah anda perhatikan satu pengajaran penting dari Alkitab berkenaan dengan tentang riwayat Absalom ini? Jangan kita berusaha meninggikan diri sendiri! Akan direndahkan! Sebaliknya halnya raja Daud: dalam kerendahan hatinya, Tuhan meninggikan dia!).


5.1. ABSALOM, ABSALOM.

Setelah membaca keseluruhan riwayat di atas, berhasilkah anda beroleh gambaran tentang status rohani Absalom, sebelum kematiannya? Di bawah ini penulis menyajikan satu daftar (yang sudah dipersingkat) dari roh-roh jahat yang merasuk diri Absalom, bahkan mengendalikan perilakunya, untuk kemudian membawa kebinasaan bagi Absalom.

1a> Roh-keangkuhan <II-Sam.14:26>, memangkas rambut-pun harus pakai upacara, rambut-pun harus ditimbang. Inilah keangkuhan yang biasa terdapat di kalangan anak-anak raja. Roh ini adalah 'pelopor' bagi perasukan roh-roh jahat lainnya;
1b> Roh-keangkuhan <II-Sam.15:1>, sudah naik kereta kuda, harus menyiksa lima puluh orang lagi, dengan berlari di depan kereta kuda! Roh keangkuhannya semakin memuai dan membesar, siap untuk meledakkan pribadi ybs.!
2> Roh-kebencian <II-Sam.13:22>; Absalom tidak mau berkata-kata lagi kepada Amnon, ia benci sekali karena Amnon telah memperkosa Tamar;
3> Roh-pembunuh <II-Sam.13:33>, yang diahului oleh roh dendam, yang merupakan kelanjutan dari roh kebencian. Absalom meran cang pembunuhan terhadap Amnon, dan bahkan melaksanakannya;
4> Roh-ketakutan <II-Sam.13:34>, karena telah berbuat dosa, Absalom ketakutan sendiri dan melarikan diri;
5> Roh-penghakiman <II-Sam.14:30>, Absalom menganggap dirinya berhak menghakimi, sementara Firman Tuhan menentukan lain <Ul.32:35>; roh-penghakiman ini tidak diusir, malah membesar menjadi roh-penghakiman-diri-sendiri <II-Sam.14:32>. Hal ini dialami juga oleh nabi Yunus!
6> Roh-penghasut, <II-Sam.15:4>, bentuk jahat dari roh-pembujuk; Absalom mengambil hati orang Israel
7> Roh-pura-pura <II-Sam.15:8-9> atau roh-sandiwara; Absalom pura-pura mau membayar nazar, sesungguhnya ia sedang berkom plot mau merebut kekuasaan;
8> Roh-komplotan <II-Sam.15:10> untuk merebut kekuasaan raja, dilanjutkan dengan roh pemberontakan <II-Sam. ps.-15> yang mengendalikan pemberontakan Absalom terhadap raja Daud.

Lihatlah, dengan sekian banyak roh jahat menguasai dirinya, pada masa itu Absalom adalah seorang yang diperhamba Iblis!

Apakah anda perhatikan, bahwa roh jahat yang 'asli' milik anak raja ini, hanyalah satu: roh-keangkuhan? Namun melalui luka batin yang terbuka, roh yang satu ini mengajak tujuh roh-jahat lain, bahkan yang lebih jahat dari padanya? Betapa tepatnya pengajaran Yesus pada Mat.12:43-45,

<43> "Apabila roh jahat keluar dari manusia ( diusir oleh kuasa Yesus; Mat.12:28, pen.), iapun mengembara ke tempat- tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak menda patnya. <44> Lalu ia berkata: Aku akan pergi ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong ( tidak dikawal oleh Roh Kudus, pen.) bersih ter sapu dan rapih teratur (kendati sudah bertobat). <45> Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam disitu. (karena pintu- hati yang terbuka, ataupun luka batin yang terbuka, tidak sembuh; ybs. tidak menolak kehadiran roh-roh jahat yang mem bawa sifat-sifat jahat itu, pen.). Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula..."

Adanya roh-jahat yang dibiarkan di dalam hati kita, pada suatu kesempatan (luka batin yang tidak cepat disembuhkan) akan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat! Jelas sekali pengalaman Absalom ini diterangkan oleh pengajaran Yesus, Ahli dalam masalah roh-jahat.

Perhatikan pula saudara, tindakan roh jahat mengajak kawan-kawan ini bukanlah pekerjaan satu kali saja. Satu roh jahat mengajak tujuh lainnya, mereka jadi berdelapan. Pada kesempatan berikutnya, delapan roh jahat ini, akan mengajak masing-masing tujuh roh jahat temannya, jadilah mereka enampuluh empat roh jahat. Tahap berikutnya menjadi lima ratus dua belas, dan dengan mudah mencapai jumlah Legion (l.k. enam ribuan). Inilah kasus 'Orang Gila dari Gerasa' yang direkam dalam Markus pasal-5!! Jangan anda menganggap bahwa roh-roh jahat ini hanya terdiri dari satu jenis saja! Perhatikanlah bahwa orang Gerasa itu mengidap setan-kuburan <ay.-2>; roh-orang-kuat (membuat ia mampu memutuskan rantai pengikatnya); roh-keliaran, membuat dia liar; roh-kesombongan (memukul dadanya dengan batu), dll.!!


***** SATU SEGI LAIN yang tidak kalah menariknya dari riwayat Absalom ini adalah luka batin yang diidap oleh Yoab, panglima perang raja Daud. Kasus Yoab adalah penularan luka batin menurut cara yang paling sederhana: kendati Yoab sudah begitu baik hati mengusahakan agar Absalom diizinkan raja kembali ke Yerusalem, Absalom masih tega membakar ladang Yoab. Akibatnya, Yoab membenci dan mendendam Absalom. Kelanjutannya, Yoab, dengan luka batinnya, tidak dapat mengampuni Absalom, sehingga Yoab berani membangkang dari perintah raja Daud, yang masih mau melindungi Absalom. Tidak urung, dikendalikan oleh roh pembangkang itu, Yoab membunuh Absalom yang tidak berdaya, dengan darah dingin !

Di belakang hari, roh pembangkang dalam diri Yoab tetap mengendalikan dia (bukankah luka batinnya tidak disembuhkan? Perjanjian Lama tidak punya resep untuk menyembuhkan luka-batin, bukan? Hanya kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan luka batin seseorang!). Roh pembangkang dalam diri Yoab mempengaruhi dia untuk membangkang lagi terhadap raja Salomo, dia memihak kepada Adonia, kakak Salomo <I-Raj.2:28-34>. Pembangkangan itu mengakibatkan dia kehilangan nyawa, disuruh bunuh oleh raja Salomo! Lagi-lagi, akhir yang menyedihkan bagi pengidap luka batin yang tidak disembuhkan!

***** Anda boleh belajar sendiri tentang roh-dusta dalam diri Abraham, yang menurun dan membesar dalam diri Ishak, diwarisi lagi oleh Yakub, sambil membesar menjadi roh-penipu. Begitu juga roh-zinah dalam diri Yehuda yang diwariskannya terus. Atau roh-yang-membutakan dalam diri Rasul Paulus, yang belakangan menular, bekerja membutakan seorang lain. Silahkan anda melakukan sendiri penelaahan ALkitab itu, atau tunggulah buku berikut: "Roh, serba roh", oleh penulis yang sama!


5.2. BAGAIMANA HALNYA DAUD ?

Selayaknya Daud mengalami luka-luka batin oleh berbagai peristiwa yang direkam di atas. Perkosaan puterinya, Tamar. Pembunuhan Amnon pemerkosa itu, oleh Absalom. Pemberontakan Absalom, sampai-sampai raja Daud perlu mengungsi. Semuanya ini cukup untuk membangkitkan luka-luka batin yang berbahaya! Namun raja Daud tidak pernah memberi kesempatan untuk luka-batin itu 'meradang'.

Perhatikan juga bagaimana Daud tetap mengasihi anaknya Absalom yang pembunuh dan pemberontak itu; ia berkabung bagi kematian Absalom <II-Sam.19:4>,

Raja menyelubungi mukanya, dan dengan suara nyaring meratap lah raja: "Anakku Absalom, Absalom, anakku, anakku!"

Kelembutan hati Daud, sifat pengampunannya yang nyaris tiada batasnya, hampir menyaingi sifat Yesus ! Hal itu pulalah membuat Daud kebal akan luka-batin. Daud tidak dapat dihancurkan oleh perangkat kerja Iblis itu. Memang, saudaraku,

MENGAMPUNI ORANG YANG MENYAKITI HATI KITA, ITULAH
KUNCI KESEMBUHAN LUKA BATIN DALAM DIRI KITA !!

Dan justru hal itulah yang selalu diajar oleh Yesus, diteladani olehNya, bahkan ditekankan oleh Yesus pada Mat.6:14,15,

<14> "... Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. <15> Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." ( dan dengan kesalahan yang tidak diampuni, kamu adalah umpan neraka. Kamu akan binasa secara jasmani, seperti Absalom, seperti Yoab; kamu juga akan binasa secara rohani!!).

Raja Daud selalu mengampuni, tidak perduli bahwa ia sudah sangat direndahkan, tetap mengampuni, tetap berhati lembut. Karenanya, kendati Daud seketurunan telah kena tulah Tuhan <II- Sam.12:10, 'pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya'>, namun oleh perilaku Daud yang terpuji, Tuhan tetap mengasihi dia. Tuhan menyelamatkan dia dari pedang, memeliharakan dia dalam penanggungannya dengan cara mengirimkan perbekalan bagi Daud <II-Sam.16:1-4>. Selanjutnya Tuhan mengembalikan singgasananya dan bahkan meninggikan dia!

--o0o--


6. BAGAIMANA HALNYA YUSUF ?


Yusuf juga menjadi teladan tentang luka-batin yang tidak beroleh kesempatan untuk meradang. Kita semua mengetahui pengalamannya, ditindas oleh saudara-saudaranya, bahkan sudah direncanakan akan dibunuh. Dia dilemparkan ke dalam sumur, dijual sebagai budak dan dibawa ke tanah Mesir!

Oleh kasih Tuhan ia menjadi raja-muda di Tanah Mesir, dan melalui kedudukannya ia menyelamatkan kaumnya dari bahaya kelaparan! Datanglah ketikanya, Yakub meninggal dunia, maka saudara-saudaranya ketakutan sangat akan pembalasan dendam dari Yusuf. Mereka merancang suatu bujukan agar Yusuf dapat mengampuni dan tidak mencabut nyawa mereka, namun Yusuf menjawab mereka dengan kelembutan hati, dengan pengampunan dan dengan kebijaksanan yang luar biasa! <Kej.50:15-21>:

<15> Ketika saudara-saudara Yusuf melihat bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya". <16> Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: "Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan: <17> Baginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara- saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang telah diperbuat hamba-hamba Tuhan ayahmu." Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya. <18> Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu." <19> tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Tuhan? <20> Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Tuhan telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang telah terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. <21> Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan maka anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menyenangkan hati mereka dengan perkataannya. (dan sekaligus menyembuhkan luka-batin di dalam dirinya sendiri!! pen.).

Apakah anda perhatikan kelembutan hati dari orang-orang yang bebas dari tekanan luka-batin? Dengan kasih, DAUD MERATAPI kematian anaknya Absalom, yang pemberontak dan pembunuh itu. YUSUF MENANGIS penuh kasih bagi saudara-saudaranya yang dahulu membenci dia dan hampir membunuhnya. Yusuf tetap mengasihi mereka. Kesimpulan yang sangat penting dapat kita peroleh sekarang:

IBLIS, DENGAN PERANGKAT-KERJANYA: LUKA-BATIN, TIDAK DAPAT MENCELAKAKAN ORANG-ORANG YANG LEMBUT HATI DAN PENGAMPUN!!


Satu hal lagi yang perlu kita kagumi dari sifat Yusuf, dan tentu saja perlu kita tiru dengan sengaja, adalah sikap 'takut akan Tuhan', jelas dari pernyataan: "Aku inikah pengganti Tuhan?" Ini adalah suatu hikmat sorgawi yang amat dalam. Bahkan sebelum Nabi Musa menuliskannya dalam Ul.32:35, "HakKulah dendam dan pembalasan...", Yusuf sudah memiliki pengertian rohani itu.

Dendam dan pembalasan adalah hak-Nya Tuhan semata. Jadi siapapun yang melakukan dendam dan pembalasan, sebenarnya DIA SEDANG MERAMPAS HAK-NYA TUHAN !! Risiko berat baginya, harus bermusuhan dengan Tuhan, karena hak Tuhan yang dirampasnya itu!

BERANIKAH ANDA BERMUSUHAN DENGAN TUHAN? KALAU BERANI, SILAHKAN TERUS MEMENDAM DENDAM DAN MEMUSUHI ORANG LAIN !

Begitulah kepandaian Iblis untuk menjerat manusia! Disusupkannya roh-dendam dalam diri manusia; roh-dendam itu mengendalikan diri orang itu, untuk terus mendendam, memusuhi, sehingga orang itu, tanpa disadarinya, juga SEDANG MEMUSUHI TUHAN ! Berarti orang itu berdiri bukan dipihak Tuhan, tetapi di pihak Iblis !!


Saudara yang kekasih, periksalah keberadaan diri anda saat ini. Apakah anda sedang berdiri di pihak Tuhan, ataukah di pihak Iblis? Apakah anda ingin terus berdiri di pihak Iblis, memusuhi Tuhan? Kalau anda ingin berada di pihak Tuhan, seperti Yusuf dan Daud, berdoalah saat ini, suatu doa singkat, doa persiapan penyembuhan luka batin:


Tuhan Yesus Yang Mahapengasih,

saya mengerti sekarang bahwa selama ini saya sudah dijerat Iblis dengan memelihara terus kebencian dan dendan yang ada di dalam hatiku terhadap saudara-saudaraku. Saya insyaf seka rang bahwa sikap itu membuat saya berdiri bertentangan dengan Tuhan sendiri.

Ampunilah kebodohan saya selama ini ya Tuhan! Saya ingin berdiri di pihakMu mulai saat ini. Di dalam nama Yesus, saya mengusir pergi roh dendam dan roh kebencian yang disusupkan Iblis ke dalam hatiku. Keluar semua kamu setan-setan, saya tidak mau lagi kamu pengaruhi untuk memusuhi Tuhan. Saya adalah milik Yesus Kristus, hatiku kuserahkan kepada Yesus untuk selama-lamanya.

Inilah hatiku, ya Tuhan, penuh dosa dan kecemaran. Ampunilah semua dosak-dosaku, ya Tuhan, sucikanlah diriku dengan darah Golgota. Proseslah hatiku, ya Tuhan, sehingga hatiku ini menyukai hal-hal yang Yesus sukai, dan menolak perkara-perka ra yang Yesus tolak. Saya mengundang Roh Kudus agar bekerja dan berkuasa id dalam hatiku, selama-lamanya, AMIN!

--o0o--

7. BAGAIMANA HALNYA DENGAN YESUS, ANAK MANUSIA ?

Ah, rasanya tidak perlu berpanjang-lebar mengulas sikap Yesus, Anak Manusia, dalam masalah luka-batin dan pengampunan ini, kendati Yesus tidak pernah menggunakan istilah luka-batin ataupun kepahitan itu secara khusus. Rasanya anda mengerti, bahwa salah satu hakekat kedatangan Yesus ke dunia ini adalah untuk:

MENGAMPUNI DOSA-DOSA DARI ORANG-ORANG YANG MAU DIAMPUNI!

Bahkan Zakharia, ayah dari Yohanes Pembaptis, sebelum kelahiran Yesus sudah mencatat bahwa <Luk.1:76,77>:

YESUS MENAWARKAN KESELAMATAN YANG BERDASARKAN
PENGAMPUNAN DOSA-DOSA MANUSIA ITU !!


Lebih luhur lagi, Yesus mengajar kita untuk mengampuni saudara-saudara kita <Mat.18:21,22>,

<21> Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" <22> Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Jadi kalau anda mau disebut pengikut Yesus, anda harus belajar mengampuni, dan bertekad mengampuni terus, bukan sampai tujuh kali saja, tetapi sebanyak tujuhpuluh kali tujuh kali mengampuni terus-menerus. Barapa kali? Empat ratus sembilan puluh kali? Banyak sekali bukan?

Bukan! Bukan empatratus sembilanpuluh kali, saudaraku. Yang Yesus maksudkan sesungguhnya bukan 70 x 7 kali pengampunan, tetapi tujuhpuluh kali angka tujuh, tuliskanlah itu:

7.777.777.777.777.777.777.777.777.777.777.777.777.
777.777.777.777.777.777.777.777.777.777.777 kali,

sebanyak itulah kita harus mengampuni saudara-saudara kita!!

Inilah gambaran dari jumlah di atas. Kalau kita memiliki persediaan pengampunan sekian kali banyaknya, dan kalau setiap orang di dunia ini mengampuni saudaranya satu kali setiap detik, maka persediaan pengampunan itu belum dihabiskan oleh semua orang yang hidup sejak Adam dan Hawa sampai kepada anda dan saya!! Begitu banyaknya bilangan pengampunan yang masing-masing kita harus sediakan!

Tidak heran, Yesus tidak memerlukan mengajar kita masalah luka batin, karena:

SIAPA SUNGGUH-SUNGGUH MEMATUHI YESUS,
TIDAK AKAN PERNAH TERKENA LUKA BATIN !!

Yesus bukan hanya pandai bicara, bukan hanya pandai mengajar, tetapi kita tahu, Yesus juga mempraktekkan hal ini. Dan ini dipelajariNya dari Bapa sorgawi, yang memiliki teknik yang khusus untuk dapat selalu mengampuni kita, manusia bebal ini. Teknik Bapa Sorgawi itu akan kita pelajari pada Bab berikut.

--o0o--



8. SEMBUHKAN LUKA-LUKA BATIN ANDA !


Pada bagian-bagian yang lalu kita telah meneliti kasus Absalom, yang luka batinnya tidak tertanggulangi dengan benar. Luka batin itu meradang dengan bebas, 'mengundang' masuknya bakteri-bakteri rohani yang lebih jahat, berakibat luka itu memburuk, membusuk dan akhirnya membinasakan Absalom (secara rohani, maupun secara jasmani). Absalom, yang karena dorongan roh-roh jahat di dalam luka-batinnya berusaha meninggikan diri, nyatanya direndahkan sangat, dan menjadi contoh buruk sepanjang sejarah.

Begitu pula kasus Yoab, kendati tidak begitu menyedihkan seperti halnya Absalom. Luka batin-nya Yoab juga tidak tertanggulangi secara benar; luka itu tetap terbuka, yang membawa Yoab kepada akhir hidup yang menyedihkan pula.

Pada pihak lain kita sudah mengamati kasus Daud, yang luka batinnya tidak beroleh kesempatan untuk meradang, karena Daud dengan konsisten mengampuni, mengampuni, mengampuni tanpa henti. Akhirnya Daud tetap dimuliakan oleh Tuhan!

Telah kita lihat juga Yusuf, yang telah menanggulangi luka batin yang begitu pedih secara tepat, secara mulia. Yusuf juga ditinggikan Tuhan, dan riwayatnya menjadi teladan yang indah sepanjang sejarah!

Kasus Yesus juga telah kita tinjau, beserta pengajaranNya. Yesus bahkan memberi teladan yang lebih ekstrim lagi, sejalan dengan pengajaranNya pada Mat.5:10:

"biarkan dirimu ditindas, maka engkau beroleh kemuliaan !"

Pengajaran ini diuraikan dengan bagusnya oleh Rasul Paulus dalam Fil.2:5-11 ! Masuk akal, Yesus masih mampu mengampuni orang-orang yang menghina, yang menyalibkan Dia; Yesus tidak terkena luka batin, dan kemuliaan diperolehNya seusai penyaliban, seusai penindasan!! Anda mau ikut Yesus ? Belajarlah sungguh-sungguh mengampuni! Di balik pengampunan anda itu ada pengampunan bagi anda! Dan beri dirimu ditindas, di balik penindasan itu menanti kemuliaan bagi anda!!

8.1. BAGAIMANA HAL-NYA DENGAN BAPA SORGAWI ?

Kalau anda menyimak pengajaran Yesus tentang keharusan mengampuni secara tujuh-puluh kali tujuh kali, yakni secara tidak berhingga, mungkin anda masih bertanya-tanya, apakah Bapa Sorgawi bersikap dan berperilaku yang sama? Apakah Bapa Sorgawi mengajar hal yang serupa? Sabda Yesus pada Yoh.7:16 memastikan hal itu:

Jawab Yesus kepada mereka: "AjaranKu tidak berasal dari diriKu sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku".

Bahkan lebih jauh lagi, Yesus menekankan kebenaran nubuatan nabi Yesaya dengan pernyataanNya pada Yoh.8:45,

Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi <Yes.54:13>: Dan mereka semua akan diajar oleh Tuhan. Dan setiap orang yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu.

Dari pembacaan ayat-ayat di atas, kita boleh menarik kesimpulan, mestinya Bapa Sorgawi juga mengajarkan yang sama, bahkan penulis yakin: Bapa Sorgawi sudah mempraktekkan itu lebih dahulu, sebelum Yesus menyampaikan pengajaran itu !! Jadi, dengarkanlah pengajaran Bapa Sorgawi, patuhilah itu, dan datanglah kepada Yesus, untuk beroleh keselamatan anda!

Anda boleh bertanya, di mana dinyatakan hal itu oleh Tuhan? Silahkan saudaraku, bacalah Yes.43:25!

<25> Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu, oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.

Dapatkah anda melihat 'teknik' dari Bapa Sorgawi di dalam ayat ini? 'Teknik' yang memampukan Dia mengampuni anda dan saya jutaan kali banyaknya tanpa harus terluka batin? Bahkan mengampuni kita tujuhpuluh kali tujuh kali? Kalau anda tidak mampu melihatnya, renungkanlah, inilah TEKNIK DUA TAHAP DARI Bapa Sorgawi:

<1> Tahap Pertama: MENGAMPUNI.
<2> Tahap Kedua: MELUPAKAN !


MENGAMPUNI dan MELUPAKAN ! Itulah teknik yang diterapkan di dalam Kerajaan Sorga. Teknik ini memampukan Bapa mengampuni kita jutaan kali. Begini jalan ceritanya:

Misalnya sampai dengan 11 Januari 1991, saya sudah melakukan dosa dusta, sebanyak: dua ribu tujuh ratus delapan puluh satu kali. Katakanlah, ini dicatat oleh malaikat 'pemegang buku- dosa' di Sorga. Kemudian pada tanggal 11 Januari 1991 saya bertobat, mengaku segala dosa dan memohon keampunan dosa-dosa itu. Maka setelah pertobatan itu, pada 'buku-dosa'-nya si Posma Situmorang, di tangan malaikat 'pemegang-buku' itu tercatat, bukannya seperti ini:

-----------------------------------------
Dosa .... :
Dosa Pembunuhan :
Dosa Dusta : -2-7-8-1--
Dosa ..... :
-----------------------------------------

tetapi pada buku itu akan tertera:

-----------------------------------------
Dosa .... :
Dosa Pembunuhan :
Dosa Dusta :
Dosa ..... :
-----------------------------------------

Misalnya, pada tanggal 12 Januari 1991, si Posma Situmorang ini melakukan dosa dusta tiga kali, setiap satu dosa dusta, misalnya malaikat pemegang-buku mencacahnya dengan tanda '/', sehingga pada sore harinya, catatan pada 'buku-dosa' saya berbunyi:

----------------------------------------
............
Dosa Dusta : /// (artinya tiga kali berdusta)
............
----------------------------------------

Kalau malam harinya saya berdoa memohon pengampunan Tuhan Yesus, maka setelah berdoa itu, catatan pada buku-dosa saya bukannya berbentuk:

----------------------------------------
............
Dosa Dusta : -/-/-/--
............
----------------------------------------

melainkan berbentuk:

----------------------------------------
.............
Dosa Dusta : (bersih dari catatan)
.............
----------------------------------------

Catatan itu bersih kembali, setelah saya minta ampun, karena seketika itu juga saya beroleh pengampunan.

Mengapa demikian? Sebab Bapa Sorgawi SUDAH MELUPAKAN bahwa saya pernah berdosa. Bapa tidak lagi mencacah terus dosa itu, sehingga bilangan -2-7-8-1-- meningkat menjadi -2-7-8-4--, tetapi catatan itu selalu dibersihkan kembali. Ini berarti bahwa dari sudut pandangan mata Bapa Sorgawi: SAYA BELUM PERNAH BERDOSA, sehingga kalau saya berdusta lagi, PENGAMPUNAN BARU tersedia bagi saya, seolah-olah saya baru PERTAMA KALI berdosa! Ah, saudaraku, kita beruntung bahwa Bapa menterapkan teknikNya itu, sehingga Dia tidak pernah terluka batin. Bayangkan, betapa remuknya kita, betapa binasanya, kalau Bapa Sorgawi itu sempat terluka batin!


Betapa mulianya Bapa Sorgawi, selalu mengampuni dan segera melupakan. Sangat berbeda dari orang-orang-tua kita yang kadangkala mengucapkan:

"Sudah lima kali kamu saya ampuni, masih saja kamu ulangi !"



Bapak-duniawi kita memang suka mengampuni kesalahan kita, tetapi PENGHITUNGAN (PENCACAHAN) KESALAHAN ITU BERLANGSUNG TERUS ! Ini menimbulkan penumpukan kejengkelan, 'lecet-rohani', yang berangsur-angsur menjadi luka-batin!! Pada saat itu biasanya habislah 'persediaan'-pengampunan. Maka datanglah kutuk atau tulah dari orang-tua. Oh, betapa banyaknya anak-anak Kristiani yang rusak kehidupannya karena tulah orangtua! Karena orangtua mereka tidak mau belajar, dan tidak mau diajar oleh Bapa Sorgawi.

Mudah-mudahan pembaca termasuk yang mau dengar-dengaran akan pengajaran ini. Mudah-mudahan anda mau menterapkan teknik Bapa Sorgawi ini: MENGAMPUNI dan MELUPAKAN. Dan anda akan BEROLEH KEMULIAAN pula. Mirip dengan yang diperoleh Tuhan Yesus !!



8.2. KUNCI KESEMBUHAN LUKA BATIN.

Pada bagian-bagian terdahulu kita sudah melihat bahwa luka-luka batin Absalom dan Yoab tidak tertanggulangi dengan benar, sehingga membawa kebinasaan kepada mereka. Sebaliknya, dalam kasus Daud, Yusuf dan Yesus, mereka tidak memperkenankan meradangnya luka batin, dengan cara mengampuni, mengampuni. Cara ini sungguh selaras dengan pengajaran Alkitab pada Yak.5:14-18,

<14> Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit (tentu saja pengajaran ini harus dimengerti secara lengkap: 'sakit-jasmani' maupun 'sakit-rohani' atau 'luka-batin'), baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia dan mengolesnya dengan minyak (inipun harus dimengerti secara lengkap: mengoles dengan 'minyak-urapan-kedagingan' dan 'mi nyak-urapan-rohaniah', yakni kuasa Roh Kudus) dalam nama Tuhan. <15> Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan (perhatikan: 'menyelamatkan -- rohaniah', ini lebih penting dari pada sekedar kesembuhan jasmani) orang yang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. <16> Karena itu hendak lah kamu saling mengaku dosamu (dengan saling mengaku dosa, tentu dimaksudkan pula saling mengampuni dosa sesama!) dan saling mendoakan (mendoakan berkat dan pengampunan, bukan?), supaya kamu sembuh (lagi-lagi harus lengkap dimengerti: sembuh secara jasmani maupun rohani!)....


Nah, saudaraku, setelah memahami sungguh kunci kesembuhan bagi luka-luka batin anda, yakni MENGAMPUNI dan MELUPAKAN, sebaiknya sekarang anda memeriksa, bagaimanakah status SETIAP LUKA BATIN di dalam diri anda. Kalau anda memiliki beberapa luka-batin, maka setiap luka itu dapat berbeda status!


8.2.1. Mengampuni Secara Sempurna.
Kesembuhan luka batin hanya dapat dicapai kalau anda dapat mengampuni secara sempurna. Hal ini dilakukan secara: <1> BERDOA dan <2> PERNYATAAN MENGAMPUNI secara jelas kepada orang yang menyakiti hati anda. Adalah lebih mudah menyatakan, dalam doa, bahwa anda mengampuni kesalahan orang yang menyakiti hati anda itu. Namun yang kedua lebih sulit. Iblis akan merangsang gengsi anda dengan menyusupkan gagasan ke dalam otak anda:

"dia yang bersalah, kok harus saya yang datang
kepadanya menyampaikan pengampunan?"

Iblis merangsang harga-diri anda sehingga anda akan berketetapan: YANG BERSALAH HARUS DATANG MINTA MAAF! Maka anda dilupakan dari suatu Hukum Rohani <Kis.20:35>: ADALAH LEBIH BERBAHAGIA MEMBERI DARIPADA MENERIMA ! Adalah lebih mulia anda memberi maaf (kendati tanpa diminta) daripada menerima pernyataan maafnya!

Hukum Rohani inilah yang dipraktekkan oleh Yesus, Anak Manusia. Yesus tidak menunggu manusia datang meminta ampun kepada Dia! Yesus-lah yang datang, turun ke dunia, menawarkan pengampunan itu! Maka Yesus dipermuliakan dengan luar biasa! Begitu pulalah anda akan beroleh kemuliaan sebagai Putra Sorgawi, kalau anda yang datang menyampaikan pengampunan anda terhadap saudara yang telah menyakiti hati anda!


Mat.5:9; Berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Tuhan.

Silahkan, saudaraku, ambillah inisiatif, sampaikanlah pengampunan anda itu kepada orang-orang yang menyakiti hati anda, perkenalkan kedamaian hati anda, berikan pula kedamaian hati itu kepada mereka, maka anda akan disebut anak-Tuhan, Putra Sorgawi!!


8.2.2. Melupakan Peristiwa Traumatis.
Rasanya sebagian pembaca akan segera memprotes, kalau penulis menyarankan anda melupakan peristiwa traumatis itu. "Mana bisa!", kata mereka. Dan tanpa sadar, mereka sudah kena ditipu Iblis, karena gagasan maupun ucapan ini sebenarnya datang dari Iblis, diinjeksikan ke dalam otak mereka!

Sesudah mulut mereka menyatakan hal itu, maka mereka dihakimi menurut ucapan mereka <Mat.12:37>, sehingga peristiwa itu tidak akan pernah hilang dari ingatan mereka, sambil terus-menerus menyakiti hati mereka. Mengapa? Sebab mereka beriman demikian! Dan mereka akan beroleh yang sesuai dengan iman itu!

Sampai taraf tertentu pikiran itu benar, karena manusia tidak dapat menanggulangi ingatannya sesuka hati. Manusia tidak dapat semaunya menghapuskan atau mengembalikan ingatannya. Anda benar! Tetapi apa yang manusia tidak mampu lakukan, Tuhan dapat melakukannya, untuk kebahagiaan anda!

Kalau anda sudah melakukan peranan anda, yakni menyampaikan pengampunan anda, maka dengan senang hati Tuhan akan melakukan perananNya, membuat anda melupakan peristiwa traumatis itu. Anda cukup berdoa,memohon kepada Tuhan agar ingatan akan peristiwa itu disingkirkan! Roh Kuduslah yang melakukannya. Dan hal itu pasti akan terjadi, sebab bagi Tuhan tiada yang mustahil!

Kalaupun Iblis, dengan kejahilannya, mengingat-ingatkan anda akan peristiwa itu, untuk merangsang dendam anda kembali, maka pada saat itu Roh Penghibur akan berperan menghibur anda dan memampukan anda mengulangi pengampunan anda, kali ini di hadapan Iblis, sehingga Iblis akan meninggalkan anda dengan bersipat-kuping dan bercawat-ekor! Jadi, lupakanlah peristiwa traumatis yang menyakiti hati anda itu !!


TABEL STATUS LUKA-BATIN.

perilaku anda ------------------> luka batin anda
AMPUNI kesalahan orang yang menyakiti hati --------------> luka-batin SEMBUH
LUPAKAN kesalahan orang yang menyakiti hati --------------> luka-batin TERTUTUP


8.3. BAGAIMANA STATUS LUKA-LUKA BATIN ANDA ?

Nah, dengan semua pengertian di atas, perlulah kini anda memeriksa status luka-luka batin anda. Tabel Status Luka Batin pada halaman yang lalu menunjukkan hubungan antara perilaku anda dengan status dari masing-masing luka-batin di dalam diri anda. Dari Tabel itu dapat dijabarkan empat kemungkinan status, hal mana diuraikan dalam bagian-bagian 8.3.1. sampai dengan 8.3.4.

8.3.1. Luka-Batin Belum Sembuh dan Belum Tertutup.
Hal ini disebabkan anda belum mengampuni orang yang menya kiti hati anda dan tidak dapat melupakan peristiwa itu. Kalau anda memiliki banyak luka-batin begini, dapat dipastikan bahwa hidup anda sangat susah, berkubang dalam dendam, jauh dari damai-sejahtera yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus! Dan kehidupan anda, seperti Absalom dan Yoab, terancam binasa!

Sangat mungkin anda belum pernah memasuki pelayanan-pertobatan. Temuilah seorang hamba Tuhan yang biasa memberi pelayanan pertobatan dan penyembuhan luka batin! Sesudah dilayani pertobatan, anda akan dimampukan untuk mengampuni orang lain.

8.3.2. Luka-Batin Sudah Sembuh, Belum Tertutup.
Anda sudah mengampuni orang yang menyakiti hati anda, tetapi belum mampu melupakan peristiwa traumatis itu. Dan kalau peristiwa itu diungkit lagi, atau teringat tanpa sengajapun, anda merasakan suatu cubitan pedih di hati anda! Luka itu mudah meradang lagi!

Setiap kali anda teringat, berdoalah kembali, ampuni orang itu, berkati dia. Sangat baik bagi anda sendiri kalau mengambil inisiatif mendatangi atau menyurati ybs. dan menyatakan bahwa anda telah mengampuni dia. Mohon supaya tangan Tuhan Yesus yang berlobang paku menyembuhkan dan menutup luka itu, benar-benar rapat, dan mohon Roh Kudus bekerja di dalam ingatan, agar peristiwa yang pedih itu dicabut dari ingatan anda!

Setelah anda berulangkali diingatkan (biasanya oleh Iblis, untuk mengganggu anda) dan berulangkali pula mendoakan berkat dan pengampunan bagi ybs., maka kalaupun peristiwa itu teringat lagi, Roh Penghibur-lah yang akan bekerja menghibur anda!

Kalau anda belum pernah beroleh pelayanan pertobatan, temuilah seorang hamba Tuhan yang biasa melayani pertobatan, maka anda akan dibimbing dan beroleh damai-sejahtera!

8.3.3. Luka Belum Sembuh, Kendati Sudah Tertutup.
Ini adalah kebalikan dari kasus pada 8.2.2. Anda belum mengampuni orang yang menyakiti anda, anda hanya mengatakan "saya sudah melupakan hal itu". Tetap saja, borok rohani itu belum sembuh, hanya ditutupi keropeng atau kerak, yang menutup luka itu, seolah-olah sembuh. Di bagian dalam, luka itu dapat membusuk dan meradang kembali berulang-ulang!

Saya menyarankan anda memasuki pelayanan pertobatan, kalau ini kasus anda! Supaya anda tidak mengalami kebinasaan oleh kebusukan yang tersembunyi itu!!

8.3.4. Luka Sudah Sembuh dan Sudah Tertutup.
Inilah salah satu kunci damai sejahtera, yakni kalau seti ap luka-batin yang teringat dapat anda selesaikan dengan benar. Semakin sempurna kesembuhan luka-luka batin anda, semakin kuduslah anda, dan semakin anda menjadi kesayangan Tuhan! Sekaligus semakin layak pula diri anda dipersembahkan kepada Tuhan, karena luka-batinlah yang mencemarkan seseorang, bukannya luka jasmani!


***** Saudara pembaca yang dikasihi Tuhan Yesus; Tuhan menginginkan anda bersih sempurna dari setiap luka batin itu. Maka Tuhan akan mengingatkan anda akan luka-luka batin, sampai sekecil-kecilnya. Pernyataan ini didasarkan atas banyak pengalaman kami sekeluarga, setelah bertekad mau membabat habis semua luka batin itu, setelah mempraktekkan hal-hal yang saya uraikan di atas!

Mengampuni-melupakan-mengampuni-melupakan-mengampuni-melupakan--;

itulah motto yang dianut orang-orang yang ingin kesembuhan yang sempurna. Yang bersedia menjadi persembahan yang hidup, yang kudus bagi Tuhan!

Bapa, kupersembahkan tubuhku,
s'bagai persembahan yang hidup;
Kudus, dan yang berkenan padaMu,
s'bagai ibadah yang sejati;
Kusembah Kau, Tuhan,
Kusembah Kau Tuhan,
Kuserahkan hidupku kepadaMU,
Untuk kemuliaan namaMU..



8.4. BERSIHKAN BAKTERI ROHANI !

Kalau anda sudah menyampaikan pengampunan terhadap orang yang menyakiti hati anda, maka anda beroleh pengampunan dosa-dosa anda sendiri, sehingga anda menjadi Putra Sorgawi, yang diizinkan menggunakan kuasa-Yesus yang ajaib itu. Maka langkah selanjutnya, demi kekudusan anda sendiri, usirlah semua roh-roh jahat yang sempat merasuk ke dalam diri anda melalui luka-luka batin itu!

Seperti luka-jasmani yang harus dibersihkan dari bakteri-bakteri, luka-batin juga harus dibersihkan! Membersihkan bakteri-bakteri rohani (mengusir roh-roh jahat) tidaklah sukar, sebab Yesus sudah mengajar bahwa Roh itu seperti angin <Yoh.3:7,8>, jadi begitu pula roh-roh jahat, mudah 'ditiup' dan diusir dengan menggunakan kuasa Yesus yang ajaib itu! Dengan satu doa pengusiran roh-roh jahat, maka anda semakin dikuduskan, dan diri anda semakin layak untuk dipersembahkan kepada Bapa Sorgawi!


8.5. BAGAIMANA SAUDARA ?

Setelah kejelasan-kejelasan yang anda peroleh dari pembahasan yang lalu, sekarang bagus sekali kalau anda mempertanyakan diri sendiri, bagaimana sikap anda tentang luka-luka batin dalam diri anda. Apakah luka-luka batin itu akan dibiarkan begitu saja, tanpa penanggulangan yang benar?

Membiarkan bakteri-bakteri rohani (roh-roh jahat) itu merajalela dan mengajak teman-temannya dalam jumlah yang banyak? Menjadikan diri anda suatu tempat 'peternakan' roh jahat? Untuk akhirnya mereka membawa anda kepada kebinasaan? Anda harus mengambil keputusan yang tegas tentang hal itu! Nah, kalau anda mengambil keputusan untuk menanggulangi luka-luka batin itu secara benar, maka mulailah anda berdoa, untuk kesembuhan luka-luka batin anda satu-per-satu, sebagai berikut:


Tuhan Yesus Juruselamatku,

saya mengucap syukur atas pengajaranMu, sehingga sekarang saya mengerti tentang masalah luka-batin, suatu perangkat kerja Iblis yang akan membawa saya kepada kebinasaan. Dan saya mengerti, bahwa Engkau menghendaki kami mempraktekkan FirmanMu, pengajaranMu; bukan sekedar mengerti.

Oleh sebab itu Tuhan, sekarang saya mau berdoa untuk satu kasus luka batin ini: ............ (terangkan luka batin anda, sebutkan peristiwanya, dan nama pribadi yang menyakiti hati anda).

Tuhan Yesus, saya mau mengampuni dia yang sudah menyakiti hati saya itu. Saya memberkati dia juga. Oh Tuhan Yesus, kiranya Engkau juga memberkati dia, Bapa. Ampunilah seluruh dosa-dosanya, darah Yesus kiranya menyucikan dia dari segala dosa. Tuhan, berilah dia keselamatan yang dari padaMu, agar dia memiliki hidup yang memuliakan Yesus. Mohon Tuhan atur juga kesempatan untuk kami bertemu dan berdamai, sehingga persaudaraan kami bertaut kembali, dalam kasihMu.

Di dalam nama Yesus, saya mengusir kuasa-kuasa Iblis yang sudah merasuk ke dalam diriku, menerobos melalui luka batin itu. Keluar semua kamu setan-setan, saya tidak mau kalian ganggu; saya adalah milik Yesus Kristus, dan Yesus adalah Juruselamatku!

Sembuhkan diriku, ya Tuhan Yesus, oleh bilur-bilurMu. Mohon Engkau tutup rapat luka batin itu sehingga tidak dapat lagi dirasuk kuasa-kuasa Iblis. Saya mengundang Roh Kudus bekerja di dalam ingatanku untuk melupakan saya dari peristiwa yang melukai hatiku itu.

Tuhan Yesus, tolong ingatkan daku akan luka-luka batin yang lain, saya akan terus mengampuni dan memberkati mereka yang sudah menyakiti hati saya. Supaya saya benar-benar sembuh dari semua luka, semakin kudus, layak untuk menjadi korban persembahan yang berkenan kepadaMu.

Terimakasih Tuhan Yesus, AMIN.


Saudara yang kekasih; kalau anda bersungguh-sungguh menanggulangi luka-luka batin yang anda sudah ingat, maka Tuhan akan mengingatkan lagi sakit hati yang lain, agar anda memberikan pengampunan tentang kasus yang baru diingatkan itu dan disembuhkan!


8.6. ULANGI PENGAMPUNAN TERUS-MENERUS.

Saya mengucapkan selamat, kalau anda memilih menanggulangi luka-luka batin anda dengan tuntas. Namun ingatlah, Iblis masih akan berusaha mengingatkan anda akan peristiwa yang pahit itu, boleh jadi juga dia akan menghasut anda dan merangsang dendam anda untuk timbul kembali! Memang Tuhan akan mengizinkan Iblis mencobai anda dengan cara itu.

Dalam keadaan seperti itu, sebaiknya anda mengulangi memanjatkan doa pengampunan dan pemberkatan bagi saudara yang menyakiti hati anda. Setiap kali diingatkan anda harus tegar mengulangi memberkati dia. Maka anda akan merasakan bahwa semakin hari kehidupan anda semakin manis !!


KASIH TUHAN YESUS KRISTUS BESERTA DENGAN ANDA, YANG PATUH! AMIN!

--o0o--

LAMPIRAN-1. PENGALAMAN DARI PELAYANAN.


Saudara pembaca yang dikasihi Tuhan Yesus,

setelah membahas masalah luka-batin secara murni dari Alkitab, kini saya ingin berbagi beberapa pengertian tentang luka-batin dari pengalaman pelayanan.

Luka batin biasanya terjadi oleh suatu peristiwa hebat dengan salah satu atau beberapa ciri berikut:

* sangat menakutkan;
* sangat mengecewakan;
* sangat mendukakan hati;
* sangat memedihkan hati;
* sangat memalukan;
* memberi kesan sangat berdosa/bersalah!

pendek kata, setiap peristiwa yang, menurut bahasa sehari-hari melukai hati, dapat menimbulkan luka batin.

Namun, bukan hanya itu. Peristiwa kecil-kecil yang terjadi berulang kali untuk jangka waktu lama, dapat juga menimbulkan luka batin. Contohnya, seorang anak yang setiap hari diejek dengan sebutan si Botak, misalnya, pada usia remaja mungkin menjadi seorang yang mengidap luka batin. Boleh jadi, beberapa puluh tahun kemudian, pada masa tuanya, hatinya masih merasa tercubit kalau mendengar seseorang mengucapkan "botak", kendati orang itu sekedar sedang mambahas kebotakan, dari sudut pandang ilmiah, dan yang bersangkutan berambut lebat!

Dalam beberapa kasus yang penulis amati, luka batin bahkan terjadi, semasa di dalam kandungan! Si ibu yang mengalami peristiwa yang sangat mengejutkan, sangat menyakiti hati, sangat mempermalukan, dsb., akan menderita luka-batin, dan tidak urung si bayi di dalam kandungannya ikut mewarisi dan mengidap luka batin. Penulis, bersama isteri, cukup banyak menemukan kasus luka-batin bawaan ini! Contoh-contohnya dapat anda baca pada Lampiran-2.

Luka batin tidak harus terjadi oleh satu cara saja. Variasi terbentuknya luka batin boleh jadi berbeda dari kasus-kasus yang telah kita tinjau. Peristiwa yang membangkitkan luka batin boleh saja terjadi oleh:
<a> ulah diri sendiri, misalnya pengalaman terpenjara karena dihukum, pengalaman kecelakaan, patah kaki akibat ngebut; mengemudi mobil secara ugal-ugalan dan menabrak orang hingga mati, memperkosa seorang wanita yang kemudian bunuh diri, kena penyakit kotor akibat perzinahan, dsb.

<b> ulah seorang saudara atau musuh, yang menyakiti hati kita, baik secara sengaja maupun secara tidak sengaja;

<c> peristiwa alamiah atau yang kelihatannya alamiah, misalnya kematian orang-tua atau seorang yang sangat dikasihi secara tragis, dll. Kalau dalam kasus seperti ini, seseorang jadi mengumpat atau menghujat Tuhan, maka luka batinnya bertambah berat, oleh dosa itu. Kesembuhan semakin sulit terjadi.

Karena kejadian luka-batin yang bervariasi itu, maka cara penyembuhan luka batin dapat berbeda pula.

<a> Penyembuhan luka batin hasil ulah sendiri harus dimulai dengan minta ampun kepada Tuhan dan minta maaf secara terbuka. Lalu pengidap luka batin itu bermohon agar Roh Kudus mencabut peristiwa traumatis itu dari ingatannya. Tentu saja, pengusiran roh-roh jahat harus dilakukan juga!

<b> Kalau orang lain menyakiti anda, mengakibatkan luka batin, anda perlu mengampuni dia. Lebih baik secara terbuka, demi membebaskan dia dari perasaan bersalah (yang juga menimbulkan luka-batin di dalam dirinya). Panjatkanlah doa anda yang memberkati dia, dan bermohon agar Tuhan Yesus juga mengampuni ybs. Minta juga kepada Tuhan agar peristiwa tragis itu dilupakan!

<c> Untuk kasus yang terjadi secara alamiah, anda cukup bermohon kepada Tuhan Yesus, minta kesembuhan dan agar dilupakan dari peristiwa tragis itu. Kalau anda sempat jengkel oleh peristiwa itu dan sempat mengumpat atau menghujat Tuhan, minta ampunlah atas dosa saudara itu <Hk.III>. Jangan lupa mengusir semua bakteri-rohani dari dalam diri anda!

*** Sekedar merangsang anda untuk meneliti, tahukah anda sumber luka batin yang utama bagi kebanyakan suku di Indonesia? Anda boleh percaya, boleh tidak: Adat Kesukuan yang keras! Silahkan anda mengamati suku-suku bangsa yang keras adatnya, misalnya suku Batak, suku Dayak, suku-suku di N.T.T., dsb. Kalau anda seorang hamba Tuhan yang sudah banyak melayani pertobatan, anda akan mengamati juga hal yang sama. Tidak heran, masyarakat Kristiani di berbagai gereja SUDAH MENGALAMI kerusakan yang di-diagnose oleh Ibr.12:15 itu! Banyak Gereja-Kristen-kesukuan yang keropos secara rohani. Pertikaian, atau roh pemecah-belah, berkuasa di dalamnya, karena tiada lagi suasana pengampunan!
*** Anda berasal dari suku Batak? Terus terang saja ya, ucapan "HORAS" yang sangat anda sukai itu ternyata salah satu perangkat perusak rohani yang kuat! Apa artinya "Horas tondi madingin, pir tondi matogu". Bukankah ini suatu motto agar roh kita semakin keras? Hati kita semakin tegar? Tidak lagi kita berhati lembut! Kaitkanlah hal itu kepada pengertian 'iman', bahwa apa yang kita ucapkan dan yakini, itu yang akan terjadi. Dan kata "Horas" selalu diucapkan dengan 'keras' dan 'keyakinan'! Akibatnya, terbentuklah hati yang keras, tidak cengeng, tidak gampang beriba hati dan: TIDAK GAMPANG MENGAMPUNI!! Paling kurang dapat dinyatakan disini dua akibat dari sifat tidak mudah mengampuni: sukar untuk bertobat dan MUDAH TERLUKA BATIN!

Tidak heran, banyak orang-orang tua dari suku Batak, kalau sudah berusia 50-an tahun, berarti sudah 50 tahun lamanya, sudah ribuan kali mengucapkan "Horas", maka hatinya sudah sekeras batu. Jarang yang mampu mengampuni orang lain! DAN JUGA TIDAK GAMPANG MINTA AMPUN, tidak juga, terhadap Tuhan pun! Sangat susah untuk bertobat!! Sungguh, saudaraku, saya bukan sedang mengada-ada, anda dipersilahkan melakukan penelitian sendiri!


*** Pengalaman lain menunjukkan kebenaran sinyalemen: bahwa adat kesukuan yang keras banyak menerbitkan luka-batin. Pada tahun 1988, di Kalimantan Barat saya pernah menyampaikan firman di suatu K.K.R., di tengah suku Dayak. Sekitar 300-400 orang hadir. Saya bukan seorang yang hebat. Tidak berani mengaku-ngaku beroleh urapan khusus untuk membahas masalah luka-batin dalam K.K.R.

Namun pada malam itu saya digerakkan Tuhan untuk, sekitar 5-menit saja, berbicara tentang pengampunan dan luka batin. Apa yang terjadi, saudara? Sewaktu saya mengajak hadirin untuk bersaat-teduh, untuk berdoa secara pribadi, dan menyampaikan pengampunan di dalam doa itu, ternyata dari berbagai arah terdengat isak-tangis yang riuh. Rupanya ada sekian banyak yang terluka-batin, yang digerakkan Tuhan malam itu untuk mengampuni saudara-saudaranya! Dan tentu saja untuk beroleh kesembuhan luka-batin. Puji Tuhan!

Dan pada tahun berikutnya, saya diminta menyampaikan beberapa session ceramah tentang Kuasa Kegelapan pada suatu synode dari suatu Gereja, juga di Kalimantan Barat. Synode ini dihadiri oleh l.k. 125 peserta, terdiri dari Pendeta, Penginjil, Ketua Gereja dan Guru Jemaat. Namun Tuhan menggerakkan hati saya untuk menggunakan session terakhir ceramah itu untuk menyampaikan masalah luka-luka batin pula. Anda boleh percaya, boleh tidak, sewaktu saya menantang mereka untuk bangkit dan beroleh kesembuhan luka-luka batin, lebih separuhnya bangkit berdiri! Hamba-hamba Tuhan, penginjil, Ketua Gereja, Pendeta!

Jelaslah bagi saya, mengapa banyak hamba Tuhan di sana yang tidak layak untuk memberi pelayanan pelepasan dari ikatan Kuasa Gelap! Karena mengidap luka-luka batin yang masih terbuka, kuasa-kuasa gelap yang merasuk melalui luka-luka itu sudah cukup untuk membuat mereka tidak layak dalam pelayanan pengusiran kuasa-gelap!!

Lampiran-2 menyajikan beberapa kasus luka-batin yang menonjol dari pelayanan kami selama ini, kasus-kasus mana sangat membantu pengertian kami tentang masalah luka-batin dan kuasa-kegelapan!

--o0o--



LAMPIRAN-2. BEBERAPA KASUS LUKA BATIN.

A. REMY: LUKA BATIN SEJAK DALAM KANDUNGAN.

Ini adalah satu kasus luka batin yang terjadi pada diri anak kami sendiri. Remy sempat keranjingan barang panas, suka bermain api, setrika listrik, apapun itu. Pokoknya panas dan/atau berapi.

Waktu berumur dua tahun ia sudah keranjingan menghidupkan korek-api. Demi keamanan, kami menukar korek apinya dengan obat-nyamuk bakaran, yang sungguh dinikmatinya; berjam-jam lamanya setiap kali bermain. Sewaktu berusia empat tahun, dengan tekun ia dapat bermain alat-patri listrik, dengan nikmatnya meleleh-lelehkan timah patri. Rokok kakeknya (belum bertobat) juga menjadi permainan kegemaran Remy.

Setiap ada 'candle-light-service' (Natal), bukan main senangnya dia mengumpulkan lilin-lilin bekas, dan dirumah, kami terpaksa mengawasinya dengan teliti untuk tidak menimbulkan kebakaran.

Berbagai peristiwa kecelakaan menimpa diri Remy, umumnya berhubungan dengan api dan panas. Usia tiga tahunan, sewaktu pembantu lengah, Remy mempermainkan setrika. Benda panas itu jatuh dan menimpa pahanya yang segera terluka-bakar! Usia empat atau lima tahun, jari tangannya sempat melepuh karena memegang lampu-sorot yang menerangi manekin pada sebuah toko pakaian.

Semua hal itu sungguh merisaukan hati kami, orangtuanya, dan beberapa lamanya kami memikirkan dan mencari kunci penyebabnya. Kami tidak pergi kepada Psycholoog ataupun Psychiater, karena kami lebih suka bersandar kepada Tuhan Yesus, Tabib di atas segala Tabib! Kalau kami bersandar kepada 'tabib-tabib' manusia itu, rasanya persoalan ini tidak terselesaikan dengan cepat dan tuntas!

Kami berdua, suami-isteri mengambil waktu menelusuri masa lalu Remy ini. Saya mencurigai, ada suatu roh jahat yang mengendalikan Remy, sehingga ia sangat gemar bermain api. Roh-jahat pengendali perilaku. Perilaku Remy mengingatkan kami kepada Nero, yang gemar bermain api dan membakar-bakar! Dan roh-jahat itu dapat menerobos suatu celah yang terbuka, pada suatu peristiwa yang menimbulkan luka batin. Jadi saya menanyakan isteri saya, pernahkah Remy mengalami hal yang demikian itu. Kami telusuri kehidupan Remy, sampai kepada saat kelahirannya! Tidak dapat kami temui peristiwa traumatis semacam itu.

Kepalang tanggung, saya menyuruh isteri saya mengingat-ingat, jangan-jangan ada peristiwa traumatis semacam itu dialaminya, sewaktu mengandung Remy. Puji Tuhan! Isteri saya teringat kepada suatu peristiwa di Amerika Serikat. Sewaktu Remy berusia tiga bulan di dalam kandungan, isteri saya pernah menanak nasi dengan menggunakan kompor gas di suatu penginapan. Karena kami tergesa-gesa mau pergi piknik, ia lupa mematikan kompor gas itu. Baru enam jam kemudian kami kembali ke penginapan dan menemukan kompor-gas masih menyala dan dapur sudah dipenuhi asap. Nasi sudah menjadi -bubur-arang!

Itulah peristiwa traumatis yang kami cari. Sebab pada waktu itu memang isteri saya menjadi sangat panik, terluka batin. Terbukalah suatu celah di dalam hatinya, dan roh-api menerobos masuk, merasuk terus ke dalam janin di dalam kandungan (Remy).

Dengan gembira kami memanggil Remy (saat itu ia sudah kelas-3 S.D.) dan menjelaskan keadaannya! Saya tuntun ia berdoa penyembuhan luka batin, dan pengusiran roh-api dari dalam dirinya. Tumpangkan tangan di atas kepala Remy, dan dengan kuasa Yesus kami mengusir roh jahat itu! Sejak itu kami tidak perlu khawatir lagi atas perilaku Remy tentang api. Iapun tidak perduli lagi akan api ataupun benda yang panas-panas!

- 0 -



B. WINDA, DENGAN IBUNDA.

Dalam kebaktian pada suatu S.M.A., seorang gadis (nama samaran: Winda) tampil dan mempersaksikan bagaimana ia disembuhkan Tuhan Yesus dari suatu penyakit yang sangat gawat. Namun dari ciri-ciri penyakitnya saya beroleh kesan bahwa penyakit itu berkaitan dengan kuasa Iblis. Seusai kebaktian, saya mewaspadakan dia bahwa ia masih memerlukan satu pelayanan-pelepasan, demi kesejahteraannya di masa depan. Namun ia merasakan sudah nyaman betul, sehingga tidak menanggapi saran itu. Diam-diam saya mendoakan dia.

Ternyata, beberapa bulan kemudian, ia sendiri yang meminta percakapan pribadi, meminta saran tentang masalah yang dihadapinya. Saya mengabulkan permintaannya, dan ia menceritakan bahwa antara dirinya dengan ibunya tidak pernah ada kesesuaian. Kalau berpisah agak lama, ia merasa rindu kepada ibunya, namun begitu bertemu, pecahlah 'peperangan'. Winda selalu bergumul dalam doa, mohon agar Tuhan mengatur hubungan yang mesra di antara mereka, ibu dan anak. Namun, sampai sekian jauh doanya belum menunjukkan hasil.

Kami menelusuri masa lalunya, sampai kepada masa kanak-kanaknya. Saya tiba kepada kesimpulan, adanya luka batin yang tersembunyi, dan memberitahu bahwa saya ingin berbicara dengan ibunya, untuk meneliti kalau-kalau ada peristiwa yang penting semasa Winda masih bayi, atau semasa di dalam kandungan. Ternyata ucapan saya itu mengingatkan Winda akan ceritera ibunya, bahwa sewaktu Winda masih bayi berumur beberapa bulan, ia pernah sakit berat sepanjang suatu perjalanan. Setiba di rumah, dengan putus harapan, ibunya mencampakkan Winda begitu saja ke dalam box (bayi), menganggap Winda pasti akan mati.

Puji Tuhan! Disanalah terjadinya luka batin itu. Winda-kecil pada saat itu belum mengerti apa-apa, tetapi rohaninya merekam penolakan ibunya atau 'pembuangan' itu! Saya menerangkan sedikit masalah luka batin kepada Winda, memberitahu, kalau dia mau 'sembuh' (tidak 'berperang' lagi dengan ibunya), kuncinya adalah: mengampuni dan melupakan kesalahan ibunya itu!

Winda mau diajak berdoa mengampuni ibunya, memberkati orang tua itu. Saya menyarankan dia, agar setiba di rumah, ia harus menemui ibunya dan menyampaikan maaf atau pengampunan itu, diminta ataupun tidak diminta. Winda melakukannya, dan sejak itu ia merasakan hubungan yang mesra dengan ibunya. Suatu karya-pendamaian yang indah, oleh Roh Kudus!

- 0 -


C. YENNY: PERKOSAAN PAMAN.

Yenny tinggal bersama ibunya yang sudah menjanda, ditemani oleh adik ibunya. Hubungan Yenny-kecil dengan pamannya menjadi sangat intim, sehingga pamannya bebas keluar-masuk kamar Yenny. Mereka tidak menyadari, bahwa hal semacam itu harus dijaga, karena toh Yenny semakin dewasa, dan penampilannya dapat membangkitkan selera laki-laki.

Maka terjadilah hal yang seharusnya tidak boleh terjadi. Paman itu memasuki kamar Yenny sewaktu dia tidur siang, sewaktu ibunya tidak dirumah. Mestinya di bawah kendali roh zinah, pamannya memperkosa Yenny, yang tidak sanggup berteriak ataupun berontak.

Peristiwa itu menekan jiwa Yenny. Ia kehilangan harga dirinya (roh-kecewa). Menikah dengan paman sendiri tentu tidak mungkin! Yenny merasa masa depannya sudah dihancurkan oleh pamannya (roh putus-asa). Kebenciannya (roh-kebencian, dendam) bangkit terhadap pamannya. Rasanya ia ingin membunuh pamannya (roh-pembunuh, roh-menghakimi). Kembali lagi, serba salah, karena Yenny sadar, laki-laki itu adalah adik dari ibu kandungnya.

Dalam kegalauan pikiran semacam itulah, berbagai roh jahat mudah merasuk dirinya, maka merasuk pula roh-bunuh-diri. Yenny sempat melakukan usaha bunuh diri. Dia terancam binasa, kalau luka batin itu tidak disembuhkan oleh Tuhan Yesus!

- 0 -

D. VICKY YANG KEMATIAN IBU.

Saya, dari Jakarta, 'ditugasi' oleh anak saya untuk menitipkan keperluannya kepada seorang kawannya di suatu sekolah Alkitab di daerah Malang, sebab pada waktu itu anak saya itu masih berlibur di Jakarta. Sebut saja teman sekolah anak saya ini 'Vicky'.

Ketika tiba di sekolah itu, saya bertemu dengan Vicky yang kelihatan sedang sakit, tetapi tidak urung, saya diberi perasaan tajam untuk mampu mengamati bahwa rona-wajah Vicky ini, kalaupun ia sedang sehat, terlalu murung untuk seorang calon hamba Tuhan! Saya bertekad menggali masalahnya!

Ia mau mempersingkat pembicaraan, mau segera pergi setelah titipan itu diterimanya. Tetapi saya justru berbuat sebaliknya, memperpanjang pembicaraan, menanyakan apa yang digumulkannya. Secara wajar dia menyatakan hanya sedikit pilek dan batuk. Namun terpancing pula pernyataan bahwa dia agak sering sakit batuk semacam itu.

Mulai terungkap masalahnya, saya menangkap juga suatu pengertian bahwa dia mengidap masalah lama yang perlu diselesaikan, untuk dapatnya dia menjadi hamba Tuhan yang tajam melayani! Saya teruskan menggali, dan meminta dia meneliti masa lalu, kalau-kalau ada sesuatu kekejian yang terjadi, berhubungan dengan tenggorokannya. Perdukunan, tidak. Diobati atau dipijit, tidak.

Ternyata saya dituntun untuk mengucapkan: "Barangkali suaramu pernah digunakan untuk menghujat Tuhan?" "Ah, tidak, katanya, saya hanya pernah kesal saja terhadap Tuhan, oleh karena kematian ibu saya". Barulah terbuka masalahnya, bahwa dia terluka batin oleh kematian ibunya, justru seusai pertobatannya! Ini tidak dapat diterimanya dengan hati lapang, keluar juga umpatannya: "Justru saya bertobat, 'kok Tuhan tega menjemput ibu saya?"

Puji Tuhan, ia mau saya ajak berdoa, menyesali dosanya mengumpat Tuhan, bermohon agar Tuhan Yesus menjadi pengganti ibu baginya, dan bermohon agar Tuhan menyembuhkan luka batinnya. Penyakit flu dan batuknya tidak usah saya urus lagi, itu akan sembuh sendiri setelah penyembuhan luka batin dan pengampunan dosa-hujat!

- 0 -


E. MEIS: PACAR DIREBUT TANTE.

Seorang gadis, Meis, bersekolah Theologia di suatu ibukota propinsi. Ia berpacaran dengan seorang mahasiswa yang lebih tua, di sekolah yang sama, calon Pendeta. Meis ini tinggal bersama seorang tantenya. Sang Pacar, melalui Meis, jadi mengenal tante Meis, dan mereka berhubungan yang semakin lama semakin intim. Sampai kepada hubungan suami-isteri. Lebih buruk lagi, tanpa menikah! Begitulah Meis jadi tersisih dan patah hati.

Dengan sakit hati yang begitu mendalam, Meis tidak percaya lagi laki-laki, bahkan tidak percaya lagi kepada semua famili, karena merasa dikhianati. Bahkan ia meninggalkan Yesus (karena yang mengkhianati dia seorang calon Pendeta, atau barangkali karena Yesus juga seorang laki-laki?) dan memasuki suatu pesantren! Untuk beberapa tahun lamanya ia tinggal di pesantren itu dan beroleh 'perhatian' dan 'kasih' yang tiada dijumpainya lagi (tiada rotan akarpun berguna, bukan?). Ia belajar mengaji, belajar berdakwah, dan 'keahlian' pesantren lainnya.

Anda boleh membayangkan roh-roh apa saja yang merasuk dia. Yang lebih parah lagi, karena kakeknya seorang dukun besar, maka roh-jahat warisan pun ikut berperan. Roh dendam, roh kebencian, roh kesombongan, roh kepedihan, roh kekejaman (mengecewakan laki-laki yang bisa 'dikerjain' olehnya), roh-pendusta dan penipu, dll., sampai kepada roh Antikristus dan berbagai jin dari pesantren!

Adalah rangsangan Roh Kudus, yang menunggangi kesombongannya, waktu itu, yang memancing dia menghadiri persekutuan kami di Tanjung Priok, dengan suatu pikiran angkuh: "Saya ingin tahu, bagaimana itu yang namanya 'pelayanan-pelepasan' (dari kuasa kegelapan, pen.)", yang menggiring dia ikut persekutuan kami. Ajaibnya, ia sendiri terkena pelayanan pelepasan pada malam persekutuan itu, karena ia kesurupan sewaktu acara penyembahan dilakukan! Begitulah, Meis semakin penasaran dan mengulangi beberapa kali ikut persekutuan tersebut, dan justru menjadi semakin bersih dari roh-jahat warisan dari dukun besar, kakeknya.

Diperlukan waktu tiga tahun, dalam kondisi-rohani timbul-tenggelam, keluar-masuk pesantren, sambil melukai batin beberapa orang lain, barulah Meis dapat kembali dengan utuh kepada Tuhan Yesus! Bahkan ada ketikanya, menjelang keberangkatannya ke rumah tantenya (kami sarankan ia menemui tantenya, menyatakan pengampunannya, untuk kesembuhan luka-batin), ia masih dicengkeram roh kepedihan, roh mana merasuk dan menguasai dirinya lagi, untuk menggagalkan pekerjaan mulia itu! Namun akhirnya Meis berhasil sembuh.

Anda boleh bayangkan sendiri, tenaga, waktu, pikiran dan uang yang habis dalam perjuangan untuk menuntun Meis kembali ke jalan Tuhan. Puji Tuhan, Yesus tidak pernah gagal!

- 0 -


F. IYEM: LUKA BATIN DIBARENGI ROH PENDAMPING.

Seorang gadis berusia 20-tahun sangat benci kepada nama (samaran) 'Iyem' yang disandangnya. Dirasakannya nama ini khas bagi para pembantu rumah tangga, padahal dia adalah lulusan S.L.T.A.! Namun tuntunan Tuhan membawa dia mengenal Yesus, sampai beroleh baptisan. Begitu bencinya dia kepada nama Iyem itu; ia menjadi jengkel setiap kali nama itu disebut, sehingga ia mengganti sendiri namanya menjadi Kristiani.

Besar sekali tekanan nama pemberian orangtuanya, sehingga gadis ini merasa dirinya manusia tanpa guna. Perasaan ini pula yang dilampiaskannya dengan memasuki Sekolah Pendidikan Luar Biasa, supaya menjadi guru anak-anak cacad saja!

Kendati ijazahnya lumayan, Iyem tetap merasa terkekang, tidak mau melamar kemana-mana, karena pada kartu tanda penduduk, maupun ijazahnya, tertera nama Iyem, yang dibencinya itu! "Buat apa melamar", pikirnya, "kalau di tempat pekerjaan nanti saya dipanggil dengan nama itu !" Jadilah Iyem seorang yang terpenjara di alam kebebasan. Begitu kejinya tipu-daya Iblis!

Dari Jawa Tengah ia datang ke Jakarta, khusus mencari jalan keluar bagi masalahnya. Isteri saya memberi dia pelayanan-pribadi yang standard, ditambah dengan pengkudusan nama Iyem dan doa pengusiran roh kebencian, serta doa penyembuhan luka-batin akibat nama yang menyakitkan itu. Iyem dianjurkan untuk datang lagi, setelah beberapa hari, untuk beroleh pelayanan lanjutan atau penuntasan.

Ternyata pelayanan yang terdahulu belum cukup, Iyem tetap belum bebas dari kebencian terhadap nama itu. Maka datanglah Iyem menginap di rumah kami, supaya esok paginya beroleh pelayanan lanjutan. Namun anehnya, pagi harinya, tepat ketika saya mau berangkat kerja, Iyem juga pamitan mau kembali saja ke rumah kakaknya!

Segera penulis mengerti, masih ada roh jahat yang belum terusir, yang mengendalikan Iyem agar pergi dari rumah kami dan berusaha membatalkan pelayanan lanjutan! Penulis mengambil keputusan tegas untuk menunda keberangkatan ke tempat kerja, menahan Iyem, dan memberikan pelayanan lanjutan saat itu juga!

Percakapan yang panjangpun terjadilah. Ternyata yang menjadi biang penyakit adalah kakek Iyem, seorang penganut kebatinan yang sangat kuat, dan sangat menyayangi Iyem. Disitu baru terungkap, bahwa nama Iyem-pun adalah pemberian kakeknya! Tidak heran nama itu selalu menjadi batu sandungan, kemanapun Iyem pergi. Penelitian selanjutnya menuntun penulis kepada kesimpulan bahwa Iyem (di luar pengertiannya) pernah diupacarakan secara khusus, dan justru nama Iyem adalah nama sembahan si kakek itu! Kalau tidak tertolong, mestinya Iyem ini akan membatalkan semua rencana masa depannya, dan roh-pendamping itu akan memprosesnya terus untuk menjadi seorang kebatinan, atau dukun, yang hebat!

Maka Doa pemutusan ikatan rohani dengan kakeknya dipanjatkan, dilanjutkan dengan pengusiran roh-pendamping, yang merasuk diri Iyem sewaktu upacara berlangsung (karena kakeknya sangat sayang kepadanya). Selanjutnya kami mendoakan pengkudusan nama Iyem, dan pengusiran roh kebencian (ataupun roh-phobia terhadap nama itu). Bebaslah Iyem oleh kuasa Yesus.

Sementara berdoa, testing dilakukan; saya menuntun Iyem dalam doa untuk berulangkali mengucapkan nama yang dibencinya itu. Ternyata menjelang akhir session doa itu, rasa benci terhadap nama (yang sudah dikuduskan) itu sudah reda! Seusai pelayanan itu, nama Iyem sudah menjadi nama yang biasa baginya!

Begitulah, luka-batin Iyem, yang bertumpang-tindih dengan roh-pendamping (suruhan kakeknya) menjadi sangat sulit sembuhnya. Namun bagi Yesus, tidak ada yang mustahil!

- 0 -


G. ANIS, 'ANAK-TETANGGA'.

Ibu Rabat memiliki masa lalu yang cukup suram. Dia pernah menjadi wanita panggilan. Dengan demikian roh zinah mengendalikan dia dari waktu ke waktu. Begitulah, kendati akhirnya dia menikah baik-baik, tidak urung masih terjerumus juga dia beberapa kali ke dalam perzinahan. Dan lebih celaka lagi, dia melahirkan anaknya yang tertua, Anis, di luar pernikahan.

Anis berangkat besar dengan sifat pemberontakan. Memang begitu bawaan anak hasil perzinahan. Karena hasil campur tangan Iblis, maka anak semacam itu biasanya mewarisi (sebagian) watak Iblis! Entah dari mana, Anis sudah dapat menduga-duga, bahwa suami resmi ibu Rabat ini bukanlah ayah kandungnya. Anis menjadi anak yang sangat merepotkan orang tuanya. Tidak dapat dikendalikan.

Anis berusaha mencari-tahu identitas ayah-kandungnya. Semakin gencar upayanya itu, sesudah suami ibu Rabat meninggal-dunia. Di belakang hari ibu Rabat memasuki pertobatan. Dalam keadaan itulah, ibu Rabat ingin sekali agar Anis tertolong. Ia membuka riwayat Anis sesungguhnya. Namun ia tidak mengetahui lagi di mana ayahnya Anis berada. Dalam situasi inilah, Anis, yang merindukan ayah kandungnya menghadapi dua pilihan:

a) memelihara rasa (roh-) penasarannya, serta luka-batin (karena ke-tiada-an ayah-kandung) dan ngotot terus mencari ayah-kan dungnya, yang (menurut Anis) tidak bertanggung-jawab itu;

b) mengampuni ayah dan ibu kandungnya, dan bersandar kepada Tuhan Yesus, sebagai pengganti ayah-kandung dan untuk menata masa depannya.

Sayangnya, Anis masuk ke dalam pertobatan secara tidak tuntas, karena pelayanan pribadi dimasukinya oleh dorongan ibunya, yang setengah memaksanya. Maka kendati sudah masuk ke dalam pertobatan, Anis memilih yang pertama. Luka-batinnya tidak sembuh. Dan ia menempuh risiko untuk terseret kepada kebinasaan.

- 0 -


H. OBET, CALON S.H. DARI PEMATANG SIANTAR.

Malam itu (Mei 1988) adalah malam terakhir bagi serangkaian Kebaktian Ulang Tahun Rumah Sakit Serukam, Kalimantan Barat. Saya menyampaikan firman dengan tekanan pada pengampunan. Seusai pelayanan ini, seorang ibu mendatangi saya dan minta kesempatan berdoa bagi masalah yang dihadapinya. Ia sudah datang jauh-jauh dari Pematang Siantar (ke Medan, terus ke Jakarta, Pontianak, dan masuk lagi ke Serukam, 100-km ke pedalaman), rupanya Tuhan menginginkan ia beroleh jamahan di tempat terpencil ini. Saya tidak tega hati menolaknya, kendati hari sudah larut malam.

Saya diajak ke suatu rumah, rumah karyawan Rumah Sakit, di mana ibu itu menginap. Agak sungkan melayani seorang ibu (isteri saya tidak ikut dalam pelayanan ini), saya meminta kesediaan ibu itu untuk beroleh pelayanan terang-terangan, di hadapan banyak orang. "Kalau masalahnya sungguh berat, dan ia sangat ingin pertolongan Tuhan, tentu ia tidak akan menaruh keberatan", pikir saya.

Ia setuju. Ia menceritakan masalah anaknya, Obet, yang bertingkah laku sangat menyakiti hati orangtua, dan sudah lima belas tahun menjadi mahasiswa Fakultas Hukum, tidak ada tanda-tanda untuk selesai. Tugas akhirnya dari Fakultas Hukum sudah berjalan l.k. tujuh tahun! (Segera saya mengerti: Obet terluka batin dan, sengaja ataupun tidak, ia sedang membalas dendam kepada ibunya).

Sementara ibu itu berceritera, saya menangkap adanya garis-garis kebengisan di wajahnya. Dua penyebab terbesar untuk kebengisan atau kekejaman adalah: pembunuhan atau lintah darat (rentenir)! Dengan melakukan kegiatan-kegiatan ini, seseorang pada hakekatnya tengah membuka hatinya untuk dirasuki oleh roh-kejam atau roh-kebengisan. Ya, saudara, kekejaman seorang rentenir atau lintah darat memang susah untuk disaingi. Dan untuk seorang ibu, pengguguran kandungan, yakni membunuh darah-daging sendiri, adalah kebengisan yang tidak tersaingi, bahkan oleh seekor harimau buas sekalipun!

Oh, indahnya hikmat sorgawi menuntun berpikir; masalah yang melatar-belakangi perilaku Obet menjadi jelas dan pasti.

Sewaktu ibu itu usai dengan ceriteranya, saya menantang kejujurannya: "Kalau ibu sungguh-sunguh ingin Obet menjadi baik, maukah ibu menjawab satu-dua pertanyaan saya ini secara jujur dan terbuka? Di hadapan seisi rumah ini?" Dia mengiakan dan saya 'menembakkan' pertanyaan saya; bagi ibu itu seperti halilintar:

"Ibu pernah mencoba menggugurkan Obet! Jawablah dengan 'ya', atau 'tidak'! Jawablah segera, jangan tutup-tutupi!"

Dengan sangat lemah, nyaris tiada terdengar, ibu itu membenarkan hal itu sambil mengangguk! Namun belum selesai. Hikmat sorgawi menggerakkan saya lagi untuk melanjutkan 'tembakan' tadi:

"Ibu melakukannya lebih dari satu kali, jangan sangkal, nyatakan, berapa kali ibu mencoba menggugurkan Obet?"

Sama lemasnya dengan jawaban yang tadi, ia menjawab: "tiga kali"!
Selesailah masalahnya bagi saya.....

Secara cepat saya menuntun ibu ini berdoa-pertobatan. Lalu saya beri dia resep, 'pil pahit', sangat pahit, yang harus ditelannya:

Silahkan ibu kembali ke Pematang Siantar, merendahlah di hadapan anakmu si Obet (bukankah "yang merendahkan dirinya akan ditinggikan"?). Ibu harus menceritakan peristiwa percobaan pengguguran itu, dan meminta ampun kepada si Obet! Kalau dia tidak mau mengampuni, ulangi lagi pada kesempatan berikut. Begitu seterusnya sampai si Obet mengampuni ibu. Itulah kunci kesembuhan bagi si Obet, dan barulah perilakunya dirobah oleh Tuhan sendiri!

Saudara yang kekasih, begitulah saya dilatih oleh Yesus untuk menyampaikan pesan-pesanNya secara apa adanya. Betapapun pedihnya ketentuan itu, tetap harus disampaikan, demi kesembuhan bagi mereka yang memerlukan pertolongan Tuhan. Apakah 'obat' itu ditelan atau tidak, bukan urusan saya! Yang terpenting, pesan sorgawi itu sudah disampaikan. Sebab kalau tidak, Roh Kudus akan enggan mengajar kita lagi di masa depan. Maka tumpullah pelayanan dan berkuranglah kemuliaan Tuhan!

--o0o--



LAMPIRAN-3. LUKA BATIN <---> LUKA JASMANI.


Suatu analogi, untuk memudahkan pembaca memahami masalah akar-pahit atau luka-batin, disajikan di bawah ini.

Katakan saja saya mendapat luka di bagian lengan saya. Jadi saya mengalami sakit-lengan. Dengan luka terbuka. Maka perangkat kedagingan yang dipakai Iblis, yakni bakteri sakit-penyakit dapat memasuki tubuh saya dan mungkin membawa penyakit typhus, di bagian dalam tubuh saya. Mungkin pula membawa penyakit disentri. Atau ratusan kemungkinan penyakit lainnya! Lihatlah, lukanya di mana, sakit-lanjutannya di mana?

Seorang lain mengalami luka di 'hati'nya. 'Hati' adalah Istilah Alkitab untuk menunjukkan tubuh-rohani! Bukannya 'hepar' atau 'liver' yang mungkin diserang sakit typhus tadi! Orang ini 'sakit hati'. Dengan 'sakit hati', sama saja dengan mengatakan orang itu kena 'luka-batin'. Maka perangkat rohani yang biasa dimanfaatkan oleh Iblis dapat merasuk orang itu, yakni berbagai 'bakteri-rohani' atau roh jahat, misalnya roh dendam, roh kebencian, roh putus asa, tergantung bagaimana luka-batin itu terjadi.

Begitulah, bakter-bakteri rohani itu akan mengendalikan sifat-sifat si sakit menjadi pendendam, mudah tersinggung, atau kecewa, dan sebagainya, sehingga tidak dapat lagi bergaul secara sehat dengan masyarakat di sekitarnya. Ia dapat dibentuk oleh berbagai roh-jahat itu menjadi musuh masyarakat, pelaku kriminil. Bahkan pada akhirnya ia dapat binasa, secara jasmani (misalnya di penjara) maupun secara rohani (di neraka) !!

Sewajarnyalah bila kita berbelas kasihan kepada mereka ini, dan banyak mendoakan kesembuhan mereka dari luka-luka batin itu!

--o0o--