Sudah tahukah anda kegemaran Yesus, Anak manusia, untuk

berdoa semalam-malaman (Luk.6:12)? Bahwa Yesus

gemar berdoa untuk waktu yang lama, sampai-sampai

para murid ketiduran (Mark.14:32-40)? Bahwa Yesus

berdoa sangat bersungguh-sungguh; adakalanya sampai

berpeluh seperti titik-titik darah (Luk.22:43)?

Dapat dipastikan Yesus tidak meminta rumah, emas,

perak, mobil, dsb. kepada Bapa di Sorga, karena Ia

tidak membutuhkan hal-hal itu (Mat.8:20;10:9,10 dsb.).

Jadi, apa gerangan yang selalu didoakanNya dalam doa

yang panjang-panjang itu? Apa lagi kalau bukan mendoa-

kan murid-muridNya yang beberapa puluh orang itu? Apa

lagi kalau bukan berdoa-syafaat? Jadi, jika anda sudah

mengerti hal-hal itu, jangan heran dengan judul buku

kecil ini:

Prajurit Kristus,

BERDOALAH!

Bila Pemimpin satu-satunya (Mat. 23:10) begitu giat,

tekun dan sungguh-sungguh berdoa-syafaat, bukankah

para prajuritNya harus (sekurang-kurangnya) sama giat,

sama tekun dan sama kesungguhannya dalam berdoa?

Karena itu perlulah anda mengenal berbagai tingkatan

doa-syafaat yang dapat dipanjatkan dalam pelayanan-

doa yang anda lakukan! Ambilah Alkitab anda, dan

silahkan membaca dan mempelajari isi buku ini!

Penulis berdoa agar Roh Yesus membimbing

serta memberkati Pelayanan anda!


**************

DAFTAR ISI

**************

KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . 1

1. MENGAPA ISTILAH PRAJURIT? . . . . . . . . . . . 2

2. MENGAPA 'BERDOA' . . . . . . . . . . . . . . . 4

3. "...DAN KAMU AKAN KUJADIKANPENJALA MANUSIA . . 5

4. MENGAPA HARUS MERAMPAS? . . . . . . . . . . . . 7

5. DOANYA 'IKAN-IKAN'. . . . . . . . . . . . . . . 8

5.1. Doanya Mereka Yang Belum Mengenal Yesus . . . . 9

5.2. Doanya Orang Kristen 'Tuan' . . . . . . . . . . 9

6. DOANYA ORANG-KRISTEN 'HAMBA'. . . . . . . . . . 10

7. DOA PERTAHANAN . . . . . . . . . . . . . . . . 12

8. DOA PERKARA . . . . . . . . . . . . . . . . . . 15

8.1. Doa Perkara: Menagih Janji Tuhan . . . . . . . 15

8.2. Doa Perkara: Memperkarakan Kekejian Iblis . . . 18

9. DOA PEPERANGAN . . . . . . . . . . . . . . . . 20

9.1. Doa Menempur Kuasa Iblis . . . . . . . . . . . 21

9.2. Doa Perampasan . . . . . . . . . . . . . . . . 26

10. RISIKO DAN IMBALAN . . . . . . . . . . . . . . 32

10.1. Risiko Berbagai Doa . . . . . . . . . . . . . . 32

10.2. Imbalan: Upah Sorgawi . . . . . . . . . . . . . 33

10.3. Imbalan: Upah di Dunia . . . . . . . . . . . . 34

11. TEKAN RISIKO YANG DIHADAPI! . . . . . . . . . . 35

11.1. Cara Menekan Risiko: Kekudusan . . . . . . . . 36

11.2. Tingkat-tingkat Kekudusan . . . . . . . . . . . 37

11.3. Tingkatkan Terus Kekudusan! . . . . . . . . . . 38

11.4. Sekali Lagi: Singkirkan (Roh-)Ambisi . . . . . 39

12. SELAMAT BERJUANG! . . . . . . . . . . . . . . . 40

--o0o--

KATA PENGANTAR

Banyak pengikut Yesus yang melayani pekerjaan Tuhan. Tetapi sedikit saja yang mau mengerti bahwa Tuhan Yesus menginginkan agar pengikutNya menjadi semakin kudus, dan sejalan dengan itu, semakin tajam dalam pelayanan. Golongan yang asal melayani akan terjerat didalam rutinisme, untuk kemudian dihambat, dijegal atau dikecoh oleh Iblis. Selanjutnya mereka akan mati pelan-pelan (maksud saya: mati-rohani) di dalam lingkaran setan: rutinisme, ciptaan Iblis itu.

Yesus ingin melatih para hambaNya untuk meningkat terus-terus menerus agar mereka dapat bertahan sampai kesudahannya (Mat.24:13), suatu kepastian keselamatan. Ada peningkatan kemampuan dalam merawat 'ikan' (jiwa-jiwa) atau penggembalaan (istimewa: pastoral-councelling). Ada pula peningkatan kemahiran menjala dan merampas 'ikan' (yakni memenangkan / merampas jiwa); keduanya merupakan bagian-bagian dari pekabaran Injil. Semua ini berjalan selaras dengan peningkatan kekudusan! Motto yang tepat untuk bertahan hidup dalam dalam Kerajaan Surga adalah:

SIAPA BERHENTI MENINGKAT: MATI ROHANI!

Namun hal-hal kekudusan dan ketajaman pelayanan itu bukan untuk kemegahan atau pamer-diri. Jasa dan pangkat anda direkam dalam Kerajaan Surga, bukan dipasang di dada atau bahu seperti jasa dan pangkat duniawi! Dalam satu hal, Yohanes Pembaptis jangan ditiru. Yohanes tidak bertahan sampai kesudahannya. Ia pernah menyangsikan apakah Yesus adalah Mesias yang dinantikan. Akibatnya, Yohanes dinyatakan sebagai yang terkecil dalam kerajaan Surga (Mat.11:11b).

Apakah anda merasa tiada peningkatan? Atau tenggelam dalam rutinisme yang membosankan? Jangan mau mati-rohani dalam rutinisme itu! Praktekkanlah hal-hal yang ditulis disini! Hasil dan imbalannya melampaui tingkat kepuasan anda!

Jakarta, April 1989.

P.R.M. Situmorang,

Jakarta.

1. MENGAPA ISTILAH 'PRAJURIT'?

Banyak orang Kristen tidak siap untuk menyandang istilah 'prajurit' bagi dirinya. Bagi mereka kata ini memberi kesan 'kekerasan', bahkan 'kejahatan' atau 'pembunuhan'! Bukankah Yesus membawa damai ke dunia?

Inilah salah satu kekeliruan pada banyak orang Kristen, bahkan yang sudah ber-status hamba Tuhan. Yesus Kristus tidak membawa damai ke bumi, melainkan membawa pedang! Silahkan anda membaca Mat.10:34, yang merupakan bagian dari Khotbah Pengutusan Tuhan Yesus sewaktu memberangkatkan murid-muridNya memberitakan Kerajaan Surga (ayat-7,8).

Kepada perorangan, memang Yesus menjanjikan berbagai berkat dan kelimpahan (Mat.5:11-12), termasuk kedamaian hati. Tetapi kepada bumi, ia membawa pedang! Dengan pedangNya (pedang Roh, Firman TUHAN <Ef.6:17>) Ia bertindak selaku seorang Panglima, yang harus memenangkan berbagai pertempuran, demi untuk membebaskan orang- orang (yang sedia dibebaskan) dari cengkraman Iblis. Anda dapat melihat berbagai pertempuran yang dimenangkanNya dalam rekaman keempat Injil.

Selaku pengikut Yesus, dengan sendirinya kita juga harus ikut berperang. Di atas kayu salib, baru Tuhan Yesus saja yang manklukkan Iblis. TUHAN menginginkan bahwa para pengikutNya juga menaklukkan Iblis, untuk layak disebut anak-anak TUHAN! Renungkanlah pernyataan-pernyataan dari murid-murid kekasih Yesus pada ayat-ayat 1Ptr.5:8, 1Yoh.5:18-21, Yak.4:7. Pesan-pesan ini, yang dituliskan puluhan tahun setelah kemenangan Yesus diatas kayu salib, seyogyanya cukup menginsyafkan kita bahwa, bagi kita, peperangan rohani itu belum berakhir!

Ulasan yang lebih jelas tentang peperangan Yesus melawan Iblis dan keharusan kita memasuki peperangan rohani dapat anda baca wdalam diktat: "MENGUSIR SETAN DENGAN KUASA ROH TUHAN", oleh penulis yang sama.

BILAMANA ANDA TERMASUK GOLONGAN KRISTEN YANG MANJA, yang mau enak sendiri, yang menghibur diri sendiri dengan mengatakan bhawa kita sudah beroleh keselamatan yang disediakan oleh Tuhan Yesus secara gratis, tinggal masuk surga saja, cobalah anda baca diktat Tuhan Yesus sendiri, yakni Kitab Wahyu, yang menggambarkan keadaan pada akhir zaman nanti! Renungkanlah ayat-ayat Wah.2:7,11,17,26 kemudian Wah.3:5,12,21, serta Wah.21:7. Juga Wah.12:11 dan 15:2.

<2:7> ... Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus TUHAN".

[Siapa yang tidak pernah menang, termasuk mereka yang tidak pernah masuk peperangan, jangan terlalu berharap beroleh makan dari pohon kehidupan.]

<2:11> ... Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua".

[berarti, siapa yang tidak pernah menang, boleh berharap mengalami kematian yang kedua.]

<2:17> ... Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari mana yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih yang diatasnya tertulis nama baru,....

[suatu karunia kepada masing-masing pribadi yang menang!]

<2:26> ... Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaanKu sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa;

[anda dan saya harus melakukan pekerjaan Yesus, yakni turut menyelamatkan orang-orang lain, sampai kesudahannya! Barulah kita diberi karunia, kuasa atas bangsa-bangsa.]

<3:5> Barang siapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian;

[pakaian kekudusan hanya bagi mereka yang menang.]

<3:12> Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait suci TUHANku...

[yang menang akan menjadi tiang penyangga Bait suci.]

<3:21> Barangsiapa menang, ia akan Kududukan bersama-sama dengan Aku diatas tahtaKu....

[yang menang akan turut memerintah bersama Yesus.]

<21:7> Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan aku akan menjadi TUHANnya dan ia akan menjadi anakKu....

[baru disini anda menjadi anak TUHAN, tidak sebelumnya; yang anda peroleh sebelumnya <Yoh.1:12> barulah 'kuasa supaya menjadi anak TUHAN'.]

LIHATLAH BEBALNYA MANUSIA! Kitab Wahyu sampai harus sekian kali mengulang-ulang kalimat 'Barangsiapa menang' untuk meyakinkan manusia yang bebal itu bahwa berkat atau upah akhir zaman hanya diterimakan kepada mereka yang berkemenangan! Berarti hanya kepa- da mereka yang pernah berperang, dan berkemenangan! Para penonton peperangan rohani itu, atau yang tidak perduli akan peperangan itu, tidak usah berharap memperoleh berbagai upah tadi!

Mudah-mudahan hal ini dapat menginsyafkan anda bahwa kedudukan anda di dalam hidup yang kekal sangat ditentukan oleh kemenangan- kemenangan anda di dalam peperangan rohani semasa di dunia! Kalau anda tidak dapat diinsyafkan oleh petunjuk-petunjuk Alkitab diatas, sebaiknya anda singkirkan buku ini sekarang juga, sisanya tidak berharga bagi anda. Serahkan saja kepada seorang lain yang lebih siap untuk menyadap berkat melalui pembaca buku ini!

--o0o--

2. MENGAPA 'BERDOA'?

Pertanyaan berikut sangat mungkin muncul dalam diri Pembaca: kalau istilah 'Prajurit Kristus' yang digunakan: "Sebutannya 'prajurit', mengapa disuruh berdoa?"

Ef.6:10-20 menjawab pertanyaan itu. Kepada para pengikut Yesus, dengan tegas Rasul Paulus menekankan tentang perjuangan melawan berbagai kuasa Iblis (ayat-11,12). Ayat-13 s.d. -17 menekankan pentingnya mengenakan 'seluruh perlengkapan senjata TUHAN' (sebagaimana layaknya seorang prajurit). Selanjutnya, apa saja tindakan yang harus dilakukan oleh para prajurit Kristus ini? Berdoa, berdoa dan berjaga-jaga (ay.-18), serta berdoa (ay.-20)!

Dalam buku kecil ini, istilah 'berdoa' berbeda dengan pengertian yang dianut oleh kebanyakan orang Kristen:

Berdoa adalah bercakap-cakap kepada Tuhan, memohon sesuatu!

Berbeda dengan pengertian diatas, dalam buku kecil ini penulis menganut pengertian 'berdoa' dalam arti luas, yang mencakup seluruh percakapan-rohani seorang prajurit Kristus. Yakni dalam hubungan dengan Tuhan Yesus, juga dalam berurusan dengan Iblis.

Tindakan-jasmani tidak dibahas disini. Rasul Paulus menekankan dua tindakan utama prajurit Kritus, yakni berdoa dan berjaga- jaga, keduanya adalah sikap rohani. Hal ini sesuai dengan pengajaran Tuhan Yesus dalam Matius 26:41: "Berjaga-jaga dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan".

Bagaimana kita melakukan tindakan 'berjaga-jaga'? Secara intelektual-kah? Nyatanya, secerdas-cerdas manusia, kena juga ia dikelabuhi oleh Iblis. Jadi, tindakan berjaga-jaga hanya mungkin berhasil kalau dipimpin oleh Roh Yesus, dan pimpinan Roh Yesus hanya mungkin dalam persekutuan dengan Tuhan, berbentuk doa yang bertalu-talu! Tidak heran kalau hamba-hamba Tuhan yang diurapi merumuskan tiga tindakan-utama dalam pelayanan mereka sbb.:

- tindakan utama (pertama) : berdoa;

- tindakan utama (kedua) : berdoa;

- tindakan utama (ketiga) : berdoa!

Dengan demikian, khusus bagi tulisan ini, istilah 'berdoa' di definisikan sebagai:

"Berdoa adalah setiap percakapan-rohani yang dilakukan oleh seorang prajurit Kristus demi memelihara keselamat- an yang sudah diperolehnya, serta demi membantu orang lain <Luk.22:23> agar beroleh keselamatan pula".

Tindakan-tindakan berikut tercakup dalam definisi tadi:

** Bercakap-cakap dengan Tuhan (termasuk ke dalam hal ini: berdoa penyembahan, yakni doa yang dipanjatkan untuk memuji dan menyembah Tuhan, memuliakan Dia tanpa meminta apapun juga; hal ini tidak dibahas dalam tulisan ini);

**Pernyataan-pernyataan rohani yang dikeluarkan berdasarkan kehendak bebas ('free-choice') pendoa, baik kepada TUHAN maupun kepada Iblis.

Maka, buku ini akan membahas berbagai bentuk doa yang perlu dikenal oleh prajurit Kristus, untuk digunakan dalam pertarungan melawan kuasa Iblis. Hal ini penting, karena banyak hamba Tuhan yang berjuang secara 'lembek' nyaris tidak memanfaatkan Kuasa Yesus <Yoh.1:12> yang telah dipercayakan untuk mereka pakai.

--o0o--

3. "...DAN KAMU AKAN KUJADIKAN PENJALA MANUSIA!

Inilah harapan utama Tuhan Yesus dari para pengikutNya: menjadi penjala manusia. Namun kita dapat menyaksikan sekarang, betapa sedikitnya umat Kristiani yang benar-benar jadi penjala manusia! Bahkan mereka yang mengaku hamba Tuhanpun, banyak yang enggan menjala manusia. Tidak heran jika berita keselamatan dari Tuhan Yesus terhambat di mana-mana. Cita-cita Yesus, agar segenap bangsa mendengar berita keselamatan itu masih jauh dari kenyataan!

Istilah 'menjala' berangkat dari kehidupan lama para murid Yesus yang biasa menjala ikan. Kalau kita telah memahami tentang ruang- kehidupan 'ikan-ikan', dapatlah dimegerti adanya 3 golongan ikan, sebagai berikut:

a) 'Ikan' yang sudah dijala dan dipelihara di dalam kolam pemeli- haraan (akuarium, misalnya). 'Ikan-ikan' ini dirawat baik-baik dan diberi makan. Mereka dijaga agar tidak dicuri. Makanannya diatur agar tidak terkena penyakit.

b) 'Ikan' yang hidup di perairan bebas, sehingga orang harus pergi keluar untuk menangkapnya. Setelah ikan ditangkap, baru dipelihara di dalam kolam pemeliharaan. Pekerjaan menjala atau menangkap 'ikan' lebih berat dari sekedar memeliharanya

c) 'Ikan' yang dalam penguasaan pihak lain (contoh manusianya: orang yang dikuasai Iblis; Luk.13:10-17). Untuk penyelamatan, mereka perlu dirampas. Pekerjaan inilah yang paling berat, serta mengandung risiko. Memerlukan perjuangan, atau bahkan peperangan untuk merampas 'ikan' golongan ini.

Sejajar dengan pengamatan tentang berbagai golongan 'ikan' di atas, jelas pula adanya tiga kegiatan utama para hamba TUHAN, yakni merawat, menangkap dan merampas ikan-ikan.

Pekerjaan perawatan biasanya dilakukan oleh para Gembala Sidang. Didalam lingkungan Gereja, Gembala Sidang menyiapkan makanan- rohani serta perawatan rohani bagi anggota jemaatnya, agar ke- hidupan mereka terpelihara, bahkan sedapat-dapatnya mengajar anggota jemaat untuk ikut melayani Tuhan Yesus. Seharusnya Gem- bala Sidang menilik setiap talenta yang tersedia dan merangsang agar yang bersangkutan memanfaatkan talenta masing-masing untuk memuliakan Tuhan Yesus. Adalah indah, dan sesuai dengan keinginan Tuhan Yesus, kalau anggota jemaat dikerahkan melakukan penagkapan dan perampasan 'ikan-ikan' baru.

Kegiatan 'menangkap ikan' dilakukan oleh para penginjil (out- reach). Hal ini dilakukan di 'alam bebas', diluar Gereja ybs. Anggota jemaat dapat dirangsang untuk turut membantu penangkapan 'ikan-ikan' baru, baik dengan outreach, maupun dengan tetap ting- gal di Gereja, melalui doa-syafaat untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Yesus! Juga melalui dukungan sumberdaya (dana).

Pekerjaan 'merampas ikan' hanya dapat dilakukan oleh mereka yang bersedia masuk peperangan rohani dan memanfaatkan kuasa Yesus untuk memenangkan atau merampas jiwa! Penginjilan para narapidana (untuk bertobat) termasuk ke dalam pekerjaan ini, karena sesung- guhnya, para penjahat adalah orang yang sudah dikuasai Iblis! Penyelamatan mereka memerlukan perampasan, dengan Kuasa Yesus!

--o0o--

4. MENGAPA HARUS MERAMPAS?

Bahwa pengikut Yesus harus 'menjala manusia' tidak perlu diperma- salahkan lagi. Itu sudah menjadi maksud utama dan perintah utama Tuhan Yesus <Mat.4:19;28:19-21, dll.>, sesuai pula dengan Rencana AgungNya: menyelamatkan umat manusia dari cengkeraman Iblis!

Mengapa harus 'merampas'? Bukankah itu tindakan buruk?

Ada dua sebab utama mengapa kita perlu pergi merampas jiwa-jiwa (dari tangan Iblis). Sebab yang pertama, karena hal ini dikehen- daki oleh Yesus sendiri. Merupakan bagian dari Rencana AgungNya. Dalam kerangka inilah upaya penyelamatan jiwa-jiwa dilakukan. Kalau perlu, dengan cara merampas. Anda boleh membaca tentang 'orang gila dari Gerasa' <Mrk.ps.-5> atau 'perempuan yang delapan belas tahun diikat Iblis' <Luk.13:10-17>, dsb. Semuanya dilakukan secara perampasan, dengan penuh kuasa!

Sebab yang kedua adalah karena keteledoran banyak Gembala Sidang, yang tidak mampu merawat anggota jemaatnya dengan baik. Tanpa disadarinya, sebagian anggota jemaatnya dirampas Iblis, kendati kelihatannya rajin ikut kebaktian. Insyafkah anda bahwa Iblis tidak takut beroperasi ke dalam Gereja? Jangan kira Iblis hanya beraksi di tempat-tempat maksiat. Kenyataan Alkitab menunjukan bahwa Iblis berani beroperasi bahkan di sisi Yesus. Ingatlah peristiwa dimana Tuhan Yesus menghardik Petrus pada Matius 16:23 (sebenarnya Yesus menghardik Iblis yang mengendalikan pikiran Petrus) dengan: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiku..." Baca juga Yoh.13:2, di mana Iblis mampu menginjeksikan gagasan ke dalam diri Yudas untuk mengkhianati Yesus!

Karena kurang kudusnya suatu Gereja, Iblis dapat bebas beroperasi di dalamnya dan berhasil menawan banyak jiwa dari jemaatnya.

Menilik hal-hal diatas, seseorang yang benar-benar hamba Tuhan Yesus harus berani melakukan perampasan jiwa-jiwa dari tangan Iblis, sesuai pula dengan pernyataan-pernyataan dalam Yud.-:23 dan 1Kor.5:5 yang akan dibahas nanti.

Dari uraian-uraian terdahulu, jelas pula bahwa umat manusia dapat dibagi dalam empat golongan utama: 'perawat-ikan', 'penangkap- ikan', 'perampas-ikan', serta 'ikan-ikan' itu sendiri, yakni manusia yang menjadi obyek perebutan dalam peperangan rohani. Kegiatan rohani masing-masing golongan segera terlihat dari kelas-kelas itu. Demikian pula doa-doa yang biasa dipanjatkan terbagi atas beberapa jenis, yang akan kita bahas, sbb.:

** doa-nya 'ikan-ikan', yakni orang-orang dan anggota jemaat yang masih diperhamba oleh Iblis, dan menjadi obyek-peperangan;

** doa-syafaat perawatan, dipanjatkan oleh seseorang, untuk sau- daranya yang dalam pergumulan dan membutuhkan dukungan doa;

** doa-pertahanan; dipanjatkan oleh umat Kristiani yang sadar akan peperangan rohani, mengerti bahwa ia dalam bahaya (per- hambaan Iblis), sehingga ia perlu mempertahankan diri;

** doa perkara, yang hakikatnya adalah memperkarakan (kekejian-) Iblis di hadirat Tuhan ataupun berperkara menagih janji Tuhan;

** doa peperangan dan/atau perampasan, yang digunakan untuk me- nempur kuasa-kuasa Iblis, dengan memanfaatkan Kuasa Yesus yang dipercayakan Kepada kita, dengan tekad bulat.

Ayat-ayat pendukung bagi berbagai jenis doa ini, harapan keberha- silannya beserta risiko-risiko yang dihadapi pendoa, dibahas dalam bab-bab berikut.

--o0o--

5. DOANYA 'IKAN-IKAN'

Golongan manusia 'ikan-ikan' adalah obyek penangkapan; mereka tidak berperan dalam pekerjaan 'menjala' manusia. Mereka tidak ikut dalam peperangan-rohani, tidak mengetahui atau bahkan tidak perduli tentang peperangan rohani. Sebagian mereka belum mende- ngar sama sekali akan Yesus Kristus, pemenang peperangan di Bukit Kalvari. Yang lainnya mungkin sudah tahu tentang Yesus Kristus, tetapi belum mengenalNya secara pribadi. Dengan kata lain, Yesus belum nyata bagi mereka, kendati mereka sudah dibaptis.

5.1. DOANYA MEREKA YANG BELUM MENGENAL YESUS

Golongan 'ikan' ini belum mengenal Tuhan Yesus, satu satunya TUHAN yang benar. Tetapi 'naluri' manusia mendorong mereka untuk menyembah 'sesuatu' yang berkuasa melebihi dirinya. Namun 'sesuatu' itu belum mereka kenal, jadi mereka asal menyembah saja. Mereka asal berdoa saja. Asal meminta saja, tanpa mengerti bahwa yang mereka sembah itu hanyalah tuhan-palsu, berhala- berhala belaka. Akibatnya, tanpa sadar mereka sudah masuk ke dalam pengendalian Iblis, yang bertopengkan berhala atau tuhan yang mereka sembah itu. Selanjutnya, doa-doa mereka adalah doa- 'pengemis', isinya hanyalah permintaan untuk diri sendiri. Tidak memikirkan kepentingan orang lain. Tidak pernah mendoakan berkat bagi orang lain. Golongan 'ikan' inilah yang perlu dijala ataupun dirampas dari cengkeraman Iblis.

5.2. DOANYA ORANG-KRISTEN 'TUAN'

Golongan 'ikan' ini sudah mengenal Tuhan Yesus, bahkan secara lahiriah sudah dibaptis, tetapi belum mengenal Yesus sacara pribadi. Bagi mereka,Yesus belum nyata benar-benar <Yoh.1:31>: "..., tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." Oleh sebab itu, isi doa mereka sama saja dengan golongan sebelumnya; perbedaannya hanya dalam penggunaan nama Yesus, sekali-sekali menyeru Nama itu di dalam doa mereka.

Dengan nada 'theologis' mereka mendasari permintaan mereka pada Mat.7:7-8, tanpa membaca ayat-ayat kelanjutannya. Didalam doa, mereka meminta segala macam kebutuhan hidup, mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan perintah Yesus untuk "mencari dahulu kerajaan Surga dan kebenarannya sebelum beroleh 'semuanya' itu..." <Mat.6:33>. Karena permintaan mereka yang berbagai ragam itu, diseling dengan sikap merajuk yang muncul berulang-ulang, maka tingkah laku kehidupan mereka menjadi seolah-olah 'Tuan', yang mengatur berbagai hal yang harus dikerjakan oleh Yesus. Oleh mereka, Yesus diperlukan tidak lebih dari pembantu rumah tangga. Dari sanalah datangnya istilah Kristen 'Tuan'.

Golongan ini juga perlu dijaring ke dalam pertobatan dan pemurid- an, agar mereka menjadi pengikut yang sesuai dengan rumusan Tuhan Yesus, tidak sekedar memenuhi syarat-syarat organisasi!

--o0o--

6. DOANYA ORANG-KRISTEN 'HAMBA'

Setiap orang Kristen (ya, setiap!) yang bersifat hamba yang setia akan menggembalakan domba-domba Yesus yang dipercayakan kepada- nya. Secara rohani, ia akan merawat domba-domba itu. Satu kegiat- an yang utama adalah berdoa-syafaat bagi mereka. Supaya TUHAN memberkati mereka sekalian. Golongan ini mengerti benar apa yang tercantum dalam Matius 7:7-11, tidak sekedar menelaah yang enak- nya saja (ay.-7,8) tetapi merenungkannya terus sampai ay.-11. Mereka mengerti bahwa Tuhan memberi yang baik bagi kehidupan kita. Bukan memberi semua yang kita minta. Bahkan golongan ini akan menelaah sampai ay.-12, yang di dalamnya tersirat salah satu hukum-rohani atau 'kebenaran' dari Kerajaan Surga:

Jika seorang pengikut Yesus menginginkan banyak orang berdoa-syafaat (karena digerakkan Tuhan) bagi kepentingan dirinya, dia harus lebih dahulu berdoa-syafaat bagi kepentingan orang lain!

Dengan keyakinan penuh akan pengajaran Tuhan Yesus ini, seorang Kristen-hamba akan setia berdoa-syafaat bagi orang lain, setiap hari rajin memohon berkat Tuhan bagi banyak orang, karena ia yakin Tuhan Yesus akan menggerakkan orang-orang untuk berdoa baginya, atau secara langsung mencurahkan berkat baginya. Golongan ini juga mengerti bahwa berdoa-syafaat bahkan akan menguntungkan dirinya sendiri. Coba renungkan Mat.10:12-13: <12> Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam pada mereka. <13> Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun keatasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

Bayangkan, anda melangkah memasuki halaman rumah seseorang, atau bertemu dengan seorang, lalu menyampaikan salam-sejahtera (asal kata: 'shalom', yang berarti, "Kiranya berkat dari Tuhan turun ke atasmu"). Ucapan berkat tadi adalah singkatan doa yang berbunyi: "Tuhan Yesus, saya mohon berkatmu melimpah kepada saudara saya ini". Bayangkan sekarang, karena doa anda itu tidak 'egois', tetapi berupa permintaan yang baik bagi orang-lain, seorang ma- laikat bergegas turun membawa piala berisi berkat surgawi, untuk memenuhi permintaan doa anda itu. Namun, ketika malaikat itu mau mencurahkan berkat kepada orang lain itu, ternyata ia tidak layak menerimanya. Apa yang terjadi? Tidak pernah berkat dari surga dibawa pulang. Daripada malaikat itu berlelah-lelah membawa pulang berkat itu ke sorga, ia akan mencurahkannya kepada diri anda saja! Anda yang beruntung, bukan?

Bagaimana kalau orang-lain itu layak beroleh berkat? Ia akan menerimannya, dan ketahuilah, ada proses rohani (mekanisme kerja dalam Alam Gaib) yang misterius, yang membawa pengaruh baik bagi diri anda. Orang-lain itu akan menyayangi, simpati kepada diri anda. Bahkan ia sendiri pun akan heran, mengapa ia menyayangi anda, karena ia tidak mengetahui perbuatan baik anda itu!

PEMBACA YANG BUDIMAN, ada satu lagi kunci berkat yang akan penulis kemukakan disini, demi menjamin bahwa anda ikut beroleh berkat pada setiap kali anda berdoa syafaat. 'Garami' doa anda dengan belas-kasihan! Kalau buku Matius sampai dua kali merekam sabda Yesus <9:13 dan 12:7> yang menekankan pentingnya belas kasihan dibandingkan persembahan, anda dapat membayangkan tentu- nya ada ratusan kali Tuhan Yesus mengumandangkan hal itu selama kegiatan mengajarNya yang tiga setengah tahun itu! Inilah satu kunci-berkat bagi anda sendiri, yakni kalau doa syafaat anda didorong oleh perasaan belas kasihan kepada teman yang didoakan.

Pernyataan penulis ini tegas didukung oleh rekaman firman Tuhan dalam Ams.19:17:

"Siapa menaruh belas-kasihan kepada orang yang lemah,

memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu".

Ya, belas-kasihan anda memiutangi Tuhan. Menjadikan Tuhan ber- hutang kepada anda! Periksalah Alkitab anda, yakinkan diri anda bahwa penulis tidak keliru mengutip ayat ini! Secara pribadi, penulis menyayangkan kenapa tidak dari dulu-dulu seseorang mem- beritahu penulis akan adanya ayat ini. Janji Tuhan ini membuka peluang yang luas untuk membuat Tuhan berhutang kepada kita! Luar biasa! Kalau anda beroleh kesempatan, misalnya, membuat seorang Presiden berhutang-budi, bukan main bahagianya! Yang ini lebih hebat. Membuat Tuhan berhutang! Dan bagaimana membuat Tuhan ber- hutang? Cukup dengan berbelas-kasihan. Dengan banyak-banyak ber- doa-syafaat memberkati orang lain. Suatu cara yang sederhana dan tidak perlu modal!

Penulis yakin, Yesus, Anak manusia itu juga memanfaatkan janji Bapa di sorga yang tadi. Sehingga Yesus sangat rajin berdoa-sya faat! DoaNya dapat berlangsung semalam-malaman <Luk.12:6>. Pengertian ini pulalah yang mendorong penulis membiasakan diri berdoa-syafaat banyak-banyak. Bahkan berdoa pemberkatan bagi orang yang tidak dikenal. Misalnya, anda duduk diatas sebuah bis yang melaju dan melihat seorang penjual bakso terserempet sepeda- motor. Nah, berdoalah: "Tuhan Yesus, kasihani penjual bakso itu! Dagangannya tumpah semua. Kasihani keluarganya ya Tuhan! Makan apa mereka hari ini kalau Engkau tidak menolong? Bapa, berkati mereka sekeluarga, ya! Demi Yesus, Amin."

Penulis yakin, sekarang memiliki banyak piutang di sorga. Rupanya inilah salah satu cara 'mengumpulkan harta di sorga' yang di- anjurkan oleh Yesus dalam Mat.6:19-21! Kalau anda rajin berdoa syafaat, maka anda sudah menumpuk harta di sorga, sehingga kapan saja anda membutuhkan berkat, atau rezeki, Tuhan pasti mencurah- kannya, tanpa perlu meminta lagi. Karena Tuhan berhutang!

Silahkan saudaraku, simpan jugalah harta di sorga degan cara yang sederhana ini! Anda menjadi Kristen-hamba dengan cara ini. Kristen-hamba yang hartawan; hartanya di sorga!

--o0o--

7. DOA PERTAHANAN

Ada ketikanya seorang hamba Tuhan berada dalam situasi yang sangat terpojok (secara lahiriah), sehingga baginya tinggallah pilihan: tetap setia tetapi kehilangan nyawa, atau menyangkali Tuhan Yesus atau ajaranNya agar nyawanya terpelihara, namun berarti takluk kepada Iblis. Keadaan semacam ini adakalanya dialami juga oleh jemaat biasa (bukan hamba Tuhan), yang sedang diuji kesetiaannya.

Pertahanan yang paling efektif untuk menghadapi situasi seperti ini ialah bersikap sesuai yang diajarkan Tuhan Yesus dalam Mat.5: 38-44, yakni memberkati, mengasihi musuh (berarti lebih dari sekedar mengampuni!) bahkan mendoakan supaya orang yang memusuhi atau menyakiti kita beroleh keselamatan yang dari Yesus Kristus! Kalau ini dilakukan bersamaan dengan hal-hal yang diutarakan dalam Mat.5:21-37, maka berlakulah pernyataan pada Mat.5:45: anda menjadi anak Bapa Sorgawi. Nah, kalau anda mempunyai status anak TUHAN, kuasa mana lagi yang mampu mencederai (rohani) anda?

Inilah Doa pertahanan yang paling efektif demi menghadapi serang- an Iblis, yang selalu berusaha menaklukkan kita melalui berbagai gocohan, termasuk gocohan fisik!

Dua contoh dari Alkitab dapat anda baca pada Luk.23:34,46 dan Kis.7:59,60. Dalam kedua contah yang ekstrim ini, Yesus dan Ste- fanus, dalam dua peristiwa yang berbeda, memohon ampun bagi orang-orang yang menganiaya mereka, karena orang-orang itu tidak mengerti perbuatannya sendiri (hanya diperalat Iblis untuk meng- gocoh Yesus dan Stefanus). Memang kedua pribadi ini kehilangan nyawa mereka, tetapi secara rohani mereka memenangkan peperangan itu, karena Iblis tidak berhasil menaklukkan mereka, kendati dengan siksa jasmani yang paling keji (penyaliban dan rajaman)!

Apalah artinya kekalahan fisik dibandingkan dengan kemenangan (rohani) yang dicapai Stefanus dan Yesus?

Doa pengampunan dan pemberkatan sama efektifnya, dahulu maupun sekarang. Contoh dari masa kini, suatu kisah nyata, pengalaman dari pelayan, disajikan dibawah ini.

SUATU KESAKSIAN MENGENAI HAL INI saya mau sampaikan sebagai berikut. Sepasang suami-isteri, keduanya adalah hamba Tuhan, pada suatu waktu dipakai Tuhan untuk melayani seorang wanita, bibit unggul dari satu keluarga dukun turun-temurun. Keluarga-besar ini terikat kontrak yang panjang dengan Iblis (lima generasi atau lebih) dan dalam setiap generasi pasti ada seorang (atau lebih) yang menjadi dukun! Remaja ini menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadinya, tetapi ayahnya, seorang dukun, tidak terima begitu saja. Kedua hamba Tuhan itu tidak menyadari adanya kebencian sang dukun, sampai pada suatu ketika terjadi peristiwa seorang anak tetangga kesurupan.

Si isteri dipanggil untuk menolong si anak. Setan itu membandel, bertahan, tidak mau pergi. Untunglah, seorang anak kecil menemukan benjolan sebesar telur puyuh dibagian betis anak yang kesurupan itu. Ibu, hamba Tuhan itu diberi tahu, dan ia segera memijit bagian itu serta didalam nama Yesus menghalau setan meninggalkan anak kesurupan itu.

Keesokan harinya, pagi-pagi buta si isteri menderita serangan sesak napas yang hebat! Dimasa lalu dia memang suka sesak napas, tetapi yang sehebat ini baru pertama kali terjadi. Ia menggosok badannya dengan minyak, tetapi rasa sesaknya tidak mereda. Ia mengambil obat penyakit asthma, menelannya itupun tidak menolong. Terpaksa pembantu membangunkan si suami, yang keheranan tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Si isteri minta tolong supaya dipijit-pijit, itu dilakukan si suami, tetapi tidak terasa bagi si isteri. Sambil bersungut si isteri memerintahkan suami agar memijit lebih keras lagi (biasanya pijitan sekian sudah terlalu keras baginya). Si suami memijit sekuat tenaga,tetapi tetap tidak terasa apa-apa bagi si isteri. Sekarang suaminya curiga tentang adanya serangan kuasa-jahat. Mereka berdua berdoa (kendati si isteri sudah berdoa sendiri) dan si suami menengking kuasa jahat itu didalam nama Yesus! Tidak ada hasil!

Usaha berikutnya. si suami meminta agar isterinya menunggu, karena akan mengambil air segelas untuk diminumkan isterinya. Karena yakin itu adalah serangan kuasa gelap, mereka tidak mencari pertolongan dokter. Disamping hal itu, karena kebiasaan setiap pagi, si suami menyempatkan diri pergi buang air kecil. Ia jengkel karena melihat ada yang buat air besar belum menyiram kotorannya. Diambilnya seember air dan menyiram W.C. itu, tetapi pada saat terakhir ia melihat bahwa diantara kotoran itu ada serpihan-serpihan seperti putih telur yang masak, bahkan ada serpihan seperti pecahan kulit telur kecil, berbentuk segitiga dan berwarna abu-abu berintik putih. Dari dapur, si suami mengambil segelas air, mendoakannya, menyuruh isterinya meminum habis, sambil menyampaikan kejengkelan hatinya karena kotoran di W.C. itu. Si isteri meminum air itu sampai habis, mengakui bahwa dialah yang buang air besar dan belum disiram! Segelas air yang sudah didoakan ini juga tidak menolong!

Pada saat itulah hikmat-sorgawi mengingatkan si suami tentang suatu hal. Ia bertanya adakah isterinya makan telur kemarin. Jawaban isterinya, tidak ada. Ditanya ulang, coba ingat benar- benar. Jawabannya tetap "Tidak." Maka bagi si suami sekarang jelaslah siapa yang punya ulah. Si wanita, bibit unggul perdukun- an itu, pernah bercerita bahwa ayahnya suka memakai telur puyuh untuk mengguna-gunai orang, dan biasanya harus mati! Hikmat meng- ajar si suami itu lagi. Berarti dukun, ayah wanita remaja itu yang punya ulah mengirim guna-guna atau santet (paser). Lagipula, bukankah benjolan dibetis anak perempuan yang kesurupan kemarin juga berukuran sebesar telur puyuh? Si suami menyuruh isterinya berdoa: "Mama, sekarang kamu berdoa, minta supaya Tuhan Yesus mengampuni orang yang melakukan serangan jahat ini, yakni pak M.L., ayah wanita itu!" Dalam keadaan megap-megap, berjuang meng- hirup udara, si isteri memanjatkan pengampunan bagi pak M.L., dukun itu, serta mohon berkat baginya. Hanya satu detik setelah mengucapkan "Amin", setan itu terusir pergi dan pernafasan si isteri longgar kembali. **

Bagaimana mungkin begitu mudahnya merontokkan guna-guna atau kuasa Iblis yang begitu jahat? Mat.5:17-48 menjelaskan hal itu. Kalau kita mampu melakukan semua perintah Yesus di sana (ayat 21- 44), maka pernyataan pada ayat-45 ("...kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga.") berlaku bagi kita. Kuasa Iblis tidak mampu lagi menjamah atau mencederai kita! Disinilah terbukti pentingnya kekudusan yang dituntut oleh Tuhan Yesus dalam kotbah di bukit yang terkenal itu. Tidak cukup sekedar mematuhi 10-Hukum Tuhan, tetapi dituntut lebih kudus lagi. Lebih rohani dari kehidupan rohani orang-orang Farisi! Sebaiknya anda juga mempraktekkan pengajaran Yesus itu, agar beroleh status 'anak TUHAN' yang dijanjikanNya! Baca jugalah Luk.6:28, sebab...

PERTAHANAN PALING AMPUH TERHADAP GUNA-GUNA ADALAH LUKAS 6:28 !

--o0o--

8. DOA PERKARA

Doa ini jarang dikenal, karena sulit diterima akal bahwa manusia dapat berperkara dihadirat TUHAN. "Jangankan berperkara dihadirat TUHAN, keletakan hadiratNya pun tidak kita ketahui", kilah sebagian umat.

Namun pendapat itu keliru. Hadirat TUHAN, di alam gaib itu justru dapat dihadiri, secara rohani. Bukankah kita memiliki roh, unsur gaib itu? Bukankah hamba-hamba Tuhan yang sejati seyogyanya dapat hadir secara rohani dihadirat TUHAN? TUHAN sendiri yang mengun- dang manusia untuk berperkara, sesuai dengan pernyataan-pernyata- anNya didalam buku Yesaya:

<1:18> Marilah, baiklah kita berperkara! -- firman TUHAN sekalipun dosamu merah seperti kirmizi...

<43:26>Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar! Jadi bukanlah suatu dosa atau kekejian jika seorang hamba TUHAN maju berperkara ke Mahkamah Sorgawi, untuk membela saudara-sau- daranya! Inilah dasar Firman TUHAN bagi Doa Perkara, yang akan anda pelajari!

8.1. DOA PERKARA: MENAGIH JANJI TUHAN

"Marilah kita berperkara.........," firman TUHAN; jadi kita boleh mengemukakan kebenaran-kebenaran saudara kita, diukur dari firman TUHAN dan/atau pengajaran Tuhan Yesus. Kemukakan dan tagihlah janji-janji TUHAN yang berkaitan dengan kebenaran teman itu. Coba anda pelajari kitab Ayub, pasal-1 dan -2. lihatlah bagaimana Iblis berperkara di sana menagih kebenaran dari TUHAN, menuntut agar kejujuran TUHAN dinyatakan!

Iblis, yang jelas-jelas pemberontak, masih diperkenankan untuk berperkara menagih kejujuran TUHAN. Tentu hamba TUHAN yang setia, yang diurapi, beroleh hak yang lebih banyak lagi untuk berperkara menagih jajni TUHAN, bukan? Yakinlah, kasih anda kepada seorang teman yang anda doakan akan beroleh penghargaan yang dalam dari Tuhan Yesus. Ia akan mendukung anda didalam berperkara itu!

Didalam Mahkamah Sorgawi ini, dalam doa anda, kemukakanlah kebenaran-kebenaran <Yes.43:26> berdasarkan Firman Tuhan yang mengandung janji yang dapat ditagih. Beberapa contah janji TUHAN diberikan dibawah ini:

** Yes.1:18,19 dapat anda kemukakan untuk keampunan dosa dosa teman kita, yakni kalau ia mau menurut dan mendengar perintah- perintah TUHAN. Kalau ia belum mau menurut, maka yang dapat anda lakukan adalah bermohon (bukan berperkara!) agar dosa- dosa teman itu diampuni;

** Yes.53:5 ('oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh') biasa dikemukakan demi kesembuhan seorang teman dari penyakit. Memang, bilur-bilur Yesuslah yang membawa kesembuhan, bahkan keselamatan bagi manusia;

** Yoh.1:12, beroleh kuasa supaya menjadi anak-Tuhan, kuasa atas berbagai masalah (Mat.10:1).

Namun anda perlu berhati-hati, jangan sampai mengemukakan sesuatu, yang kelihatannya suatu kebenaran ilahi, tetapi tidak didukung oleh Firman Tuhan. Contohnya, anda mungkin berperkara dengan mengemukakan Mat.7:7-8, agar permohonan anda dikabulkan TUHAN. Namun, mungkin saja yang anda minta dalam doa itu tidak memenuhi syarat ytsb. pada ayat-11. Mungkin yang anda minta itu sekedar pemuas hawa-nafsu. Maka anda kalah perkara karena kecerobohan itu. Kemungkinan anda beroleh 'jeweran' dari TUHAN.

Contoh-contoh Doa Perkara diberikan di bawah ini.

CONTOH-1: Anak Manusia, Yesus, menjelang penyalibanNya, di dalam doaNya (Yohanes ps.-17) memberi contoh bagaimana Ia berperkara di hadirat TUHAN. Dalam peristiwa ini statusNya masih manusia-asli. Hampir seluruh doa yang panjang ini diliputi oleh berbagai perkara yang diajukanNya:

**ayat-4-5; Yesus menagih supaya TUHAN mempermuliakan DIA, karena sejak semula Ia sudah memiliki kemuliaan itu!

** ayat-6-11; Yesus berperkara, mohon supaya TUHAN memeliharakan 'mereka', yakni semua orang yang telah TUHAN berikan (ay-6) kepadaNYA dari dunia. Supaya mereka dipeliharakan di dalam nama Yesus (ay-11), karena Yesus telah menyatakan NAMA TUHAN <ay.-6>; yakni: 'Yesus';

** ayat-12-15; Yesus menuntut supaya TUHAN melindungi mereka (murid-muridNYA, ay-15) dari pada yang jahat (Iblis), setelah selama ini Yesus yang memeliharakan mereka <ay-12>;

** ayat-16-19; Yesus berperkara agar 'mereka' dikuduskan dalam kebenaran, yakni Firman TUHAN (ay-17), setelah selama ini Yesus mengkuduskan diriNya bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran (ay-19);

** ayat-20-24; Yesus bermohon supaya 'mereka' berada bersama-sama dengan Yesus, dan 'mereka' memandang kemuliaan Yesus.

Setelah bersenyawa dengan Yesus ('Yesus didalam anda dan anda didalam Yesus', itulah kerinduan Tuhan Yesus sesuai Yoh.15:1-5). Anda dapat pula berdoa perkara semacam itu. Asalkan tahu diri, jangan berperkara sekedar pemuas hawa-nafsu. Sebaiknya, yang kita perkarakan adalah kepentingan atau keselamatan teman kita!

CONTOH-2: Doa perkara ini penulis panjatkan dalam suatu pelayan- an. Pada suatu hari, seorang rekan mengajak penulis menginjili seorang pamannya yang sakit kanker paru-paru yang sudah lanjut. Penulis tidak mengenal si sakit. Ia berumur sekitar 55 tahun, berhati keras dan sudah menolak beberapa hamba Tuhan. Ketika kami tiba, ternyata si sakit sedang dibawa pergi untuk pemotretan, yang akan makan waktu cukup lama. Karena kami memanfaatkan jam makan siang, kami tidak dapat menanti lebih lama. Namun sebelum kembali ke kantor, kami mendoakan si sakit ini, in absentia. Kedua orang kawan penulis berdoa, lalu saya menutup dengan doa sbb:

"Bapa Yang Maha Pengasih, yang kami kenal dalam Yesus Kristus; kami datang kesini karena saudara yang kami kasihi bernama..........sakit berat, dan sangat memer- lukan jamahan tangan TUHAN, bahkan keadaannya membutuh- kan keselamatan yang dari Yesus Kristus. Bapa, Engkau mengetahui keberadaan saudara kami ini dengan pasti. Hamba tidak mengenalnya, Bapa, tetapi Tuhan Yesus meng- ajar kami untuk mengasihinya. Itulah sebabnya kami datang ke tempat ini. Tetapi, Bapa, belas kasihan kami, manusia hina ini tiada artinya.

Namun kami tahu janji TUHAN pada Amsal 19:17 yang me- nyatakan bahwa belas kasihan kami kepada saudara kami yang lemah ini memiutangi TUHAN. Sekarang kami mengerti Bapa; Engkau punya hutang terhadap kami!

Sekarang Bapa, kami mau menagih hutang itu. Supaya TUHAN bayar lunas hutang itu sekarang juga. Kami mohon bentuk pembayaranNya berupa: curahan belas-kasihan TUHAN sendiri atas saudara kami yang sengsara ini. Didalam nama Yesus, kami menuntut agar saudara kami ini diselamatkan oleh belas kasihan Tuhan Yesus. Agar dia beroleh kehidupan yang kekal bersama Yesus! Caranya, kami serahkan kepadaMu, ya Bapa, karena Engkau punya ribuan cara untuk menyelamatkan orang sengsara. Semua ini kami lakukan untuk kemuliaan Yesus; AMIN!"

Dengan berlinang air mata, kami meninggalkan tempat itu tanpa bertemu dengan si sakit. Namun dua hari kemudian, hati saya digerakkan kuat oleh TUHAN untuk mengunjungi lagi si sakit itu. Kali ini pelaynan dapat berlangsung. Dalam tempo setengah jam ia membongkar semua dosa-dosanya, bertobat, serta menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadinya. Ia meninggal beberapa bulan kemu- dian, tetapi rohnya selamat, oleh kasih Yesus!

PEMBACA YANG BUDIMAN, kalau anda berdoa-perkara secara benar untuk kepentingan seorang saudara, hasilnya selalu indah. Sampai sekarang hasilnya terrekam kuat pada ingatan penulis!

8.2. DOA PERKARA: MEMPERKARAKAN KEKEJIAN IBLIS

Doa jenis ini juga menimbulkan persidangan Mahkamah Sorgawi, antara Iblis, yang diperkarakan (misalnya: kelicikannya), dengan TUHAN sebagai hakim dan anda yang datang mencari keadilan dan keselamatan bagi seorang teman, seiman ataupun tidak.

Dasar untuk memanjatkan doa memperkarakan Iblis ini sangat seder- hana: kalau Iblis, si pemberontak, dengan sesuka hati dapat mem- perkarakan Ayub yang jelas-jelas hidup saleh (lihat Contoh pada Bab-7), tentu seorang hamba TUHAN yang sejati punya hak dan ke- sempatan pula untuk memperkarakan Iblis, yang licik atau keji di hadirat TUHAN, asal semua ini dilakukan bukan bagi pemuasan nafsu atau ambisi, tetapi demi kemuliaan Tuhan Yesus, untuk menolong menyelamatkan (rohani) seorang saudara.

CONTOH: Suatu ketika, pada bulan Agustus 1987, kami melayani seorang gadis, bernama samaran Yy berumur 22 tahun, ayah- nya seorang Aceh, seorang Muslimah, sedangkan ibunya seorang wanita Bali, masih beragama Hindu. Gadis ini, dengan keinginan bebasnya mau berkenalan dengan Tuhan Yesus. Namun ia merasa ketakutan hebat ketika diajak berdoa memanggil nama Yesus. Penulis bertanya apakah ia mau dibebaskan dari ketakutan itu. Setelah memperoleh jawaban "Ya", penulis mulai berdoa dan meneng- king roh-ketakutan yang menguasai dirinya. Sebelum doa penulis berakhir, ia pingsan, kesadarannya dirampas oleh kuasa Iblis. Ternyata roh Buddha yang merasuk, tidak melayani wawancara (se- suai dengan kebiasaan bersemedhi Buddha yang tidak dapat diajak berbicara). Roh ini juga tidak mempan dihardik dan bertahan dengan gigih sekali, sehingga diperlukan pelayan pelepasan me- lalui puji-pujian dan penyembahan sampai l.k. 40 menit, untuk menyadarkan Yy. Hikmat mengajar saya, bahwa yang harus diputuskan segera adalah ikatan garis kutuk, karena ikatan ini yang menjadi akar (sumber) dari segala keterikatan lainnya (bacalah buku Matius-613 oleh penulis yang sama). Kalau induk keterikatan itu diputuskan, katerikatan lainnya, yang hanya keterikatan-ikutan belaka, akan lebih mudah dibereskan. Oleh sebab itu penulis menuntun Yy ber- doa, mohon diputuskan garis kutuk yang menimpanya, karena orang tuanya banyak terlibat kuasa Iblis, antara lain membawa Yy ke dukun-dukun untuk mengobati sakit asthmanya yang tidak mau sembuh (sudah belasan tahun lamanya). Yy saya tuntun mengucapkan doa, sepotong demi sepotong, sbb:

"Tuhan Yesus, ... Saya disini Yy, ... bermohon kepadaMu, ... supaya dari diri saya ... diputuskan ... garis kutuk ..."

Ternyata pada saat Yy mau mengucapkan 'garis kutuk', kuasa setan didalam dirinya mencekik tenggorokannya, sehingga Yy tidak mampu mengucapkan kata-kata itu, lalu hilang sadar lagi. Kami bernyanyi memuji Tuhan dan berdoa, lalu Kuasa Yesus menya- darkan Yy kembali. Saya tanyakan lagi, sungguhkah Yy mau diputus- kan garis kutuknya. Ia menjawab "ya", lalu ia saya tuntun lagi mengucapkan doa yang sama. Ternyata taktik licik tadi diulangi lagi oleh setan itu, bahkan diulangi lagi sampai tiga kali, dan setiap kali, Yy hilang sadar dan tidak dapat menyelesaikan doa singkat itu!

Kali berikutnya kami berganti taktik. Ucapan doa ini dirobah, maksud kami supaya setan tidak waspada dan tidak sempat menghalangi lagi:

"Tuhan Yesus..., saya Yy, bermohon kepadamu... supaya kasih Tuhan membatalkan ... tulah dari diri saya....."

Peristiwa yang sama terulang lagi. Pada saat Yy mau me- nyebut kata 'tulah' ia dibuat pingsan lagi oleh setan itu. Di sinilah saya habis sabar, dengan perasaan gemas penulis memanjat- kan Doa Memperkarakan Iblis sbb:

"Bapa kami Yang Mahamulia, di dalam nama Yesus kami menghadap ke hadiratMu yang Kudus, membawa suatu perkara yang Engkau sudah menyaksikannya. Tuhan sudah melihat betapa saudara kami Yy, yang berkeinginan kuat untuk dibebaskan dari garis kutuk yang menimpa dirinya, sebagai akibat dari dosa dan kekejian yang diperbuat leluhurnya, bapak......,ibu ....., maupun leluhur-leluhur mereka! Bapa, Engkau sudah melihat juga betapa Iblis dengan licik menghalangi Yy memanjatkan doanya kepadaMu, menghalangi pemutusan ikatan tulah itu, padahal Yy dengan keinginan bebasnya ingin dilepaskan dari garis-kutuk. Kelicikan ini harus ada batasnya. Adalah suatu kekejian untuk menung- gangi kemauan bebas seseorang dengan kelicikan semacam itu. Oleh sebab itu, perkenankanlah hambaMu ini mengguna- kan kuasa Yesus untuk mengabulkan permintaan saudara saya, Yy.

Dengan segala kuasa sorgawi yang dipercayakan kepada saya, selaku hamba Tuhan, didalam nama Yesus, garis kutuk yang jatuh kedalam diri Yy pada saat ini juga saya nyata- kan sudah putus, tulah itu sudah dibatalkan oleh Kuasa Kasih Yesus. Semua ini saya lakukan untuk kemuliaan Tuhan Yesus! Amin!"

Kami bernyanyi lagi memuji Tuhan, Yy sadar kembali, dan doa permohonan Yy diatas tidak diulangi lagi! Kami beriman bahwa garis kutuk itu sudah dibatalkan. Benar sekali pengajaran hikmat sebelumnya, setelah garis kutuk diputuskan, persoalan Yy menjadi jauh lebih mudah. Setiap setan yang merasuk diri Yy dengan mudah dihardik pergi, karena tidak ada lagi induk keterikatan kuasa Iblis (garis kutuk) itu. Semalaman itu (sampai jam 01.30) ada empat-puluhan roh jahat yang merasuknya dan diusir dalam Nama Yesus, secara mudah. Tidak heran kalau kuasa Iblis begitu gigih menghalangi doa pemutusan garis kutuk tadi!

Setelah 40 hari pelayanan pelepasan, Yy sembuh total dari sakit asthma yang dideritanya. Beberapa waktu kemudian, juga dengan kemauan bebasnya, ia minta dan beroleh Baptisan kudus. Selanjutnya menjadi seorang pengikut Yesus yang gigih memper- kenalkan Tuhan Yesus, bahkan di kampungnya di Aceh, dihadapan kedua orang tuanya serta alim-ulama dikotanya!

--o0o--

9. DOA PEPERANGAN

Pada titik ini, penulis yakin di dalam diri para pembaca sudah muncul berbagai reaksi. Mungkin ada pembaca yang merasa muak, karena menganggap penulis sedang membual. Barangkali ada yang perutnya merasa mual dan tidak mampu membaca terus. Jangan paksa- kan, saudaraku, rupanya belum ketikanya anda membaca kelanjutan buku kecil ini. Boleh jadi juga ada yang merasa tidak enak badan atau pusing-pusing. Bila anda termasuk golongan ini, penulis tidak menyarankan untuk membaca terus. Barangkali di belakang hari, setelah Yesus menjadi nyata-sungguh di dalam kehidupan anda, barulah anda mampu meneruskan membaca buku ini.

Kelanjutan buku ini hanya berguna bagi mereka yang tergugah dan berfikir: mengapa tidak dari dahulu saya memperoleh buku semacam ini? Atau berpikir: mengapa saya tidak sempat memikirkan hal begini selama pelayanan saya di waktu-waktu yang lalu?

Pembaca golongan terakhir, teruskanlah membaca, lihatlah, apakah masih nyaman anda membaca terus! Kita mau masuk ke bagian yang lebih menggugah lagi: Doa-Peperangan, doa untuk menempur kuasa Iblis serta merampas 'ikan-ikan' dari cengkeraman Iblis.

9.1. DOA MENEMPUR KUASA IBLIS

Menempur kuasa Iblis, tentunya membutuhkan kuasa pula. Dan tentu- nya harus Kuasa Yesus yang bekerja, karena kuasa kita manusia tidak ada artinya! Untuk dapat menyalurkan kuasa Yesus dengan kuat, selain harus percaya di dalam namaNya <Yoh.1:12>, dituntut pula kekudusan yang cukup <Mat.5:21-45>. Rekaman Firman pada Yoh. 1:12 hanya menjanjikan 'kuasa untuk menjadi anak Tuhan', jadi belum menjamin status anak-Tuhan. Kuasa itu memang berguna untuk menempur kuasa setan. Namun, untuk pertahanan, masih dituntut kekudusan yang menjadikan seorang berstatus 'anak-Bapa', sehingga kebal serangan Iblis (Lihat Contoh pada Bab-7). Disinilah pen- tingnya seorang prajurit Kristus mengambil sikap: bersedia di- proses terus-menerus semakin jauh ke dalam pengkudusan.

Dasar-dasar untuk memenjatkan jenis doa ini tercantum antara lain dalam dua bagian Alkitab berikut: Yak.4: <7> karena itu tunduklah kepada TUHAN, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

1Pet.5: <8> Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

<9> Lawanlah dia dengan iman yang teguh,.......

Kalau kedua Rasul ini dengan begitu tegas menganjurkan untuk memerangi Iblis, tentunya mereka punya pengalaman praktek yang luas dalam pertempuran semacam itu! Perlu disadari pertempuran melawan Iblis itu terus-menerus dialami oleh umat Tuhan, sadar ataupun tidak disadari! Sampai saat ini peperangan rohani masih berkecamuk dengan hebat. Belum pernah ada pernyataan 'cease- fire'! Peperangan baru berakhir di masa depan, pada zaman Wahyu, yakni sesuainya pertempuran terakhir <Why.20:7-9>, setelah Iblis dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, lalu disiksa siang malam sampai selama-lamanya <Why.20:10>.

Jadi, untuk masa kini, resep dari kedua Rasul diatas masih tetap berlaku. Kalau anda kurang percaya, ujilah! Masuklah ke dalam peperangan rohani. Bertempurlah dengan gigih dan penuh tekad menghancurkan kuasa-kuasa Iblis. Supaya pengalaman itu yang meng- insyafkan anda!

Doa-peperangan bersifat ektrim, akibat pukulannya sangat hebat, namun 'tendangan-baliknya' (risiko) juga dapat merugikan pendoa, atau saudara sepersekutuannya. Nama doa ini sudah menjelaskan sifatnya: peperangan; yakni memerangi secara langsung kuasa-kuasa Iblis. Kalau dilakukan oleh pribadi yang layak, menurut cara yang tepat, kuasa Iblis akan dihancurkan pada saat itu juga.

Seperti telah disinggung diatas, tidak sembarang orang dapat memanjatkan doa-peperangan yang efektif. Pendoanya harus benar- benar sudah jadi anak Tuhan dan secara sadar sudah jauh masuk kedalam proses pengkudusan oleh Tuhan Yesus. Untuk amannya, doa- peperangan ini dilakukan semata-mata untuk menyampaikan kesela- matan yang dari Tuhan Yesus bagi seorang saudara, dilakukan bebas dari ambisi pribadi (misalnya: gagah-gagahan).

Dua contoh doa dari pengalaman penulis sendiri, disajikan disini.

CONTOH-1: Peristiwa ini dialami oleh seorang bergelar Doktor, yang beristerikan seorang Insinyur. Sudah tiga tahun pasangan ini tidak rukun, dan isterinya sudah hampir satu tahun mencari Pengacara untuk mengatur perceraian, namun si suami keras mempertahankan perkawinannya. Penulis mendengar hal ini dari seorang teman, dalam suatu Rapat Kerja di Cibulan, bersama sang suami. Kami berempat, termasuk sang suami, sepakat untuk berdoa-syafaat mempertahankan keutuhan perkawinan pasangan ini. herannya, tugas berdoa jatuh kepada Penulis, walaupun disitu hadir seorang tua yang rasanya lebih patut. Penulis mulai berdoa- syafat untuk keutuhan keluarga itu. Ajaibnya, menjelang penghujung doa, ada dorongan kuat untuk menambahkan kalimat:

"Kami bermohon, dalam nama Yesus supaya Roh Yesus hadir di rumah mereka dan mengendalikan rumah tangga itu. Kalau di dalam pertikaian keluarga ini terlibat kuasa- kuasa kegelapan, maka dengan menggunakan Kuasa Yesus, kuasa-kuasa kegelapan yang selama ini mengontrol rumah- tangga ini, kami hancurkan kami singkirkan dari rumah- tangga ini untuk selama-lamanya."

Rupanya, diluar pengetahuan penulis, justru sang suami yang bergelar Doktor itu, pada saat itu sedang mengantongi dua buah jimat pemberian seorang dukun yang selama ini jadi sandaran- nya. Benturan kedua kuasa justru terjadi bukan dirumah mereka, melainkan didalam saku si suami yang duduk disebelah penulis. Pada saat benturan terjadi, kuasa Iblis yang terpental, merasuk ke dalam tubuh rekan kami yang tua itu. Perutnya terhenyak dan ia menderita sakit sepanjang malam itu, tanpa kami ketahui. Semuanya diam-diam saja! Baru malam harinya hal itu terungkap (si suami mengaku mengantongi jimat) dan baru pagi-pagi besoknya rekan yang kena serangan di perut itu kami doakan, dan segera sembuh. Sebe- lumnya, perutnya sempat mengeras seperti papan dan sepanjang malam ia mengerang-erang kesakitan.

Terpujilah Tuhan Yesus, di belakang hari si suami tererak hati untuk mengundang kami ke rumah mereka, untuk memberi pelayanan-pribadi bagi pasangan itu. Nyatanya kasus itu dapat diselesaikan dan pasangan itu saat ini kembali hidup rukun, di dalam kasih Kristus!

CONTOH-2: Kasus ini menunjukkan bahwa bersama dengan Yesus kita tidak perlu ragu memerangi Iblis, demi menyampaikan keselamatan yang dari Yesus Kristus bagi saudara- saudara kita.

Beberapa waktu yang lalu, didalam suatu kebaktian di Tanjung Priok, beberapa saudara menyampaikan kesaksian hasil penginjilan mereka di daerah Marunda. Disana ada satu keluarga yang sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi, namun Sr, putri bungsu keluarga ini (berusia l.k. 12 tahun), ternyata di- gocoh Iblis, dalam bentuk gangguan jiwa yang hebat, nyaris gila permanen. Pelayanan langsung kepada Sr ternyata tidak membawa hasil, sampai ia terpaksa diikat dan dibawa kerumah sakit jiwa. Para penginjil itu mulai kebingungan.

Penulis merasakan tumbuhnya rasa gusar di dadanya. Barangkali beginilah perasaan yang dialami oleh Tuhan Yesus pada rekaman Mat.17:14-21, waktu murid-muridNya gagal mengusir setan. Ada perasaan tajam tentang suatu keterikatan yang kuat antara keluarga itu dengan Iblis. Penulis mengambil keputusan, seusai khotbah perlu dilakukan doa-peperangan.

Kendati di antara hadirin ada beberapa orang yang belum sepenuhnya bebas dari ikatan kuasa gelap, penulis mengambil risi- ko untuk tendangan-balik yang kuat (kesurupan, misalnya) dari kuasa Iblis di Marunda itu. Doa yang dipanjatkan pada waktu itu kira-kira begini:

"Bapa Yang Mahakuasa, didalam Nama Yesus kami anak-anakMu menghadap ke hadiratMu, membawakan masalah suatu keluarga di Marunda, bapak......, ibu...... dan anak-anaknya, teristimewa Sr yang masih terus terganggu oleh kuasa Iblis. Kami yakin Engkau juga mengetahui bahwa beberapa waktu yang lalu, seluruh keluarga ini sudah mengakui Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka, dan sudah mengundang Tuhan Yesus sebagai penguasa kehidupan mereka, namun anak mereka Sr masih tetap digocoh oleh Iblis.

Bapa yang Maha Pengasih, doa ini kami panjatkan karena terdorong oleh belas kasihan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada kami, kendati sebagian besar anak- anakMu disini tidak mengenal keluarga itu. Dengan pengertian kami akan firmanMu pada Amsal 19:17, maka kami mengerti sekarang bahwa Engkau berhutang kepada kami. Kami minta TUHAN melunasi hutang itu, pembayaran- nya adalah dalam bentuk mengasihani seluruh keluarga ini! Kami yang berkumpul di sini, sepakat memohonkan hal-hal berikut dari padaMU, Bapa Sorgawi:

1) Supaya Kasih Yesus membatalkan garis kutuk yang mungkin masih berkuasa dalam setiap pribadi di dalam kelurga ini, membebaskan setiap pribadi dari kutuk akibat dosa-kekejian para leluhur mereka, bahkan supaya setiap ikatan rohani dengan para leluhur mereka diputuskan. Dengan demikian ikatan rohani mereka hanyalah kepada Tuhan Yesus Kristus;

2)Kami bermohon agar Tuhan Yesus mengampuni segala dosa yang diperbuat oleh setiap pribadi didalam rumah tangga ini, teristimewa dosa kekejian akibat persekutuan dengan kuasa Iblis. Kami rindu agar setiap pribadi disucikan oleh Darah Yesus yang ter- curah di Golgota, sehingga hidup mereka semakin layak untuk beroleh jamahan Kuasa Yesus;

3)Dengan diampuninya dosa-dosa mereka, ya TUHAN, kami bermohon saat ini, supaya Engkau utus Roh Yesus ke dalam rumah tangga ini, untuk menguasai setiap pri- badi, membungkus mereka dalam Kuasa Yesus, sehingga tidak dapat lagi kuasa-Iblis mencederai mereka seke- luarga;

4) Kami juga bermohon, Bapa, agar Darah Yesus juga membungkus setiap pribadi kami yang hadir di sini, bahkan juga kerabat-kerabat kami, sehingga kami sekalian terbebas dari terjangan si Iblis;

5)Dalam keadaan ini, kami anak-anak Mu ditempat ini bersepakat untuk minta izin kepadaMu ya TUHAN, mau menggunakan Kuasa Yesus untuk hal yang berkenan dihatiMu.

Didalam nama Yesus, dengan segenap kuasa sorgawi yang dipercayakan kepada kami, kuasa-kuasa Iblis diikat, dihancurkan dan dicampakkan keluar dari rumah tangga ini untuk selama-lamanya. Ikatan-ikatan Iblis yang dahulu mencengkeram pribadi-pribadi didalam rumah tang- ga diputuskan, dibatalkan oleh Kuasa Yesus. Kalian setan-setan tidak berhak lagi mengganggu rumah tangga ini. Kepadamu Iblis, Lucifer, demi nama Yesus kami nyatakan bahwa untuk selama-lamanya kamu tidak berhak lagi men- dakwa setiap anggota keluarga ini atas persekutuan mereka dengan engku di masa lalu. Ikatan persekutuan itu sudah dibatalkan, oleh Kuasa Yesus.

Didalam nama Yesus pula, kami mengundang Roh Yesus untuk bersemayam ditengah rumah tangga ini, menjadi Raja di dalam kehidupan mereka, serta mengatur kehidup- an dan perilaku mereka untuk selama-lamanya.

Terimakasih, Bapa Yang Mahamulia untuk kemurahanMu, untuk karya Roh Yesus, untuk keselamatan yang dibawa oleh Yesus, untuk segala berkatMu. Didalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa dan bersyukur; Haleluyah. Amin!"

Anda ingin tahu hasil doa peperangan ini? Puji Tuhan, tidak ada yang sampai kesurupan. Rupanya Tuhan Yesus sungguh berkenan akan doa itu. Memang terjadi tendangan balik dari kuasa- Iblis, tetapi hal itu justru memberi informasi yang sangat ber- harga. Seorang ibu (yang belum tuntas pelayanan pertobatannya) merasa belakang-lututnya ditonjok sampai terduduk di kursinya (kami berdoa sambil berdiri); seorang ibu lain (belum pernah masuk pelayanan pribadi) mencium bau yang sangat harum; seorang gadis (yang hampir tuntas pembebasannya) mencium bau barang tua berdebu, dan seorang pemuda (sementara dalam periode pelayanan pelepasan) mencium bau besi. Hikmat mengajar saya bahwa keluarga yang kami doakan itu masih menyimpan sebilah keris tua, warisan leluhur.

Penulis memberi saran agar para penginjil tadi pergi lagi mengunjungi keluarga itu, melayani mereka lagi dan meminta keris itu supaya dihancurkan. Puji Tuhan, hari Jum'at berikutnya mereka menyampaikan kesaksian bhawa sungguh-sungguh rumah tangga itu masih menyimpan sebilah keris, yang tadinya ingin dipertahan- kan. Namun karena ditanya secara langsung, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Roh Yesus menurut cara yang ajaib tadi, mereka jadi patuh kepada Kuasa Yesus dan melepaskan kerisnya untuk dihancurkan. Segera keluarga itu terbebas dan anak mereka Sr kembali normal, sehat. Haleluyah!

9.2. DOA PERAMPASAN

Anda masih bersedia membaca terus? Doa Perampasan lebih 'nekat' lagi sifatnya! Begitu nekatnya sehingga sebelum anda mempraktek- kannya, penulis perlu mengingatkan tentang dua macam risiko yang mungkin muncul: 1) Kalau anda kalah dalam perebutan 'ikan' atau perampasan jiwa-jiwa, tendangan balik oleh setan mungkin membuat anda terbaring sakit! Untuk beberapa hari atau minggu.

2) Kalau anda berhasil dalam perampasan, sangat mungkin anda jadi tinggi hati dan berambisi ataupun memandang remeh orang lain. Sangat mungkin anda ketagihan melakukannya lagi, di luar bimbingan Roh Yesus, sehingga terjerumus menggunakan Kuasa Yesus karena keinginan pribadi, bukan karena diperintah TUHAN (kendati dengan dalih menyelamatkan seorang saudara). Coba renungkan Mat. 7:21-23 dan lihatlah akibat penyalah-gunaan Kuasa Yesus: "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Dalam kedua hal diatas, Iblis akan tertawa mencemoohkan anda.

INILAH CONTOH TENTANG RISIKO JENIS PERTAMA. Penulis, bersama satu team, pernah melayani seorang wanita muda (23-tahun), yang ter- jerumus hebat ke dalam ilmu gaib dan perlu pelepasan. Seorang penginjil wanita (sudah berumur), mungkin karena si pasien ber- usia begitu muda, mungkin menganggap remeh, langsung menangani pasien ini dan melakukan doa-doa pelepasan. Sangat mungkin ia lupa berdoa memohon agar dirinya dibungkus/dilindungi oleh kuasa Yesus. Selesai satu babak, si pasien sudah sadar dari kesurupan- nya, penginjil itu pamitan pulang. Dengan ramah si pasien mengan- tar ke mobil penginjil itu sambil berucap: "Daag, ompung (oma)!". Namun pada wajah wanita muda itu muncul seringai Iblis untuk setengah detik. Dan setiba dirumahnya, penginjil wanita tadi terkena sakit, wajahnya tertarik, menyon, tidak simetris, seperti kena stroke. Untuk dua minggu lamanya ia tidak dapat melayani!

RISIKO JENIS KEDUA muncul sewaktu anda mengalami keberhasilan. Penulis mengalami, Lucifer muncul dalam kesurupan seorang wanita yang kami layani. Waktu setan itu muncul, penulis menguji (1Yoh. 4:1) pribadi mana yang muncul, karena dia mengaku-aku Lucifer. Melalui pengajaran hikmat, Penulis menantang dia: "Jika engkau sungguh Lucifer, tentu engkau mampu mengatakan: 'Demi Yesus, saya adalah Lucifer'". Ternyata ia berani dan mampu melakukannya. (Sepanjang pengetahuan penulis, belum pernah setan berani meng- ucapkan kalimat sejenis, mengucapkan nama Yesus sajapun tidak sanggup). "Karena sejak dahulu saya sudah bersama-sama dengan Dia", ujarnya menjelaskan keheranan penulis.

Lalu Lucifer melakukan gertakan dan rangsangan.

"Sekarang saya hadir disini, maka tidak ada yang mampu membebas- kan anak ini", katanya. Tentu saja gertakan semacam itu harus dihadapi dengan tegar, dan dibawah bimbingan hikmat, dilingkupi kesejukan yang ajaib, penulis menjawab, dengan nada seloroh pula: "Ah, kamu sudah tua bangka, Lucifer, sudah jadi pelupa; Yesus hadir disini!" Maka runtuhlah gertakan Iblis itu.

"Saya dapat membawa wanita ini kemana saja saya sukai. Dia milik- ku", katanya menggertak lagi. "Kamu tidak dapat membawa dia kare- na wanita ini tidak suka kepadamu, Lucifer! Sudah berulang kali dinyatakannya bahwa dia milik Yesus!" Jawab penulis, kembali merontokkan argumennya.

Percakapan itu masih berlangsung beberapa lama lagi, antara lain penulis meng-claim bahwa ayah, paman serta nenek wanita ini (yang sesungguhnya adalah dukun, yang berbulan-bulan telah mengguna- gunai kami) menjadi milik Yesus. Hal ini juga tidak dapat di- bantah oleh Lucifer. Di tengah pembicaraan itu, Lucifer melempar- kan pula jerat-Iblisnya (bahaya jenis kedua) dengan ucapan: "Kamu memang hamba Tuhan yang luar biasa, Situmorang!" Suatu pujian yang dapat menggelembungkan harga-diri, yang kalau tidak ditang- gulangi, dapat memecahkan dada.

Beruntung bagi penulis, hikmat sorgawi mewaspadakan dan meng- ingatkan akan tuntunan Yesus tentang kerendahan hati ("Siapa yang merendahkan dirinya akan ditinggikan"). Umpan itu penulis tolak dengan: "Hal itu tidak penting, setan, ada hal lain yang saya mau sampaikan". Begitulah pembicaraan berlanjut, dengan berbagai pancingan dan jerat Iblis. Tidak heran, banyak hamba Tuhan yang berpengalaman membatasi dialog dengan setan, agar tidak terkena jerat Iblis! Segera setelah selesai pelayanan, penulis merasakan dorongan yang sangat kuat untuk melaksanakan puasa sehari itu; puasa untuk merendahkan diri (Ezr.8:21, Dan.10:12) demi menang- gulangi roh-kesombongan yang diinjeksikan si Iblis.

PEMBACA YANG BUDIMAN, demikianlah beberapa kemungkinan risiko yang dihadapi oleh pengikut Yesus yang berani memanjatkan Doa Perampasan. Namun tidak perlu anda bimbang. Tekad anda untuk bekerja bagi kemuliaan Yesus pasti beroleh dukungan penuh. Yang penting, sekali lagi: jaga kekudusan! Singkirkan ambisi! Ada beberapa catatan Alkitab yang membenarkan tindakan perampasan:

1) Luk.13:10-17; pada ayat-16, dengan gemasnya Yesus menyatakan: "Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu...?" (komen- tar: kalau mau 'melepaskan' tawanan Iblis, bukankah itu me- rampas dari penguasaannya dan memindahkan ybs. ke bawah kuasa Yesus? Jadi: terjadi PERAMPASAN. Kita tidak perlu ragu melaku- kan perampasan bilamana perlu. Bukankah kuasa yang dipercaya- kan kepada anda adalah Kuasa Yesus? Dan Kuasa Yesus di masa kini sama ampuhnya dengan yang dipertunjukkan oleh Tuhan Yesus 20 abad yang lalu!)

2) Yud.-:22,23; Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api......(komentar: Jelas sekali, perampasan seorang saudara dari api neraka, dengan perkataan lain merampasnya dari cengkraman Iblis perlu di lakukan, bukan?)

3) 1Kor.5:4,5, menunjukkan bahwa Rasul Paulus juga pernah melaku- kan perampasan roh seorang saudara (dari Iblis) agar disela- matkan pada hari Tuhan. Jasad orang itu dibiarkannya dikuasai Iblis; yang perlu diselamatkan adalah rohnya.

Dua contoh dari pelayanan disajikan di bawah ini. Contoh yang pertama benar-benar serupa dengan 1Kor.5:4,5, dimana orang yang ditolong itu meninggal dunia, sedangkan pada contoh yang kedua, orang yang ditolong menjadi sehat dan selamat, untuk selanjutnya diproses menjadi hamba Tuhan.

CONTOH-1: Seorang rekan minta tolong agar penulis mendoakan abangnya, bapak Shs. yang dirawat di rumah sakit. Penu- lis menemukan bapak Shs. berada dikamar gawat (ICU), dalam keadaan tidak sadar, ditempeli kabel-kabel monitor serta selang-selang infus. Namun penulis berdoa juga untuk dia, memohon Tuhan Yesus mengampuni dia dan campur tangan dalam penyakitnya. Ajaibnya, menjelang penutup doa, suatu dorongan yang sangat kuat memaksa penulis untuk menyatakan: "...kalau dalam perkara ini ada terlibat kuasa Iblis, maka dengan mengandalkan Kuasa Yesus, saya usir kuasa-kuasa Iblis keluar dari dirinya!"

Reaksinya sungguh di luar dugaan! Si sakit ini (dalam keadaan tidak sadar!) menggerakkan tangan kirinya menonjok penu- lis (yang berdiri dikanan tempat tidurnya) dan kaki kanannya menendang. Kedua gerakan ini berakibat salah satu kawat listrik monitornya copot dan alat ini mulai mencuit-cuit. Penulis menyem- patkan berdoa mengundang malaikat sorga untuk mengawal si sakit (supaya tidak dirasuk kuasa Iblis lagi ), sebelum melaporkan hal itu kepada jururawat!

Isteri pak Shs. yang melongok dari jendela, melihat gerakan suaminya, bergegas mendapatkan penulis dan menanyakan apa yang terjadi. Penulis menerangkannya dan meminta dia menyerahkan benda Iblis milik suaminya. Ternyata memang suaminya memiliki jimat! Dengan suatu doa jimat itu dihancurkan.

Lima hari kemudian, penulis, sementara jam-kerja, mene- rima lagi telepon yang menyatakan bahwa keadaan pak SHs, sudah semakin gawat. Memang bapak Shs. dalam kamar isolasi sudah di- kenakan mesin pemompa paru-paru. Di luar kamar, bersama adiknya, penulis berdoa-perkara, dan dengan Kuasa Yesus, "mengikat nyawa dari bapak Shs. tetap didalam jasadnya". "Karena kami belum sele- sai melayaninya", demikian argumen kami dihadirat Tuhan. Kira- kira satu jam kemudian, dokter yang merawatnya (yang menyatakan harapan hidup tinggal 5% lagi) mengizinkan penulis untuk berdoa di samping tempat tidur bapak Shs. Sebuah kantong plastik ter- geletak dilantai, penuh berisi cairan-darah yang keluar dari lambung bapak Shs. Sekali lagi, kuasa-kuasa Iblis dihardik pergi, lalu dalam keadaan coma, bapak Shs. penulis ajak berdoa.

Tuhan masih memperkenankan dia berkomunikasi dengan jalan memanggutkan kepala saja. Ketika penulis menyarankan dia untuk mengingat semua dosa-dosanya, saling mengerang ia manggut, setuju. Lalu ketika penulis tanyakan apakah sudah semua dosanya dia ingat, ia manggut pula. Penulis menyarankan dia mohon keam- punan bagi semua dosa-dosanya, yang penulis dukung dalam hati. Lewat beberapa lama, penulis tanyakan, apakah sudah selesai, ia manggut pula. "Sekarang, sdr. Shs.", ujar penulis, "coba perhati- kan, apakah anda melihat Tuhan Yesus, yang mau menjemput anda?" Ia manggut lagi. "Nah, sdr. Shs. sekarang peganglah tangan Tuhan Yesus, dan jangan lepaskan lagi, apapun yang terjadi!" Ia manggut untuk kali terakhir, dan penulis dapat meninggalkan Rumah Sakit dengan perasaan lepas dari beban kerja berat. Enam jam kemudian, bapak Shs. meninggal dunia, dengan wajah yang penuh kedamaian. Jasadnya binasa, tetapi jiwanya dirampas dan diselamatkan oleh Kuasa Yesus! Dengan pengertian itu, semua kerabatnya dapat mele- pasnya pergi tanpa sesalan lagi!

CONTOH-2: Bapak Bep. sudah biasa mengembara dalam dunia kegelapan menekuni ilmu kebatinan dan perdukunan. Ia mampu ber- semedi dengan sangat khusuk, dan mengembara (secara rohani) ke tempat-tempat yang jauh sementara tubuhnya tetap ditempatnya. Ia dapat hadir di dalam Ka'bah, misalnya, sementara jasadnya berada di pulau Jawa dalam keadaan bersemedi. Sebuah buku berisi kumpulan jampi yang ampuh dimilikinya, tanpa berguru, karena buku itu muncul mempersembahkan diri ke hadapannya sewaktu ia bersemedi. Banyak pengetahuan gaib diperolehnya, dan ini sangat membanggakan dirinya. Namun ia kehilangan pengenalan akan Tuhan Yang Benar. Ia tidak dapat membedakan antara Tuhan Yesus dari Anti Kristus yang dicatat oleh Rasul Yohanes (1Yoh.2:18-25).

Ia beruntung karena saudara-wanitanya mendoakannya dengan tekun untuk keselamatannya. Saudaranya inilah yang membawa penulis menemuinya. Dalam pertemuan itu ia mengaku sudah bertemu muka (secara fisik!) dengan Tuhan Yesus. Tiga kali! Ia menyatakan diri mau ikut Yesus, dan bernazar akan masuk Kursus Alkitab, begitu kesehatannya mengizinkan, namun tetap saja ia tidak mampu membedakan Tuhan Yesus dari allah atau tuhan yang lain. Selama pembicaraan yang berlangsung l.k. 50 menit, ia mengambil waktu 45 menit untuk membanggakan diri dan membanggakan ilmunya, bahkan menawarkan berbagai ilmu-gaib itu. Penulis biarkan saja. Namun dalam pembicaraan panjang itu diakuinya pula kelemahan-kelemahan yang dideritanya, karena pernah terkena lumpuh, otaknya menjadi tumpul, lidah jadi pelo (bicara tidak normal) dan kaki yang belum kembali normal.

Dalam waktu 5 menit 'jatah' penulis, saya hanya menge- mukakan satu hal yang penting untuk difikirkannya dan diambilkan keputusan: "Kalau anda sungguh-sungguh ingin menjadi normal kem- bali, ingin beroleh kembali kecerdasan otak, ingin lidah normal kembali serta kaki yang sehat kembali, saran saya: persembahkan ketiganya kepada Tuhan Yesus, bukan kepada allah atau kepada tuhan-tuhan lain yang pernah anda sembah sebelumnya!" Penulis meninggalkannya pada saat itu, menanti proses lanjutnya, sambil mengecewakan tiga orang wanita yang ikut dalam pembicaraan, yang tadinya mengharapkan menonton pertunjukan orang-kesurupan dan dibanting-banting setan!

Dua minggu kemudian, tepat pada Hari Natal, suatu pesan telepon memberitahukan bahwa bapak Bep. masuk rumah sakit. Segera sehabis kebaktian Natal, penulis mengunjunginya di rumah sakit (sudah lewat jam 22.00). Bapak Bep. terbaring dengan selang- selang infusnya dan mata setengah terpejam, namun tidak punya reaksi melihat. Sudah empat hari ia tidak sadarkan diri. Sebuah kantong plastik tergeletak di lantai, hampir penuh berisi cairan darah yang keluar dari perutnya (melalui sebuah selang). Dengan didampingi seorang kerabat yang menunggunya, penulis menumpangkan tangan di atas dada bapak Bep. dan memanjatkan Doa Perkara dan Doa Perampasan yang antara lain berisi:

** pernyataan: karena si sakit, secara keji dikecoh dan 'dibutakan' oleh Iblis, lagi pula dalam keadan coma, maka penulis, didalam nama Yesus mengambil alih pengambilan keputusan-keputusan bagi dirinya, dan atas nama si sakit memanjatkan berbagai doa/permo- honan berikut;

** permohonan: agar kutuk yang mungkin menimpa dirinya, sebagai akibat dosa-kekejian para leluhurnya, dan akibat dosa-dosanya sendiri, dicabut dan dibatalkan oleh Kasih Yesus;

** Berperkara: mengingat bahwa bapak Bep. menyatakan sungguh-sungguh mau ikut Yesus, maka dia memerlukan pengampunan dosa (bukankah seorang yang masih ber- dosa tidak mungkin mengikut Yesus?), jadi supaya Tuhan Yesus ampuni dan sucikan dia dari dosa;

** Permohonan: agar Kuasa Yesus dicurahkan ke dalam diri bapak Bep. saat ini juga, untuk maksud-maksud yang pasti berkenan di hati Tuhan Yesus;

** Berperkara: agar Kuasa Yesus membatalkan setiap ikatan perjanjian dengan Iblis di masa lalunya, supaya ia benar-benar dapat mengikut Yesus;

** perampasan: karena kekejian Iblis, mengocoh dan membutakan rohaninya, sehingga dia tidak mengenal lagi Tuhan Yang Benar, maka saat ini, dengan Kuasa Yesus, saya rampas dia dari cengkeramanmu, Iblis!

** perampasan: karena dia akan mengikut Yesus, maka dengan Kuasa Yesus, sakit-penyakit dihancurkan ku- asanya, dia harus sehat kembali untuk mewujudkan nazarnya, yang menyenangkan hati Tuhan Yesus;

** permohonan: atas nama si sakit, saya mengundang Tuhan Yesus Kristus masuk ke dalam hatinya, menjadi Raja dalam hidupnya, memperbaiki tingkah-laku, dan memberi dia kehidupan yang memuliakan Tuhan Yesus!

Sampai doa terakhir, bapak Bep. tidak sadarkan diri. Hanya karena diberi tahu, beberapa hari kemudian, ia mengerti adanya kunjungan saya. Terpujilah Tuhan Yesus, lima minggu kemu- dian dia sudah dapat hadir dalam kursus Alkitab (walaupun harus dengan terengah-engah menjalani jarak beberapa puluh meter sepan- jang halaman sekolah). Beberapa minggu selanjutnya, kondisi tu- buhnya sudah sehat kembali. Namun yang terpenting, rohaninya benar-benar berubah! Ucapan-ucapan yang sekarang dikeluarkannya kebanyakan bernada pertobatan dan keinsyafan akan kesesatannya dahulu. Tidak ada lagi nada kesombongan yang terpancar! Benar- benar suatu karya Tuhan Yesus.

Pembaca yang tajam pengamatannya, dapat mengerti bahwa bapak Shs. dan bapak Bep. berada dalam kondisi yang serupa pada waktu didoa- kan. Keduanya berada dalam keadaan coma yang gawat, dengan penda- rahan-dalam yang hebat. Namun dua doa yang dipanjatkan itu sangat berbeda, begitu pula hasilnya. Hal ini hanya mungkin terjadi karena karya Roh Yesus. Karena Roh Yesus sungguh-sungguh dibebas- kan bekerja, menurut rancangan Tuhan, tidak seturut ambisi pen- doanya! Sekali lagi penulis ingatkan agar anda:

membuka hati, mengundang Kuasa Yesus bekerja

memusnahkan ambisi pribadi anda...

sehingga Roh Yesus bebas bekerja dan membimbing anda ke dalam pelayanan yang lebih tajam dari yang sudah-sudah, secara menyuka- kan hati Tuhan. Ingatlah bahwa 'ambisi' adalah sifat dasar si Iblis. Ambisi-lah yang menjerumuskan Iblis ke dalam pemberontakan (tidak patuh). Pelajarilah tamsil tentang Iblis untuk menjerat Hawa ("kamu akan menjadi seperti TUHAN", Kej.3:5) agar terjerumus ke dalam Dosa Tidak Patuh! Kalau ambisi itu masih bercokol dalam diri anda, anda mudah pula terjerumus ke dalam Dosa Tidak Patuh, dan terkena Mat.7:21-23!

--o0o--

10. RISIKO DAN IMBALAN

Adalah bijaksana bila kita mempertimbangkan suatu tindakan sebe- lum melaksanakannya. Lebih dahulu harus diperhitungkan risiko dan imbalan yang akan timbul <Luk.14:28-32>. Begitu pula halnya kalau anda berdoa (berperang-rohani) secara bertekad-menang di dalam Yesus. Pada satu pihak anda memikul risiko, namun pada pihak lain ada harapan beroleh upah dunia dan upah sorgawi sebagai hasil pelayanan-doa anda. "...Sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya..." sabda Yesus pada Mat.10:22. Masalah risiko dan imbal- an itu diulas dibawah ini, untuk menjadi pertimbangan.

10.1. RISIKO BERBAGAI DOA

Mudah dimengerti bahwa, secara umum, risiko suatu doa adalah menghabiskan waktu si pendoa. Namun hal ini tidak dirasakan berat, bilamana anda sudah dirobah oleh Kuasa Yesus menjadi peng- gemar kegiatan doa-syafaat. Di dalam status itu, berdoa menjanji- kan sukacita tersendiri, yang tidak dapat dibeli oleh uang!

Risiko yang lain, muncul dalam memanjatkan doa-doa yang punya sifat 'berperkara' atau 'menepur kuasa Iblis' ataupun 'perampas- an'. Dari namanya dapat segera dimengerti risiko yang muncul. Yang kalah perkara harus membayar denda. Yang kalah bertempur mungkin beroleh cedera atau jatuh sakit, namun tidak pernah sam- pai mati, kecuali kalau TUHAN menganggap sudah usai pelayanannya. Hal yang sama mungkin terjadi dalam doa-perampasan. Dan tentang kematian, seorang yang sungguh-sungguh bekerja bersama Tuhan Yesus akan menyatakan dengan sukacita (seperti pernyataan Rasul Paulus): "Mati adalah keuntungan bagiku" (karena segera akan berjumpa dengan Dia yang mengasihi aku).

Risiko-risiko ini bertambah berat manakala pendoanya semakin bebal, tidak mematuhi TUHAN. Pendoa yang sejati, sebelum meman- jatkan doa-syafaatnya, akan minta tuntunan Roh Yesus untuk menen- tukan pokok-doa dan cara berdoa. Roh Yesus akan memilihkan bagi- nya pokok doa dan caranya, apakah dengan doa pemberkatan, doa perkara, doa peperangan ataukah doa perampasan. Dengan demikian ia dapat berdoa secara benar, tidak menuntut hal-hal yang keliru dan tidak bertindak berlebihan. Semakin dikuasai ambisi-pribadi, semakin besar risiko yang dihadapi pendoa.

Untuk menekan risiko menjadi sekecil mungkin, ada dua hal utama yang perlu dilakukan:

a) Pelihara Kekudusan. Semakin kudus seorang hamba Tuhan, semakin sulit bagi Iblis untuk menggocohnya. Tuhan Yesus mengajar tentang kekudusan pada Mat.5:17-48. PengajaranNya gamblang, tidak perlu ditafsirkan. Cukup anda baca dan laksanakan! Demi kebebalan anda terhadap serangan Iblis.

b) Singkirkan Roh Ambisi. Inilah warisan Iblis melalui Hawa dan Adam diwarisi turun-temurun. Banyak hamba Tuhan yang mewarisi dan tidak menyingkirkannya, ditunggangi oleh Iblis (roh-ambisi yang menggelembungkan ambisi pribadi. Disarankan agar dari waktu ke waktu, anda berdoa menyingkirkan ambisi pribadi, diganti oleh tuntunan Roh Yesus! Mintalah Roh Yesus untuk selalu bekerja dalam diri anda menyingkirkan roh ambisi se- hingga tidak mudah anda ditunggangi Iblis. Jangan sangsi, Roh Yesus diberikan secara tidak terbatas <Yoh.3:34>.

Iblis senang kalau, karena takut resiko, anda berhenti berdoa- syafaat utnuk saudara-saudara kita. Padahal upah para pekerja sudah disediakan TUHAN. Bukankah seorang pekerja patut mendapat upahnya <Mat.10:10;Luk.10:7>? Upah sorgawipun menanti anda. Bukankah belas kasihan anda kepada saudara yang lemah memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatan anda itu <Ams.19:17>?

10.2. IMBALAN: UPAH SORGAWI Berbagai upah sorgawi menanti prajurit-prajurit Kristus yang telah memenangkan peperangan rohani. Selain piutang di sorga yang dinyatakan Ams.19:17 diatas, Kitab Wahyu memuat berbagai berkat akhir zaman bagi yang menang, seperti telah disinggung pada awal buku ini. Jadi, risiko yang anda hadapi (hanya risiko duniawi), tiada artinya dibandingkan dengan berkat sorgawi yang tersedia bagi anda yang mau sungguh-sungguh jadi Prajurit Kristus, ber- perang dan memenangkan peperangan rohani itu!

10.3. IMBALAN: UPAH DI DUNIA

Berbagai upah didunia juga tersedia bagi anda yang sungguh-sung- guh berperang bersama Yesus. Secara garis besar, berbagai berkat itu didaftarkan di bawah ini:

a) Sukacita dan Sejahtera. Para pembaca yang pernah bekerja sama dengan seorang pembesar ('boss'), tentu mengenal sukacita dan sejahteranya. Kalau dengan boss-manusia saja anda dapat mera- sakan bangga atau sukacita, apapula bekerja-sama dengan 'Maha- Boss', Yesus Kristus. Dapat diperkirakan bahwa sukacita dan sejahteranya berlipat-lipat ganda!

b) Rahasia Kerajaan Sorga (K.S.) semakin banyak diungkapkan. Tidak banyak orang Kristen mengerti dan merasakan kehadiran misterius Kerajaan Sorga yang di dunia ini <lihat Luk.17:21>. Kebanyakan menganggap K.S. dialami setelah kematian. Hanya sedikit orang, 'sekawanan kecil', yakni mereka yang bekerja tekun bagi Raja Kerajaan Sorga, dapat 'melihat', merasakannya serta mengerti rahasia-rahasia K.S. <Luk.12:31,32>. Semakin nekat anda berperang-rohani, berdampingan dengan Yesus, raha- sia-rahasia K.S. semakin dibukakan bagi anda, baik dari berba- gai pengalaman pelayanan, maupun dari pengungkapan pengertian Alkitab. Adalah hak mutlak Tuhan Yesus untuk membukakan raha- sia FirmanNya kepada orang yang diperkenanNya <Luk.24:45>!

c) Menampak mujizat-mujizat. Sebagian besar umat Kristiani meng- anggap bahwa mujizat hanya terjadi pada zaman pelayanan Yesus, berakhir pada zaman 'Kisah Rasul-rasul'. Anehnya, banyak mere- ka percaya kepada dukun atau paranormal, mengharapkan jawaban- ajaib ('mujizat') atas pergumulan mereka. Maka timpanglah kehidupan mereka, karena mengakui dan mempercayai kemampuan Iblis melakukan mujizat (via dukun atau paranormal), sedangkan kemampuan muzijat Tuhan Yesus dianggap sudah berakhir (tidak diakui lagi)! Banyak yang sesat dan celaka!

Tidak demikian halnya bagi 'sekawanan-kecil' hamba Tuhan yang benar-benar melayani Tuhan Yesus (tidak sekedar melayani orga- nisasi atau gereja). Bagi para hamba Tuhan yang diurapi, muji- zat merupakan santapan sehari-hari. bahkan mereka akan menjadi heran kalau dalam pelayanan mereka tidak terjadi mujizat! Mereka akan segera memeriksa diri-sendiri (introspeksi) bila- mana mujizat tidak muncul. Jangan-jangan sudah berbuat kesa- lahan yang harus dipertobatkan!

d) Tuhan Yesus semakin nyata dalam hidup! Tentu saja, kalau se- tiap hari menampak mujizat, kita akan yakin bahwa Kuasa Yesus selalu hadir. Ini berarti Yesus menjadi nyata bagi diri kita. Pada tahap lanjutannya, Kuasa dan Kasih Yesus akan terpancar juga dari diri kita. Jadi Yesus menjadi nyata dari diri kita! Rupanya inilah yang dimaksud oleh Tuhan Yesus di dalam Yoh.4: 13,14: "...Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air didalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal".

e) Motivasi pelayanan semakin kuat. Karena Yesus semakin nyata bagi-kita dan dari-kita, semangat pelayanan terus meningkat, atau setidak-tidaknya tak pernah merosot. Tawar-hati tidak terjadi, tidak seperti yang dialami oleh banyak hamba Tuhan yang sekedar melayani Lembaga atau Organisasi. Mereka yang sekedar melayani Lembaga sulit sekali untuk memenuhi tuntutan Tuhan Yesus: bertahan sampai kesudahannya <Mat.24:13>! Pada pihak lain, hamba Tuhan yang giat berperang-rohani, dengan penuh sukacita akan menyelesaikan perjalanan-hidupnya dalam garis pelayanan yang ditetapkan oleh Tuhan Yesus. Merekalah yang berkemenagan dan beroleh berkat-berkat akhir zaman itu!

--o0o--

11. TEKAN RISIKO YANG DIHADAPI

Banyak hamba Tuhan merasa ragu kalau harus bertarung menghadapi kuasa Iblis. Ada berbagai hal penyebab keraguan ini. Yang dapat saya amati, penyebabnya antara lain:

** kuatir 'tendangan-balik' dari kuasa-gelap atau serangan gelap dari golongan manusia penyembah Iblis, misalnya serangan gelap oleh guru atau oleh dukun dari orang yang dilayani. Hal ini sesungguhnya hanyalah terror hampa (atau macan-macanan kertas) dari si Iblis;

** takut kalau-kalau kerabatnya terkena serangan Iblis atau se- rangan gelap. Inipun tidak lebih adalah terror Iblis, yang dapat diatasi dengan berdoa: "Mohon kerabat-kerabat saya di- bungkus dan dilindungi oleh kuasa Yesus dari serangan Iblis".

** merasakan dirinya tidak layak, merasa belum diampuni dosa- dosanya. hal ini biasanya karena ada pikiran yang 'ditiup- tiupkan' Iblis, agar dia batal berperang-rohani. Padahal jelas sekali pernyataan dalam 1 Yoh.1:9 yang menjanjikan pengampunan dosa bagi mereka yang bertobat;

Banyak yang tidak mampu meyakinkan dirinya bahwa TUHAN sudah mengampuni dirinya dan di dalam peperangan rohani akan memberinya kawalan yang ketat. sesuai dengan pernyataan dalam Bil.23:23:

<23> sebab tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel.....

Sesungguhnya, setiap hamba Tuhan (Israel-rohani) tidak perlu takut akan serangan Iblis. Namun, sejalan dengan itu dari kaum Israel, TUHAN menuntut <Im.19:1,2>: ...Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, kudus adanya.; suatu hal yang tidak mudah terpenuhi oleh banyak hamba Tuhan, karena keengganan mereka.

11.1. CARA MENEKAN RISIKO: KEKUDUSAN SINGKAT KATA, yang menumbuhkan kekebalan terhadap serangan Iblis adalah kekudusan anda. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus, dalam Mat.5: 20 menyatakan: "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari hidup keagamaan ahli-ahli Turat dan orang-orang Farisi, sesung- guhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaa Sorga."

Pada pembicaraan selanjutnya (ayat 21-48), Tuhan Yesus mengajar tentang kekudusan, walaupun tidak menggunakan istilah kekudusan. Yesus menuntut agar para pengikutnya lebih saleh dari sekedar 'tidak melanggar Sepuluh-Hukum'. Kalau Hukum-IV melarang orang membunuh sesamanya, Yesus menuntut: marahpun jangan. Bahkan me- makipun tidak dapat diterimaNya. Ditekankan pula oleh Tuhan Yesus masalah berzinah, bersumpah, berdusta, mengasihi, dsb.

Semua kesalehan-lebih (jadi: kekudusan) itu dituntutNya dengan nada penguasa. Anda dapat mencatat, sampai enam kali tuntutan dengan nada penguasa itu dikeluarkan oleh Tuhan Yesus. "Tetapi Aku (lebih berkuasa dari Hukum Turat untuk menuntutmu) berkata kepadamu: "......." Dan jika kesemuanya ini dipenuhi oleh peng- ikutNya, maka berlakulah janji pada ayat-45:

(45) Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga,....

NAH, SAUDARA PEMBACA, jika anda merelakan diri diproses peng- kudusan oleh Roh Yesus, memenuhi tuntutan-tuntutan yang dikemuka- kan Tuhan Yesus, maka anda beroleh status 'anak Bapamu yang di sorga'. Dengan status anak TUHAN, kuasa mana lagi yang mampu mencederai anda? Dengan cara demikianlah anda beroleh KEKEBALAN TERHADAP BERBAGAI SERANGAN IBLIS!

11.2. TINGKAT-TINGKAT KEKUDUSAN.

Dalam buku-kecil: 'MATIUS-613' (oleh penulis yang sama), terdapat uraian tentang jenjang peningkatan kekudusan yang serupa dengan uraian dibawah ini:

a) Bebas dari ikatan/perhambaan Iblis. Contoh perhambaan Iblis yang jelas adalah dukun-dukun, paranormal, orang pintar, dsb. Umumnya mereka tidak merasa dirinya diperhamba Iblis, bahkan mereka merasa sedang melayani Tuhan, karena terkecoh oleh Iblis. Orang yang sudah bebas dari perhambaan Iblis, mungkin saja masih terikat perhambaan dosa, sehingga memerlukan proses pembebasan lebih jauh.

b) Bebas dari ikatan/perhambaan dosa. Golongan yang diperhamba oleh dosa (yang dibelakangnya: Iblis), tidak dapat melepaskan diri dari kebiasaan berbuat dosa, sebagian bahkan menikmati- nya. Kalau Anak Manusia membebaskannya, barulah dia benar- benar merdeka (Yoh.8:36). Namun perlu diingat bahwa didalam pernyataan Tuhan Yesus ini tersirat suatu peraturan perhambaan pada masa Yesus: orang yang di merdekakan dari perhambaan harus berhamba kepada yang membebaskannya. Oleh sebab itu, kalau anda sudah dibebaskan dari perhambaan dosa (dan perham- baan Iblis) oleh Tuhan Yesus, selayaknya anda menjadi hamba Yesus! Kalau tidak, Iblis selalu siap untuk datang lagi me- nelan anda (1 Petrus 5:8).

c) Bebas dari kebiasaan buruk; termasuk bicara buruk. Bebas dari perhambaan dosa, seseorang mungkin masih diperhamba oleh ke- biasaan buruk. Gal.5:19-21 menguraikan kebiasaan-kebiasaan buruk yang harus disingkirkan dari diri kita, juga oleh Kuasa Yesus. Begitu pula, fikiran-fikiran buruk, niat-niat buruk harus disingkirkan. Caranya? Berdoalah setiap hari seperti berikut:

* Tunjuk dan akui berbagai kebiasaan buruk dan niat buruk;

* Mohon ampun dan akui bahwa diri kita tidak mampu mengatasi atau menyingkirkan keburukan itu (prinsip merendahkan diri, Mat.23:12);

* Undang Roh Yesus untuk berkarya didalam diri kita, menying- kirkan hal-hal yang buruk itu;

* Ucapkan terimakasih.

Kalau ini tidak dilakukan, maka Iblispun siap menyeret kita (se- cara pelan-pelan, hampir tidak terasa) kembali menganut fikiran- buruk dan niat-buruk. Bahkan mungkin terserat kembali ke dalam dosa. Hal-hal ini mungkin mengumpulkan pelayanan atau dapat men- datangkan tawar-hati.

Sesudah anda semakin tajam dalam pelayanan, anda akan dikuduskan lagi lebih jauh (tentunya kalau anda bersedia) agar:

d) Bebas dari kebiasan yang tidak buruk, namun yang dapat merugi- kan pekerjaan/rancangan Tuhan. Sungguh, sdr. pembaca, Tuhan Yesus menginginkan Roh Yesus dapat secara bebas berkarya mela- lui diri anda. Jika ada kebiasaan yang tidak buruk, namun merugikan pekerjaan Tuhan, hal itu akan di proses pula.

Penulis mempersaksikan disini, bahwa Yesus mengizinkan penulis menghadapi bahaya maut oleh mobil slip waktu mengendarainya di tengah hujan. Mobil yang penulis kendarai (sendirian) tidak terkendali, meluncur terus menabrak mobil lain, dan mobil penulis terdampar kekiri jalan ke atas tegalan (Puji Tuhan, bukan ke dalam jurang). Setelah pemeriksaan diri sendiri, penulis insyaf bahwa TUHAN menghajar <Wah.3:19> penulis karena sifat TERGESA-GESA, suatu sifat yang sebenarnya bukan dosa, namun dapat merugikan pekerjaan Tuhan. Bagaimana bisa begitu?

Begini: kalau berkotbah pada acara Kebangunan Rohani, atau dalam pekerjaan penginjilan pribadi, sewajarnya Roh Yesus dari waktu ke waktu menyuntikkan kalimat-kalimat berhikmat yang perlu untuk mendorong (orang-orang) masuk ke dalam pertobatan. Rupanya, sifat tergesa-gesa berakibatk kalimat-kalimat hikmat tidak terdengar lagi atau batal disampaikan, sehingga mengakibatkan ada orang-orang yang batal bertobat! Dan ini merugikan pelayanan. Puji Tuhan Yesus, tegoran kasihNya-lah peristiwa itu!

LEBIH JAUH LAGI, pada tingkat kekudusan semacan ini dari diri anda dituntut pula penggenapan Mat.12:35,36! Penuhilah hal ini, pasti anda lebih tajam lagi dipakai oleh TUHAN!

11.3. TINGKATKAN TERUS KEKUDUSAN!

Saudara yang kekasih, status kekudusan sangat penting untuk tetap meningkat. Di dalam Alkitab, sekian kali kalimat ini diulang- ulang: HENDAKLAH ENGKAU KUDUS, KARENA AKU KUDUS!

Memang, pra-syarat untuk masuk ke dalam sorga (melalui penghakim- an oleh Tuhan Yesus) adalah kekudusan. Logis sekali, seorang tamu hanya mungkin diterima masuk kerumah orang lain kalau kebersihan dirinya setara dengan kebersihan tuan rumah dan kebersihan rumah itu, bukan? Jadi wajar sekali kalau TUHAN, Yang Maha Kudus, me- nuntut kekudusan kita!

Pembaca mungkin berdalih, "Itu 'kan Perjanjian Lama; setelah Perjanjian Baru persoalannya menjadi berbeda". Silahkan baca jawaban Tuhan Yesus utnuk argumen anda ini pada Mat.5:48! Tidak ada tedeng aling-aling, bukan?

Oleh sebab itu, sejak masih dibumi ini silahkan masuk ke dalam proses pengkudusan. Prinsip dasar untuk sukses di dalam proses ini, sekali lagi: kerendahan hati. Pengakuan bahwa kita tidak mampu memperbaiki diri. Tidak mampu mengkuduskan diri sendiri. Nyatakan penyesalan atas kelemahan dan keburukan sifat kita. Tunjuk dengan jelas sifat atau kebiasaan yang kita maksudkan. Undang Roh Yesus berkerja memperbaiki dari dalam diri kita! Baru- lah anda beroleh penggenapan Hukum Rohani dari Yesus: "Barang- siapa merendahkan dirinya akan ditinggikan!" (Dalam hal ini: anda beroleh pengkudusan!)

Anda akan melihat hasilnya! Anda akan melihat perubahan dalam diri anda! Anda akan merasakan peningkatan kekudusan anda! Sebab bagi TUHAN tidak ada yang mustahil <Luk.1:37>. Dan anda akan diproses terus, makin lama makin kudus, tiada akhirnya. Proses ini (kalau anda menjadi 'orang yang bertahan sampai kesudahannya' <Mat.24:13>! Hanya dengan cara ini anda beroleh kepastian kese- lamatan itu! Bukan sekedar 'pengharapan' seperti anutan kebanyak- an umat Kristiani!

11.4. SEKALI LAGI: SINGKIRKAN (ROH-AMBISI)

Tidak bosan penulis mengulangi peringatan tentang bahaya ambisi di dalam pekerjaan Tuhan. Pekerjaan yang kita lakukan bukan pekerjaan duniawi. Dalam pekerjaan duniawi dikenal ambisi yang bersifat positif dan yang bersifat negatif. Dalam melayani Tuhan, tidak ada tempat untuk ambisi. Yang boleh hadir hanyalah: RAN- CANGAN TUHAN! Bacalah Yesaya 55:8,9.

<8> Sebab rancanganku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikian firman TUHAN. <9> Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya ja- lanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu.

Sadarkah anda bahwa ambisi manusiawi kita selalu menelorkan RAN- CANGAN MANUSIA? Sadarkah anda bahwa mutu rancangan manusia hanya senilai debu tanah dihadapkan kepada RANCANGAN TUHAN yang mutunya setinggi langit? Baca pula Yeremia 29:11,

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah fir- man TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan...

Saudara, RANCANGAN TUHAN itu, selain mutunya setinggi langit, didalamnya sudah terjamin juga damai sejahtera yang sangat kita butuhkan! Jadi tidak perlu kita heran kalau banyak hamba Tuhan tidak beroleh damai sejahtera sesuai janji Tuhan ini, karena yang dilaksanakan adalah rancangan mereka sendiri, bukan rancangan TUHAN yang sekaligus menyediakan damai sejahtera itu. Oleh rang- sangan roh-ambisi (dibelakangnya Iblis berperan), kendati dengan dalih memenangkan jiwa bagi Tuhan Yesus, atau demi memuliakan Tuhan, mereka merancang hal-hal yang hebat (dari kacamata manu- sia), sehingga menyimpang dari rancangan TUHAN sendiri. Hasilnya: kemalangan dan kecelakaan belaka!

Sekali lagi perkenankanlah penulis mengingatkan, agar anda selalu bekerja di bawah pimpinan Roh Yesus. Jadi kegiatan berperang (yakni: berdoa) juga harus dibawah pimpinan Roh Yesus. Dahului doa anda dengan permintaan bimbingan itu! Jangan melebihi hak kita sebagai 'hamba-hamba yang tidak berguna' <Luk.17:10>!

--o0o--

12. SELAMAT BERJUANG!

Sebagai kata penutup, perkenankanlah penulis mengemukakan hasrat- nya, yang mendorong penulisan buku kecil ini. Hasrat penulis ini sejajar dengan keinginan Yesus, yakni agar bertambah banyak orang-orang yang sungguh mengabdi Tuhan Yesus, tidak sekedar mengabdi pada sesuatu Lembaga, Gereja atau mengabdi pada ambisi- pribadi. Yesus menginginkan hamba-hambaNya bekerja dibawah satu pimpinan saja, yakni Mesias, <Mat.23:10>. Tidak salah untuk meng- abdi pada salah satu Lembaga/Gereja, namun jangan diabaikan pesan Tuhan Yesus untuk bekerja juga langsung dibawah pimpinanNya!

Jadi, kepada saudara pembaca yang sudah mengabdi pada salah satu Lembaga, penulis menghimbau anda untuk menyediakan juga waktu dan tenaga bagi pelayanan langsung, dibawah pimpinan Tuhan Yesus sendiri. Bentuknya adalah 'menjala' ikan, atau membawa orang ke dalam pertobatan, ataupun melayani secara pribadi (counceling), yang akan memperbaiki kehidupan seseorang. Imbalannya, sukacita, damai sejahtera, kelimpahan, sungguh luar biasa! Dengan melayani Lembaga, atau Gereja, ataupun manusia, anda selalu menempuh risi- ko beroleh kekecewaan. Melayani Tuhan Yesus, dijamin tidak akan kecewa! Sebaliknya, sukacita akan memenuhi hidup anda!

Adalah hasrat penulis pula, agar dibangkitkan lebih banyak pen- doa-pendoa, seperti keinginan Yesus yang diutarakan dalam pembi- caraan dengan murid-muridNya, <Luk.22:31,32>:

<31> "Simon, Simon, Lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum <32> tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, ji- kalau engkau sudah insyaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

Yesus memiliki bahasa yang khas, berbeda dari kebanyakan orang. Ia tidak mengatakan "jika engkau telah kuat...", melainkan "kalau engkau sudah insyaf....". Jadi, menguatkan saudara-saudara kita adalah tugas bagi semua yang -kuat- insyaf!

Dalam kedua ayat ini Tuhan Yesus sudah menunjukkan bagaimana memperkuat saudara-saudara kita. Caranya adalah dengan mengikuti cara Yesus <ay.-32a>, "Aku telah berdoa..." Jelaslah, bahwa Tuhan Yesus menginginkan para pembaca yang sudah insyaf, supaya rajin berdoa memperkuat saudara-saudara yang lemah. Berdoa syafaat. Jelas pulalah bahwa salah satu tugas utama dari para prajurit Kristus adalah BERDOA SYAFAAT. Bukankah Tuhan Yesus sudah menun- jukkan kegemaranNya berdoa semalam-malaman <Luk.6:12>?

PEMBACA YANG BUDIMAN, YANG DIKASIHI TUHAN YESUS, dengan pengamat- an tajam, anda dapat mengkritik buku ini dengan menyatakan bahwa pengajarannya kurang lengkap, hanya berisi contoh-contoh doa yang tidak selalu dapat diterapkan. Dalam kasus yang berbeda dari yang dicontohkan, doa yang tercantum dalam buku kecil ini sudah 'tidak laku' lagi. Anda benar dalam hal itu.

Namun, kalau teknik berdoa itu harus dibahas secara detail (dan hal itu tidak mungkin dilakukan), akan timbul kerugian yang sangat besar! Doa-doa anda akan terselenggara dibawah pimpinan suatu buku yang ditulis oleh seorang manusia-hina, tidak lagi dibawah pimpinan Roh Yesus, dengan Hikmat SorgawiNya. Doa-doa anda tidak berisi Kuasa yang disalurkan sewaktu Roh Yesus memim- pin anda berdoa. Hasilnya akan banyak kegagalan. Didalam anda menghadapi dua kasus yang diuraikan pada bab-9 (silahkan baca kembali komentar pada halaman-41 bagian bawah), hikmat-manusia akan cenderung 'memukul-rata' kedua kasus itu, padahal pimpinan Roh Yesus bertindak lain!

Itulah alasan utama, mengapa buku ini tidak mengajar teknik- teknik berdoa secara yang dikritik diatas. Kalau anda sungguh- sungguh mau melayani Tuhan Yesus, anda dapat menagih janjiNya, serupa dengan janji pada Luk.12:12: Roh Yesus akan mengajar kamu apa yang harus anda doakan, seketika itu juga! Dan akan menjadi nyata bagi anda bimbingan Roh Yesus dalam pelayanan-pelayanan yang anda lakukan.

PEMBACA YANG TERKASIH, Sebagai pengikut Yesus yang sungguh, se- yogyanya kita tidak mencari senangnya saja, tetapi harus bersedia memikul salib bersama Tuhan Yesus: mengambil alih sebagian pende- ritaan dan pergumulan saudara-saudara kita. Ambillah keputusan memasuki peperangan-rohani, untuk dapat berkemenangan bersama Tuhan Yesus dan memperoleh berkat-berkat pada akhir zaman. Kepada mereka yang mengambil keputusan itu, penulis menyampaikan:

SELAMAT BERJUANG SAUDARA,

TUHAN YESUS MENYERTAI DAN MEMBERKATI ANDA

--o0o--

CATATAN AKHIR:

______________

Edisi 1997 ini secara umum sama isinya dengan Edisi 1989. MODIFI- KASI yang dilakukan adalah menyingkirkan istilah 'Allah', karena Yang Mahapencipta, Bapa Sorgawi bukan Allah namaNya. Tidak mungkin 'Allah', sebab 'Allah' bukanlah istilah yang universil. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris anda tidak akan menemukan istilah itu, demikian juga di dalam berbagai Alkitab berbahasa daerah. Sewajarnyalah Nama Mahapencipta berlaku secara universil.

Nama Mahapencipta yang sah secara universil adalah Yesus Kristus!

Istilah Roh Kudus juga disingkirkan, karena Roh Kudus bukan nama, melainkan fungsi. Nama bagi Pribadi ketiga dari Trinitas ini adalah Roh Kristus <1Ptr.1:11> atau Roh Yesus <Kis.16:7>. Sesung- guhnya Nama Trinitas adalah Yesus Kristus, sesuai dengan pem- bahasan dalam buku 'ESANAMANYA' oleh penulis yang sama, yang diterbitkan untuk pertama kalinya pada 1997. Kiranya para Pembaca dapat memakluminya, Shalom!

--o0o--


LAMPIRAN: KHUSUS BAGI PENDOA-SYAFAAT

------------------------------------

Sebagai latihan, menangkanlah jiwa melalui doa-syafaat! Lakukan- lah pelayanan-pribadi 'in-absentia' (jarak-jauh) mirip contoh pada halaman 26,27! Pilihlah seorang teman yang anda BERBELAS- KASIHAN kepadanya, agar diselamatkan Tuhan Yesus; doakanlah me- nurut butir-butir berikut:

1. Mohon Tuhan Yesus mengampuni semua dosa teman itu. Kalau anda tahu pasti dosa-dosanya, anda utarakan jelas. (Dasar Alkitab: Ay.1:4,5;Am.7:2,4). Dengan dosa-dosanya diampuni, Roh Yesus dapat mulai menjamah teman anda.

2. Karena (kemungkinan) teman itu buta tentang masalah kutuk- warisan, maka anda yang mengerti, bermohon UNTUK DAN ATAS NAMANYA, supaya Kasih dan Kuasa Yesus membatalkan garis-kutuk yang terjatuh dalam dirinya, sebagai akibat dosa atau kekejian leluhurnya (Hukum-II; Mz.51:7; dsb. baca 'MATIUS-613' oleh penulis yang sama).

3. Mohon Roh Yesus memasuki dan menguasai dirinya dan memeriksa kalau ada keterikatannya dengan kuasa Iblis. Kemungkinan dia tidak mengerti akan hal itu, maka anda yang mengerti, mohon kepada Tuhan Yesus agar semua ikatan Iblis dihancurkan dan disingkirkan dari dirinya.

4. Demi nama Yesus, semua kuasa-kuasa Iblis dan ikatan perjanjian dengan Iblis dihancurkan dan disingkirkan dari dirinya, dan dia dibebaskan dari perhambaan Iblis. (Kalau pada butir-3 dan -4 ini anda mengalami gangguan aneh atau gaib, misalnya tertidur, mengantuk hebat, pusing-pusing ataupun jantung digoncangkan itu biasanya dari kuasa setan, yang berusaha menggagalkan pelayanan anda. Mintalah pelayanan pelepasan dari hamba Tuhan yang diurapi, agar anda dapat berdoa dengan tajam dimasa depan!)

5. Untuk dam atas nama teman itu, nyatakan YESUS SEBAGAI JURUSELAMATNYA dan undang Tuhan Yesus masuk kedalam hatinya, kedalam kehidupannya mengendalikan seluruh hidupnya, memperbaiki perangainya, sehingga berkenan di hati Tuhan.

6. Karena Yesus hadir dalam diri teman itu, mohon pula jamahan tangan Tuhan Yesus untuk (kalau ada) menyembuhkan luka batin didalam dirinya. (Luka batin adalah apa yang dinamai oleh ahli Psikologi dengan 'trauma-psikologi'). sesuai Yes.53:5, mohon Tuhan Yesus MENYEMBUHKAN DAN MENUTUP RAPAT luka batin itu sehingga tidak mungkin lagi dirasuk oleh 'bakteri rohani' (kuasa Iblis).

7.Dengan Kuasa Yesus, semua roh-jahat yang sempat MERASUK MELALUI luka-luka batin, dihancurkan kuasanya dan disingkirkan dari diri teman itu, sehingga dia bebas dari pencemaran roh- jahat, dan dapat bersekutu dengan Yesus secara benar!

8. TEKUN BERDOA SETIAP HARI bagi perawatan teman anda:

a. Panjatkan doa mohon ampun bagi DOSA-DOSA BARU yang mungkin diperbuatnya. Enyahkan roh-roh najis perangsang dosa!

b.HANCURKAN dan SINGKIRKAN kuasa-kuasa Iblis, sekiranya ada yang baru masuk melalui persekutuan yang baru.

c.Mohon Tuhan Yesus menyembuhkan LUKA BATIN, kalau ada yang baru terbentuk.

d.Lakukan terus, sampai anda beroleh kepastian bahwa ia sudah diselamatkan.

Berdasarkan Markus 11:22-24, berimanlah bahwa penyelamatan teman anda itu sudah terjadi; waktu Tuhan-lah yang akan memunculkan kenyataan itu! Jangan berhenti mendoakannya, walaupun hal itu akan berlangsung bertahun-tahun! Seorang siswa S.L.A . mendoakan teman sekolahnya selama dua tahun, dan kenyataan itu terjadi! Betapa sukacitanya anda nanti dengan keselamatan teman anda itu!

--o0o--