Yesus Kristus Mahacerdas!

January 2000 ยท 9 minute read

Daftar Isi

Pendahuluan

  1. Pergunakan Perangkat Membaca Selengkapnya

    1.1 Mengandalkan ‘Mata Telanjang’

    1.2 Pemanfaatan ‘Mikroskop’

    1.3 Pemanfaatan ‘Teropong’ (Teleskop)

    1.4 Mata-Telanjang, Teropong dan Mikroskop Sekaligus

  2. Memanfaatkan Perangkat Berpikir Selengkapnya

    2.1 Berpikir dengan Teknik Induktif

    2.1.1 ‘Membunuh’ dan ‘Marah’

    2.1.2 ‘Berzinah’ dan ‘Berzinah-dalam-hati’

    2.1.3 ‘Orang-mati’ dan ‘Orang-mati’

    2.2 Berpikir dengan Dengan Teknik Deduktif

    2.3 Synthesis: Padukan Serpih-serpih Informasi itu

    2.4 Berpikir dengan Teknik Pemetaan

    2.4.1 Pemetaan Berbentuk Syair

    2.4.2 Syair: Perjanjian Lama - Perjanjian Baru

    2.4.3 Bentuk Syair yang Lebih Rumit

    2.4.4 Syair - Teleskop - Mikroskop

    2.4.5 ‘Mapping’ yang Komplex

    2.5 Pesan-pesan Terselubung (‘Encoded Messages’)

    2.5.1 Mengikut Yesus Sepanjang ‘Jalan Matius’

    2.5.2 Keturunan-Ilahi, Andakah?

    2.6 Metodologi Investigasi dan Eliminasi

  3. Oh, Yesus Kristus, Engkau Mahacerdas!!

    3.1 Keangkuhan Seorang Ilmuwan

    3.2 Teknik Berpikir Rekursif

    3.3 Yesus Kristus, Juara Matematika Sejagat Raya

    3.4 Roh Kristus, Hyper-Modern!

    3.5 Luluhlah Keangkuhan

  4. Mengerti Alkitab Sesuai Kehendak Kristus!!

  5. Pesan Peringatan

————————————

Apakah Anda termasuk golongan manusia yang menganggap Alkitab (utamanya: Perjanjian Baru) sekedar Buku Sejarah? Ditulis oleh manusia, manusia purba puluhan abad yang silam?

Apakah Anda tergolong orang yang tidak mengakui otoritas Alkitab? Tergolong orang yang meragukan Perjanjian Baru?

Apakah Anda ragu, menganggap bukan Roh Kudus yang menuntun penulis Perjanjian Baru, teristimewa keempat Injil?

Buku kecil ini membuktikan bahwa Anda keliru besar!!

Buku kecil ini membuktikan bahwa di belakang penulisan Injil di zaman dulu, berperan SATU PRIBADI MAHACERDAS yang membimbing manusia purba itu, memampukan mereka menulis Injil dengan menggunakan teknik penulisan yang kebanyakan ilmuwan modern abad-20 belum mengenalnya!

Buku ini membuktikan bahwa Roh Kudus, atau Roh Kristus, Redaktur Agung dari Injil, layak dipuja oleh ilmuwan modern pun! Tidak ada lagi alasan bagi pakar pengetahuan abad-20 pun untuk meremehkan Injil dan Redaktur, Penulisnya!

Bila Anda termasuk salah satu golongan di atas, maka saya, dalam nama Yesus Kristus menghimbau Anda sekarang:

Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga
sudah di hadapan hidung Anda!!

Bertobatlah, persembahkan semua kemuliaan kepada Yesus Kristus, sembahlah Dia, taklukkan segala kehebatan diri Anda ke kaki Yesus, supaya Anda diajakNya berbagi kemuliaan di sorga kelak!

————————————

Pendahuluan

Mulanya buku ini direncanakan berjudul “ROH KUDUS YANG KUNO MODERN”, namun kemudian diputuskan untuk memberi judul yang lebih lugas, yang lebih memuliakan Tuhan: “YESUS KRISTUS MAHACERDAS!", karen memang Yesus Kristus, dengan Roh KudusNya layak beroleh kemuliaan itu. Kecerdasan Roh Kudus (yang adalah Roh Kristus) dapat dibuktikan dari Penuntunan yang dilakukannya terhadap penulis penulis Alkitab, sebagaimana yang Anda akan ikuti dari buku kecil ini.

Sebagai pembukaan, penulis mempersilahkan Anda merenungkan dan menilai pernyataan berikut: alkitab, ditulis dan ditujukan kepada umat manusia supaya pembacanya mudah mengerti rahasia Tuhan! Benarkah pernyataan itu? Bagaimana jawaban anda?

Kalau anda menganggap pernyataan itu benar, maka anda keliru! Alkitab sendiri membantah anda, pada Amsal 25:2

kemuliaan Tuhan ialah merahasiakan sesuatu tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu!

Jadi kalau kita mengakui Alkitab ditulis di bawah tuntunan Tuhan, tentu kitab itu mengandung berbagai rahasia Tuhan! Tidak heran banyak ‘raja-raja’, yakni para ahli pikir menjadi penasaran, ingin menyelidiki terus, bahkan membuang waktu puluhan tahun secara sia-sia! Memang mereka beroleh kemuliaan duniawi oleh penyelidikan mereka itu, tetapi mereka tetap dungu di hadapan kemuliaan Tuhan! Hal ini sejalan dengan pernyataan Yesus:

Matius 12:25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil…”

‘Semuanya itu’, termasuk juga rahasia rahasia Tuhan di dalam Alkitab, memang disembunyikan Tuhan terhadap orang orang bijak dan pandai! Tidak sekarang, banyak orang berpendidikan merasa menguasai isi Alkitab, namun terkejut kalo diingatkan bahwa yang mereka pelajari tidak lebih adalah: kitab kitab karangan manusia tentang Alkitab, bukan Alkitab itu sendiri!

Jadi, siapa yang bisa mengerti Alkitab? Hanya orang kecil, yakni mereka yang memiliki Iman, kekudusan dan kasih; perangkat perangkat rohani yang utama!

Namun bagaimanapun juga, Alkitab tetap merupakan sumber informasi yang terlengkap tentang alam gaib, teristimewa tentang Tuhan dan iblis. Nah, untuk mengerti seluruh informasi itu dan serba sedikit rahasia Tuhan yang diungkapkan di dalam Alkitab, (sejalan dengan kehendakNya sesuai tuntunanNya, tentu) semua perangkat yang Anda miliki harus dikerahkan:

Perangkat membaca, perangkat berpikir, dan perangkat rohani!

1. Pergunakan Perangkat Membaca Selengkapnya

Untuk mengerti informasi informasi yang disajikan dalam Alkitab, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membacanya! Di sinilah pengertian membaca perlu dipahami, berbeda dari sekedar melafaskan kata kata yang tertulis dalam Alkitab:

Membaca artinya menyerap informasi yang disajikan

Tanpa mengerti informasi yang disajikan, tidak banyak artinya seseorang membaca Alkitab, betapapun tekunnya!

Serupa dengan perilaku seseorang yang sedang mengamati benda benda tertentu, yang kadangkala cukup menggunakan mata telanjang, ada kalanya menggunakan kaca pembesar atau mikroskop, atau kadangkala memanfaatkan penglihat jauh atau Teropong, maka pembaca Alkitab, dari waktu ke waktu harus memanfaatkan perangkat ‘membaca’ selengkapnya: ‘mata telanjang’, ‘mikroskop’, ataupun ‘teropong’. Pemanfaatan tiga macam perangkat ini dan contoh contoh hasil perolehannya disajikan pada pasal-pasal berikut.

1.1 Mengandalkan ‘Mata Telanjang

Mata telanjang hanya berguna untuk mengerti kalimat-kalimat yang sederhana di dalam Alkitab, kalimat yang tidak banyak bercabang dan tidak berbelit-belit. Begitu susunan kalimat-kalimatnya agak rumit, terjerumuslah pembaca! Kita tidak dapat mempersalahkan para penulis Alkitab untuk penjerumusan ini, karena sudah demikianlah agaknya kehendak Tuhan, yang membimbing penulisan Alkitab!

Rasul Petrus sendiri telah mewaspadakan para pembaca Alkitab, khususnya membaca tulisan Rasul Paulus untuk berhati-hati, jangan sampai memutarbalikkan tulisan-tulisan itu. (2Petrus 3:16):

Dalam surat-suratnya itu (surat-surat Rasul Paulus, pen.) ada hal hal yang sukar difahami, sehingga orang orang yang tidak memahaminya dan tidak Teguh imannya, memutarbalikkan menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

Jadi berhati-hatilah saudara! Ikutilah satu contoh dari pelayanan ini. Seorang pemuda yang tadinya penganut agama Katholik, berumur lebih kurang 23 tahun, oleh seorang pengikut anti Kristus ditunjukkan ayat Matius 7:21, sepotong saja:

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga…

Pemuda ini membaca yang sepotong itu, dan segera menarik kesimpulan (oleh sedikit pelintiran iblis, anti Kristus itu): berarti setiap orang yang berseru Tuhan kepada Yesus, tidak akan masuk sorga! Mereka yang mempertuhankan Yesus tidak masuk sorga! pemuda ini langsung berhenti mempertuhankan Yesus, meninggalkan agamanya dan pindah menjadi keturunan ‘Ismael’. Padahal, kalau dia membaca terus dan merenungkan sisa itu, ceritanya akan berbeda.

Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Jelas sekali yang Yesus maksudkan adalah bahwa yang berkenan di hati Tuhan, sehingga boleh masuk ke dalam Kerajaan Sorga bukanlah mereka yang sibuk mempertuhankan Dia (Yesus), melainkan mereka yang Patuh, yang sibuk melakukan setiap perintah Tuhan, raja dalam kerajaan sorga. Ini sejajar dengan tuntutan Tuhan pada Yohanes 14:23! Renungkan pulalah ayat itu!

1.2 Pemanfaatan ‘Mikroskop'

Adakalanya ‘Penulis’ Alkitab, Roh Kudus, entah secara sengaja entah tidak, menempatkan kata kunci yang mendekam diam-diam, lolos dari pengamatan ‘mata telanjang’. Maka tanpa ‘mikroskop’ kehadiran kata-kunci itu tidak disadari para cerdik pandaipun sehingga makna bagian Alkitab itu tidak lengkap diserap.

Harus Roh Kudus yang membimbing pembaca Alkitab untuk memanfaatkan ‘mikroskop’ pada tempat yang tempat dan menemukan kehadiran kata kunci itu, sehingga makna penuh dari bagian Alkitab itu terungkap lebih lengkap! Sebagai contoh pemanfaatan ‘mikroskop’ dalam belajar dari Alkitab, penulis mau mengajak anda untuk mempelajari Markus 6:1-6:

(1) Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asalNya, sedang murid-muridNya mengikuti Dia. (2) Pada hari Sabat Iya mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperolehNya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepadaNya? Dan mujizat-mujizat yang demikan bagaimanakah dapat diadakan oleh tanganNya? (3) Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudaraNya perempuan ada bersama kita? Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.” (4) Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” (5) Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tanganNya atas mereka. (6a) Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.

Sewaktu digerakkan Tuhan untuk merenungkan bagian ini, penulis merasakan juga keheranan Yesus pada ayat-6a itu; merasa heran oleh mudahnya sikap manusia berubah, terutama terhadap Yesus Kristus. Jelas sekali pada awalnya orang-orang di kampung asal Yesus takjub (ay.-2) mendengar pengajaran yang disampaikan Yesus. Anehnya, selang beberapa kalimat berikutnya, perasaan takjub tadi sirna, langsung berbalik menjadi menolak Yesus (ay.-3)!

Maka timbullah pertanyaan yang cukup menantang: mengapa orang-orang mudah menolak Yesus? Atau: apakah penyebabnya orang-orang jadi begitu cepat menolak Yesus? Kalau saja diketahui penyebab yang hakiki, rasanya berkurang banyaklah orang yang akan binasa karena menolak Yesus Kristus!

Penulis mengajukan pertanyaan yang sama kepada beberapa banyak hamba Tuhan, atas ayat-ayat ini. Ada yang menjawab: “Karena memang mereka sekampung, dan sudah demikian dalilnya, bahwa teman sekampung sulit menghargai warga kampunya sendiri, kendati temannya itu sudah kelihatan lebih maju!” Jawaban lainnya: “Karena orang-orang kampung itu sudah terlanjur mengenal Yesus pada masa laluNya, sehingga tidak dapat percaya, bahwa Pribadi hebat di hadapan mereka adalah Yesus yang dahulunya bersahaja, tukang kayu yang mereka kenal!”

Apakah anda puas dengan jawaban-jawaban demikian? Penulis yakin andapun merasa kurang puas, karena tidak menjawab pertanyaan: “Mengapa begitu lekas menolak? Mengapa begitu dekatnya jarak antara sikap takjub (ay.-2) dengan sikap penolakan (ay.-3) itu?!” Apakah anda perhatikan, bahwa jarak antara kedua sikap yang ekstrim itu tidak melebihi dua ‘ayat’? Apa gerangan yang terdapa dalam jarak yang singkat ini, yang mengakibatkan orang berubah sikap secara ekstrim? Cobalah anda baca lagi bagian Alkitab itu!

(1) Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asalNya, sedang murid-muridNya mengikuti Dia. (2) Pada hari Sabat Iya mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperolehNya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepadaNya? Dan mujizat-mujizat yang demikan bagaimanakah dapat diadakan oleh tanganNya? (3) Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudaraNya perempuan ada bersama kita? Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.”

Barusan saya menghitung, di antara kata ‘takjub’ dan kata ‘menolak’, hanya terdapat lebih kurang 50 kata lainnya. Bayangkan, berselang lima puluh kata saja, sikap yang tadinya takjub sudah berubah menjadi menolak Yesus! Sedih sekali! Apa penyebabnya?

1.3 Pemanfaatan ‘Teropong’ (Teleskop)

1.4 Mata-Telanjang, Teropong dan Mikroskop Sekaligus

2. Memanfaatkan Perangkat Berpikir Selengkapnya

2.1 Berpikir dengan Teknik Induktif

2.1.1 ‘Membunuh’ dan ‘Marah'

2.1.2 ‘Berzinah’ dan ‘Berzinah-dalam-hati'

2.1.3 ‘Orang-mati’ dan ‘Orang-mati'

2.2 Berpikir dengan Dengan Teknik Deduktif

2.3 Synthesis: Padukan Serpih-serpih Informasi itu

2.4 Berpikir dengan Teknik Pemetaan

2.4.1 Pemetaan Berbentuk Syair

2.4.2 Syair: Perjanjian Lama - Perjanjian Baru

2.4.3 Bentuk Syair yang Lebih Rumit

2.4.4 Syair - Teleskop - Mikroskop

2.4.5 ‘Mapping’ yang Komplex

2.5 Pesan-pesan Terselubung (‘Encoded Messages’)

2.5.1 Mengikut Yesus Sepanjang ‘Jalan Matius'

2.5.2 Keturunan-Ilahi, Andakah?

2.6 Metodologi Investigasi dan Eliminasi

3. Oh, Yesus Kristus, Engkau Mahacerdas!!

3.1 Keangkuhan Seorang Ilmuwan

3.2 Teknik Berpikir Rekursif

3.3 Yesus Kristus, Juara Matematika Sejagat Raya

3.4 Roh Kristus, Hyper-Modern!

3.5 Luluhlah Keangkuhan

4. Mengerti Alkitab Sesuai Kehendak Kristus!!

5. Pesan Peringatan