Inilah Injil Kerajaan Sorga

September 2026 · 111 minute read

Thema : INJIL KERAJAAN SORGA

AWAL MULANYA: MISTERI

Pembaca yang saya kasihi, Kata Pendahuluan (dalam buku ini: ‘Awal Mulanya: Misteri’) seringkali menjadi bagian terpenting dari sebuah Buku. Hal itu juga terjadi dengan Buku yang saudara pegang. Maka sangat dianjurkan agar Saudara menyelesaikan ‘Awal Mula Misteri’dengan tekun, sebelum melanjutkan membaca Bagian yang menyusul.

Di bawah ini disajikan satu artikel singkat yang sangat mudah dimengerti, namun, jangan terburu-buru, di dalam artikel yang anda baca dibenamkan (Inggris: ‘embedded’) suatu artikel lain, yang lebih kecil, namakan saja ‘Bayi Artikel’ yang perlu ‘dilahirkan’. ‘Bayi-Artikel’ itu menjadi bagian terpenting dari seluruh pembacaan Buku ini. Maka Saudara diminta menjadi‘Bidan’ yang mengeluarkan ‘Bayi-Artikel’ itu. Silahkan Saudara membacanya:

Kehadiran agama Kristen berarti memenuhi umat rasa aman dari dosa yang memaksa manusia tunduk melayani segala kehendak Iblis. Kehadiran Juruselamat istimewa dirasakan orang percaya. Saliblah menandai Anak Tuhan bekukan keunggulan Iblis. Kerajaan Iblis agak goyah. Sejak masa tadi, anak Tuhan di dunia menjadi gairah membangun gereja Tuhan di bumi ini. Tentu ibadah disusun caranya sebaik mungkin dan menuruti selera tinggi gembala sidang. Bahkan gereja dibangun mewah seolah olah Tuhan punya. Tetapi tinggalnya Tuhan ada pada hati manusia nan hancur karena menyesali dosa-dosa dari masa lalunya.

Huruf-demi-huruf milik ‘Bayi-Artikel’ itu disisipkan dengan jarak-jarak tertentu di dalam ‘Induk-Artikel’, sehingga jika Saudara beroleh huruf-pertama, huruf berikutnya diperoleh dengan melompati 4-huruf di belakangnya (atau 4-huruf, atau 5-huruf, dll.). Huruf pertama saya rahasiakan, dan jarak-lompatan (4, 5, atau 6-huruf) juga rahasia.

Sekarang, cobalah dengan huruf-pertama, ‘K’, selaku huruf-pertama bagi ‘Bayi-Artikel’ Saudara. Ambillah jarak-lompatan = 6. (Ruang kosong atau spasi, semua tanda-baca, tidak ikut dihitung). Maka Saudara akan menemukan rentetan huruf-huruf, berjarak-lompatan-6, yakni ‘KaKbmis’. Ternyata beberapa huruf ini tidak mengandung arti apa-apa dalam bahasa Indonesia. Tidak ada gunanya meneruskan penelusuran itu.

Percobaan berikut, ambillah ‘K’ selaku huruf pertama, tetapi ambillah jarak-lompatan = 7. Saudara akan memperoleh huruf-huruf ‘Knianrd…’, yang juga tiada artinya. Saudara akan melakukan banyak percobaan dengan jarak-lompatan =8, =9, dan seterusnya (dibatasi oleh jumlah huruf di dalam seluruh Artikel), dan belum berhasil juga. Rupanya kunci utamanya adalah menemukan huruf pertama itu!

Maka Saudara mungkin mengambil huruf ke-2, ‘e’, selaku awalan pencarian. Saudara akan mem-variasikan jarak lompatan lagi (=6, =7, =8, dst.) dan banyak percobaan akan menghasilkan kegagalan belaka!

Begitu seterusnya, Saudara mungkin mengambil huruf ke-3 selaku awalan pencarian, ke-4, dan seterusnya; bilamanakah Saudara akan berhasil??

{Pada titik ini, seseorang yang biasa bekerja dengan komputer segera menyadari bahwa komputer dapat membantu dia dengan cepat}.

Namun lebih cepat lagi jika saudara beroleh bantuan dari si Pencipta ‘Induk’ dan ‘Bayi’ Artikel ini. Maka saya beritahukan awalan pencarian yang tepat, yakni huruf ‘t’ yang pertama. Jarak lompatan yang saya lakukan sewaktu membenamkan ‘Bayi Artikel’ itu adalah ‘10’. Dengan ketekunan yang memadai, maka Saudara akan menandai huruf-huruf yang ditemukan, yang (saya bantu Saudara) saya gunakan huruf Kapital di bawah ini:

kehadiran agama KrisTen berarti memEnuhi umat Rasa aman darI dosa yang meMaksa manusiA tunduk melaYani segala kEhendak IbliS. kehadiran jUruselamat iStimewa diraSakan orang pErcaya. salibLah menandai Anak tuhan beKukan keunggUlan Iblis. keRajaan iblis Agak goyah. seJak masa tadi, Anak tuhan di Dunia menjadI gairah membAngun gereja tuhan di bumi Ini. tentu ibaDah disusun cAranya sebaiK mungkin dan Menuruti selEra tinggi geMbala sidang. bahkan gerejA dibangun meWah seolah olAh tuhan punyA. tetapi tinggalnya tuhan Ada pada hati Manusia nan hAncur karena menyesali dosa-dosa dari masa lalunya.

Apa bunyi ‘Bayi Artikel’ yang Saudara temukan? Inilah:

TERIMA YESUS SELAKU RAJA; DIA TIDAK MEMBAWA AGAMA

Nah, lihatlah, ‘Induk Artikel’ berbicara tentang keagamaan, di mana anak Tuhan diakui selaku Juruselamat, tidak lebih. Dan umat Tuhan sibuk membangun gereja (rumah ibadat, kebiasaan semua agama). Di pihak lain, ‘Bayi Artikel’ berbicara mengenai Yesus selaku Raja, Yang tidak membawa agama. Jelas sekali, Induk Artikel dan Bayi Artikel berbicara dalam dua Kawasan yang jauh berbeda: Kawasan Agama dan Kawasan Kerajaan.

Maukah Saudara melihat kenyataan bahwa Alkitab/Bible yang Saudara pegang merupakan‘Induk Artikel’, sementara sabda-sabda Yesus di dalamnya merupakan ‘Bayi Artikel’?

Adalah kenyataan bahwa Bible, yang ditahbiskan menjadi Kitab Suci Agama Kristen oleh bapa-bapa Gereja, merupakan ‘Induk Artikel’. ‘Induk’ ini mengandung ‘Bayi-Artikel’: pesan-pesan Kerajaan (Surga), yang disabdakan oleh Yesus sendiri!

Anggapan bapa-bapa Gereja

ditarungkan dengan sabda RajaYesus…

…manakah yang lebih berwibawa??

Jika Saudara bersikukuh menyatakan keputusan bapa-bapa Gereja tidak dapat diganggu-gugat, secara langsung Saudara sedang melucuti kemuliaan Yesus! Bahwa bapa-bapa Gereja, yang manusia-biasa, tidak bisa ditawar, sedangkan sabda Yesus, Juruselamat diperbantahkan, itu menunjukkan Saudara sudah melecehkan Yesus. Saudara tidak mungkin bergabung dengan KerajaanNya Yesus. Saya tidak akan tersinggung jika Saudara singkirkan saja buku ini sejak sekarang!

Lihatlah kelanjutannya, bahwa Bible, yang diperlakukan selaku Kitab (Suci) Agamawi,menghasilkan Agama (Kristen), yang berbeda dari ajaran Injil, Wawasan Kerajaan!

Dampak ikutan dari pengamatan di atas adalah bahwa Theologia sangat diperlukan untuk mempelajari Agama Kristen, tetapi untuk memahami ajaran Injil Kerajaan, Basilea-logia yang berlaku! Sebab wawasan Keagamaan dan wawasan Kerajaan adalah dua ‘dunia’ yang berbeda. Hal itu akan semakin jelas di dalam uraian yang menyusul.

{Istilah Theologia (dari bahasa Yunani) dibangun dari ‘Theou’ (TUHAN) dan ‘logia’(ajaran); maka layaklah bahwa para pemimpin agama Kristen harus belajar Theologia. Tanpa kesarjanaan Theologia, kepemimpinan mereka diragukan!}

{Istilah Basilealogia (dari bahasa Yunani) dibangun dari ‘Basilea’ (Kerajaan) dan‘logia’ (ajaran); berarti: ajaran tentang Kerajaan. Yang berlaku adalah wawasan Kerajaan. Dan di dalam Kerajaan, kepemimpinan berada di tangan RajaSurga sendiri! Dan RajaSurga mampu mengajar hambaNya satu-per-satu, bahkan:[Mat.10:30]: …rambut kepalamu pun terhitung semuanya.}

Perlu dicatat bahwa pengungkapan ‘Bayi-Artikel’ dimulai pada huruf ‘t’ yang pertama, yang adalah huruf ke-19. 10-lokasi sebelumnya, pada lokasi ke-9 ada huruf ‘a’, yang tidak ikut dalam pesan misterius itu. Bebas saja si pencipta misteri untuk mengatur bahwa Bayi-Artikel dimulai pada huruf ke-19, dan bukan pada huruf sebelumnya!

Lebih jauh lagi, pencarian pesan misterius itu dihentikan segera setelah ditemukan kata(terakhir): ‘agama’. Padahal penelusuran huruf-huruf dengan jarak-lompatan =10 itu masih harus berlanjut ke ujung Induk-Artikel, memunculkan huruf-huruf ‘m - s - a’. Mengapa Penulis tidak lanjutkan sampai habis Induk Artikel?

Jawabannya adalah pada disiplin pemecahan misteri. Umumnya misteri (semisal ceritera detektif) memang dibenamkan kepada ratusan/ribuan informasi yang sebagiannya tidak terikut di dalam pesan misterius, atau sama sekali tidak berharga! Maka jika Bayi Artikel yang dicari sudah ditemukan, untuk apa dilanjutkan penelusuran kepada sisa informasinya?

Tidak perlu membuang-buang waktu dengan sisa (residual) informasi. Bahkan informasi yang disajikan oleh Induk Artikel selayaknya disingkirkan saja, jika tidak selaras dengan pesan misterius yang sudah diungkapkan. Misalnya, informasi tentang ‘selera-tinggi gembala sidang’ atau ‘kemewahan gedung gereja’ menjadi tidak berarti, kendati di dalam wawasan Induk Artikel punya makna.

Demikianlah, fakta bahwa Yesus yang RajaSurga, tidak membawa agama, tetapi menegakkan Kerajaan. Hasil ‘searching’ dari rekaman-rekaman Injil (Matius – Markus – Lukas – Yohanes mencatat ada 118-kali istilah ‘Kerajaan’, di antaranya 34-kali ‘Kerajaan Surga’ dan 53-kali istilah ‘Kerajaan Allah(maksudnya ‘Kerajaan Tuhan’). Ada 12-kali istilah ‘Agama’, dan yang terbanyak di antara yang 12 itu adalah istilah Mahkamah Agama, yang memusuhi Yesus dengan InjilNya. Masihkah Rekaman-rekaman Injil ini mau dianggap bagian dari Kitab Suci sesuatu Agama?

Bahkan Kitab Perjanjian Lama sudah diwahyukan secara khusus, mengajarkan tentang Wawasan Kerajaan. Jarang yang memikirkan mengapa demikian banyak Kitab yang ber-wawasan Kerajaan (1- dan 2-Sam, 1- dan 2-Raja, 1- dan 2-Tawarikh, Nehemia, Ester, Daniel), semua berwawasan Kerajaan! Jumlah halaman dari kitab-kitab itu l.k. 300-halaman!

Maka bapa-bapa Gereja itu harus mempertanggung-jawabkan perbuatan mereka membangun Agama (Kristen – Katolik, dst.) bermodalkan Injil Kristus, yang di’opplos’ dengan Kitab Suci Agama Yahudi! {Di-opplos: dicampurkan dengan bahan yang bermutu lebih rendah!}

Kerajaaan (Surga) di bumi, menjadi dasar yang melandasi penulisan Buku ini. ‘Bayi Artikel’yang ‘terbenam’ di dalam Bible selaku ‘Induk Artikel’, menjadi topik utama Buku ini, dalam rangka mentaati sabda Raja Yesus dalam Mat.24:14:

“…Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian

bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Dipandang dari wawasan Kerajaan, Penulis baru bertobat (empat tahun), tetapi secara agamawi pertobatan Penulis sudah berusia 20-tahun lebih! Perbedaan bentuk pertobatan itu akan jelas setelah pembacaan buku ini. Bersabarlah.

{Saudara yang mengaku Penginjil, periksalah pemberitaan Saudara selama ini; apakah Saudara sekedar mengabarkan tentang Yesus-Juruselamat dan Agama Kristen beserta dogma dan ritual? Belum memberitakan tentang Yesus Yang Raja Surga dan InjilNya? Buku ini akan menolong dan memampukan Saudara memberitakan Injil Kerajaan Surga. Mulialah Yesus Kristus, Raja Surga}.

BAGIAN KE-SATU:

MEMASUKI KERAJAAN SURGA

Iblis adalah pakar penyesatan. Banyak sekali orang Kristen diperdayanya. Misalnya, ketika mendengar perkataan ‘Kerajaan Surga’, segera menganggap bahwa Kerajaan itu urusan setelah ajal, karena dirancukan oleh Iblis, menggiring kepada ‘Surga’, indah dalam kekekalan.

Padahal Yesus sabdakan [Luk.17:20-21]:

20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, bilamana Kerajaan TUHAN akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan TUHAN datang tanpa tanda-tanda lahiriah, 21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada disana! Sebab sesungguhnya Kerajaan TUHAN ada di dalam kamu.

Jelas sekali adanya Kerajaan Tuhan (sama dengan Kerajaan Surga, sebab hanya satu Surga dan hanya satu Rajanya: TUHAN!); Yesus yang mengajarkan dan menyatakannya. Kerajaan tanpa tanda-tanda lahiriah, berarti tidak-kasat-mata, suatu Kerajaan yang rohani.

Orang tidak dapat mengatakan bahwa Kerajaan Surga ada di Tanah Israel atau Tanah Arab, sebab tidak-kasat-mata!; berarti Kerajaan Surga tidak memerlukan wilayah (teritorial), cukup dengan memiliki hamba-hamba Raja. Sesungguhnya prinsip ini juga berlaku di dalam Kerajaan Dunia: kendati ada wilayah (teritorial), tanpa Raja dan tanpa hamba, tidak ada Kerajaan. (Bukankah demikian nasib bangsa Israel, yang tanpa raja di kala itu?).

Ada Raja, ada hamba, yang setia, maka suatu Kerajaan dapat tegak. Itu sebabnya Yesus sebutkan Kerajaan itu ada ‘di dalam’ kamu, bukan di antara kamu. Pemerintahan Kerajaan Surga dilakukan dari dalam hati para hamba. Hal ini akan semakin jelas pada pembacaan yang menyusul!

  1. ADA KERAJAAN (SURGA)

Yesus memulai pelayananNya di bumi dengan seruan-perdana: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” [Mat.4:17].

Tidak disabdakanNya: “Bertobatlah, supaya engkau masuk Surga!” Sebab Surga masih jauh, harus melalui ajal manusia dan melalui penghakiman, demikian ajaran agama Kristen.

Istilah ‘Kerajaan’ menunjukkan bahwa bukan Agama yang Yesus bawa. Maka harus disadari bahwa ‘wawasan Kerajaan’ adalah wawasan pemberitaan Yesus di seluruh rekaman sabda Yesus (Matius-Markus-Lukas-Yohanes, dll.).

Istilah ‘Surga’ menerangkan tentang Kerajaan. Dan Surga segera berarti Kawasan yang tidak-kasat-mata. Maka yang Yesus maksudkan adalah Kerajaan yang tidak-kasat-mata, bukan Kerajaan yang duniawi, yang kasat mata. Di sini terletak salah satu kekeliruan orang Yahudi terhadap Yesus. Mereka mengharapkan Yesus akan membangun kerajaan duniawi, melanjutkan kerajaan Daud, sekaligus menyelamatkan bangsa Israel dari penjajahan Romawi (arti Juruselamat bagi orang Yahudi di kala itu!).

Kerajaan yang tidak-kasat-mata, tidak nampak kepada mata jasmani, siapa yang mampu atau mau menghargainya? Siapa yang dapat menangkap dan menanggapinya secara tepat?

Maka dapatlah dimengerti bahwa Kerajaan Surga adalah kerajaan yang misterius. Begitu misteriusnya, sehingga: walaupun nabi-nabi Perjanjian Lama sudah menyinggungnya, umat beragama Yahudi (dan bapa-bapa Gereja) seolah-olah tidak memperdulikannya.

Begitu misteriusnya Kerajaan ini, dinyatakan oleh Yesus sendiri dalam Mrk.4:10-12:

10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. 11 Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan TUHAN, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, 12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”

Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid… berarti orang banyak tidak mendengarkan pembicaraan mereka yang rahasia itu.

“Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan TUHAN…; di dalam bahasa Inggris (KJV) berbunyi: Unto you it is given to know the mistery of the kingdom of God:

‘Mistery’ tidak sama dengan ‘rahasia’ (Inggris: ‘secret’)! Dalam Kitab Perjanjian Baru berbahasa asli (Yunani) juga digunakan kata ‘musterion’.

Di dalam Kamus Webster, untuk kata ‘mistery’ diberi arti: a religious truth that one can know only by revelation and can not fully understand… (Indonesia: misteri adalah kebenaran agamawi yang hanya mungkin dipahami melalui pewahyuan dan tidak dapat sepenuhnya dimengerti).

Di pihak lain, ‘rahasia’ dapat diungkapkan dengan bermodalkan kecerdasan, pengetahuan serta kegigihan memecahkan rahasia itu.

Jelaslah bahwa Kerajaan Surga adalah sungguh Kerajaan yang misterius, disabdakan oleh Yesus sendiri.

Dan misteri itu hanya dibukakan kepada para muridNya. Murid di kala itu dan murid dikemudian hari (setelah Yesus naik ke Surga). Lihatlah, betapa Paulus, murid Yesus yang tidak pernah makan dan minum bersama Yesus, beroleh juga pengungkapan misteri Injil (berarti misteri Kerajaan Surga yang diberitakan Injil), sehingga Paulus mencatat dalam Ef.6:18-19:

18 …berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil {Inggris: mistery},…

Paulus beroleh pengungkapan tentang Kerajaan Surga bukan melalui penyampaian manusia, bukan diberi tahu oleh muridYesus yang biasa makan dan minum bersama Yesus, tetapi melalui penyampaian oleh Roh Kudus!

Dan misteri Injil ini begitu dahsyatnya, sangat sulit diterima oleh orang-orang yang bukan muridYesus, bahkan ditolak di mana-mana, sampai masa kini, sehingga Paulus di kala itu memerlukan dukungan doa dari jemaat di Efesus agar beroleh keberanian memberitakan mistery Injil! {Penulis beruntung, beroleh dukungan doa dari banyak persekutuan Kaum Injili di Indonesia, sehingga berani membukakan mistery itu melalui buku ini kepada Saudara!}

Misteri Kerajaan Surga ini dibukakan hanya kepada para murid. Mengapa ‘murid’? Bukankah‘murid’ merupakan bagian dari wawasan Perguruan? Bukan Kerajaan!

Hal inipun sesuatu yang sulit dimengerti dalam wawasan agama Kristen. Sebab kebanyakan orang Kristen memahami ‘murid’ dalam wawasan abad-21, bukan wawasan abad-1, sewaktu Yesus mengajar.

Dalam wawasan abad-1, ‘murid’ memiliki sikap mental yang sama dengan ‘hamba’ di dalam wawasan Kerajaan. ‘Murid’ pada abad-1 menjunjung tinggi Gurunya. Murid melayani Guru habis-habisan, sampai meninggalkan orangtua dan rumah-tangganya, demi melayani Guru. Bahkan ‘murid’ rela menyerahkan nyawa untuk kepentingan Gurunya. Bukankah sikap-mental sedemikian serupa dengan sikap seorang ‘hamba’ terhadap Rajanya? Dengan demikian Saudara dapat mengerti, mengapa Yesus yang Raja, bersabda pada Mat.28:19:…jadikan semua bangsa muridKu… Bukan hambaKu. Sebab sikap mental ‘murid’ terhadap Gurunya pada abad-1 sama dengan sikap mental ‘hamba’ terhadap Rajanya.

Kembali kepada sabda Yesus pada Mrk.4:10-12 tadi, Yesus sabdakan: “…kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan…”

Lihatlah, pemuridan Yesus mengenal istilah ‘orang-luar’, yakni mereka yang bukan muridYesus. Termasuk: orang beragama Kristen yang lebih suka belajar dari manusia. Mereka

hanya diberi perumpamaan oleh Yesus. Sampai kepada hari ini, perumpamaan Yesus itu masih direkam di dalam Kitab P.B. (Perjanjian Baru).

Nah, untuk mengerti perumpamaan diperlukan pembahasan, bahkan penafsiran! Maka terbentuklah kebiasaan tafsir-menafsir, kebiasaan bahas dan debat, sampai kepada pertikaian paham! Demikianlah terbentuknya wawasan Theologia, yang merebak sampai kepada hari ini.

Bagaimana halnya dengan ‘orang-dalam’, para muridYesus?

Mereka benar-benar memasuki wawasan Perguruan di abad-1 yang serupa dengan wawasan Kerajaan Surga! Perilaku mendasar ‘orang-dalam’ sedemikian adalah:

(1) Taati setiap perintah Raja; laksanakan segera jika sudah dimengerti.

(2) Jika belum dimengerti? Mohon penjelasan dari RajaSurga, sebab Raja mampu mengajar langsung, satu-per-satu, sebab Raja memiliki kemampuan O-O-O (Omni-potent; Omni-present, Omni-scient). Akan jelas pada bagian yang menyusul.. {Boleh bertanya kepada sesama hamba Raja yang sudah terbukti kesetiaannya.}

Maka para muridYesus menghindari pembahasan dan perdebatan. Bukan karena muridYesus takut kalah berdebat atau nampak bodoh, melainkan karena menampilkan naluri anak Kerajaan: Tidak suka jika ketetapan Raja diperbantahkan oleh orang di luar Kerajaan (rombongan pemberontak). Sikap Yesus, tampilan RajaSurga begitu juga! {Pelajari Mat.12:19}

Jelaslah berbeda sekali wawasan Kerajaan (Basilealogia) dari pada Theologia.

‘Orang-orang-luar’ inilah yang terkena ‘vonnis’ oleh Raja. Tercatat di dalam Mrk.4:12 tadi:

“…Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun….”

Betapa parahnya vonnis sedemikian! Dan di dalam konteks abad-21 vonnis itu berbunyi:

Sekalipun membaca (Rekaman Injil yang tersedia), mereka tidak menanggap, sekalipun diberi tahu (oleh muridYesus), mereka tidak (mau) mengerti…

Berbagai kebenaran di atas ditekankan lagi oleh Yesus pada pasal yang sama [Mrk.4:33-34]:

33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Kepada para muridNya, tanpa kehadiran orang luar, Yesus menguraikan segala sesuatu, tanpa perumpamaan lagi. Secara tersendiri! Pemahaman tentang Kerajaan Surga memang khusus untuk para murid atau hamba Raja!

Pada posisi sedemikian mungkin muncul dakwaan Iblis di dalam hati Saudara: “Yesus pilih kasih!” Ini adalah dusta Iblis! Kebenaran berbunyi: manusia dengan hak azasinya yang sudah memilih yang dianggap enak. Kebanyakan umat (termasuk orang Kristen) enggan menaklukkan diri kepada RajaSurga, bahkan menolak KerajaanNya, seperti yang telah dilakukan oleh bangsa Israel [1Sam.8:7-10] terhadap Sesembahan mereka.

Jelaslah sekarang prinsip dasar untuk memasuki Kerajaan Surga:

(1) Masuki dahulu wawasan Kerajaan Surga, dengan cara mematuhi semua perintah Raja yang mudah dimengerti, termasuk yang tidak enak sekalipun, barulah…

(2) …diajar langsung oleh Raja. Di dalam ‘bahasa’ penginjil Yohanes [Yoh.14:15-17], Roh Kudus diberikan kepada mereka yang mentaati Yesus. Dan Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu yang belum jelas, menuntun ke dalam seluruh kebenaran [Yoh.16:13]; sehingga mengerti perkara-perkara yang lebih dalam di dalam Kerajaan Surga, dengan kata lain: semakin dalam memasuki Kerajaan Rohani itu!

Maka sabda Yesus harus disimak dan dipahami seturut Wawasan Kerajaan, bahkan Wawasan Kerajaan Surga, bukan wawasan ke-agama-an, bukan wawasan sosial-politik dunia ini. Pemahaman akan diperoleh dalam sikap seorang murid terhadap Guru (konotasi abad-1) atau sikap seorang hamba terhadap Rajanya!

Jika sabda Yesus dipahami di luar Wawasan Kerajaan Surga, sesatlah orang itu.

1.1. WAWASAN KERAJAAN (Basilealogia) ‘Basilea’ (Yunani) berarti Kerajaan. Basilea-logia berarti ajaran tentang (dan wawasan) Kerajaan; dalam buku ini berarti: ajaran tentang Kerajaan Surga, bukan tentang agama (Kristen). Basilealogia sangat berbeda dari Theos-logia, yang menjadi dasar bagi pengajaran agama Kristen, bahkan bagi ajaran setiap sekte yang berkembang sendiri-sendiri. Masing-masing sekte memiliki penyimpangan terhadap Kerajaan Surga, juga terhadap sekte yang lain, namun masing-masing merasa sektenya paling benar (Ini adalah fakta yang diamati di tengah ke-kristen-an).

Para penganut Injil Kerajaan Surga tidak membutuhkan Theologia, sebab semua sabda Raja yang mereka perlukan untuk mereka taati sudah direkam di dalam rekaman-rekaman Injil (Matius-Markus-Lukas-Yohanes). Tinggal mentaati; sabda Raja bukan untuk diperbantahkan atau diperdebatkan.)

Sejak seruan awalnya, pada Mat.4:17, Yesus sudah menunjukkan bahwa yang dibawaNya adalah pesan (atau ajaran) tentang Kerajaan Surga (Basilealogia). Lalu di sepanjang rekaman-rekaman Injil, terlihat fakta-fakta berikut:

Kalaupun Yesus menjalani syariat agama Yahudi semasa kecilnya (sunat, dll.), semua itu terjadi sebelum Yesus membuka pemuridanNya sendiri! Setelah menjadi Rabi (Guru), Yesus tidak mengajarkan tentang sesuatu Agama, nyata dari seluruh sabda yang disampaikanNya, yang tidak menyinggung mengenai ketentuan agamawi. Kalaupun ada kata ‘hidup-keagamaan’ dalam Mat.5:20, itu hanyalah akibat kesalahan penterjemahan oleh L.A.I. (KJV, berbahasa Inggris menggunakan istilah ‘righteousness’, yang berarti ‘hidup-benar’. Maka penterjemahan Mat.5:20 secara tepat akan berbunyi: Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup-benarmu tidak lebih benar dari pada hidup-benarnya ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.)

Juga istilah ‘kewajiban agamamu’ yang terdapat dalam Mat.6:1 (L.A.I.), tidak ada padanannya di dalam KJV ataupun P.Baru berbahasa Yunani. Tidak jelas dari mana istilah itu dikhayalkan oleh penterjemah L.A.I.! Sungguh, Yesus tidak memikirkan urusan Agama, melainkan Kerajaan!

Yesus tidak pernah menetapkan suatu Hari Ibadah; memang Yesus sering mengunjungi synagogue pada hari Sabat, tetapi bukan untuk beribadah, melainkan untuk mengabarkan InjilNya. KehadiranNya di Bait Tuhan pada hari Sabat adalah karena pertimbangan praktis: banyak orang hadir di sana, sehingga pemberitaan Injil mudah dilakukan!

Yesus tidak membangun atau menetapkan bentuk Rumah Ibadah; tidak merumuskan Tatacara Ibadah, seperti yang ditetapkan oleh Musa dan para penerusnya di dalam Kitab Perjanjian Lama (PL).

Bahkan Yesus tidak pernah merumuskan tentang ke-imam-an agamawi. Di dalam Kerajaan Surga, yang dikenal adalah imamat rajani [1Ptr.2:9; baca juga Why.1:5b-6]., dan tidak pernah Yesus menunjuk salah seorang muridNya menjadi imam bagi murid yang lain. Sebagian imam gerejawi menganggap pernyataan ini sesat, lalu segera menunjuk kepada Yoh.21:15-19, yang mereka anggap penunjukan Petrus untuk menjadi gembala, dari sabdaNya: “Gembalakanlah domba-dombaKu…” Mereka tidak menyadari bahwa kalimat itu adalah perintah untuk mengerjakan penggembalaan, bukan untuk menyandang jabatan gembala.

Tanggapan Rasul Petrus atas sabda ini jelas pada suratnya 1Ptr.5:1: “Aku sebagai teman penatua…” Petrus tidak menganggap dirinya selaku gembala, hanya penatua. Dan Petrus mengenal keimaman berbentuk imamat rajani [1Ptr.2:9] yang diteguhkan oleh Rasul Yohanes [Why.1:5a-6].

{Jabatan ‘gembala’ di Efesus [Ef.4:11], pastilah bukan penunjukan oleh Yesus, RajaSurga}.

Suatu fakta lolos dari pengamatan guru-guru dan umat beragama Kristen: Bible mengandung ratusan halaman tentang urusan Kerajaan! Apakah yang ratusan halaman itu tidak untuk disadap manfaat iman di dalamnya?

Bagi penganut Injil Kerajaan, catatan tentang Kerajaan itu menjadi acuan untuk beberapa ketentuan di dalam Wawasan Kerajaan, dalam hal ini Kerajaan Israel, yang masih di dunia:

(1) Di dalam satu Kerajaan hanya ada satu Raja;

(2) Raja adalah Yang Maha Tinggi di dalam setiap Kerajaan; kekuasaan Raja mutlak:

(3) Warga harus menyerahkan sebagian harta, bahkan anak-anak muda untuk melayani Raja dan untuk kepentingan Kerajaan. Yang menantang ketentuan ini dianggap Pemberontak! {Dalam Kerajaan Surga:Segala harta dan diri-pribadi warga adalah milik Raja,sebab RajaSurga adalah Pencipta Manusia dan Dunia dan segala isinya!}

(4) Sabda Raja adalah HUKUM, yang mutlak harus ditaati;

(5) Dituntut mutlak kesetiaan warga kepada Raja: Taat + Taat + Taat… dst.

Tidak cukup Taat untuk beberapa kali atau beberapa tahun. Untuk selama-lamanya warga harus mentaati Raja, itulah kesetiaan warga Kerajaan.

1.2. WAWASAN KERAJAAN SURGA

Yang Yesus beritakan sejak awalnya adalah mengenai Kerajaan (-Surga). Maka pesan-pesan Yesus selanjutnya harus diusahakan dipahami seturut Wawasan Kerajaan Surga (atau ‘paradigma’ atau ‘mind-set’ Kerajaan Surga).

Tidak sia-sia bahwa Bible menghabiskan ratusan halaman yang berisi catatan tentang Kerajaan. Maka wawasan Kerajaan dapat disadap dari bagian Bible itu, namun wawasan Kerajaan Surga harus dimasuki dengan segala kemutlakannya. Sebab RajaSurga adalah Pencipta umat manusia, sehingga semua yang ada pada warga adalah milik RajaSurga. Ajaran ini sesungguhnya sudah dianut berabad-abad di Israel. Tidak ada rasa kepemilikan di sana. Selalu digunakan istilah ‘yang ada padaku’ atau ‘yang ada padanya’. Tidak digunakan istilah milikku atau miliknya! CONTOH: Mrk.5:26; Mrk.12:44.

Kemutlakan kekuasaan RajaSurga mengatasi kemutlakan kekuasaan Raja dunia (kendati diberi istilah monarchi absolut), sebab RajaSurga memiliki kemampuan ‘O-O-O-’. (Omni-potent atau serba mampu; Omni-present atau serba-hadir dan Omni-scient atau serba-tahu), yang tidak dimiliki oleh Raja-raja dunia!

Maka keenam norma Kerajaan pada daftar di atas berlaku secara lebih mutlak di dalam Kerajaan Surga yang Yesus perkenalkan:

(1) Di dalam Kerajaan Surga hanya ada satu Raja; yang lain adalah hamba Raja. Maka warga Kerajaan Surga tidak dibuat bingung oleh adanya dua istilah di dalam Kitab Matius: Kerajaan Surga dan Kerajaan Tuhan. Kedua istilah itu menunjukkan satu Kerajaan, yang hadir di Surga dan diperkenalkan oleh Yesus-Anak-Manusia di muka bumi!

Peristiwa pada Mrk.10:35-40, di mana Yakobus dan Yohanes memohonkan jabatan tinggi dalam KerajaanNya Yesus kelak, menunjukkan bahwa mereka belum sungguh memasuki Wawasan Kerajaan Surga. (Masih dalam wawasan Kerajaan Israel, di dunia)

(2) Akan ditunjukkan nanti bahwa Yesus, di-dalam-kesatuan-dengan-Bapa, adalah RajaSurga, sehingga tidak ada perlunya meneliti siapa BapaNya Yesus secara berbeda-pribadi! Yang menyimpang dari ketentuan ini terancam tersingkir dari Kerajaan (Surga)! KepadaKu sudah diserahkan segala kuasa di Surga dan di bumi [Mat.28:18]. Jangan dicari lagi siapa Bapa dan apa kekuasaanNya, sebab Yesus dan Bapa adalah satu [Yoh.10:30].

(3) Segala harta-benda, bahkan diri-pribadi, warga adalah milik Raja. Itulah sebabnya Yesus tidak menghendaki persembahan, apapun bentuknya, karena semua adalah milik RajaSurga. Periksalah Mat.9:13 dan Mat.12:7.

(4) Sabda Raja adalah HUKUM, yang mutlak harus ditaati. Bahkan sabda Yesus mengatasi Hukum Agamawi yang dicatat oleh Paulus [Rm.10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa TUHAN telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan]. Ini adalah kebenaran agamawi yang Paulus pahami. Tidak salah tetapi Yesus bersabda selaku titisan RajaSurga ‘melanggar’ ketentuan agamawi tadi dalam Luk.23:39-43, ketika Ia bersabda kepada penjahat yang tersalib di sisiNya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Perhatikan bahwa penjahat ini tidak mengutarakan permohonan ampun, melainkan penyesalan akan kejahatannya di masa lalu. Yesus tidak mempertanyakan apakah penjahat ini sudah memeluk Kristen,tidak mempertanyakan apakah dia sudah dibaptis dengan air, sudah rajin beribadah… dll.

Yang ditunjukkan oleh penjahat ini, dalam kalimatnya: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila pada waktu Engkau datang sebagai Raja.” Adalah kesadaran (wawasan) Kerajaan yang dia ingin masuki dan yang diperolehnya adalah ‘amnesty’ (wawasan Kerajaan pula).

Sabda Raja (Surga) tidak boleh ditambahi dengan ajaran/aturan asing, semisal ajaran Musa atau agama asing. Warga Kerajaan Surga tidak mengamalkan ajaran Muhammad, yang menganggap ‘Allah’, selaku Yang Maha Tinggi. Maka warga Kerajaan Surga tidak menyeru ‘Allah’ juga, sebab lidah Yesus-Anak-Manusia, di Tanah Israel, pasti tidak pernah mengucapkannya.

Warga Kerajaan Surga juga tidak mengamalkan ajaran Musa, yang menganggap Yahweh atau YHWH selaku Yang Maha Tinggi. Juga sesembahan suku-suku-bangsa: Lowalangi (Nias), Debata (Batak), Jubata (Dayak), dll., semuanya menjadi sesuatu yang tabu, mengotori kemuliaan RajaSurga!.

(5) Dituntut mutlak kesetiaan kepada Raja: Taat + Taat + Taat… dst. Itulah sebabnya disabdakan oleh Yesus [Mat.10:22]: “…yang bertahan sampai kesudahannya akan selamat.”

Dan Yak.1:12 mencatat: Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan TUHAN kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

(6) Karunia Kerajaan Surga bagi mereka yang Setia saja! 1Kor.12:7-11 adalah pengamatan Rasul Paulus mengenai karunia-karunia Roh Kudus dari wawasan Keagamaan, wawasan yang kuat melatar-belakangi pemikiran-pemikiran Paulus. Karunia Roh yang Paulus ajarkan ini (wawasan Keagamaan) tidak dapat dianggap sama dengan karunia Kerajaan.

Sewajarnyalah, di dalam setiap Kerajaan yang tegak kokoh…

…pihak Raja mengeluarkan Sabda;

pihak hamba menampilkan ketaatan.

Tidak ada diskusi/perbantahan!

Diskusi/perbantahan inilah yang membuat kebanyakan Sarjana Theologia gagal menampak Kerajaan Surga (jangankan memasukinya). Sebab di dalam ‘dunia’ Theologia, diskusi bahkan perbantahan merupakan hal yang biasa, bahkan dianggap denyut kehidupan ilmu itu!

1.3. ADA RAJASURGA

Jika ada Kerajaan, tentu ada Raja yang berkuasa, memerintah! Maka Yesus memperkenalkan Siapa Raja di dalam Kerajaan Surga. Yesus melakukannya secara tersirat di dalam ‘DoaBapakami’ yang sangat terkenal itu [Mat.6:9-13]. Perhatikanlah kalimat pertama dan terakhir dari pernyataan Doa itu:

Bapa kami Yang di Surga… karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya, Amin.

Raja di dalam Kerajaan Surga adalah ‘Bapakami’, yakni Bapa Surgawi. Pembaca bermata-jeli mungkin bertanya-tanya, mengapa ‘Bapakami’ saya tuliskan selaku satu perkataan. Alasannya adalah: sewaktu Yesus mengajarkan Doa itu kepada para murid (berbahasa Aramaic) satu kata disebutkan: ‘Havenu’! Di dalam terjemahan, Doa itu menjadi dua kata (Yunani:Pater hemen; Inggris: Our Father, dll.), membawa semangat keterpisahan! Apa makna dari satu kata itu? Makna rohani: Aku (Yesus-Anak-Manusia) dan Bapa adalah satu!

Apa dampak ikutannya? Setiap muridYesus, yakni anak Tuhan atau anak-Kerajaan yang mengucapkannya secara layak, juga dalam kesatuan rohani dengan Bapa Surgawi!

Luar biasa kasih Bapa, mengangkat Saudara dan saya menjadi anaknya, bahkan di dalam satu kesatuan dengan Dia, Yang Mahamulia! Sudahkah Saudara menikmatinya???

Dan siapa saja yang beriman kepada ajaran Yesus secara konsekwen beroleh status ‘anak’ dari Bapa Surgawi, atau status anak-Kerajaan! Berbangsa Surga, bukan lagi berbangsa dunia. Itulah sebabnya Kaum Injili (anak-anak Kerajaan Surga) mencopot kebangsaan-dunianya, meninggalkan adat dan sesembahan suku-suku-bangsa. Konsekwen menerima ‘pengangkatan-anak’ oleh RajaSurga! Sudahkah Pembaca melakukannya?

Sudahkah Saudara menerimanya dengan konsekwen? Hal itu akan didalami pada bagian mendatang.

Yesus juga menunjukkan Siapa Raja di dalam Kerajaan Surga di dalam Mat.16:27-28 ->

27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya diantara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.

Anak Manusia, yakni Yesus yang turun dari Surga, Dialah Raja di dalam Kerajaan (Surga).

Adakah Saudara menjadi ragu karena dua pernyataan yang nampaknya tidak selaras? Pada bagian sebelumnya, Bapa Surgawi-lah RajaSurga. Sekarang Anak Manusia. Di mana kebenarannya?

Anak dalam kesatuan dengan Bapa, Dialah RajaSurga!

Di dalam kesatuan dengan Bapa, Yesus adalah RajaSurga. Ini adalah kebenaran Injil Kerajaan Surga (kendati sulit dimengerti oleh manusia yang belum biasa dengan perkara-perkara rohani). Ini adalah Sabda, yang harus diterima tanpa perdebatan, atau ditolak (dengan risiko sendiri).

Perhatikanlah Saudara, Mat.25:31-34 juga mencatat Sabda yang serupa:

31 Pada waktu Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan dihadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang,sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, 33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. 34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang disebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Lembaga Alkitab Indonesia (L.A.I.) menggunakan kata ‘Apabila’, yang berpadanan dengan kata ‘If’ di dalam bahasa Inggris. ‘Apabila’ mengandung unsur ketidak-pastian, seperti halnya ‘If’.

Sementara KJV-Bible mencatat di sana kata ‘When’ suatu kepastian hanya soal waktunya belum tertentu. Padanan bahasa Indonesianya seharusnya: ‘Pada waktu’. Berpuluh kekeliruan semacam itu terdapat di seluruh Kitab Perjanjian Baru terjemahan L.A.I., suatu kenyataan yang menguntungkan Iblis, karena umat terbawa di dalam keraguan terhadap kebenaran Injil (Kerajaan Surga).

Buku ini menggunakan kata ‘Pada waktu’ untuk setiap kata ‘When’ yang dicatat oleh KJV-Bible.

Perhatikan potongan-potongan kalimat: (1) Anak manusia datang dalam kemuliaanNya; dan(2) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka… Bukankah kedua potongan Sabda ini mengajarkan bahwa Anak Manusia (Yesus) adalah Raja?

Perhatikan pula potongan kalimat yang ke-3: semua malaikat bersama-sama dengan dia. ‘Semua’, tidak ada lagikah yang melayani Bapa Surgawi? Tidak ‘masuk hitungan’ lagikah Bapa Surgawi?

Mustahil Anak melucuti kemuliaan Bapa, mustahil Anak berkhianat, seperti yang Iblis pernah lakukan. Kebenarannya: Anak dan Bapa, di dalam satu kesatuan, adalah RajaSurga. Murid Yesus yang lain, Yohanes, menyampaikan hal kesatuan Anak dan Bapa ini secara lugas saja! Periksalah Yoh.17:10; Yoh.10:30, dll.

Bahkan nubuatan Yesaya (Yes.9:5) sudah menunjukkan kebenaran itu:

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Tuhan yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Yesaya menubuatkan kedatangan ‘Mesias’ (Yang diutus; Kristus), yang tampil sebagai Anak (Manusia), Yesus. Di bawah tuntunan Surga, Yesaya menyatakan bahwa Mesias, ‘Anak’ itu juga bergelar Bapa yang Kekal, Raja Damai. Lagi-lagi pengajaran tentang kesatuan Anak dengan Bapa diteguhkan!

Sekali lagi perlu ditekankan, di dalam Kerajaan Surga… …RajaSurga tidak suka dibantah! Raja tidak meminta pendapat, s e b a b R a ja S u r g a M a h a - t a hu !

1.4. ADA ‘HUKUM’ KERAJAAN SURGA

Dalam Wawasan Kerajaan, sewajarnyalah ada Hukum yang digelar oleh Raja. Apakah Hukum dalam Kerajaan Surga adalah 10-Hukum, yang sudah lebih dahulu digelar oleh Musa, cikal-bakal agama Yahudi?

Sebagian guru Kristiani mengajarkan demikian, mendasarkan pendapat mereka pada sabda Yesus sendiri yang tercatat pada Mat.5:17-19:

“17 Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya,melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga…”

Kitab para Nabi dan Hukum Taurat digenapi oleh Yesus. Berbagai kesan dapat muncul. Kesan yang tergesa-gesa menghasilkan pemahaman: Yesus menggenapi Kitab para Nabi, kehidupanNya takluk kepada firman yang para nabi sampaikan. Maka di dalam menggenapi Hukum Taurat, takluk juga Yesus kepada Hukum Taurat itu. {Kalimat terakhir ini belum tentu benar}.

Dengan perkataan lain (kesimpulan berikut belum tentu benar pula): Hukum Taurat itu sekaligus adalah Hukum yang berlaku di dalam Kerajaan Surga, KerajaanNya Yesus.

Bacalah dengan hati-hati, maka kesan lain mungkin timbul. Ayat-17 mencatat bahwa Yesus menegaskan tidak akan menghapuskan hukum Taurat. Dalam ayat-18 dan -19, Yesus mengecam mereka yang meniadakan atau mengurangi perintah hukum Taurat. Jadipastilah: Yesus tidak akan mengurangi satu noktah-pun dari Hukum Taurat itu!

Namun lihatlah, Yesus tidak berkomentar tentang penambahan atas Hukum Taurat yang sudah dikenal oleh orang Yahudi di kala itu!

Dan istilah ‘penggenapan’ yang Yesus mau lakukan (ayat-17) sangat boleh jadi berbentuk penambahan karena kekurang-lengkap-an hukum Taurat orang-orang Yahudi itu. {Dalam bahasa HUKUM: ‘amandemen’}. Apakah Yesus benar-benar menggenapi Hukum Taurat dalam arti melengkapi Hukum itu??

Justru penambahan (amandemen) itulah yang Yesus utarakan di dalam sabda-sabdaNya selanjutnya [Mat.5:21-44]; tidak seluruhnya disalin di sini, melainkan satu/dua bagian saja…

➔Mat.5:21-22 mencatat::

21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Bodoh! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Goblok! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

“Jangan membunuh!” Ini perintah dari Tuhannya Musa; semua umat mengetahuinya. Namun perintah ini kurang genap, kurang lengkap menangkali perbuatan jahat. Mereka yang gemar bertikai, dan berkelahi, sampai mencederai sesamanya, masih mungkin berkilah dan berkelit dari ganjaran atas kelakuannya itu dengan mengatakan: “Saya tidak membunuh ‘kok, sekedar menempeleng dia!”

Kurang genap, kurang lengkap ketentuan yang digelar oleh Tuhannya Musa. Maka Yesus, dengan ucapan “Tetapi Aku…” melengkapi (menggenapi) hukum ini dengan: ”…marah dan memaki-makipun terancam beroleh ganjaran.”

Masih ada hal yang penting dari bagian sabda Yesus ini, yakni perkataan “Tetapi Aku…” Sabda Yesus ini memberi kesan “Aku tidak sama dengan dia yang mengajarkan hukum itu kepada Musa!” Bahkan dapat berarti: kekuasaanKu tidak sama dengan dia, yang mengajarkan Hukum itu kepada Musa! {Kepastiannya akan kita lihat nanti.}

➔ Selanjutnya Yesus melakukan koreksi atau penggenapan lagi pada Mat.5:27-28:

27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Terhadap Tuhannya Musa, orang Yahudi dapat berkelit dari ancaman hukuman karena perzinahan, dengan dalih: “Saya cuma berdansa, cuma pegang-pegang dan raba-raba kok!”

Tetapi terhadap RajaSurga, Yesus Kristus, dalih sedemikian tidak berlaku. Memandang dengan menginginkan saja, sudah membuat seseorang tidak layak di hadapan RajaSurga.

Ketentuan yang lebih berat ini menjadi kegenapan Hukum ke-7 oleh RajaSurga. Raja itu sabdakan: “Boleh saja Tuhannya Musa tidak mengganjar urusan mata-keranjang, tetapi Aku tidak ingin hambaKu melakukannya!”

Sekali lagi Yesus melancarkan sabda: “tetapi Aku…” Semakin Yesus mempertajam perbedaan diriNya dari Tuhannya Musa!

➔Satu contoh lagi diambil dari ayat-43 dan -44:

Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Perintah mengasihi sesama manusia dan membenci musuh berlaku untuk umat beragama Yahudi. Tetapi warga Kerajaan Surga dibentuk menjadi berpribadi luhur. Mengasihi orang yang memusuhi dia. Tuhannya Musa memerintahkan yang pertama, ‘Tetapi Aku’, Yesus, RajaSurga menegakkan ketetapan ke-dua!

Dan ketetapan yang ke-dua itu menuntut yang lebih berat dari pada tuntutan Tuhannya Musa! Luar biasa tuntutan kesalehan di dalam KerajaanNya Yesus.

?? Saudara, apa gerangan makna dari “Tetapi Aku..” yang berulangkali disabdakan oleh Yesus? Enam kali diulang-ulangNya ungkapan itu di sepanjang Mat.5:21-44.

Untuk memudahkan bagi Saudara, skema berikut dapat menolong: “Kamu sudah memenuhi persyaratan sehingga beroleh izin mengelola hutan ini dari Bupati? Tetapi Aku, Gubernur di sini, lebih berkuasa dari pada Bupati; Aku menetapkan syarat yang lebih berat. Penuhilah!”

Secara tersirat, RajaSurga menunjukkan wewenangnya untuk menggelar ’Hukum’ Kerajaan Surga yang genap, lebih lengkap dibandingkan Hukum yang digelar oleh Tuhannya Musa. Hal ini jelas, karena wibawa RajaSurga adalah wibawa Yang Maha Tinggi, melebihi Tuhannya Musa! Kiranya para Pembaca yang menganut paham kesatu-paduan Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru tidak cepat tersinggung. Fakta-fakta berikut semakin meneguhkan bahwa Yesus, RajaSurga, lebih luhur dari pada Tuhannya Musa:

(1) 1Sam8:7-10 mencatat kegagalan Yahweh (Tuhannya Musa) dalam menegakkan Kerajaan Yahweh di muka bumi. Yahweh ditolak oleh orang Israel, yang menolak pemerintahan Yahweh dan menuntut agar diperintah oleh Raja manusia.

Di pihak lain, Yesus-Anak-Manusia berhasil menegakkan KerajaanNya di bumi ini, bukan Kerajaan Yahweh (nama yang tidak pernah Yesus ucapkan dari mulutNya), melainkan kerajaan KASIH, yang dbangunNya dengan mencucurkan darah serta pengorbanan nyawa di Golgota. Mulialah Yesus, RajaSurga!

(2) Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus [Kis.6:5], dalam pidato pembelaan dirinya [Kis.Ps.7.] berulang-ulang menyatakan bahwa yang menyerahkan dua loh batu yang berisi 10-Hukum itu kepada Musa (jadi: Tuhannya Musa) bukanlah Yang Maha Tinggi, melainkan sekedar malaikat Surga!!! Periksalah Kis.7:35,38,53.]

(3) Paulus (yang tadinya sealiran dengan Musa, penyembah Yahweh yang keras), setelah menjadi muridYesus (warga Kerajaan Surga) juga menyatakan bahwa Musa tidak menerima 10-Hukum dari Yang Maha Tinggi, melainkan dari sekedar malaikat Surga. Periksalah Gal.3:19!

Jelas sekali: Penulis bukanlah orang yang pertama mengemukakan keluhuran Yesus yang mengatasi martabat Tuhannya Musa! Demikianlah makna yang tersirat di dalam ungkapan “Tetapi Aku…” yang enam kali itu.

Wajar sekali, persyaratan yang lebih berat berlaku untuk pencapaian martabat yang lebih luhur. Ini sudah menjadi hukum di dalam kehidupan manusia. Maka siapa saja yang memenuhi Hukum Kerajaan Surga yang dibahas dalam Mat.5:21-44 itu memperoleh berkat yang paling luhur yang dapat dicapai manusia [Mat.5:45]:

Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di Surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Karena dengan demikianlah… Dengan bagaimana? Dengan mentaati seluruh Hukum Taurat dan penggenapannya (amandemen) kamu menjadi anak-anak Bapa Surgawi.

Menjadi anak-anak Bapa, bukan sekedar menjadi umat Tuhan, martabat yang disandang oleh pengikut Musa (dan agama lain). Martabat anak Bapa atau anak Kerajaan dicapai oleh hamba Raja yang memenuhi seluruh hukum Kerajaan Surga yang Yesus gelar terdahulu, yakni hukum Musa yang digenapi (terkena ‘amandemen’, sampai penuh!) oleh RajaYesus. Iman Perjanjan Lama hanya menjanjikan penganutnya menjadi umat TUHAN, tetapi iman Perjanjian Baru memberi status ‘anak’ TUHAN kepada para penganutnya yang sungguh.

Tidak mengapalah saya menghabiskan beberapa halaman untuk menjelaskan tentang Hukum Kerajaan Surga, yang oleh Rasul Paulus disimpulkan singkat dalam Roma 13:10:

Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Karena kasih, maka saya tidak akan mencuri uang Saudara. Karena kasih, saya tidak akan mencederai Saudara. Karena kasih, saya tidak mau berzinah, dan seterusnya. Bukan karena terancam Hukum Musa! Sederhana, ’Hukum’ di dalam Kerajaan Surga; mulialah RajaYesus!

1.5. ADA BALA TENTARA SURGA

Pada bagian terdahulu telah disampaikan beberapa butir ajaran dari Kerajaan Surga yang harus diterima dalam iman kepada Yesus-Anak-Manusia, utusan dari Surga. Yesus sudah mengutarakan adanya suatu Kerajaan, yakni Kerajaan Surga. Bahwa ada Raja, memerintah Kerajaan Surga, bahwa ada Hukum Kerajaan Surga.

Kelanjutannya adalah: Apakah ada Balatentara Kerajaan Surga? Barangkali ada pula Pemberontak, sehingga Balatentara diperlukan?

Maka simaklah pengajaran Yesus yang diwahyukanNya melalui Yohanes, muridNya, tercatat dalam Why.12:7-9:

7 Maka timbullah peperangan di Surga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, 8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di Surga. 9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Suatu peperangan di Surga. Dalam Alam Tidak Kasat Mata. Berarti dalam Kerajaan Surga, sehingga harus dipahami di dalam Wawasan Kerajaan: Ada pemberontakan di Surga. Pernyataan pemberontakan ini diperteguh oleh catatan Nabi Yesaya [Yes.14:12-15] dan nabi Yehezkiel [Yeh.28:12-19] yang secara tersirat menunjukkan pemberontakan Iblis di Surga. Ahli-ahli Biblika bersepakat akan hal ini. Pemberontakan yang dilakukan oleh ‘naga’, atau ‘naga-besar’, atau Iblis atau Satan. Dan Pemberontak itu mempunyai pengikut-pengikut, yakni ‘malaikat-malaikat’nya naga, atau mudahnya: malaikat Iblis.

Pemberontakan itu dipadamkan oleh Mikhael beserta malaikat-malaikat rombongannya. Yakni yang setia kepada Kerajaan (atau: kepada RajaSurga). Pemberontakan di Surga berakhir dengan terlemparnya Iblis ke dunia. Bersama malaikat-malaikat Iblis.

Iblis terlempar ke bumi, ke Kawasan kehidupan manusia. Untuk selama-lamanya Iblis tidak dapat lagi merecoki Surga, dalam Alam Tidak Kasat Mata. Maka Mikhael dan rombongannya tentu kembali kepada tugas harian: melayani Raja. Termasuk: melayani anak-anak Kerajaan.

Peranan itulah yang dituliskan di dalam Ibr.1:13-14:

13 Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?” 14 Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?

RajaSurga mengutus Malaikat Surga, yang setia, untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan. Mereka yang masih berada di bumi; mereka yang masih mungkin disesatkan oleh Iblis, penyesat seluruh dunia.

Jelaslah, bahwa pertentangan antara rombongan Mikhael dan rombongan Iblis berlanjut ke Alam Kasat Mata (dunia manusia). Rombongan yang satu mau menyesatkan seluruh umat manusia, rombongan Mikhael melayani manusia yang harus memperoleh keselamatan agar jangan disesatkan (lagi) oleh si Iblis.

Why.12:9 jelas-jelas menyatakan: Iblis menyesatkan seluruh dunia! Artinya: menyesatkan seluruh umat manusia. Maka tidak ada lagi manusia yang layak menyatakan dirinya tidak sesat kecuali mereka yang dengan sadar sudah bergabung dengan Kerajaan Surga. Dengan cara meninggalkan rombongan Pemberontak yang sempat menyesatkan dia. Ya,…

…bergabung ke Kerajaan Surga harus dilakukan sekaligus dengan meninggalkan rombongan Iblis Pemberontak!

Tidak cukup dengan menyatakan diri memeluk agama Kristen. Agama Kristen bukanlah gagasan Yesus, titisan RajaSurga. Yesus tidak pernah menyatakan Diri membawa Agama, melainkan Kerajaan.

Istilah ‘Kristen’ baru dikenal beberapa tahun setelah Yesus kembali ke Surga [Kis.11:26]. Istilah itupun diucapkan pertama kali bukan oleh para muridYesus, melainkan oleh orang-orang di Antiokia. Istilah yang ber’bau’ cemooh.. Atau mengaku anggota sekte kristiani tertentu. Atau jemaatnya hamba gereja yang hebat. Harus tegas-tegas menyatakan “Aku meronta dari penguasaan Iblis dan bergabung dengan KerajaanNya Yesus.”

Namun meninggalkan rombongan Pemberontak bukan perkara mudah. Sebab Iblis akan ‘mengikat’ kuat-kuat orang yang sudah dia sesatkan. Bahkan memperkarakan dia di hadapan Mahkamah Raja, berharap beroleh kesempatan menggocoh, bila Raja mem-vonnis si Terdakwa itu.

Iblis pulalah yang akan menggocoh orang itu, seperti gocohannya terhadap Ayub. Dengan harapan agar orang itu menganggap Tuhanlah yang sudah mencobai dia (secara tidak adil), sehingga cenderung menjauh dari Tuhan. Bahkan mungkin menghujat Tuhan.

Kemungkinan lain, orang itu mungkin meminta pertolongan dari hamba Iblis untuk mengatasi masalahnya. Semisal pertolongan paranormal untuk menyembuhkan dia dari penyakit hasil gocohan Iblis. Atau bantuan dukun, atau hamba Iblis lainnya.

Begitu kuatnya ikatan Iblis (dan gocohannya), sehingga dibutuhkan otoritas Kerajaan Surga, untuk bertindak menolong, sesuai dengan iman manusia kepada RajaSurga. Dilanjutkan dengan pengawalan oleh malaikat Surga yang setia [Ibr.1:13-14].

Malaikat Surga (yang setia, tentunya) diutus untuk melayani mereka yang harus beroleh keselamatan, yakni mereka yang dengan sadar dan tegas menyatakan mau bergabung dengan Kerajaan Surga (sekaligus meronta meninggalkan pemerintahan Iblis!) Di dalam status ‘anak Kerajaan’ sewajarnyalah mereka beroleh ‘bodyguard’, yakni pengawal pribadi,yang bersiaga siang dan malam, menangkali serangan Iblis yang tidak rela ditinggalkan oleh anak Kerajaan yang ‘memberontak’ terhadap Iblis itu.

Namun jangan salah mengerti akan manfaat penyertaan malaikat pengawal. Yesus-Anak-Manusia mengajarkan hal ini dalam Mat.26:53:

Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?

Malaikat Surga diutus untuk melayani mereka yang harus beroleh keselamatan. Tetapi melayani bukan seturut kehendak manusia, melainkan seturut kehendak Bapa Surgawi. Sebagian hamba gereja membanggakan bahwa dirinya dilayani oleh malaikat yang dapat dia suruh melakukan ini dan itu. Patutlah disangsikan: bukan malaikat Surga yang melakukan perintah hamba gereja itu, melainkan malaikat Iblis, yang berpura-pura taat, agar menipu hamba gereja tersebut: membanggakan diri, suatu keangkuhan yang menjadikan dia musuh TUHAN [Yak.4:6: …“TUHAN menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”].

Setiap kebutuhan khusus tentang pengawalan malaikat Surga harus dimohonkan kepada Bapa Surgawi, seperti yang dicontohkan Yesus di dalam kutipan di atas. Sebab malaikat Surga adalah balatentara RajaSurga, mentaati hanya RajaSurga, tidak untuk disuruh-suruh oleh manusia yang dikawalnya.

  1. ADA PEMBERONTAK DARI SURGA

RajaSurga memberi tahu tentang kehadiran Iblis, Pemberontak yang sudah jatuh dari Surga ke bumi. Catatan Injil memperkenalkan Iblis sejak awal Kitab Matius [Mat.4:1-11]. Tercatat di sana betapa Iblis mencobai Yesus-Anak-Manusia berulang kali, mengharapkan keberhasilan seperti yang diraihnya sewaktu mencobai Adam, manusia pertama yang masih suci. Ada beberapa Kitab Agama, yang di-‘claim’ selaku Kitab Suci, diwahyukan dari Surga, tetapi nyaris tidak berbicara tentang Iblis. Kejelasan tentang Iblis dan peperangan yang dilancarkannya terhadap Surga dan manusia hanya disajikan di dalam Kitab Perjanjian Baru. Iblis, Pemberontak, sewajarnya ditelanjangi oleh sabda Yesus, titisan RajaSurga!

2.1. PEPERANGAN ITU BERLANGSUNG “DI DALAM DIRI” MANUSIA!

Ya, setelah kekalahannya oleh Mikael di Surga, Iblis mencobai manusia sejak dari zaman Adam sampai kepada zaman Wahyu. Kalah di Surga [Why.12:7-9], Iblis menyesatkan manusia supaya bergabung dengan rombongan Pemberontak. Ini tercatat dalam Why.12:17:

Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum TUHAN dan memiliki kesaksian Yesus.

Keturunan perempuan diperangi oleh Naga/Iblis itu. Khususnya mereka yang menuruti hukum TUHAN (Kerajaan Surga) dan memiliki kesaksian Yesus. Manusia yang lain tidak perlu diperangi atau disesatkan, sebab sudah berada di bawah ‘ketiak’ si Iblis, siap dituntun ke Neraka. {CATATAN: Mereka inilah yang sangat memerlukan pertolongan para Penginjil Kerajaan Surga, agar tidak jadi diseret oleh Iblis ke Neraka! Sadarilah itu, hai para Penginjil!}

Karena Iblis memerangi pengikut Yesus (untuk disesatkan), sewajarnyalah Surga memberi pengawalan malaikat Surga bagi mereka yang harus diselamatkan (lihat Pasal-1.4.).

Namun banyak sekali yang tidak menyadari kehadiran Iblis ini, sehingga Yesus-Anak-Manusia mewaspadakan kehadiran Iblis secara gamblang, beserta kekalahan manusia (di dalam hal watak). Bacalah Yoh.8:43-44:

43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. 44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri,sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Siapa saja mau melakukan keinginan-keinginan Iblis sudah berbapakan Iblis. Demikian sabda Yesus, titisan RajaSurga. Bahkan sekedar kebiasaan berdusta sudah membuat seseorang batal menjadi anak Kerajaan Surga jadinya bergabung dengan rombongan Iblis, bahkan menjadi anak Iblis. Ini harus selalu disadari oleh anak-anak Kerajaan Surga!

Jelaslah bahwa peperangan yang Iblis lancarkan terhadap manusia berlangsung di dalam diri manusia! Iblis berusaha agar manusia mewarisi sifat-sifat iblisi (semisal pendusta, pezinah, pembunuh). Inilah yang dikecam Yesus selaku ber-bapa-kan Iblis. Di pihak lain, RajaSurga ingin agar anak-anak Kerajaan memiliki sifat Bapa Surgawi.

Maka setiap pengikut Yesus harus menyadari adanya peperangan rohani yang berlangsung di dalam dirinya, sehingga dengan sadar pula akan menangkali serangan Iblis itu, dengan menggunakan segala fasilitas yang disediakan oleh Surga.

Dampak lanjutan dari kekalahan manusia terhadap serangan Iblis jelas tercatat dalam Kitab Wahyu [Why.21:8], yang menyatakan bahwa semua pendusta memperoleh bagian di dalam lautan api yang menyala-nyala:

8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

Juga Why.22:15 menyatakan hal yang sama! Semoga Saudara sekalian menyadari peperangan rohani yang dilancarkan Iblis itu berlangsung di dalam diri Saudara dan saya!

2.2. ADA MAHKAMAH; ADA PERKARA; ADA PENDAKWA

Yesus-Anak-Manusia, secara tersirat menunjukkan adanya Mahkamah (Kerajaan) Surga yang menghakimi kehidupan manusia sejak di bumi. Mat.5:23-26 mencatat sabda:

23Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Lihatlah hadirnya lawan, yang mungkin menyerahkan Saudara kepada hakim. Karena kita harus menterapkan Wawasan Kerajaan, maka yang Yesus maksudkan di sana tentulah Hakim di dalam Kerajaan Surga.

‘Lawan’ di sana berarti Iblis dan rombongannya (termasuk manusia yang sakit hati, ingin membalaskan kerugiannya akibat tindakan Saudara; lihat ayat-23).

Pembantu Hakim di dalam Wawasan Kerajaan Surga menunjuk kepada Iblis (si Pemberontak, juga Pendakwa manusia) yang berlagak membantu RajaSurga menegakkan keadilan di tengah masyarakat manusia.

Lebih tegas lagi pernyataan Rasul Yohanes di dalam Why.12:10:

Dan aku mendengar suara yang nyaring di Surga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan TUHAN kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan TUHAN kita.

Dua bagian ajaran Injil di atas, ditambah dengan beberapa bagian lain dari Bible jelas menunjukkan bahwa di dalam Kerajaan Surga hadir (1) Hakim Kerajaan (yakni RajaSurga sendiri), (2) Pendakwa atau Penuntut manusia yang berbuat kekeliruan, serta (3) Terdakwa, yang adalah manusia-manusia yang terjerumus, berbuat kejahatan.

Manusia-manusia yang belum bertobat inilah yang menjadi ‘pelengkap-penderita’ pada Mahkamah Kerajaan Surga itu. Inginkah Saudara terus-menerus menderita di bawah penindasan Iblis? Keputusan ada di tangan Saudara sendiri.

2.3. IBLIS – MALAIKAT IBLIS – ROH NAJIS

Why.12:7-9 menunjukkan bahwa Iblis, dalam pemberontakannya terhadap RajaSurga, ditopang oleh malaikat-malaikat Surga yang memberontak bersama Iblis. Tepatlah bahwa mereka disebut malaikat Iblis. Ternyata Injil mengajarkan bahwa Iblis dan malaikat-malaikatnya masih dilengkapi lagi dengan sosok-sosok jahat dari alam roh, yakni roh-najis-yang-tidak-berpribadi.

Malaikat Iblis adalah roh-roh-najis-berpribadi, dalam arti memiliki ‘pikiran’, ‘perasaan’ dan ‘kehendak’, sehingga mampu merancang strategi dalam menyesatkan manusia, serta mampu mengembangkan ragam-ragam teknik penyesatannya.

Roh-najis-tidak-berpribadi memiliki martabat rendah dan kemampuan mereka hanya setara ‘hewan’ di alam fisik. Mereka tidak mampu berpikir, tidak berperasaan dan tidak memiliki kehendak khusus, sehingga tidak mampu merancang serangan terhadap manusia.

Roh-setara-hewan ini hanya memiliki satu kemampuan: merangsang manusia agar berperilaku sesuai dengan sifatnya sendiri. Maka Bible mengajarkan hadirnya roh-perzinahan mendorong manusia berbuat zinah [Hos.4:12-13], dan lain-lain.

Roh-setara-hewan inilah yang sering kali dimanfaatkan oleh Iblis, dimasukkan ke dalam diri manusia, seperti halnya seseorang jahat yang mampu memasukkan hewan-jahat ke rumah seorang lawan. Bahkan mampu memasukkan bakteri ke dalam tubuh lawannya.

Mat.12:43-45 mengajarkan bahwa diri manusia dianggap semacam ‘rumah’ bagi roh-roh (jahat dan baik), yang dapat keluar dan masuk, tergantung keterbukaan manusia itu:

“43 Apabila Pada waktu roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. 44 Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur. 45 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.

Diri Saudara dan saya diperlakukan sebagai rumah oleh roh-roh-jahat, jika kita tidak waspada. Roh-roh-jahat dapat masuk dan membawa roh-jahat-lainnya dalam jumlah yang banyak, sehingga keadaan ‘orang itu’ (Saudara dan saya) menjadi semakin buruk. Kejahatan seseorang tergantung banyaknya roh-jahat-tidak-berpribadi yang mendekam di dalam dirinya.

Roh-jahat-tidak-berpribadi jelas digambarkan di dalam 2Tim.1:7:

Sebab TUHAN memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Lihatlah, roh-ketakutan adalah semacam roh-jahat. Bukan berasal dari Tuhan, berarti berasal dari Iblis. Di-injeksikan oleh Iblis untuk membangkitkan sifat penakut di dalam diri manusia. Satu sifat (penakut) ini cukup untuk menjebloskan manusia ke dalam neraka. Bacalah Why.21:8, yang dikutip di atas. Begitulah satu sisi peperangan rohani dalam diri manusia!

Bible banyak mencatat masalah roh-roh-jahat yang tidak-berpribadi. Beberapa contoh saja dikemukakan di sini: roh-peramal [Im.19:31]; roh-cemburu [Bil.5:14]; roh-roh-jahat [Ul.32:17]; roh-dusta [1Raj.22:21-22]; roh-kekacauan [Yes.19:14]; roh-para-dewa [Dan.4:18]; roh-perzinahan [Hos.4:12]; roh-najis [Zak.13:2]; roh-yang-membisukan [Mrk.9:17]; roh-tenung [Kis.16:16]; roh-roh-dunia [Kol.2:8]; roh-ketakutan [2Tim.1:7].. Semua catatan Bible itu mendukung pernyataan Yesus bahwa diri manusia dapat dirasuk oleh banyak roh-jahat, dan semakin banyak roh-jahat itu menghuni tubuh manusia, semakin buruk keadaan orang itu!

Pengajaran Yesus, Pencipta manusia, sangat penting dalam usaha menolong banyak manusia yang terkena serangan roh-roh-jahat, berakibat kepada perilaku yang berubahmenjadi buruk atau jahat.

Sabda RajaSurga ini menjadi pegangan utama para konselor (yang warga Kerajaan) di dalam pelayanan mereka. Mereka tidak mengandalkan ilmu-ilmu sekuler, sebab mencampurkan ajaran Kerajaan dengan ajaran duniawi (‘meng-opplos’ dengan ajaran orang yang tidak percaya Yesus) sangat mendukakan hati RajaSurga; merugikan pelayanan!

Dengan mengenali roh-roh jahat yang diidap seseorang yang dilayani, warga Kerajaan Surga akan mudah menolong orang itu, dengan cara memanfaatkan kuasa Surgawi, mengenyahkan roh-roh-jahat yang berperan, serupa dengan pelayanan yang Yesus lakukan selama di bumi.

Tentu saja, orang yang ditolong itu perlu dilatih memanfaatkan sendiri kuasa Surgawi itu terhadap roh-roh-jahat di dalam dirinya, demi memelihara kesehatan rohaninya seterusnya.

2.4. MANUSIA TERHIMPIT, MAKA DITOLONG

Pemaparan di atas sudah menunjukkan bahwa kehidupan manusia yang di luar Kerajaan Surga sungguh dihimpit oleh Iblis. Dirangsang supaya berperilaku jahat, lalu Iblis sendiri mendakwa orang itu di hadapan Mahkamah Surgawi, agar dapat digocoh, sehingga dia dapat menjadi semakin jahat, semakin jauh dari Kerajaan Surga.

Ibr.2:14-15 menunjukkan jelas himpitan yang dilakukan Iblis:

14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; 15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

Ketakutan akan maut, bahkan segala macam ketakutan yang diidap manusia, menjadi landasan bagi perhambaan oleh Iblis. Adalah kenyataan yang tidak terbantah bahwa hampir semua manusia takut akan maut, sebab hampir semua manusia dibutakan tentang hadirnya Kerajaan Surga serta janji-janji RajaSurga yang mau menyelamatkan umat manusia.

Tidak heran, di dalam catatan Bible, setiap kali manusia bertemu dengan sosok Surgawi, sosok itu selalu berkata: “Jangan takut!” Sungguh, ketakutan di dalam diri Saudara dan saya sangat menyedihkan hati Raja.

Urusan inilah menjadi salah satu kepentingan Yesus menampilkan diriNya dalam sosok manusia, agar orang-orang yang beriman kepada Yesus dapat ditolong, bebas dari ketakutan, asalkan mereka menganut Wawasan Kerajaan Surga. Bukan sekedar agama.

Warga Kerajaan Surga mudah dibebaskan dari perhambaan Iblis yang dibangkitkan oleh ketakutan akan kematian yang sudah dikobarkan oleh Iblis di tengah umat manusia.

RajaSurga mau melepaskan Saudara dari penjajahan Iblis. Bahkan mau mengangkat martabat Saudara, tidak lagi menjadi sekedar umat agamawi yang hanya jadi ‘pelengkap-penderita’ (lihat Ayub), melainkan meningkat sehingga ber-status anak Kerajaan (Lihat 1.2).

Di dalam status Anak Kerajaan itu, setiap warga akan dilengkapi dengan segala fasilitas Kerajaan Surga, sehingga Iblis dapat ditaklukkan di dalam kehidupan masing-masing!

Namun semuanya kembali kepada pilihan masing-masing. Bersediakah Saudara?

  1. MENJADI WARGA KERAJAAN SURGA

Tawaran untuk menjadi warga Kerajaan Surga disampaikan oleh Yesus sendiri, sejak seruan perdanaNya [Mat.4:17]: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”

Jika pesan ini dipahami seturut Wawasan Kerajaan, artinya mudah dan jelas. Namun kehadiran Iblis membuat manusia meleset memahaminya. Sebab Kitab Agama Yahudi (yang dianggap sebagai bagian dari Kitab Suci agama Kristen) sudah lebih dahulu memberi arti ‘bertobat’ (dalam wawasan agamawi), sehingga arti bertobat menurut Wawasan Kerajaan Surga lolos dari pemahaman. Yesaya [31:6-7], Yehezkiel [14:6], dan Yeremia [25:5] sudah lebih dahulu memberi arti ‘bertobat’ dalam bentuk meninggalkan dosa dan menanggalkan berhala. Tentu saja ini tidak keliru, namun tidak sempurna.

Seperti halnya Hukum Musa (Wawasan Agamawi) yang disempurnakan oleh Yesus dalam Wawasan Kerajaan, maka pengertian ‘bertobat’ oleh nabi-nabi Perjanjian Lama (Wawasan Agamawi) disempurnakan juga oleh Yesus seturut wawasan Kerajaan Surga.

Harus dimengerti dalam wawasan Kerajaan, seruan Raja untuk pertobatan pasti tidak ditujukan kepada warga Kerajaan itu. Mereka yang sudah menjadi warga Kerajaan tentu tidak akan dituntut oleh Raja untuk bertobat, melainkan hidup tertib dan taat. Raja menuntut pertobatan kaum pemberontak. Maka ‘bertobat’ dalam wawasan Kerajaan berarti:

“tinggalkanlah rombongan pemberontak, bergabunglah dengan Kerajaan yang sah!”

Itulah makna sesungguhnya dari seruan Yesus yang pertama di dalam pelayananNya!

Siapa saja yang menanggapi seruan RajaSurga itu dengan iman, akan beroleh kewargaan Kerajaan Surga sejak kehidupannya di bumi, asalkan dia, dengan pernyataan yang jelas meninggalkan rombongan pemberontak, yang di waktu lalu sudah menjajah dia.

Perhambaan (atau penyesatan) oleh Iblis bukanlah sekedar berbentuk penyembahan berhala, seperti diyakini oleh umat beragama. Penyesatan oleh Iblis mencakup:

(1) Perjanjian dengan Iblis (sehingga seseorang atau satu keturunan disponsori oleh malaikat Iblis demi kejayaan Sosial-Ekonomi di bumi ini. Berakibat mereka sulit bergabung dengan Kerajaan Surga).

(2) Persekutuan dengan Iblis dalam berbagai bentuk iman asing, sehingga dapat didakwa oleh Iblis bahwa orang yang bersangkutan itu tidak layak menjadi warga Kerajaan Yesus;…

(3) Jasa Iblis yang diterima secara langsung atau tidak langsung. Yang bersangkutan menjadi terhutang jasa, yang di satu waktu yang tepat akan ditagihkan imbalan-jasa itu, berakibat kehidupan yang penuh pergumulan, sehingga orang itu cenderung menjauh dari Yesus, karena merasa diperlakukan tidak adil oleh TUHAN.

(4) Juga ketaatan di masa lalu terhadap rangsangan Iblis agar manusia berbuat dosa akan menghambat kemajuan rohani anak-anak Kerajaan.

Untuk penjelasan yang lebih rinci, Saudara dapat memintanya dari salah seorang dari Kaum Injili yang Saudara kenal atau dengan menghubungi 0857 1087 7437 atau melalui e-mail kepadakingdo08@yahoo.com. Semua pelayanan Kaum Injili disampaikan secara cuma-cuma [Mat.10:8].

{CATATAN: Sebagian orang beragama Kristen menolak seruan ini, berkilah: “Kami sudah Kristen! Kami bukan rombongan pemberontak!” Untuk mereka, Yesus menjawab melalui Yohanes 8:43-44, dikutip di atas.}

Sesungguhnya, siapa saja yang angkuh, menganggap dirinya bukan rombongan pemberontak di masa lalu, akan merasa tidak perlu bertobat (seturut wawasan Kerajaan) dengan akibat lebih jauh: tidak beroleh Kerajaan Surga sejak di bumi ini. (Dia hanya beroleh status Kartu Tanda Penduduk: “Beragama: Kristen” atau lainnya.)

Sebaliknya, mereka yang dengan rendah hati datang kepada Yesus, mengaku diri rombongan pemberontak di masa lalu, lalu bermohon diterima dalam Kerajaan Surga, akan…

3.1. …DIBERI AMNESTY

Ya, amnesty, bukan sekedar pengampunan. Amnesty adalah istilah dari Kerajaan, bukan dari agama. Amnesty adalah pengampunan mutlak, diberikan oleh seorang Kepala Negara kepada Pemberontak yang mau setia kembali kepada negara. Pengampunan mutlak dan menyeluruh dilakukan, sehingga setiap tindakan kriminal yang dilakukan oleh mantan Pemberontak itu di masa lalu tidak akan diperkarakan lagi. Dalam Kitab Perjanjian Lama,dalam bahasa agamawi, bentuk amnesty ini berbunyi [Yes.1:18]:

Marilah, baiklah kita beperkara! – firman TUHAN – Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Dosa manusia digambarkan berwarna merah, mengotori kesucian (digambarkan dengan warna putih). Maka ayat ini menunjukkan keinginan TUHAN untuk memperoleh umat yang bersih, putih, tanpa bercak merah, seperti bulu domba (yang putih). Jika masih ada sisa berwarna merah, maka penampilan sedemikian tidak berkenan di hati Raja. Demikianlah pembersihan yang dilakukan oleh RajaSurga terhadap setiap orang yang ingin bergabung dengan Kerajaan Surga. Itulah amnesty!

Selaku RajaSurga yang tampil dalam wujud manusia, Yesus memerlukan memberi contoh bagaimana suatu amnesty diberikan. Pemberian amnesty diberikannya di Golgota, kepada penjahat yang disalibkan di sisiNya [Luk.23:39-43]:

39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” 40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada TUHAN, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” 42 Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” 43 Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.

Permohonan penjahat yang ke-dua menunjukkan keinginannya untuk bergabung dengan KerajaanNya Yesus kelak. Ajaib yang diperolehnya: “…hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Pada hari yang sama, segera setelah ajalnya, penjahat itu memasuki hidup kekal bersama Yesus. Apakah Saudara perhatikan bahwa penjahat ini tidak lagi harus menghadap Penghakiman di Akhir Zaman? Padahal orang-orang Kristen, sampai 20-abad setelahnya, mengimani (secara keliru) bahwa untuk memasuki kekekalan semua orang harus menghadapi lebih dahulu penghakimanNya Yesus. {Ajaran ini benar untuk orang-orang yang belum pernah menerima amnesty dan belum bergabung dengan Kerajaan Surga semasa hidup di dunia!}

Penjahat itu beroleh amnesty dan tidak tercatat lagi dia memberontak, atau bergabung dengan Iblis si Pemberontak, sebab hari itu juga dia meninggal dunia.

Dan semua orang yang dengan rendah hati mengaku bahwa dia adalah rombongan pemberontak di masa lalu, serta memohon agar diterima di dalam kerajaanNya, lalu memelihara status kewargaan Kerajaan Surga di sepanjang sisa hidupnya, akan beroleh berkat yang serupa: Tidak menghadapi Penghakiman Akhir Zaman.

Orang-orang yang rendah hati seperti penjahat itulah yang layak untuk memanjatkan Doa Bapakami dengan kesadaran penuh dan kesungguhan hati. Pada saat mereka berdoa “Bapakami yang di Surga…” mereka sungguh memiliki dan merasakan status anak RajaSurga dengan segala dampak status itu di dalam kehidupan di dunia dan di Surga kelak.

Mereka sudah diangkat anak oleh RajaSurga, layak disebut anak-anak-Kerajaan Surga.

Mereka jugalah yang dimaksudkan oleh Rasul Yohanes dalam Yoh.1:12:

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak TUHAN, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Diberi kuasa supaya menjadi anak-anak TUHAN. Kuasa Yesus itu diberikan supaya tidak merosot lagi status mereka menjadi anak-anak dunia, juga tidak menjadi anak Iblis. Kuasa itu diperlukan untuk merubah watak atau perilaku yang bersangkutan sehingga semakin hari semakin ‘pas’ disebut anak TUHAN. Dalam urusan ini peranan Iblis menyesatkan manusia nampak pula! Sebagian hamba Tuhan memanfaatkan kuasa Yesus itu terhadap manusia lain, terhadap umat yang dibimbingnya. Tidak terhadap diri sendiri, dengan akibat, dia melorot dari status ke-anak-an Tuhan kembali berstatus pemberontak, karena watak yang tidak terpelihara! Gejala semacam ini bahkan nampak pada diri beberapa orang yang dianggap Penginjil berkaliber dunia.

Menjadi anak TUHAN, atau anak-anak Kerajaan, itulah berkat luar biasa yang disediakan oleh Kerajaan Surga, diberitakan oleh Yesus-Anak-Manusia dan para RasulNya. {Memelihara status ‘anak-Kerajaan’ menjadi bentuk perjuangan hidup setiap warga Kerajaan Surga}.

Sudahkah Saudara melakukan hal-hal berikut(?):

Jika Saudara belum pernah melakukannya, sekaranglah waktunya, jangan ada penundaan lagi untuk menerima berkat besar yang Yesus sediakan.

Berdoalah menurut teks doa di bawah ini; ucapkanlah dengan bersuara, “…karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” Mat.12:37 disabdakan oleh Yesus sendiri. Dalil ini menjadi salah satu dalil mendasar di dalam Kerajaan Surga; kuasa di dalam ucapan, yang menyangkut diri sendiri, dan dilakukan dengan iman, akan menjadi kenyataan. Katakanlah dengan bersuara, Saudaraku:

Saya menyembah RajaSurga, yang pernah tampil dalam wujud manusia, Yesus Anak Manusia.

Saya ingin bergabung dengan KerajaanMu, Ya Yesus, Rajaku, di dalam kesadaran dan penyesalan akan pemberontakan saya di masa lalu. Maka sekarang saya meninggalkan pemerintahan Iblis, pemberontak dari Surga itu.

Saya bermohon agar beroleh amnesty dari Rajaku, bermohon agar diterima di dalam Kerajaan Surga. Saya mengerti bahwa Iblis akan memusuhi saya selaku anak Kerajaan, namun saya mau terima segala fasilitas Kerajaan untuk saya manfaatkan dalam mempertahankan diri terhadap serangan Iblis.

Saya juga menyadari bahwa Rajaku akan membangkitkan belas kasihan di dalam diriku, yang akan menggerakkan saya untuk menolong jiwa-jiwa yang dijajah oleh Iblis, dimenangkan bagi perluasan Kerajaan Surga.

Terimakasih, ya Yesus untuk kasih karuniaMu, Engkaulah Rajaku, Engkaulah yang saya sembah dan layani di sepanjang sisa hidupku di bumi ini; AMIN.

3.2. …DIBEBASKAN DARI HIMPITAN IBLIS

Sangat masuk akal: mana mungkin seseorang yang masih dalam ikatan Iblis bergabung dengan Kerajaan Surga! Maka penting sekali bahwa setan-setan diusiri dari dirinya. Hal ini dinyatakan oleh Yesus dalam [Mat.12:28]:

Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh TUHAN, maka sesungguhnya Kerajaan TUHAN sudah datang kepadamu.

Setan-setan, yang menguasai pribadi seseorang yang diperhamba Iblis, harus diusiri dari diri orang itu, barulah dia dapat bergabung dengan Kerajaan Surga! Sebab setan-setanlah yang sudah merangsang dia berbuat dosa di masa lalu, sudah menutupi mata-rohaninya sehingga tidak menampak Kerajaan Surga, serta menyumbat ‘telinga’nya sehingga tidak tanggap akan seruan Yesus, yang ingin membebaskan dia.

Sudahkah Saudara mengalami setan-setan diusiri dari diri Saudara?

Gandengkanlah sabda ini dengan seruan Yesus yang pertama: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” Perhatikanlah ungkapan sudah dekat dan sudah datang… Sewaktu seseorang menyatakan diri bertobat, meninggalkan perhambaan Iblis, Kerajaan Surga itu sudah dekat, tetapi belum datang kepada orang itu! Sebab setan-setan belum diusiri, sehingga perilaku orang itu masih perilaku hamba Iblis. Setelah setan-setan diusiri, barulah petobat itu merdeka dari tekanan Iblis, leluasa mendengarkan ‘suara’ Roh Kudus yang akan mengendalikan perilakunya, menjadi berperilaku warga Kerajaan Surga.

Boleh saja seseorang mengaku sudah beragama Kristen, sudah mengaku pengikut Yesus, namun itu tinggal sekedar mengaku-ngaku. Dua prasyarat untuk menjadi warga Kerajaan Surga sudah jelas: (1) Bertobat, meronta-lepas dari perhambaan Iblis, dan (2) mengalami setan-setan diusiri dari dirinya, oleh kuasa Roh TUHAN.

Kuasa Roh TUHAN itulah yang diandalkan oleh Yesus untuk melepaskan orang-beriman yang ingin bebas dari perhambaan Iblis. Kuasa Roh TUHAN itu pula yang Yesus percayakan kepada para muridNya di sepanjang zaman untuk memelihara kemerdekaan diri sendiri seraya membebaskan orang-orang dari perhambaan Iblis dan menuntun mereka memasuki Kerajaan Surga.

Himpitan Iblis bukan hanya dalam sisi perilaku. Sisi lainnya adalah dosa, persekutuan dan perjanjian dengan Iblis dan jasa Iblis yang pernah diterima di masa lalu. Semua perkara ini dapat didakwakan oleh Iblis pada waktu yang dia pilih. Didakwakan di hadapan Mahkamah Kerajaan Surga.

Raja akan memutuskan, apakah warganya boleh terkena penanggulangan atas masalah masa lalu itu atau tidak, dan berapa beratnya penanggulangan yang boleh Iblis lakukan.

Kisah Ayub (Pasal-1 dan-2) menunjukkan bagaimana bekerjanya Mahkamah Kerajaan Surga itu, kendati Ayub tidak menyadarinya (hanya Penulis Kitab Ayub yang mengerti).

Untuk membebaskan diri dari dakwaan Iblis di masa depan itulah perlunya orang-bertobat menyelesaikan setiap dosa, persekutuan dan perjanjian dengan Iblis dan jasa Iblis yang pernah diterima di masa lalu.

Sudahkah Saudara dibebaskan dari setan-setan dan himpitan Iblis itu?

Jika belum, maka perlulah Saudara memanjatkan Doa untuk kelepasan Saudara dari jerat-jerat Iblis di masa lalu. Dengan memanjatkan doa di bawah ini maka Saudara sudah menikmati kelepasan yang mendasar, kendati mungkin belum sempurna, karena bentuk doa di bawah ini belum menyentuh detail dari jamahan Iblis di masa lalu. Ucapkanlah Saudara, dengan bersuara:

Saya menyeru Yesus Kristus, Rajaku, yang berdaulat atas diriku;

Saya perlu kelepasan dari jerat-jerat Iblis dari masa laluku, ya Yesus. Saya mengaku sudah banyak berbuat dosa, dan sekarang saya menerima amnesty dari Rajaku. Lebih jauh, saya mengimani bahwa darah Yesus menyucikan diriku dari setiap dosa yang telah saya lakukan.

Demi nama Yesus, saya membatalkan setiap perjanjian dengan Iblis yang sempat mengikat diriku, yang ditegakkan oleh leluhurku semasa mereka menyembah berhala, ataupun, kalau ada, yang aku tegakkan sendiri bersama malaikat Iblis. Enyahlah semua malaikat Iblis yang pernah terikat perjanjian dengan diriku.

Demi nama Yesus Kristus, aku membatalkan setiap persekutuan dengan Iblis di masa laluku, yang sengaja ataupun tidak sengaja saya lakukan. Enyahlah semua malaikat Iblis yang pernah bersekutu dengan diriku.

Demi nama Yesus, aku membatalkan setiap jasa Iblis yang pernah menyentuh diriku, yang kuminta dengan sadar ataupun kuterima secara tidak langsung dan tidak sadar, semuanya aku batalkan. Enyahlah semua malaikat Iblis yang mengaku pernah memberikan jasa kepadaku, sebab semua jasa kalian tidak saya akui lagi.

Saya hanya mau menerima berkat dari Rajaku, Yesus Kristus.

Terimakasih, ya Rajaku, atas pembebasan diriku, sehingga dengan lebih bebas saya dapat melayani Dikau, Rajaku; AMIN.

Apa yang Saudara terima setelah memanjatkan doa di atas adalah kelepasan-awal, persiapan untuk kelepasan yang lebih jauh lagi, yakni jika Saudara membatalkan perjanjian, persekutuan dan jasa Iblis itu satu-per-satu! Penting satu-per-satu, sebab pada beragam perjanjian dengan Iblis, yang menjadi mitra perjanjian adalah malaikat Iblis yang berbeda-beda. Pribadi (malaikat Iblis) yang berbeda tentu memiliki hak untuk meng-claim secara tersendiri pula. Itulah sebabnya pembatalannya perlu dilakukan satu-per-satu.

Kebenaran di atas berlaku juga untuk setiap persekutuan dan jasa Iblis yang Saudara terima di masa lalu. Memang kelihatannya agak ‘njelimet’, tetapi memang demikianlah prinsip yang berlaku atas pembersihan segala sesuatu. Semakin bersih diinginkan, semakin ‘njlimet’ prosesnya!

Oleh karena banyak sekali aspek-aspek perhambaan Iblis, maka sebaiknya setiap orang-bertobat dibimbing untuk, secara teliti, menyelesaikan masalah yang dibahas dalam pasal ini. (Saudara dapat mengirimkan sms ke no hp 0857 1087 7437, memberitahu keinginan Saudara untuk dikirimi buku-penuntun yang lebih rinci. Dikirimi secara cuma-cuma! [Mat.10:8]).

3.3. …DISEMBUHKAN DARI LUKA-LUKA BATIN

Ibu atau bapak di dunia ini, sukakah Saudara mengangkat-anak seorang bayi yang luka atau cacat untuk saudara besarkan? Yang tubuhnya penuh koreng? Pasti kebanyakan orang akan menolak. Sekurang-kurangnya berharap, janganlah terjadi yang sedemikian di tengah keluarganya. Kalaupun terjadi, maka segera diusahakan penyembuhan luka-luka itu. Dalam hal pengangkatan anak, pastilah anak yang penuh koreng akan ditolak. Tidak mau mereka menerima anak korengan di rumah tangga mereka.

Demikian pula halnya Bapa Surgawi, RajaSurga. Raja itu tidak ingin lingkunganNya dipenuhi oleh orang-orang yang terluka secara rohani. Atau terluka batin. Atau mengidap sakit hati dan kepahitan yang parah. Sebab membawa dampak yang buruk.

Lihatlah akibat yang ditimbulkan oleh kehadiran seseorang yang mengidap luka batin ditengah kumpulan warga, diwaspadakan oleh Ibr.12:14-15:

14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. 15 Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia TUHAN, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Ayat-14 menyatakan bahwa tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan, jangankan memasuki Kerajaan Surga! Dan pengejaran kekudusan adalah dalam bentuk berusaha hidup damai, tanpa ada musuh: yang memusuhi kita; atau lebih buruk lagi: yang kita musuhi. Sederhananya, permusuhan adalah ‘budaya’ neraka, yang diwarisi oleh Iblis. Iblislah yang pertama memiliki sikap permusuhan, semenjak dia memberontak memusuhi RajaSurga.

Dengan keberhasilannya menyesatkan seluruh dunia [Why.12:9], maka dunia dipenuhi oleh budaya neraka itu. Tentu saja dalam hal ini Surga tidak berkompromi: budaya neraka tidak boleh hadir di Surga. Maka siapa saja masih memiliki sikap bermusuhan, jangan harap bergabung dengan Surga kekal.

Ayat-15 berbicara mengenai akar yang pahit atau luka batin, yang pasti akan membangkitkan sikap bermusuhan, jika tidak segera disembuhkan. Luka batin itu pasti akan menular kepada teman sepersekutuan, sebab orang yang masih mengidap luka-luka batin mudah tersinggung dalam pergaulan, bahkan cenderung melukai hati orang lain. Inilah yang disebut akan menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang (dengan luka-luka yang baru).

Iblis sangat mengerti urusan sakit hati ini, sehingga jadilah urusan luka batin suatu senjata ampuh di tangan Iblis untuk menghancurkan persekutuan orang bertobat (yang tidak mau menyembuhkan luka-luka batinnya!)

RajaSurga menginginkan semua wargaNya sehat secara rohani. Maka Injil Kerajaan Surga mengajarkan untuk hidup damai, saling mengasihi dengan kuat, bahkan saling menyembuhkan kepahitan. Rasul Paulus juga mementingkan penyelesaian urusan kepahitan ini, sebagai bagian dari pemeliharaan keutuhan persekutuan, dinyatakannya dalam Ef.4:31:

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

Lenyapkan segala kepahitan, atau tersingkir dari (Kerajaan) Surga! Inilah yang dimaksud oleh Ibr.12:15 sebagai: menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan.

Dan melenyapkan kepahitan berlangsung berbarengan dengan lenyapnya rasa permusuhan, dan itu berarti mengampuni lawan yang telah menyakiti hati kita.

Keputusan berada di tangan kita masing-masing: Mengampuni, terpelihara kewargaan Kerajaan Surga; Tidak mengampuni: tersingkir dari Kerajaan Surga.

Bagaimana menyembuhkan Luka-luka Batin?

Kesembuhan luka-batin dapat digambarkan oleh kesembuhan luka-jasmani. Kesembuhan luka-jasmani terjadi bukan oleh obat, bukan oleh bebat, tetapi oleh adanya aliran darah (hayat) di tepi luka itu. Tanpa aliran darah tidak ada kesembuhan luka {Cobalah borehkan obat kepada luka pada mayat seekor kucing. Tidak akan sembuh, bukan?}

Maka kesembuhan luka-batin dipastikan oleh adanya aliran ‘darah-batin’, yakni darahnya Yesus, symbol pengampunan. Mat.6:14 menyatakan jika kita tidak mengampuni saudara kita, maka kita tidak beroleh pengampunan dari Bapa Surgawi. Berarti terhentilah arus pengampunan; terhenti jugalah aliran darah Yesus. Akibatnya: kesembuhan luka-batin tidakakan terjadi!

Anak-anak Kerajaan, di dalam kedewasaan rohaninya, dituntut untuk pandai dan cepat menyembuhkan sendiri luka-luka batinnya, yakni dengan mengampuni secepatnya orang yang telah melukai dirinya. Di bawah ini konsep doa yang perlu dipanjatkan, satu kali untuk satu luka yang diderita, disesuaikan dengan situasi pertikaian itu. Tentu saja diucapkan di dalam kesungguhan hati:

Saya menyembah Yesus Kristus, Raja Damai; Juruselamatku.

Ya Tuhan, saya mengaku bahwa batinku sudah terluka oleh peristiwa …….. {uraikan peristiwa yang bersangkutan}. Saya dilukai oleh saudara …… {sebutkan namanya atau tunjuk pribadinya}.

Saya menginginkan kesembuhan luka-batinku, ya Tuhan.

Maka saya bermohon agar Tuhan Yesus mengampuni saudaraku yang sudah menyakiti hatiku, dan sayapun mengampuni dia. Mohon agar Tuhan memberkati saudaraku itu dengan damai sejahteraMu, bahkan menyelamatkan dia.

Demi nama Yesus Kristus, semua roh-najis yang menyelusup ke dalam batinku melalui luka-batin itu harus dimusnahkan, termasuk roh-sakit-hati, roh-dendam, roh-kecewa, roh kejengkelan, roh-putus-asa {sesuaikan dengan roh-roh yang saudara rasakan}; semuanya disingkirkan dari batinku.

Mohon supaya Roh Kudus memampukan saya untuk melupakan peristiwa sakit hati itu, dan kembalilah damai sejahtera dari Yesus memenuhi kehidupanku.

Demi nama Yesus Kristus, Yang maha ajaib, saya sudah berdoa; Amin.

Saudara, doa yang sederhana itu pasti membawa saudara kepada kemajuan rohani selaku Anak Kerajaan. Namun jika terasa kesembuhan itu belum sepenuhnya, saudara dapat meminta pelayanan khusus untuk kesembuhan luka batin Saudara, atau mintalah buku penuntun untuk menyembuhkan luka-luka batin dengan mengirimkan sms ke no 0857 10877437, meminta buku yang bersangkutan. Dikirimi cuma-cuma!

3.4. …DIBERI WEWENANG ANAK KERAJAAN

Jelas sekali pernyataan pada Why.12:17 yang dikutip di atas: Iblis memerangi setiap orang yang memegang hukum TUHAN dan memiliki kesaksian Kristus. Iblis sangat memusuhi warga Kerajaan Surga! Maka RajaSurga memperlengkapi wargaNya untuk bertahan, bahkan menang terhadap Iblis.

Setiap warga Kerajaan Surga diberi otoritas (bukan kekuatan), yakni wibawa Kerajaan, menyatakan hadirnya kekuasaan Surga mendampingi wargaNya. Sebagai ilustrasi, lihatlah Brigadir Polisi yang berbadan kecil, namun mampu menghentikan kendaraan truk berukuran raksasa! Hanya dengan mengangkat tangannya lurus ke atas. Sebab ada kekuasaan di belakang pangkat Brigadir Polisi itu.

Kerajaan Surga memberi otoritas terhadap setan-setan di dalam nama Yesus. Kalau Brigadir Polisi itu menyandang wewenang pada tanda pangkat dan kesatuannya, maka warga Kerajaan Surga menyandang wewenang di dalam nama Yesus. Wewenang yang tidak kasat mata. Mrk.16:17 mencatat:

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,…

Dengan mengandalkan kuasa yang terkandung di dalam nama Yesus, warga Kerajaan Surga dapat mengenyahkan setan-setan yang menyerang dirinya dan yang menguasai orang lain.

Luk.10:17 mencatat hal yang serupa, dialami oleh para murid di dalam ketidak-hadiran Yesus, guru mereka. Maka Kaum Injili di masa kini menikmati pula otoritas Kerajaan itu, dan menggunakannya: di dalam diri sendiri dan terhadap orang lain yang memerlukan pertolongan.

Sudahkah Saudara mengenali wibawa Saudara selaku warga Kerajaan Surga? Pernahkah Saudara mengusiri setan, dari diri Saudara yang terutama, dan dari diri orang lain?

Kebanyakan guru agama Kristen tidak mempraktekkan wibawa Surgawi sedemikian. Jangankan mengajarkannya. Tidak heran, sebagian besar orang yang mengaku pengikut Yesus menjadi sangat lemah, mudah dipengaruhi bahkan dikendalikan oleh setan-setan, sehingga berwatak seperti Iblis, bapa mereka [Yoh.8:43-44].

  1. BERUBAH DAN BERBUAH

Banyak pemeluk agama mengaku bahwa merekalah anak-anak Tuhan. Herannya mereka masih menampilkan perilaku Iblisi; sebutkan saja misalnya: ‘berdusta’. Atau penakut. Atau lebih parah lagi: berzinah dan berzinah rohani (perdukunan, berhala, dsb.), yang sebagian orang yang mengaku hamba Tuhan melakukannya secara ringan, bahkan secara terbuka!

Apakah bedanya dengan perilaku orang-orang dunia, bahkan penghuni neraka?

RajaSurga menginginkan wargaNya memiliki sifat, perilaku, bahkan naluri yang berbeda dari orang dunia. Ingatkah Saudara tentang hukum Kasih yang Yesus terapkan dan sudah dibahas di atas? Perilaku mengasihi menjadi ciri utama warga Kerajaan Surga di dunia ini.

Orang beragama dilarang membunuh, tetapi (sebagian) masih suka mencederai. Memaki merupakan perkara ringan dan lancar dilakukan. Tetapi Yesus mengajarkan: membunuh dilarang, mencederai dan memakipun jangan! Semua naluri buruk itu harus diubahkan.

Maka Kerajaan Surga menyediakan ragam-ragam fasilitas Kerajaan Surga, supaya warga Kerajaan itu dapat berubah, dari naluri pemberontak menjadi naluri anak Kerajaan yang mentaati Raja.

Bahkan fasilitas-fasilitas itu diberikan dengan tujuan ke-dua, tujuan mulia: agar mampu menuntun orang lain memasuki Kerajaan Surga! (Tentang fasilitas, dibahas pada Bab-5).

Maka warga Kerajaan Surga akan selalu berusaha untuk dua hal terpenting di dalam kehidupan mereka: berubah dan berbuah.

Berubah dalam hal naluri, atau watak, bahwa watak mereka ditanggulangi, dibentuk menuju keserupaan dengan Yesus, titisan RajaSurga.

Berbuah, dalam pengertian bahwa mereka akan menghasilkan buah bagi KerajaanSurga, yakni orang-orang lain yang dituntun menjadi pengikut Yesus yang sungguh, warga Kerajaan Surga yang baru.

4.1. PENJALA IKAN MENJADI PENJALA MANUSIA

RajaSurga menginginkan anak-anak Kerajaan yang berwatak mulia, menanggalkan watak pemberontak di masa lalu mereka. Keinginan yang dalam itu disampaikanNya secara misterius, tidak gamblang, dalam sabdaNya yang kedua, dalam Mat.4:19-20:

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” 20 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Sekian banyak khotbah yang terdengar mengatakan: Mengikut Yesus tentu akan berganti profesi. Dari profesi penjala ikan, berganti menjadi penjala manusia. Khotbah demikian adalah benar, sudah bagus, namun kurang mendalami isi hati Raja. Baru menyentuh permukaan saja.

Kebanyakan guru-guru agama tidak mendalami, bahwa berganti profesi dapat berarti berganti teknik-profesi. Teknik yang digunakan pasti akan berbeda, kendati sama-sama berbunyi ‘penjala’.

Lebih dalam lagi akan nampak bahwa yang berganti bukan hanya profesi dan teknik, melainkan naluri si penjala akan berubah pula. Lihatlah:

                        Ganti Profesi? 

Menjala IKAN ============> Menjala MANUSIA Ganti Teknik Ikan disiasati ============> Manusia dilayani Ganti Tujuan Ikan ditaklukkan ============> Manusia dimenangkan Ganti Hasrat Ikan dijual, raih untung ============> Manusia diberi untung Ganti Tindakan Ikan dibunuh ============> Manusia diberi hidup

Jelas sekali sekarang keinginan RajaSurga. Setiap pribadi pengikut Yesus harus berubah. Mengalami perubahan naluri, dari naluri Pemberontak menjadi naluri anak Kerajaan (seperti watak Yesus-Anak-Manusia), yang taat kepada RajaSurga. Dan bersamaan dengan Naluri, berubah pula teknik bergaul, berubah watak, berubah hasrat-hasrat, dari jahat dan keras berubah menjadi santun dan lembut!.

Sudahkah Saudara mengalami perubahan naluri?

Jika belum, berarti RohYesus belum bebas bekerja di dalam pribadi Saudara. Maka disarankan agar Saudara membaca kembali dari awal. Panjatkanlah doa-doa yang tersedia, sehingga Saudara akan merasakan kemajuan rohani anak-anak Kerajaan.

Bagus juga jika Saudara memberi diri dilayani pelepasan, dari himpitan Iblis. Pelayanan yang dilakukan oleh anak Kerajaan yang mengerti urusan peperangan rohani melawan Iblis dan malaikatnya. Carilah hamba Yesus yang sedemikian, agar Saudara bebas dari himpitan Iblis, dapat bergabung dengan Kerajaan Surga.

4.2. MENJALA MANUSIA BANYAK-BANYAK

Di manakah ada penjala ikan yang puas dengan tangkapan yang sedikit?

Para calon muridYesus 20-abad yang lalu juga serupa. Mereka takjub, sangat takjub, ketika [Baca Luk.5:1-11] mereka beroleh ikan yang sangat banyak, sehingga nyaris robek jala mereka, setelah mereka mematuhi perintah Yesus untuk menebarkan jala mereka sekali lagi. Padahal mereka sudah bersikap untuk mendarat, pulang dengan tangan kosong.

Demikian jugalah seyogyanya, para Penjala manusia (Kaum Injili) tidak akan puas dengan tangkapan yang sedikit! MuridYesus seharusnya terus-menerus mengembangkan kemampuannya menjala manusia (ini urusan berubah, bukan?). Dan kemampuan menjala manusia ini diperoleh dengan cara memancarkan kasih-karunia dan kebenaran, yang adalah kemuliaan Yesus. Yoh.1:14: Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Kemuliaan Yesus adalah kepenuhan akan kasih karunia dan kebenaran! Dan dimana saja kemuliaan Kristus atau kemuliaan Surgawi dipancarkan, takluklah siapapun yang terkena pancarannya. Contoh: Para gembala di Padang Efrata, sewaktu berhadapan dengan malaikat Surga yang memancarkan kemuliaan Surgawi, semua tersungkur takluk oleh kemuliaan itu!

Kasih karunia dan kebenaran, itulah menjadi kuasa penginjilan yang dahsyat, yang harus dipancarkan oleh setiap Penginjil Kerajaan Surga yang sukses.

Lihatlah betapa sangat sedikit manusia abad modern, yang mengaku pengikut Yesus, mau memenuhi keinginan RajaSurga untuk mulai menjala manusia. Padahal pada abad-I, para calon muridYesus menyambut tegas ajakan Yesus [Mat.4:20]:

Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia

Segera meninggalkan jala-ikan mereka; segera bersiap untuk menjala manusia.

Menjala manusia, itulah yang disebut berbuah. Yakni menghasilkan buah di luar diri pribadi,yakni orang-orang yang dituntun ke dalam Kerajaan Surga. Berbeda dari ‘buah-Roh’ yang disinggung oleh Rasul Paulus di dalam Galatia Pasal-5. Buah Roh terjadi di dalam diri manusia, jadi perubahan watak pengikut Yesus. Jadi dalam ‘bahasa’ Kaum Injili buah Roh itu adalah perilaku untuk siap berubah! Yoh.15:1-8;16 adalah sabda Yesus yang berbicara mengenai buah-buah (di luar diri), jadi buah bagi perluasan Kerajaan Surga.

Mat. 28:19-20 adalah sabda Yesus yang memerintahkan para muridYesus untuk pergi dan menghasilkan buah bagi perluasan Kerajaan Surga. Suatu perintah yang sangat jelas, namun sangat diabaikan oleh orang-orang yang mengaku pengikut Yesus di abad kini.

Inilah amanat terakhir, dari Yesus, RajaSurga, yang akan menjadi acuan ketika setiap pengikut Yesus diperiksa pada penghakimanNya kelak [Mat.28:19–]:

“Karena itu pergilah, jadikan semua bangsa muridKu…”

Amanat ini dikeluarkan oleh Yesus, Yang memegang segala kuasa di Surga dan di bumi, tercatat dalam Mat.28:18:

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di Surga dan di bumi…

Yang memerintahkan untuk ‘pergi’ adalah Yesus, Pemegang kuasa di Surga dan bumi [lihatayat-17].

Sudahkah saudara mentaati Dia; sudahkah Saudara ‘pergi’ dalam usaha menjadikan semua bangsa muridYesus? Sekurang-kurangnya: adakah sumber daya milik Saudara yang ‘pergi’, ikut serta dalam kegiatan memperluas Kerajaan Surga?

Anggota-Jemaat di gereja/persekutuan yang tidak ‘pergi’ akan terkena kecaman: “Engkau hanya berkumpul-kumpul! Tidak ‘pergi’ menjadikan semua bangsa muridKu. Engkau hanya berkumpul di gereja saja.”

“Engkau sudah menyumbang banyak untuk gerejamu? Itu belum sesuai dengan perintahKu! Sumbanganmu harus engkau sampaikan kepada persekutuan yang jelas-jelas mengutus ‘pergi’!”

“Dan sumber-dayamu harus jelas-jelas engkau suruh ‘pergi’, untuk membentuk murid-murid baru bagiKu. Bukan sekedar untuk membangun gedung atau fasilitas fisik yang akan musnah ketika Aku datang kembali!”

Para pengelola gereja/persekutuan yang hanya mengumpulkan, tidak ‘pergi’ dan tidak mengutus ‘pergi’ akan terkena kecaman pedas:

“Engkau hanya mengumpulkan! Tidak ‘pergi’. Para anggotamu engkau kumpulkan kepadamu, bahkan engkau kungkung sehingga tidak dapat Aku mengutus mereka ‘pergi’!

Dana dan daya mereka juga engkau kumpulkan dan engkau sia-siakan untuk fasilitas dan untuk dirimu sendiri, yang semuanya akan musnah ketika Aku datang kembali meminta pertanggungan-jawabmu!

Sadarlah, pembangkanganmu dua kali lipat dari pada anggotamu!”

{Itulah sebabnya beredar pemeo mengatakan: “Neraka akan berisi banyak Pendeta dan Gembala Sidang, sebab… (Sabda Yesus:) dari yang banyak mengerti akan dituntut lebih banyak [Lukas 12:48b]}.

4.3. PERKENALKAN: KAUM INJILI

Inilah saatnya memperkenalkan suatu ‘ras’ pengikut Yesus; bukan agama baru, bukan pula sekte baru: Kaum Injili. Yakni suatu ‘kaum’ yang memasuki sungguh-sungguh Wawasan Kerajaan Surga, menganut prinsip-prinsip hidup warga Kerajaan Surga serta berusaha hidup sesuai dengan ajaran Injil yang murni.

Suatu ‘kaum’ yang injili, yakni kaum yang, dengan sadar, berusaha menata kehidupannya berpusatkan Injil Kristus atau Injil Kerajaan Surga!

Kaum Injili adalah suatu ‘kaum’, bukan agama, sehingga tidak berpikiran membangun rumah ibadah atau gereja atau sidang jemaatpun. Suatu ‘kaum’ yang tidak berada di bawah payung organisasi duniawi, sehingga mampu menerima pesan langsung dari Surga. Maka Kaum Injili tidak mengenal Gembala Sidang, karena digembalakan langsung oleh Gembala Agung, Yesus Kristus.

Kaum Injili adalah suatu ‘kaum’ yang kehidupannya berpusatkan Kristus, sehingga besar keinginan mereka untuk berubah dan berbuah!

Kaum Injili juga mengerti pikiran Kristus, bahwa perubahan watak tidak mungkintercapai dengan melakukan pertapaan. Bacalah Luk.9:28-37, di mana Petrus berkeinginan untuk tinggal di puncak gunung, dalam suasana Surgawi bersama Yesus ketika itu. Bertiga para murid ini tidak menyadari bahwa pikiran sedemikian adalah pancingan untuk hidup ascetic (pertapaan; mengasingkan diri dari masyarakat ramai), berakibat kerugian bagi Kerajaan Surga: tidak bertambah lagi warganya.

Yohanes Pembaptis (dan beberapa sekte Kristiani) menganut kehidupan ascetic, maka kerdillah komunitas mereka. Perubahan watak terjadi ketika memberitakan Injil Kerajaan Surga, sewaktu memancarkan kemuliaan Kristus, yang adalah kepenuhan akan kasih karunia dan kebenaran. Memancarkan kasih karunia, itulah perubahan watak menuju keserupaan dengan Kristus.

Maka Kaum Injili dengan sadar menempatkan ‘penginjilan’ sebagai profesi utama, sementara urusan mencari nafkah hanya kerja sampingan. Lihatlah perilaku Paulus selaku tukang kemah [Kis.18:3].

Maka Kaum Injili adalah orang-orang yang berusaha hidup selaku warga Kerajaan Surga, yang harus terus ber-progres menuju keserupaan dengan Kristus!

  1. FASILITAS KERAJAAN SURGA!

Sedikit saja sasaran duniawi Kaum Injili, seperti dijelaskan di dalam Pasal-4.3. Namun pekerjaan mulia yang harus dilakukan untuk perluasan Kerajaan Surga, yakni berubah dan berbuah, memerlukan fasilitas Surgawi yang lengkap untuk jaminan suksesnya.

Itulah sebabnya RajaSurga menyadarkan Kaum Injili akan fasilitas-fasilitas Kerajaan Surga yang tersedia, serta mengajarkan memanfaatkannya secara efektif. Di bawah inilah daftar fasilitas Kerajaan Surga yang utama (tentu banyak fasilitas lainnya yang rinciannya tidak mungkin tercatat di dalam Buku ini). Uraian yang lebih rinci dituliskan dalam satu buku khusus: ‘Memanfaatkan Semua Fasilitas Kerajaan Surga’, yang dapat diperoleh (cuma-cuma) dengan menghubungi Penulis (dengan sms, pada 085710877437 atau melalui e-mail kepada kingdo08@yahoo.com).

5.1. AMNESTY DAN PENGAMPUNAN BERKELANJUTAN

Amnesty dan Darah Yesus yang tercurah di Golgota adalah dua istilah untuk satu urusan yang sama. Amnesty adalah bahasa operasional dalam Wawasan Kerajaan, sedangkan ‘Darah Yesus’ adalah istilah kebatinan Kristiani, yang umum digunakan oleh guru-guru Kristiani.

Kedua istilah ini menunjuk kepada kasih RajaSurga yang luar biasa, sehingga setiap Pemberontak yang mau bergabung dengan Kerajaan Surga akan diterima dengan tangan terbuka.

Penjahat yang tersalib di sisi Yesus sudah beroleh karunia yang luar biasa ini. Petrus yang sempat menyangkali Yesus dipulihkan secara sempurna. Sedianya berkat ini tersedia juga bagi Yudas, namun Iblis yang sudah merasuk dia [Yoh.13:27] menghambat Yudas, yang sempat menyesal, namun batal memohon pengampunan dari Yesus.

Maka, Saudara yang ingin beroleh karunia luar biasa ini dapat memanjatkan doa yang sudah dipersiapkan sebagai berikut:

Saya menyembah Yesus Kristus, RajaSurga, yang sangat mengasihi saya;

Ya Tuhan, saya mengaku bahwa di masa lalu saya tergolong kepada pemberontak, di bawah pemerintahan Iblis. Sekarang saya tinggalkan pemerintahan Iblis, saya bergabung dengan Kerajaan Surga, menjadi warga yang mentaati Yesus Kristus, Rajaku.

Saya menerima amnesty dari Rajaku, dan kalau ada dosa-dosa yang harus saya selesaikan secara khusus, termasuk dosa merugikan orang lain, ingatkanlah saya, oleh Roh Kudus. Mohon saya dibukakan kesempatan untuk menyelesaikan semua hutang-piutang itu, agar saya sungguh layak menjadi warga Kerajaan Surga.

Dalam nama Yesus, enyahlah semua malaikat Iblis yang pernah merecoki kehidupan saya, termasuk malaikat Iblis Sesembahan leluhur saya, malaikat Iblis sponsor kesaktian leluhur saya, malaikat Iblis dari iman asing, ya semua malaikat Iblis yang pernah menjamah kehidupanku, harus menyingkir dari diriku. Saya tidak mau diganggu lagi, karena saya sekarang dimiliki oleh Yesus Kristus, Raja dan Juruselamatku yang agung; AMIN.

Amnesty yang diberikan oleh RajaSurga tidak berakhir seketika; melainkan berkelanjutan selama warga Kerajaan Surga hidup di bumi. Setiap kali terjerumus ke dalam dosa, anak-anak Kerajaan akan segera memohon pengampunan. Jaminan pengampunan dinyatakan di dalam ‘Doa Bapakami’ yang Yesus ajarkan: “Bapakami yang di Surga mengampuni kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah terhadap kami. ”Hal itupun diajarkan oleh Yesus di dalam Mat.6:14-15(silahkan Saudara memeriksanya).

5.2. BENIH-ILAHI, YAKNI ROH KUDUS (ROH YESUS)

Dari sudut pandang RajaSurga, masa lalu setiap umat ber-status pemberontak atau anak Iblis.Itulah sebabnya RajaSurga menyediakan amnesty, supaya seketika itu juga dapat terjadi perubahan status: menjadi anak Kerajaan.

Tidak cukup dengan amnesty, RajaSurga, Yang menginginkan hadirnya anak-anak Kerajaan (dalam bahasa agamawi: anak-anak Tuhan; Yoh.1:12) mengharuskan terjadinya penggantian benih di dalam setiap orang yang mau memasuki Kerajaan Surga. Benih iblisi harus disingkirkan beserta kuasa-kuasanya. Berganti dengan benih-ilahi, dari RajaSurga. Penggantian yang harus terjadi itu mencakup:

(1) setiap perjanjian dengan Iblis diganti dengan Perjanjian Baru, bersama RajaSurga;

(2) persekutuan dengan Iblis dan hamba-hambanya (dukun atau orang sakti) berganti dengan persekutuan bersama RajaSurga;

(3) jasa-jasa Iblis harus dibatalkan (ke depan nanti hanya mau menerima jasa dari Yesus Kristus).

Melalui penyucian diri sedemikianlah baru layak seseorang menerima benih-ilahi di dalam dirinya [1Yoh.3:9; 1Ptr.1:22-23].

Lagi-lagi karunia luar biasa diberikan oleh RajaSurga, yakni benih ilahi. Maka setiap Saudara yang ingin beroleh, agar memanjatkan doa di bawah ini dengan bersuara:

Saya menyembah Yesus Kristus, RajaSurga, yang sangat mengasihi saya; Ya Yesus, Rajaku, saya bersyukur bahwa Engkau inginkan saya menjadi anakMu. Maka saya membuka diri untuk menerima karuniaMu itu. Demi nama Yesus Kristus, saya membatalkan semua perjanjian kegelapan yang pernah mengikat saya, boleh jadi mewaris dari leluhur saya, atau yang saya tegakkan sendiri bersama Iblis. Semua perjanjian Iblisi itu saya nyatakan batal, tidak berlaku lagi. Yang berlaku bagiku adalah Perjanjian Baru, bersama Yesus Kristus, Raja dan Juruselamatku.

Saya juga membatalkan segala macam persekutuan dengan Iblis yang telah terjadi di masa laluku. Jasa-jasa Iblispun saya sangkali. Saya hanya mau bersekutu dengan Yesus Kristus, dan menerima berkat dari Tuhan Yesus saja.

Demi nama Yesus Kristus, aku mengusir semua malaikat Iblis yang pernah terikat perjanjian dengan diriku, yang pernah bersekutu dengan diriku, yang pernah memberi jasa kepadaku. Semuanya harus enyah dari kehidupanku, karena saya menjadi pengikut Yesus, sekarang sampai selama-lamanya; AMIN.

5.3. OTORITAS ANAK-ANAK KERAJAAN SURGA

Dengan pemberian amnesty dan benih ilahi, maka seseorang yang memasuki Kerajaan Surga di bumi dengan segera dianugerahi juga otoritas anak Kerajaan Surga. Segera! Supaya seketika itu juga anak Kerajaan yang muda itu dapat segera menangkali serangan Iblis yang berusaha merenggutkan dia kembali ke dalam penguasaan Iblis.

Dengan sadar, setiap anak Kerajaan harus memanfaatkan otoritas Kerajaan yang dimilikinya untuk:

(1) membersihkan diri dari sisa-sisa kuasa Iblis dan roh najis di dalam dirinya, setiap hari!

(2) setiap hari mengenyahkan malaikat-malaikat Iblis dari masa lalunya;

(3) mengenyahkan malaikat Iblis dari orang yang di-imam-i oleh anak Kerajaan itu.

Perhatikan apa yang muridYesus ceritakan kepada Guru mereka, sekembali dari pengutusan berdua-dua, setelah mereka berhadapan dengan setan-setan [Luk.10:17-19]:

17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” 18 Lalukata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. 19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

Kuasa atau otoritas itu sudah diterimakan [Mrk.16:17]. Maka pemanfaatannya harus dilakukan dengan kesadaran penuh, seperti sadarnya seorang anggota polisi memanfaatkan otoritas Kepolisian yang dia sandang. Silahkan Saudara berdoa menerima otoritas anak Kerajaan itu, sebagai berikut:

Saya bersyukur kepadaMu, Yesus Kristus, RajaSurga, untuk segala kasih karuniaMu.

Bahkan Engkau mau berikan pula otoritas anak Kerajaan Surga bagiku, agar dapat menahankan serangan-serangan Iblis.

Sekarang saya terima otoritas itu, ya Rajaku, dan segera menggunakannya… Demi nama Yesus Kristus, enyahlah semua malaikat Iblis yang berusaha merecoki kehidupanku. Kalian tidak berhak mengganggu diriku, sebab segala hubunganku dimasa lalu dengan kalian sudah aku batalkan.

Kuasa Yesus kiranya membungkus diri saya pada hari-hari ini. Ya Tuhan, saya bermohon agar Roh Kudus mengingat-ingatkan diriku untuk melakukan pengusiran malaikat Iblis setiap pagi, bahkan setiap saat Iblis mau melancarkan serangannya. Saya mau bertahan dan menang terhadap Iblis, ditopang oleh kuasa dan kasih karunia Yesus Kristus, Rajaku; AMIN.

5.4. BODYGUARD ATAU PENGAWAL PRIBADI

Sekali lagi perlu diingatkan, bahwa yang Yesus perkenalkan ke bumi bukanlah sekedar agama, melainkan Kerajaan Surga! Maka Wawasan Kerajaan harus diberlakukan di dalam meneliti kehidupan selaku pengikut Yesus.

Tinjaulah anak-anak Kepala Negara di berbagai bagian dunia ini. Jelas sekali mereka diberi pengawal pribadi (bodyguard), demi menjaga anak-anak Kepala Negara itu dari serangan-gelap orang-orang yang membenci Kepala Negara.

Di dalam wawasan Kerajaan Surga, si Iblis bukan hanya membenci Raja, tetapi membenci juga anak-anak Kerajaan, sebab sudah ‘meronta-lepas’ dari cengkeraman Iblis, yang mau membawa mereka ke neraka.

Maka di sepanjang kehidupan, anak-anak Kerajaan terancam serangan gelap oleh si Iblis, yang mungkin menggerakkan orang jahat, bahkan mampu menggerakkan semua kuasa alam untuk mencelakakan anak-anak Kerajaan, secara fisik maupun rohani! Keadaan sungguh berbahaya bagi anak-anak Kerajaan, karena mereka tidak mampu mengamati Iblis, yang tidak-kasat-mata.

Demikianlah pertimbangannya, sehingga RajaSurga menyediakan pengawal pribadi bagi anak-anakNya, tercatat dalam Ibr.1:13-14:

13 Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?” 14 Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?

Siapakah yang harus beroleh keselamatan? Siapakah yang dikawal ketat oleh malaikat Surga? Pastilah mereka dimusuhi oleh Iblis; yakni mereka yang telah meronta-lepas dari cengkeraman Iblis. Sudahkah Saudara menurut doa-doa yang disediakan di atas? Maka Saudaralah seorang yang harus beroleh keselamatan. Maka terimalah pengawalan malaikat Surga itu dan manfaatkanlah setiap hari.

Namun perlu Saudara memperlakukan malaikat Surga dengan tata-krama yang benar. Tidak berhak anak Kerajaan memerintah malaikat Surga, serupa dengan tidak berhaknya anak-anak Kepala Negara memerintah bodyguard mereka.

Yesus sendiripun, dalam status Anak Manusia, tidak main perintah terhadap malaikat Surga. Lihatlah sabdaNya pada Mat.26:53:

Atau kau sangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?

Sewajarnyalah, anak-anak Kerajaan, dari waktu ke waktu, menyeru Bapa Surgawi, mohon pengawalan malaikat Surga, bagi dirinya, juga bagi diri orang lain yang dia imam-i.

Maka tanggapilah pengawalan malaikat Surga itu dengan ucapan syukur, sebagai berikut:

Ya Bapa Surgawi, Yang sangat mengasihi diriku;

Saya bersyukur untuk kasihMu, saya bersyukur untuk malaikat Surga yang Bapa tugaskan mengawal diriku dan orang-orang yang saya kasihi dan saya imam-i. Terimakasih, ya Yesus, Rajaku.

Mohon saya diingat-ingatkan untuk memanfaatkan jasa malaikat Surga di dalam peperangan rohani yang akan saya hadapi, oleh serangan-serangan Iblis si jahat.

Terimakasih, ya Bapa, untuk kasih karuniaMu yang berkelimpahan; AMIN.

5.5. KEMULIAAN KERAJAAN SURGA

KasihNya RajaSurga sungguh melimpah bagi anak-anak Kerajaan. Setelah diberi amnesty, mantan pemberontak diberi benih ilahi, agar dapat berperilaku yang selayaknya anak-anak Kerajaan Surga. Lebih jauh lagi, Raja memberikan Otoritas untuk setiap anak Kerajaan, dan untuk pengamanan yang pasti, diberi pengawalan malaikat Surga untuk mengawal setiap anak Kerajaan.

Tidak berakhir di sana, RajaSurga berbagi kemuliaanNya dengan anak-anak Kerajaan! Luar biasa kasihNya.

Umat beragama umumnya tidak mengenal kemuliaan Surgawi ini! Mata mereka umumnya tidak mampu menembus memasuki Alam Roh, sehingga hanya mampu menampak kemuliaan Duniawi, seperti yang nampak di gereja-gereja dengan pelbagai jabatan gerejawi serta pakaian yang diatur-atur sesuai selera manusiawi masing-masing.

Bahwa di dalam setiap gereja, kemuliaan tertinggi dimiliki oleh imam-imam (Gembala Sidang, dsb.) maka di dalam Kerajaan Surga dikenal jabatan imam, yakni Imamat Rajani.

Inilah yang Rasul Petrus tuliskan, sementara dia tidak mengaku sebagai Gembala [1Ptr.5:1] di tengah pengikut Yesus di zamannya [1Ptr.2:9]:

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan TUHAN sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Pesan Petrus ini ditujukan kepada setiap pengikut Yesus yang mampu menampak wawasan Kerajaan Surga dan memasuki (serta hidup di dalam) Kerajaan itu.

Yesus datang ke bumi untuk membentuk bangsa yang baru, yang terpilih. Sehingga semua pengikut Yesus berbangsa Surga (bukan Yahudi, bukan Arab, bukan berbangsa Romawi, bukan Jawa, bukan Batak, dll.) Mengganti status Saudara menjadi anak Kerajaan, tentu membawa konsekwensi bahwa Saudara harus berani meninggalkan kebangsaan dan kesuku-bangsaan Saudara. Banyak umat Kristiani gagal memasuki Kerajaan Surga sejak di bumi, karena mereka bersikukuh menjalankan adat suku-bangsa masing-masing. Namun biarlah demikian, itu adalah hak azasi masing-masing; juga risiko masing-masing!

Bukan sekedar dijadikan bangsa yang baru, bahkan diangkat menjadi anak Kerajaan, sesuai ajaran berdoa “Bapakami yang di Surga…” Itulah sebabnya Yesus bersabda [Mat.10:37]: “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku…”

Setiap anak Kerajaan Surga berperan selaku imam di dalam Kerajaan Surga (bukan di tengah gereja, sesuatu yang duniawi). Dan mereka tidak dimiliki oleh sesuatu bangsa dunia atau sekte atau gereja, melainkan menjadi milik kepunyaan TUHAN sendiri!

Setiap anak Kerajaan diberi tugas memberitakan perbuatan-perbuatan besar yang Yesus lakukan. Apa isi pemberitaan itu?

Yesus memanggil dia keluar dari kegelapan, keluar dari rombongan Iblis, memasuki Kerajaan Terang yang Ajaib, lalu diberi segala macam, fasilitas Kerajaan Surga!

Sudahkah Saudara memberitakan perbuatan besar Yesus atas diri Saudara? Atau hanya memberitakan pekerjaan Yesus 20-abad yang lalu? Lihatlah isi buku ini, yang memberitakan perbuatan besar yang Yesus lakukan kepada Penulis. Memanggil keluar dari pemberontakan Penulis di masa lalu, lalu diberi fasilitas-fasilitas Kerajaan Surga, dan dibimbing dalam memanfaatkan fasilitas-fasilitas Kerajaan itu sehingga sekarang mampu menuliskannya untuk Saudara yang saya kasihi, serta memberitakannya secara lisan dalam pelbagai kesempatan.

Luar biasa kasih Yesus, juga atas diri Saudara. Maukah Saudara menyandang juga kemuliaan yang Yesus sediakan? Ikutilah pemaparan buku ini dengan teliti, jika perlu diulangi dari permulaan, dan panjatkanlah doa-doa yang telah disediakan. Tanpa perbantahan; sebab di dalam wawasan Kerajaan tidak diberi kesempatan untuk berbantahan.

Bukan hanya tawaran Petrus, Yesus sendiri yang memberikan kemuliaan Kerajaan itu, yang disabdakanNya dalam Yoh.17:22:

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Kesatuan Bapa – Yesus dan anak-anak Kerajaan adalah di dalam kemuliaan Surgawi. Hal itulah yang menjadikan satu Tubuh, Tubuh Kristus, atau satu Kerajaan, disampaikan oleh Yohanes di dalam Why.1:5-6:

5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya– 6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi TUHAN, Bapa-Nya, – bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Bapa – Anak – anak-anak-Kerajaan dijadikan satu Kerajaan, dibungkus di dalam kemuliaan Surgawi. Kemuliaan yang disandang sewaktu melaksanakan tugas-tugas Imamat dalam Kerajaan Surga. Kemuliaan Kerajaan itu berasal dari Surga sendiri, bukan kemuliaan dari dunia, yang biasa dinikmati oleh imam-imam gerejawi yang mirip dengan kemuliaan sosial belaka.

Kemuliaan dalam peranan imamat Rajani, yakni menyampaikan perbuatan besar Yesus atas diri si Imam, lalu menuntun orang lain menjadi warga Kerajaan Surga pula. Demikianlah kemuliaan Surgawi itu disandang, tanpa mengatur-atur jubah atau menghiasi gereja dan mimbar, berbagai penampilan fisik yang tiada artinya pada pandangan RajaSurga.

Inilah kesempatan bagi Saudara untuk tanggap, menerima kemuliaan Kerajaan Surga yang Yesus sediakan, dengan memanjatkan doa berikut:

Saya menyembah Yesus Kristus, RajaSurga, Rajaku;

Sungguh berlimpah kasih karunia Surgawi Engkau sediakan ya Bapa, supaya kami menampak berkat-berkat duniawi menjadi tidak berarti.

Saya mau, ya TUHAN, menerima kemuliaan yang Engkau sediakan di dalam KerajaanMu. Layakkanlah diriku, ya Rajaku, menerima kemuliaan bagi imam-imam Kerajaan Surga. Silahkan ya Yesus, didiklah saya lebih jauh dalam hal memberitakan perbuatanMu yang dahsyat atas diriku.

Mampukan juga saya untuk menuntun orang-orang lain agar bergabung dengan Kerajaan Surga. Roh Yesuslah yang akan menuntun saya selamanya, sehingga saya sungguh menjadi penjala manusia, seperti yang TUHAN inginkan. Dengan demikian kemuliaan Yesus semakin disebar luaskan di dunia ini. Dalam nama Yesus, Yang Mahapengasih, saya berdoa; AMIN.

Banyak sekali perkara yang Yesus mau ajarkan secara langsung kepada Kaum Injili yang belum tercatat di dalam rekaman-rekaman Injil. Pengajaran khusus, teristimewa dalam urusan peperangan rohani, yang tidak dimengerti oleh umat beragama. Bacalah Yoh.16:12:

Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.

Lihatlah, sabda ini diucapkan oleh Yesus kepada para murid yang sudah 3-tahun atau lebih mengikuti Dia siang dan malam. Ternyata belum tamat mereka belajar; harus ada pelajaran lanjutan oleh Roh Yesus (Roh Kudus), setelah Yesus kembali ke Surga.

Tidak heran, ‘Kaum’ Injili, yang beroleh pengajaran langsung oleh Roh Yesus, biasa bertindak menurut cara yang tidak masuk akalnya anggota-anggota gereja Kristen, sehingga seringkali dicap “Sesat!” oleh orang-orang yang beragama, yang belum mengenal Kerajaan Surga dan belum mau mentaati sungguh RajaSurga.

  1. PENGUTUSAN PENGINJIL

Sabda Yesus pada Mat.4:19 {“Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”}segera ditanggapi tegas oleh calon muridNya [Mat.4:20]:

Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia

Segera meninggalkan profesi mereka, siap untuk melakukan profesi baru di alam naluri yang baru: menjala manusia. Dengan perkataan lain, siap diutus untuk menjala manusia.

Siapkah Saudara mengganti profesi Saudara, kendati secara berangsur-angsur? Tanpa harus serta-merta meninggalkan pekerjaan cari-nafkah Saudara yang sekarang? Itupun sudah memberi keuntungan kepada Kerajaan Surga.

Kejelasannya Yesus sampaikan pada pesan pengutusan oleh Yesus dalam Matius Pasal-10. Inti dari pesan pengutusan yang Yesus lakukan tercatat pada Mat.10:7-8:

7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. 8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Perlu dicatat hal-hal penting berikut:

  1. Beritakanlah Injil (Kerajaan Surga); bukan agama Kristen. Ceritakanlah tentang Yesus dan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukannya (terutama terhadap diri Saudara sendiri!)

  2. Sembuhkan; bangkitkan; tahirkan… usir setan-setan. Tidak dikatakan: “Doakan orang sakit supaya disembuhkan Tuhan.” (dll.) Mendoakan orang sakit, mohon disembuhkan oleh Tuhan, menunjukkan ketiadaan otoritas Kerajaan yang dibahas di atas. Kesadaran memiliki otoritas itu nampak di dalam pemberitaan Injil Kerajaan Surga, kendati semuanya dilakukan di bawah bimbingan Roh Yesus, Pengendali dari dalam batin. {Tidak semua orang disembuhkan di dalam pelayananNya Yesus anak manusia, bukan?}.

  3. Berikanlah dengan cuma-cuma! Berikan jasa, perbuatan baik, berikan media-penginjilan, pertolongan mujizat, semua harus diberi secara cuma-cuma! {Sikap sedemikian yang ditunjukkan di dalam buku Kerajaan Surga ini, bukan? Kami sudah beroleh semua hikmat Surgawi secara cuma-cuma, lalu buku-buku yang dituliskan dikirimkan secara cuma-cuma juga. Kecuali jika Saudara digerakkan oleh Surga menopang pelayanan Kerajaan Surga ini, Lakukanlah, tetapi bukan karena permintaan kami, melainkan karena tergerak hati mau berperan di dalam Kerajaan Surga!}

Pemberitaan Injil (Kerajaan Surga); demikianlah tugas pokok para penginjil Kerajaan Surga.Saudara dapat melaksanakannya, sambil tetap mencari nafkah seperti sekarang, sampai waktunya Roh Yesus menyuruh hentikan cara mencari nafkah yang sekarang, diganti dengan cara lain.

Pemberitaan Injil dapat dilakukan dengan berbagai bentuk pemberitaan yang dikenal. Namun jika orang yang menerima Berita itu haus untuk kemajuan imannya, maka pemberitaan dapat dilanjutkan dengan pembinaan.

Pembinaan yang teratur (periodik) mungkin berlanjut terus menjadi pembentukan muridYesus di dalam diri orang itu. Inilah yang Yesus maksudkan dengan amanatNya pada Mat.28:19-20; Jadikan orang itu muridYesus!

Banyak bentuk pemberitaan Injil yang dimudahkan oleh RajaSurga sehingga dapat dilakukan oleh setiap orang percaya, tanpa harus menghentikan pekerjaan mencari nafkahnya:

Pekerjaan penginjilan yang sulit dapat dilakukan oleh Penginjil Professional yang sudah dipilih dan dilatih secara khusus oleh Roh Kudus.

Silahkan Saudara memilih cara yang tepat dengan kondisi kehidupan Saudara, sehingga kewargaan Kerajaan Surga tetap Saudara sandang, sampai waktunya dijemput ke Rumah Bapa Surgawi!

{Tidak ada alasan: ‘tidak mampu’ atau ‘tidak punya uang’ atau ‘tidak punya waktu’!}

BAGIAN KE-DUA:

KEHIDUPAN KAUM INJILI

  1. KEGIATAN SPIRITUAL KAUM INJILI

Bergabung dengan Kerajaan Surga dilakukan sejak hidup di bumi! [Luk.17:20-21]. Hal ini hanya mungkin terjadi oleh pengendalian Roh Kudus (Roh Yesus) yang sudah bekerja di dalam hati.

Seperti suatu handphone, yang diganti kartu SIM-nya, maka perilaku handphone itu berubah seturut kartu SIM yang ditempatkan. Berganti kartu SIM (pengendali), berganti pula perilaku handphone itu.

Demikian pulalah terjadi dengan diri manusia yang berganti roh-pengendali di dalamnya. Berawal dari kuasa-kuasa Iblis, yang selalu mengendalikan manusia untuk berperilaku jahat,maka Roh Kudus yang diundang akan mengubah perilaku manusia itu. Dengan bekerjanya Roh Kudus di dalam diri manusia (Kaum Injili), maka:

1.1. PENGAJARAN DASAR KAUM INJILI…

…bukan berdasarkan satu Kitab (Suci) yang dianggap diwahyukan oleh Surga, melainkan berlandaskan Injil Kristus, yakni sabda-sabda Yesus yang direkam di dalam Kitab Perjanjian Baru.

Oleh Yesus-Anak-Manusia, Injil disabdakanNya dengan lengkap dan secara lisan, kemudian direkam oleh para saksi mata. Jadilah para saksi-mata ini Pemberita Injil pula.

{Wajarlah, jika para pemberita Injil itu menyampaikan Injil seturut pewahyuan yang mereka terima, diberitakan secara tidak sempurna pula (ketidak-sempurnaan manusia), sehingga beberapa memberitakan Injil itu mengandung ketidak-selarasan. Wajar sekali adanya ketidak-sempurnaan manusia, namun kepergian Yesus kembali ke Surga segera diikuti oleh pencurahan Roh Kudus (=RohYesus), menolong supaya mereka yang beriman dapat mengikuti (jalan) Yesus menuju Surga.}

Kaum Injili tidak berkiblat kepada sesuatu Kitab, melainkan ke Surga. Oleh pertolongan Surga(Roh Tuhan di dalam dirinya), dengan mengandalkan rekaman sabda Yesus selaku acuan, Kaum Injili mampu menandai ajaran-ajaran Kitab Suci yang tidak berasal dari Surga, sehingga boleh diabaikan.

Injil yang dibawa oleh Yesus Kristus, yang tidak membawa Agama, tidak menyuruh umat agar membangun rumah ibadah, tidak menetapkan Hari Ibadah, tidak mengajarkan syariat-syariat agamawi, tetapi menuntun pengikutNya untuk hidup di dalam kesalehan yang tidak ditawar-tawar!

Ke mana saja Kaum Injili menghadap (secara rohani), di sana ada wajah YangEsa. Maka Kaum Injili membebaskan diri dari belenggu kiblat di muka bumi (Yerusalem, Roma, Mekah,dll.), melainkan berkiblat ke Surga (Alam Roh), di mana YangEsa bertahta!

Maka, Pernyataan Iman Kaum Injili berbunyi:

Saya menyembah TUHAN, RajaSurga, Pencipta diriku, Yang di masa lalu sebagian RohNya pernah tampil dalam wujud manusia, Yesus Kristus, Juruselamat pribadi saya.

1.2. PENYELENGGARAAN KUMPULAN BERDOA

Kumpulan Berdoa Kaum Injili diselenggarakan dari rumah ke rumah dengan jumlah peserta se-sedikit mungkin, sehingga setiap rumah-tangga dapat menampungnya.

Kegiatan utama adalah berdoa, yakni berbicara kepada RajaSurga, baik dalam bentuk doa-penyembahan, pujian atau permohonan. Karena kegiatan berdoa merupakan kemampuan setiap orang pejalan ke Surga, maka Kumpulan Berdoa Kaum Injili tidak memerlukan bimbingan gembala atau rohaniwan.

Dalam setiap pertemuan, setiap peserta boleh menceritakan pergumulan masing-masing dalam kehidupan, utamanya dalam perjuangan batinnya untuk berubah dalam watak. Lalu pergumulan itu didoakan oleh seorang rekan, yang lebih dewasa dalam urusan pergumulan watak yang disinggung tadi.

Peserta juga menceritakan pergumulannya untuk berbuah, misalnya kesulitannya mengajak seseorang menjadi pejalan ke Surga juga. Masalah ini juga segera didoakan, agar boleh berhasil di kemudian hari.

Kegiatan kedua adalah membaca rekaman-rekaman Injil, yang kemudian dibahas secara tertib oleh para hadirin. Renungan-renungan jangan menimbulkan perdebatan. Masing-masing boleh menyampaikan pandangannya, tanpa menyerang yang lain, dan babak renungan ini segera ditutup dengan doa, mohon pencerahan lebih jauh oleh Roh TUHAN, langsung ke dalam sanubari masing-masing.

Kaum Injili tidak mengumpulkan uang-kas, tidak menumpuk dana untuk Kumpulan. Uang dapat menjadi sarana Iblis yang tepat untuk menimbulkan iri hati, perpecahan dan pertikaian. Namun Kumpulan Berdoa boleh mengumpulkan sumbangan untuk segera diserahkan kepada seorang rekan yang membutuhkan.

Dalam Kumpulan Berdoa tidak dibutuhkan adanya khotbah, sehingga tidak mutlak dibutuhkan kehadiran seorang Penatua atau rohaniwan. Sebab Kaum Injili yang hadir adalah rohaniwan, di dalam kadar masing-masing!

Kumpulan Berdoa Kaum Injili diselenggarakan secara tidak mengganggu tetangga, atau lingkungan: tidak harus ada acara bernyanyi, sebab memuji TUHAN dapat dilakukan dalam bentuk Mazmur atau Tahlil.

  1. KEGIATAN SOSIAL KAUM INJILI

2.1. KAUM INJILI BUKANLAH PENGANUT AGAMA TERTENTU

Maka Kaum Injili tidak mempermasalahkan agama mana yang paling benar. Bilamana diperlukan, Kaum Injili bebas bergabung dengan Lembaga Keagamaan manapun juga.

Kaum Injili tidak membangun rumah ibadah. Membangun rumah ibadah berarti menghabiskan dana untuk sesuatu (bangunan) yang bakal musnah (pada waktu kiamat). Dana yang ada selayaknya dimanfaatkan secara maksimal untuk perluasan Kerajaan Surga.

Selaku pengikut Yesus yang murni, Kaum Injili tidak merumuskan syariat-syariat, tidak menetapkan Hari Ibadah, melainkan memusatkan perhatian sepenuhnya kepada Surga kekal.

Seperti Abraham/Ibrahim, yang meninggalkan semua berhala leluhur, bahkan semua kerabatnya, Kaum Injili juga meninggalkan semua Sesembahan leluhur, bahkan memisahkan diri dari para kerabat yang tidak mau beriman ke Surga. Namun Kaum Injili tidak membenci, tidak menghujat pihak lain yang berbeda pemahaman.

Kaum Injili mengerti bahwa kehidupan di dunia adalah pembentukan watak-pribadi, perjalanan di dalam Kawasan Rohani diproses oleh Pemilik Surga, supaya semakin hari semakin mendekati watak dan ‘budaya’ Pemilik Surga, sehingga layak bergabung ke Surga.

Karena sudah menampak luhurnya nilai kekekalan, serta kebahagiaan hidup injili, Kaum Injili akan mengajak orang-orang lain dalam perjalanan rohani itu, dengan tujuan Surgawi: Semoga: Surga penuh dan Neraka kosong. (Iblis, penghuni Neraka menginginkan yang sebaliknya: Neraka penuh, Surga kosong.)

Pegangan Kaum Injili adalah sabda-sabda Yesus yang dicatat dalam rekaman-rekaman Injil (Matius – Markus – Lukas – Yohanes – dll.) dan oleh kasih karunia Yesus, dimampukan ‘membaca’ pesan Surgawi dalam setiap Kitab yang diwahyukan (di bawah tuntunan Roh Kudus.)

Bahkan Kaum Injili dilatih oleh Roh Kudus untuk ‘membaca’ kehendak TUHAN dari pelbagai peristiwa di sekitarnya. Lebih maju lagi, Kaum Injili mampu mendengar suara TUHAN berbicara di dalam kalbu [1Yoh.5:7-8]:

7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam Surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Kaum Injili tidak memerlukan bangunan Rumah Ibadah, sebab beriman bahwa tubuh Kristus, yang dibangun oleh Yesus dalam kesatuan dengan warga Kerajaan Surga adalah Bait Suci Rohani [Yoh.15:4-5; Why.1:5-6].

Ibadah atau Kumpulan Berdoa Kaum Injili dilakukan dari rumah ke rumah, tanpa memerlukan fasilitas khusus, sebab Kaum Injili mengutamakan pekerjaan menolong orang yang menderita dalam rangka mengajak mereka berjalan ke Surga.

2.2. SIKAP TERHADAP BANGSA-BANGSA

Kaum Injili sadar penuh tentang pengangkatan dirinya menjadi anak-anak Kerajaan. Yakni makna yang sangat dalam dari “Doa Bapakami….” yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Maka Kaum Injili, secara roh, tidak merasakan lagi berbangsa dunia. (Secara Kartu Tanda Penduduk, berbangsa apapun dia, tidak menjadi masalah).

Maka Kaum Injili sudah mengambil keputusan untuk tidak menjalankan adat suku-suku-bangsa dari mana dia berasal. Sekaligus juga, Kaum Injili bersikap tidak kompromi dengan paham agama/spiritualitas bangsa atau suku bangsa, karena kiblat yang beragam-ragam sudah terbukti membingungkan umat manusia selama ribuan tahun. Adat suku-suku bangsa juga cenderung membelokkan kiblat, sehingga umat tidak lagi berkiblat ke Surga, melainkan kepada Sesembahan suku-suku-bangsa.

Di samping itu, adat-istiadat suku-bangsa akan menyerap banyak waktu dan dana yang terbuang sia-sia, yang seyogyanya dapat dimanfaatkan untuk keuntungan Surga, yakni mengajak banyak orang lain berjalan ke Surga.

Namun Kaum Injili tidak menghujat mereka yang masih suka berkecimpung di dalam kegiatan adat suku-bangsa. Itu adalah hak-azasi masing-masing pelaku adat itu.

2.3. SIKAP TERHADAP PEMERINTAH YANG SAH

Kaum Injili tunduk kepada Pemerintah selaku warga-negara yang baik, selama ketentuan Pemerintah tidak menindas hak-hak Spiritualitas (yang adalah bagian dari Hak Azasi Manusia). Hak-hak Spiritualitas Kaum Injili ditaklukkan kepada satu-satunya Raja Spiritual: RajaSurga YangEsa.

Misalkan, jika terjadi seorang Kepala Pemerintahan menuntut rakyat untuk memperlakukan dia selaku penguasa mutlak, atau melarang menyembah YangEsa, maka Kaum Injili tidak akan mentaati ketentuan sedemikian, namun juga tidak akan melakukan pemberontakan terhadap Pemerintah negeri di mana mereka hidup.

Dalam contoh lain, mungkin terjadi bahwa perundang-undangan sesuatu pemerintahan melarang melakukan ajakan berpindah agama terhadap warga negara yang sudah beragama. Di pihak lain, RajaSurga tegas sekali men-sabdakan: “Jadikanlah semua bangsa muridKu…” Maka Kaum Injili (yang bukan tergolong agama tertentu) tidak merasakan penginjilan yang mereka lakukan sebagai pelanggaran undang-undang. Sebab Kaum Injili tidak mengajak seseorang meninggalkan agama lama mereka.

Jika terjadi seseorang yang diinjili berkeputusan meninggalkan agama lamanya, maka Kaum Injili melihat orang itu sebagai karya Roh TUHAN. Dengan mengandalkan Hak Azasi-nya sendiri dia meninggalkan agama lamanya!

2.4. KEHIDUPAN BERMASYARAKAT KAUM INJILI…

…ditata secara pergaulan yang sehat, tanpa merugikan Kerajaan Surga, tanpa menghambat kemajuan rohani masing-masing. Jika muncul keadaan yang merugikan spiritualitas, Kaum Injili harus bertindak bijaksana, bertanya kepada RajaSurga, yang dipercaya akan memberi hikmat untuk menyelesaikan permasalahan!

Dalam urusan mencari nafkah-jasmani, Kaum Injili akan melakukannya secara jujur, tanpa pemerasan atau penipuan (jangankan: Korupsi!)

Dengan mentaati sabda pada Mat.6:11 (“Bapakami yang di Surga memberi kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya…”), sasaran kehidupan-dunia Kaum Injili menjadi sangat sederhana (sekedar mencari nafkah). Akibatnya, kebutuhan ekonomi Kaum Injili juga menjadi sedikit, sehingga kelebihan nafkah yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk perluasan Kerajaan Surga.

Karena kebutuhan ekonomi Kaum Injili yang minim, maka kelimpahan berkat-berkat TUHAN yang diterimanya akan dianggapnya sebagai dorongan untuk memperluas Kerajaan Surga. Juga Kaum Injili sangat menyadari sabda pada Mat.6:19-21, (“…simpanlah harta di Surga…”) dan sadar tentang caranya Penghakiman Terakhir yang akan dilakukan oleh RajaYesus [Mat.25:31-46], sehingga Kaum Injili akan sibuk melayani orang-orang kecil dan yang susah, saudara-saudara Yesus yang paling hina itu!

2.5. KUMPULAN BERDOA DAN BERBELAS KASIHAN

Kaum Injili memandang bahwa hampir semua manusia adalah para pencari Surga. Mereka bertekun di dalam agama masing-masing karena merasa bahwa melalui agama itu mereka akan mencapai Surga. Ini adalah kekeliruan mendasar, sebab hanya Tokoh Surgawi yang mampu menuntun manusia ke Surga, bukan Agama ataupun Kitab Suci.

Bagi Kaum Injili, Kitab Suci adalah sarana untuk mengenal Tokoh yang mungkin membawa mereka ke Surga. Maka bagi Kaum Injili, penginjilan mengandung arti mengajak orang sebanyak-banyaknya berjalan menuju Surga (jadilah: pejalan ke Surga), bukan untuk menganut agama tertentu!

Kaum Injili bersikap mengasihi sesama, berbelas kasihan yang dalam terhadap manusia yang belum mengenal Juruselamat, yang akan dibawa Iblis ke neraka. Maka Kaum Injili mengajak orang lain ke Surga tanpa paksaan, tanpa pedang. Dari pada harus memerangi pihak lain, Kaum Injili memilih untuk membiarkan diri dianiaya, walaupun tanpa sebab!

Selaku cikal-bakal Kaum Injili, Yesus-Anak-Manusia sudah memberi teladan, bahwa Beliau melakukan penginjilan tanpa mengandalkan pedang, tetapi dengan menampilkan kuasa-Surga, terutama: KASIH, di samping mujizat lainnya. Sampai hari inipun, kedua ‘acara’ itu berlangsung di seputar dunia; banyak orang yang beroleh jamahan langsung oleh Yesus, sehingga mereka menjadi pejalan ke Surga pula.

Di akhir kehadiranNya di bumi, Yesus-Anak-Manusia membiarkan lawan-lawanNya (yang digerakkan oleh Iblis) untuk menghancurkan Yesus-Anak-Manusia secara jasmaniah. Namun perilaku itu justru disengaja untuk memberi teladan tentang KASIH SURGAWI seraya membebaskan Roh Tuhan di dalam diri Yesus-Anak-Manusia untuk kembali kepada kesatuan dengan BapaNya, kembali menduduki singgasana RajaSurga.

Setelah semua kejelasan itu…

Perilaku kehidupan yang sedemikian sederhananya, memungkinkan Kaum Injili hidup dalam motto yang sangat sederhana dan tidak mungkin terlupakan; tidak mungkin dipelesetkan:

                               Berubah dan Berbuah!

                    (Berubah dalam watak menuju Budaya Surga dan

                   Berbuah: mengajak orang lain ikut menuju Surga.)
  1. DOA-DOA KAUM INJILI

Bab ini menyajikan sekumpulan contoh-contoh Doa Kaum Injili, sejak dari awal pertobatannya, sampai kepada ajalnya! Contoh doa ini bukan untuk dihafalkan, sehingga menjadi mantra atau jampi (‘baca-baca’), karena YangEsa menginginkan pergaulan akrab dengan umatNya, dengan bahasa masing-masing, dengan percakapan masing-masing! Jampi atau mantra adalah berasal dari Iblis dan akan membinasakan roh manusia!

(1) MENERIMA YESUS DAN BAPA SURGAWI SELAKU RAJA…

(…dan Yesus selaku Hakim dan Juruselamat satu-satunya.)

Kaum Injili, yang perjalanan hidupnya tidak berkiblat ke tempat manapun di dunia, melainkan ke Surga, memusatkan penyembahan dan penaklukan diri kepada RajaSurga, Yang menciptakan manusia dan bertindak selaku Raja yang harus ditaati secara mutlak.

Pengakuan terhadap Raja harus ditunjukkan dalam (semacam) ikrar, yang dipanjatkan dalam bentuk doa kepada RajaSurga:

Saya menyembah RajaSurga, YangEsa, Yang Maha Kuasa, Yang menciptakan diriku. Saya sembah Engkau, Ya TUHAN, Yang sebagian RohMu pernah tampil di bumi dalam wujud manusia, Yesus-Anak-Manusia.

Saya mau bergabung dengan Kerajaan Surga, seraya meninggalkan pemerintahan Iblis di masa laluku. Maka saya bermohon amnesty, pengampunan mutlak kepada Yang Maha Pengasih atas segala dosaku di masa lalu, seraya bermohon agar Yesus, Hakim- di-Akhir-Zaman, membebaskan diriku dari hukuman kekal.

Saya bermohon agar diriku dimerdekakan dari belenggu-belenggu Iblis, yakni perjanjian dan persekutuan dengan Iblis yang terbentuk di masa lalu, mungkin secara tidak kusadari. Saya menolak dan membatalkan semua jasa Iblis dari kehidupanku; hanya berkat-berkat dari RajaSurga yang saya mau terima.

Dengan mengandalkan kuasa Surga, yang dibawa dalam nama Yesus, aku membatalkan semua persekutuan dengan malaikat Iblis di masa lalu. Tidak lagi aku mengakui jasa-jasa Iblis yang mungkin pernah aku terima. Aku mengusir semua malaikat Iblis yang pernah mengendalikan kehidupan saya di masa lalu sekaligus saya mengundang malaikat Surga untuk mengawal diriku senantiasa.

Saya hanya mengakui perjanjian dengan RajaSurga, dan hanya takluk kepadaNya; saya juga mengundang Roh Kudus, Roh TUHAN, agar memerintah dari dalam hatiku, mengatur seluruh kehidupan saya. Dan pada waktunya, saya mau masuk ke dalam kemuliaan Surgawi seraya cara menuntun orang-orang lain yang ingin mengikut ke Surga kekal; AMIN.

{Doa ini dipanjatkan satu kali menjadi semacam peresmian-penganut Injil; boleh diulangi setiap kali terasa belum mantap-iman dan setiap kali merasakan kemerosotan rohani}.

==> Akibat Penerimaan Yesus Selaku Juruselamat:

Iblis, yang terusir dari kehidupan Kaum Injili, mencabut dukungan kuasanya yang selama ini diberikan, dalam bentuk kesehatan, kekayaan dan kejayaan. RajaSurga, secara tepat-waktu, akan ganti menopang dengan kuasa Surga, sehingga serangan-serangan Iblis di masa mendatang mudah ditahankan. Demikianlah keperkasaan rohani Kaum Injili.

Di samping itu, Yesus sudah menyediakan penangkal serangan Iblis. Yakni dengan mengandalkan Kuasa di dalam nama Yesus. Markus 16:17 mencatat:

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku…dst.

Kebenaran sabda ini dibuktikan oleh murid-murid Yesus di abad-I sampai dengan abad-XXI ini. Mereka (dan Kaum Injili di masa kini) mengusiri setan-setan yang mengganggu manusia dengan mengandalkan kuasa-dalam-nama-Yesus (singkatnya: “Demi namaYesus…”)

Nama Yesus menjadi semacam tanda kekuasaan TUHAN, yang berlaku di semesta alam. Tanda kekuasaan ini (semacam meterai) berlaku di seluruh jagat. Begitu tanda kekuasaan itu (nama Yesus) ditampilkan oleh seseorang yang di luar pemerintahan Iblis, syaitan dan jin di seluruh alam akan segan, bahkan takut. Tidak berani mengganggu Kaum Injili!

Di dalam kehidupanNya di bumi, selaku utusan dari Surga, Yesus berulang kali menampilkan tanda-kekuasaan-TUHAN itu, sewaktu mengusiri setan-setan, dan semua takluk kepada Yesus. Tanda-kekuasaan-TUHAN itulah yang ditampilkan dalam nama Yesus, karena semua setan mengetahui, Siapa berperan di balik nama itu, yakni (‘perpanjangan-tangan-’) RajaSurga.

Itulah sebabnya Kaum Injili beroleh hak untuk menampilkan ‘tanda-kekuasaan-TUHAN’ (menjadi semacam ‘lencana’ persekutuan) itu untuk mengusir setan-setan. Lencana itu sangat dikenal oleh Iblis, sama dengan pengenalan para penjahat terhadap Lencana Kepolisian yang biasa ditunjukkan oleh Detektif dari Kepolisian. (Adalah hal biasa bagi Kaum Injili di abad-XXI ini mengusiri setan-setan yang merasuki manusia, seperti yang Yesus lakukan di masa lalu! Cukup dengan pernyataan: “Demi nama Yesus Kristus, enyah kamu Iblis!”)

Maka Pasal Doa-doa Kaum Injili ini memberi juga petunjuk bagaimana Kaum Injili berurusan dengan setan-setan, pemberontak dari Surga.

(2) MEMBATALKAN JAMAHAN IBLIS DARI MASA LALU

Kitab Perjanjian Baru (pada Roma 3:23) mencatat yang serupa: Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan TUHAN…

Maka doa berikut sangat perlu dipanjatkan di dalam kesungguhan iman:

Saya menyeru RajaSurga, YangEsa, bermohon agar dibebaskan dari belenggu setan-setan, yang terbentuk ketika saya dijamah Iblis sejak saya dikandung ibuku, dan sewaktu bersekutu dengan setan di masa lalu. Saya bermohon pengampunan oleh RajaSurga, atas kecerobohanku di masa lalu; mohon diriku disucikan dari segala noda dan kecemaran.

Segala macam persekutuan dengan Iblis dan hamba-hamba Iblis di masa laluku saya nyatakan batal, tidak berlaku lagi, demi nama Yesus Juruselamatku. Semua persekutuan itu batal, supaya murni persekutuan saya, hanya dengan YangEsa, RajaSurga.

Demi nama Yesus, yang berkuasa di bumi dan di Surga, saya mengusir semua malaikat Iblis yang pernah menjamah diriku dan mempengaruhi perilaku saya di masa lalu. Saya mau hidup bebas dari pengaruh setan dan Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Roh-roh najis yang sempat diselusupkan oleh Iblis ke dalam diriku juga dimusnahkan, oleh kuasa Surgawi, supaya roh-roh yang baik saja yang memenuhi diriku, sehingga saya dapat hidup saleh, memuliakan RajaSurga; AMIN.

(Doa ini satu kali dipanjatkan untuk setiap kali persekutuan dengan Iblis di masa lalu. Boleh diulangi beberapa kali supaya benar-benar terasa mantap.)

(3) MEMBATALKAN JASA-JASA IBLIS DI MASA LALU

Doa ini satu kali dipanjatkan untuk setiap jasa Iblis atau dari hamba Iblis di masa lalu. Jika terbentuk jasa baru, mungkin secara tidak disengaja atau tidak disadari, doakan untuk kejatuhan yang baru ini.

Saya menyeru RajaSurga, YangEsa, bermohon agar dibebaskan dari belenggu setan-setan, yang terbentuk ketika saya dijamah Iblis dan sewaktu saya menerima jasa Iblis dari perdukunan, atau ramalan atau topangan kuasa gaib iblisi di masa lalu.

Saya bermohon pengampunan oleh RajaSurga, atas kecerobohanku di masa lalu; mohon diriku disucikan dari segala noda dan kecemaran.

Segala macam jasa-jasa Iblis dan hamba-hamba Iblis di masa laluku saya nyatakan batal, demi nama Yesus Juruselamatku. Semua jasa Iblis itu saya nyatakan tidak berlaku lagi, supaya murni saya menerima berkat-berkat dari RajaSurga saja.

Demi nama Yesus, yang berkuasa di bumi dan di Surga, saya mengusir semua malaikat Iblis yang pernah memberi jasa di masa lalu. Kuasa-kuasa sihirnya dimusnahkan dari diriku. Saya mau hidup bebas dari pengaruh setan dan Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Roh-roh najis yang sempat diselusupkan ke dalam diriku juga dimusnahkan, oleh kuasa Surgawi, supaya roh-roh yang baik memenuhi diriku, sehingga saya dapat hidup saleh, memuliakan RajaSurga; AMIN.

(4) DOA MEMOHON AMPUNAN ATAS DOSA

Doa ini satu kali dipanjatkan untuk setiap kali terjatuh melakukan dosa. Jangan tunda memohon ampunan, agar pergaulan dengan RajaSurga tidak terhambat kelak.

Saya menyembah RajaSurga, YangEsa, Yang menciptakan diriku;

Saya mengakui barusan saya terjerumus melakukan dosa, ya Rajaku. Maka saya bermohon ampun atas dosaku tadi, mohon diriku disucikan kembali oleh karya Yesus, utusan RajaSurga.

Demi nama Yesus, aku menyingkirkan roh-roh-najis perangsang-dosa, semua dilenyapkan dari diriku, supaya saya dapat hidup saleh di masa mendatang.

Saya tetap mempersilahkan Roh Kudus, dari Surga, untuk mengendalikan diriku, agar saya terpelihara di dalam sikap jijik terhadap dosa; AMIN.

(5) DOA DI PAGI HARI (BANGUN DARI TIDUR)

Ya Tuhan, Yang Mahatinggi, Pencipta diriku dan Rajaku;

Saya bersyukur untuk hari baru ini; ini anugerahMu untuk diriku. Terimakasih, ya Rajaku untuk istirahat yang saya nikmati di sepanjang malam tadi, syukur untuk kesehatan yang Tuhan peliharakan. Saya juga bersyukur buat berkat-berkat yang Tuhan sudah sediakan bagiku di sepanjang hari ini.

Saya tetap mengundang malaikat Surga untuk mengawal diri saya dan seluruh keluargaku, dan demi nama Yesus, Juruselamatku, aku mengusir malaikat-malaikat Iblis yang mau merecoki kehidupan kami di sepanjang hari ini, termasuk Malaikat Iblis sponsor kesaktian leluhurku, Malaikat Iblis sponsor perdukunan atau kesaktian di masa lalu, Malaikat Iblis dari iman asing, dan Malaikat Iblis Teritorial, juga yang gentayangan, semuanya harus enyah dari lingkungan kehidupanku.

Saya bermohon agar Tuhan memberikan hikmat dan tuntunan di sepanjang hari ini agar saya dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan saya secara berhasil-guna dan secara memuliakan Rajaku. Saya juga bermohon agar Roh Kudus mewaspadakan diriku terhadap godaan setan, agar saya mengusir setan-setan yang mau merusak watak saya di sepanjang hari ini.

Terimakasih, ya Rajaku, untuk pemeliharaan Tuhan di sepanjang hari ini; saya mau supaya hari ini menjadi hari yang memuliakan Raja sekaligus Juruselamatku; AMIN.

(6) DOA PERSIAPAN DIRI MEMBACA BIBLE

(Konsentrasikan kepada sabdaYesus, untuk dilakukan.)

Pembacaan Kitab apapun, mungkin menggerus iman, sebab ada-ada saja pesan iblisi yang terselip di dalamnya atau yang diselipkan Iblis ke dalam pikiran sementara membacanya! Doa yang serupa sebaiknya dipanjatkan sebelum menerima masukan-masukan berbentuk lain, semisal tontonan bioskop, televisi, musik, dsb.

Ya Tuhan, Rajaku, saya mau membaca kitab yang saya pegang ini untuk bekal pekerjaan, dan bahkan kehidupanku. Saya mohon bimbingan Roh Tuhan di dalam pembacaan dan perenungan.

Demi nama Yesus, Juruselamatku, enyahlah semua malaikat Iblis yang coba-coba mengganggu pembacaan dan perenungan saya. Sebaliknya saya mengundang RohKudus untuk memasukkan kebenaran Surgawi ke dalam batin saya.

Segala macam gagasan atau pemahaman keliru dari masa laluku kiranya disingkirkan, sehingga saya semakin memasuki kebenaran Surgawi.

Dalam nama Yesus, Juruselamatku, saya berdoa; AMIN.

(7) DOA MENJELANG SANTAP/MAKAN

Apa saja yang memasuki tubuh kita mungkin membawa racun yang merusak tubuh atau membawa kuasa Iblis yang mungkin merusak rohani dan jasmani. Maka perlu disucikan lebih dahulu sebelum disentuh.

Ya Tuhan, Rajaku, saya bersyukur untuk hidangan yang akan saya nikmati. Mohon berkat TUHAN atas hidangan ini.

Dalam nama Yesus, saya mengundang kuasa Surgawi bekerja di dalam hidangan ini, terus bekerja di dalam tubuh saya, menyingkirkan roh-roh najis dan segala unsur yang mungkin merugikan kesehatan saya, jasmani maupun rohani. Kuasa Tuhan, YangEsa itulah yang memberkati saya. Saya bersyukur; AMIN.

(8) DOA PERSIAPAN BEKERJA

Setiap pekerja menginginkan hasil kerjanya memuaskan, dan berlangsung bebas dari kecelakaan atau kerusakan. Maka doa perlu dipanjatkan sebelum bekerjapun.

Saya menyeru YangEsa, Yang kukenal melalui Yesus; saya bermohon pertolongan sewaktu melakukan pekerjaan di hadapan saya. Mohon tuntunan hikmat dari TUHAN, mohon perlindungan malaikat Surga, agar pekerjaan saya berlangsung aman, dan hasilnya berguna untuk kehidupan saya serta bagi kesaksian tentang pertolongan TUHAN di dalam kehidupan saya. Demi nama Yesus, Juruselamatku, saya berdoa; AMIN.

(9) DOA MENJELANG MELAKUKAN KEGIATAN KECIL

Menjelang melakukan perjalanan, mau minum atau memakan makanan kecil, memasuki rumah orang asing, berjalan di tempat yang mengandung bahaya (ringan atau berat), mengendarai kendaraan, mengawali pembicaraan di kantor atau dengan seorang asing (boleh diucapkan di dalam hati).

Dengan mengandalkan kuasa YangEsa, demi nama Yesus, saya mau melakukan pekerjaan ini! AMIN.

(10) DOA MENJELANG TIDUR MALAM

Orang dunia membersihkan jasmaninya menjelang beristirahat malam hari; Kaum Injili, yang berkiblat ke Surga (warga Kerajaan Surga) membersihkan juga rohaninya…

Ya Tuhan, RajaSurga, Juruselamatku;

Saya bersyukur untuk terlaksananya kegiatan di sepanjang hari ini; terimakasih untuk bimbingan Tuhan di sepanjang hari ini; juga untuk pengawalan malaikat Surga atas diriku dan seluruh keluargaku. Saya bermohon agar pengawalan malaikat Surga berlanjut di sepanjang malam ini.

Ya Rajaku, saya bermohon pengampunan untuk kesalahan yang kuperbuat *) di sepanjang hari ini, mohon rohku dibersihkan kembali oleh rahmatMu.

Demi nama Yesus, enyahlah semua malaikat Iblis yang mau mengganggu istirahat kami; kiranya Tuhan memberikan istirahat yang cukup di sepanjang malam ini, agar kami dapat bangun besok pagi memasuki hari baru yang Tuhan sediakan, dengan penuh pujian bagi Rajaku, Juruselamatku; AMIN.

*) Sebaiknya gunakan beberapa menit untuk merenungkan kesalahan demi kesalahan di sepanjang hari itu, mohon pengampunan di mana perlu, supaya rohani benar-benar bersih memasuki istirahat malam.

(11) DOA PENGAMANAN TERITORIAL

Kaum Injili atau para pejalan ke Surga tentu menginginkan perjalanan hidupnya berlangsung aman. Beruntunglah bahwa Surga menyediakan pengawal-pengawal (malaikat Surga) untuk mengamankan lingkungan.

Kitab Ibrani Pasal-1 ayat-13-14 berbunyi:

13 Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki- Mu?” 14 Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?

Namun di pihak lain, Surga menginginkan anak-anak Kerajaan Surga menjadi dewasa, termasuk: menguasai teritorial di sekitarnya. Maka anak-anak Kerajaan harus rajin mengundang malaikat Surga untuk mengamankan lingkungan, bahkan di dalam ruangan kerjanya pun. Maka pengamanan teritorial menjadi sesuatu kebiasaan para pejalan ke Surga,sebagai berikut:

Ya RajaSurga,

Saya ingin bekerja dengan tenang, maka saya mengundang malaikat Surga untuk memelihara ketenteraman di lingkungan kerja saya ini. Semua rancangan Iblis yang mau merecoki pekerjaan saya harus disingkirkan.

Demi nama Yesus, aku mengusir semua malaikat Iblis yang mau mericuhkan suasana dan merecoki pekerjaan saya. Enyah semuanya, tidak boleh merusak ketenteraman lingkungan kerjaku; AMIN.

Doa ini dipanjatkan sekurang-kurangnya sekali sehari dan dapat dilakukan sesewaktu jika ilham Surgawi memerintahkan untuk mengamankan lingkungan dari waktu ke waktu.

(12) DOA SEWAKTU MENGHADAPI BAHAYA

Tergantung situasi, ada doa yang singkat-darurat, ada yang singkat dan ada yang panjang, tergantung ketersediaan waktu untuk berdoa..

Singkat-darurat: Dalam nama Yesus, saya diamankan oleh malaikat Surga.

Singkat: “Dalam nama Yesus, saya mohon perlindungan malaikat Surga. Di dalam naungan kuasa Surgawi saya akan selamat melewati bahaya ini.”

Panjang: Ya TUHAN, Rajaku, Engkau mengetahui mara bahaya yang sedang saya hadapi. Lihatlah bahaya …. (uraikan sedikit)… yang mengancam diriku.

KepadaMu, ya Rajaku, saya mohon perlindungan. Dalam nama Yesus, saya mengundang malaikat Surga untuk mengawal diriku; mohon kuasa Yesus membungkus diriku, dan demi nama Yesus enyahlah semua setan yang mau membahayakan diriku.

Mohon ya Raja, Engkau memberikan ketenteraman di dalam hatiku, mohon damai sejahtera Tuhan memenuhi hati saya dalam menempuh dan melewati mara-bahaya ini;AMIN. ”

(13) DOA SEWAKTU SAKIT

Dipanjatkan beberapa kali sehari selama kesehatan terganggu.

Ya Tuhan yang Esa, ya Rajaku,

Engkau tentu sudah mengetahui bahwa kesehatan saya terganggu. Saya ingin Rajaku yang menangani diriku ini. Saya bermohon petunjuk kalau-kalau gangguan kesehatan ini disebabkan oleh kesalahanku sendiri*); saya bermohon ampun untuk kesalahanku di masa lalu.

Saya mengundang kuasa Tuhan bekerja di dalam tubuhku, menyingkirkan semua roh-najis dan kuasa Iblis yang mungkin menjadi penyebab gangguan kesehatanku. Segala macam kuasa yang mungkin menimbulkan penyakit dimusnahkan, demi nama Yesus.

Mohon petunjukMu, ya Rajaku, apakah perlu saya dirawat oleh dokter? Harus petunjukMu, ya Tuhan, agar saya tidak terjatuh ke tangan yang cemar, yang mungkin semakin merugikan diriku. Dalam nama Yesus, Juruselamatku, saya berdoa; AMIN.

*) Ambillah waktu merenungkan kesalahan terhadap sesama, terhadap Tuhan dan terhadap diri sendiri! Janjikan bahwa kesalahan terhadap sesama akan Saudara selesaikan pada waktunya; kesalahan terhadap diri sendiri dan terhadap Tuhan diselesaikan di hadapan Tuhan!

(14) DOA SEWAKTU DIRAWAT OLEH ORANG LAIN

Prinsip dasar yang dianut Kaum Injili, para pejalan ke Surga: Jangan izinkan tubuh Saudara dijamah oleh orang lain di luar kekudusan TUHAN! Apalagi untuk tujuan yang tidak kudus. Sekedar kenikmatan, apalagi jika menyangkut dosa, pada waktunya akan membahayakan rohani Saudara. (Pijat-memijat, perawatan wajah, kuku, rambut, setiap kegiatan di mana kita mempercayakan tubuh kita dijamah orang yang berbeda iman, mungkin membangkitkan bahaya rohani.)

Namun sewaktu tubuh mengalami gangguan kesehatan sehingga perlu dirawat oleh orang lain (oleh Dokter, perawatan kesehatan), perlulah persiapan berdoa, menangkali pekerjaan Iblis yang ingin semakin menyakiti Saudara…

Ya Tuhan, Rajaku,

Saya akan dijamah oleh perawat kesehatan… Saya mohon kuasa Surgawi membungkus diriku dan segala macam rancangan dan jamahan Iblis saya tolak pergi. Tubuhku adalah Bait Tuhan, enyahlah semua roh-najis yang mau merusak tubuhku.

Saya mohon agar perawat kesehatan ini Engkau sucikan, ya Tuhan, mohon berkatMu bagi dia, juga kebijaksanaan untuk mampu menangani gangguan kesehatan ini secara benar, sesuai rancangan Tuhan; AMIN.

CATATAN: 1Korintus 6:19-20:

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari TUHAN, – dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah TUHAN dengan tubuhmu!

(15) DOA UNTUK KESEMBUHAN SAKIT HATI

Saya datang ke hadiratMu, ya Yesus, Rajaku, dengan membawa luka hatiku, karena disakiti oleh Saudara…… {sebutkan namanya}, yang telah melakukan…………………{uraikan sedikit perbuatannya}.

Saya tidak mau berlama-lama terluka, ya Tuhan, Rajaku, maka saya mohon kasih Yesus menyembuhkan luka hatiku. Saya memaafkan kesalahan Saudara itu, mengampuni dia, dan saya bermohon agar Tuhan juga mengampuni dia, bahkan menyelamatkan dia.

Mampukan jugalah kiranya saya mengampuni dia dalam kesempatan bertatap-muka, pada waktu Tuhan membuka kesempatan itu.

Demi nama Yesus Kristus, enyahlah roh-sakit-hati, roh-dendam, roh-kesal dan kecewa dari diriku, berganti dengan roh sukacita dan damai sejahtera yang dari Yesus Kristus, Juruselamatku. Terimakasih, ya Tuhan untuk kesembuhan luka batinku, AMIN.

(16) SYAFAAT UNTUK REKAN YANG SAKIT {LIHAT (12-13)}

Kaum Injili sangat perduli akan pergumulan sesama. Maka jika ada seorang rekan atau kerabat yang terganggu kesehatannya, Saudara perlu berdoa untuk kesehatan dan kesejahteraan rekan itu, di hadapannya ataupun di tempat lain. Kuasa doa tidak dihambat oleh tembok ataupun jarak…

Ya TUHAN kami, Yang Mahapengasih,

Engkau tentu mengetahui gangguan kesehatan yang dialami oleh rekan/kerabat saya, si …… Pasti Engkau mengetahui penyebab gangguan kesehatannya. Kalau-kalau penyebab gangguan kesehatan itu dosanya sendiri, sayalah yang bermohon pengampunan bagi dia.

Saya bermohon, ya TUHAN, agar kuasa Surgawi membungkus rekan itu dan malaikat Surga mengawal dirinya dengan ketat. Demi nama Yesus Kristus, semua serangan Iblis atas si rekan itu dimusnahkan, oleh kuasa Surgawi.

Saya juga bermohon agar kuasa penyembuh penyakit dari Yesus Kristus memulihkan kesehatan rekan saya ini. Juga Roh Kudus saya undang bekerja di dalam hatinya, mengingatkan dia kalau-kalau ada dosa atau kesalahan yang harus diselesaikannya terhadap TUHAN atau terhadap sesama.

Kiranya damai sejahtera Surgawi memenuhi hatinya; AMIN.

Tentu saja doa untuk orang sakit ini tidak sekali dipanjatkan, melainkan berulang kali setiap hari. Kalau dapat, sampai kesembuhan si pasien tercapai (atau dia meninggal dunia).

(17) DOA SYAFAAT UNTUK REKAN YANG BERGUMUL ATAU BERMASALAH

Ya TUHAN kami, Yang Mahapengasih,

Engkau tentu mengetahui pergumulan yang dialami oleh rekan/kerabat saya, yang bernama …… Pasti Engkau mengetahui penyebab pergumulan itu. Kalau-kalau penyebab gangguan kesehatan itu dosanya sendiri, sayalah yang bermohon pengampunan bagi dia.

Saya bermohon, ya TUHAN, agar kuasa Surgawi membungkus rekan itu dan malaikat Surga mengawal dirinya dengan ketat. Demi nama Yesus Kristus, semua serangan Iblis atas diri rekan itu dimusnahkan, oleh kuasa Surgawi.

Saya juga bermohon agar kuasa Yesus Kristus menopang dia agar bertahan di dalam pergumulan itu, jangan dia lemah-iman karenanya, tetapi berkemenangan di dalam Yesus. Juga Roh Kudus saya undang bekerja di dalam hatinya, mengingatkan dia kalau- kalau ada dosa atau kesalahan yang harus diselesaikannya terhadap TUHAN atau terhadap sesama.

Kiranya damai sejahtera Surgawi memenuhi hatinya; AMIN.

Doa untuk rekan yang bergumul ini tidak sekali dipanjatkan, melainkan berulang kali setiap hari. Sebaiknya sampai pergumulan itu teratasi.

(18) SYAFAAT AGAR SESEORANG BEROLEH JURUSELAMAT

Kemungkinan ini adalah bentuk doa yang paling panjang rentang-waktu didoakannya. Setiap hari didoakan, sampai nampak sasaran itu dimenangkan oleh Yesus; dia beroleh Juruselamat pribadi.

Saya menyeru YangEsa di dalam nama Yesus,

Saya terbeban, ya Rajaku, untuk seorang rekan, bernama ……, yang memerlukan keselamatan dari Yesus. Mohon TUHAN berbelas kasihan atas diri saudara itu. Sayalah yang bermohon pengampunan untuk dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu, dan dirinya disucikan dari segala macam roh-najis perangsang dosa, agar dapat dia belajar hidup saleh.

Saya juga bermohon agar Saudara saya itu dibebaskan dari segala kutuk yang menimpa dirinya karena dosa-dosa leluhur, atau karena dosanya sendiri. Demi nama Yesus Kristus, segala ikatan dan jamahan Iblis atas dirinya dipunahkan, dan dia dibebaskan untuk mencari keselamatan yang dari Surga..

Saya juga bermohon agar dia dikawal oleh malaikat Surga di sepanjang kehidupannya; segala malaikat Iblis, dari manapun sumbernya, harus enyah dari kehidupannya.

Saya juga bermohon agar RohKudus berbicara ke dalam batinnya, bahkan memberi dia pengalaman rohani bersama Yesus, sehingga mengenal, bahkan menerima Yesus selaku Juruselamat pribadi.

Terimakasih, ya TUHAN untuk karya keselamatan yang diterimanya kelak; AMIN.

(19) DOA PENYERAHAN BAYI

Di dalam Kitab Perjanjian Baru, pada Surat Paulus untuk Jemaat Roma 3:23 tercatat: Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan TUHAN,…

Kaum Injili beriman bahwa Yang Mahakuasa serba mampu, sehingga mampu juga menyucikan kembali bayi yang terkena jamahan syaitan. Maka orangtua dari bayi yang baru lahir itu dapat dan berhak menyerahkan bayi itu kepada TUHAN untuk disucikan dan dilindungi. Dan orangtualah yang paling berhak menyerahkan bayi kepada TUHAN, bukan pihak lain, apa lagi mengingat bahwa selama puluhan tahun ke depan, orangtua pula yang wajib membesarkan bayi itu.

Kedua orangtua bayi itu, atau salah seorang dari mereka, asalkan di dalam kesepakatan mereka, berdoa sebagai berikut:

Ya TUHAN, YangEsa, Yang Mahakuasa, telah mengaruniakan bayi ini, menjadi milik pusaka kami; maka kami bersyukur untuk berkat keturunan yang TUHAN berikan ini.

Maka kepada Yang Mahakuasa kami percayakan bayi ini, untuk Engkau sucikan kembali ya TUHAN, dan Engkau yang melindunginya dari serangan-serangan setan atau jin yang jahat.

Tidak ada haknya ilah asing atau jin ataupun syaitan untuk mengaku-aku anak ini sebagai miliknya. Tidak ada hak mereka untuk menguasai anak kami ini.

Kami juga bermohon, ya TUHAN, agar anak ini dibebaskan dari kutuk akibat dosa- dosa leluhurnya, sebaliknya, Biarlah dia beroleh kasih karunia TUHAN di sepanjang usianya. Kami juga beriman bahwa YangEsa akan mencukupkan kebutuhan anak ini, sehingga kami dapat membesarkan dia di dalam jalur kehendak YangEsa, Juruselamat kami.

Kami bermohon agar anak ini dikawal oleh malaikat Surga di sepanjang kehidupannya, sehingga tetaplah dia menjadi milik YangEsa, diselamatkan oleh Juruselamat, Yesus Kristus.

Upacara keagamaan bagi bayi ini, yang akan berlangsung kemudian, biarlah itu terjadi untuk melengkapi ketentuan yang diatur oleh pemerintahan dan keagamaan; AMIN.

CATATAN:

(1) Doa tadi sudah cukup untuk menyucikan bayi yang bersangkutan di hadapan YangEsa dan di hadapan syaitan, upacara keagamaan tidak mutlak diperlukan, kecuali untuk administrasi kelembagaan dan pemerintahan (untuk beroleh Surat Keterangan Kelembagaan yang diperlukan untuk bersekolah, dsb.)

(2) Di dalam keadaan bahwa bayi itu lahir dalam keadaan yatim-piatu, atau bayi ditemukan, doa di atas dapat dipanjatkan oleh seorang yang dituakan (Penatua) untuk kepentingan bayi yang belum melakukan dosa itu.

(20) DOA (BERIKRAR) PADA HARI PERNIKAHAN

Lelaki dan perempuan, seiman (dalam rumusan Kaum Injili), merekalah yang patut hidup bersama di dalam pernikahan. Muda/mudi Kaum Injili selayaknya berusaha keras memasuki pernikahan bukan sekedar dorongan pelampiasan cinta, melainkan demi memenuhi kehendak TUHAN, YangEsa. Sikap ini diambil, demi melanggengkan kehidupan pernikahan. Seyogyanya muda/mudi itu sudah terlatih mengerti kehendak TUHAN sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Ikrar Pernikahan Kaum Injili dipanjatkan dalam kesucian batin mereka, kesucian yang dibawa sejak awal, atau kesucian yang diraih melalui pelayanan pra-nikah oleh seorang Penatua yang layak (yang diketahui bebas dari jamahan Iblis/setan). Salah seorang dari orangtua dari mempelai dapat bertindak selaku Penatua, jika kedua mempelai bersepakat dan memandang bahwa dia layak untuk tugas Penatua itu.

Dengan diucapkannya Ikrar Pernikahan itu, maka resmilah kedua muda/mudi menjadi suami dan isteri, di hadapan YangEsa dan di hadapan Iblis/syaitan, sehingga dalam hubungan mereka berdua selanjutnya, tidak berhak Iblis/syaitan mendakwakan terjadinya perzinahan.

Kelanjutan acara pernikahan, jika dianggap perlu, dapat diselenggarakan oleh Lembaga Keagamaan yang disepakati oleh kedua mempelai demi melengkapi ketentuan yang diatur oleh pemerintahan dan keagamaan.

Ikrar Pernikahan di bawah ini dipanjatkan secara bersama-sama oleh kedua insan yang sehati itu, dengan mengikuti kalimat-demi-kalimat yang dibacakan oleh Penatua yang dipercaya:

Kami berdua menghadap YangEsa, Yang menciptakan diri kami;

Ya TUHAN, Yang Pengasih dan Penyayang, saya menerima saudara yang di sampingku ini untuk menegakkan Ikrar Pernikahan selaku pasangan hidup saya.

Di hadapan TUHAN Yang mengasihi diriku dan di hadapan Iblis yang selalu menguntit dan memata-matai kehidupanku, saya nyatakan bahwa saya tidak terikat janji untuk berpasangan-hidup dengan orang lain. Hanya kepada saudara di samping saya ini, saya bersedia untuk hidup di dalam pernikahan, yang diresmikan oleh YangEsa, Yang kami sembah.

Saya mau, supaya kasih Surgawilah yang menggembalakan kehidupan pernikahan kami, dan dengan kuasa Yesus, saya mengenyahkan semua campur tangan Iblis atau ilah asing di dalam kehidupan pernikahan kami.

Demi TUHAN, saya akan setia kepada YangEsa, yang mempersatukan kami di dalam Lembaga Pernikahan yang TUHAN tegakkan sejak pasangan manusia pertama. Dalam kesetiaan kepada TUHAN itu, saya akan setia kepada pasangan hidup saya, di dalam suka maupun duka, di dalam sejahtera atau pergumulan, di dalam kemakmuran maupun kemiskinan, di dalam kesakitan maupun kesehatan, sampai maut memisahkan kami!

Upacara dalam Lembaga Keagamaan yang akan kami tempuh, biarlah itu terjadi demi mematuhi Pemerintah dan demi kegenapan administrasi keluarga dan anak-anak kami kelak. Tidak ada juga haknya Iblis untuk campur tangan di dalam upacara itu, tidak ada haknya Iblis untuk mendakwakan telah ikut meresmikan pernikahan kami.

Demi nama Yesus, Yang Mahapengasih ikrar ini saya ucapkan; AMIN.

IKRAR PERNIKAHAN SEGERA DILANJUTKAN oleh doa penatua, bersendiri ia mengucapkan:

Demi TUHAN, YangEsa, dalam nama Yesus Kristus yang diutusNya, dan dengan segala wibawa Surgawi yang saya sandang, saya menyatakan bahwa muda-mudi di hadapan saya ini resmi menjadi pasangan suami-isteri.

Saya nyatakan tidak ada haknya Iblis, si Jahat, untuk campur tangan di dalam kehidupan mereka berdua; enyahlah kalian setan-setan dari kehidupan mereka.

Demi TUHAN, dalam nama Yesus Kristus saya menyatakan hal itu; AMIN.

CATATAN:

(1) Dalam hal tidak adanya Penatua dari Kaum Injili dalam acara berikrar itu, ikrar pernikahan dapat dinyatakan tanpa Penatua, tetapi di hadapan salah seorang dari ibu/ayah pengantin lelaki atau perempuan, yang berani mempertanggung-jawabkan hal itu di hadapan TUHAN.

(2) Upacara adat-suku-bangsa tidak diperlukan oleh Kaum Injili, sebab YangEsa, melalui Yesus Kristus, telah mengajak semua orang percaya untuk menjadi warga Kerajaan Surga (berbangsa Surga, tentunya seraya meninggalkan kebangsaan dunia masing-masing).

(21) DOA MENJELANG AJAL

Bagi Kaum Injili, ajal adalah sesuatu yang tidak perlu ditakutkan, sebab semua orang pasti mati. Semakin tinggi martabat keimanan seseorang, semakin sukacita dia menghadapi ajal, karena mengetahui bahwa Surga sudah menunggu bagi dia, bukan siksa neraka!

Kaum Injili menghadapi ajal dengan doa sederhana berikut:

Ya Yesus, Rajaku, dan Juruselamatku; sejak dahulu saya sudah menjadi milikMu, Tuhan, Yang kusembah, maka menjelang ajal ini aku serahkan rohku kepadamu, Yesus Kristus, Rajaku.

Tidak ada haknya Iblis dan syaitan untuk melencengkan jalanku dari perjalanan ke Surga kekal, memasuki rumah Bapa yang sudah tersedia bagi saya; AMIN!

(22) SYAFAAT BAGI SESEORANG YANG MENGHADAPI AJAL

Kebanyakan manusia, menjelang ajalnya akan dihantui oleh ketakutan yang dahsyat, sedahsyat dosa-dosa yang dilakukannya, yang belum terselesaikan pada masa hidupnya.

Oleh sebab itu, Kaum Injili, selaku hamba TUHAN yang dikasihiNya, dapat dan harus berperan sebagai pen-syafaat yang kuat bagi setiap orang yang sedang sekarat di hadapannya. Doa syafaat berikut dapat dipanjatkan dengan sukacita:

Saya menyeru YangEsa, Yang menciptakan saudara saya yang sedang sekarat ini.

Ya TUHAN, Engkau mengenal segala perilaku Saudaraku ini, sampai kepada dosa- dosanya yang paling tersembunyi Engkau ketahui, ya TUHAN.

Maka kepadamu, TUHAN kami, dengan mengatas-namakan Saudaraku ini, sayalah yang bermohon pengampunan atas setiap dosa yang diperbuatnya, sebab dia tidak dapat melakukannya sendiri. Mohon kasih TUHAN membersihkan dia dari segala kecemaran dosa, agar layak dia bergabung ke Surga yang kudus. Saya bermohon kepada Yesus Kristus, Hakim di akhir zaman, untuk membebaskan Saudaraku ini dari hukuman kekal di neraka.

Saya bermohon agar malaikat Surga mengawal Saudaraku ini, menangkali upaya Iblis yang mau mendakwa dan menyeret dia ke neraka. Dengan mengandalkan kuasa Surgawi yang dibawa oleh nama Yesus, aku mengenyahkan semua setan-setan yang sedang mengintai Saudaraku ini, menyingkir kalian setan-setan, akulah yang menjadi penjaga Saudaraku ini, sebab aku menginginkan dia masuk ke Surga kekal.

Saya juga bermohon, ya TUHAN, agar Engkau membuka telinga Saudaraku ini, memberi saya kesempatan untuk berbicara dan menuntun dia berdoa. Terimakasih, ya TUHAN Yang Maha Pengasih, dalam nama-Mu yang kudus, ya Yesus Kristus, aku berdoa; AMIN.

SELANJUTNYA:

Berbicaralah dengan mendekatkan mulut ke telinga Saudara yang sekarat itu. Perintahkan dia untuk mengucapkan Doa Permohonan Ampun dan, tuntun dia mengucapkan Doa Menjelang Ajal (20), menyerahkan rohnya kepada Yang Mahapengasih.

(23) DOA SEWAKTU MAU MENGINJILI SESEORANG

Ya Yesus Kristus, Rajaku;

Saya mau menyampaikan InjilMu kepada Saudaraku ini; mohon supaya malaikat Surga menguasai lingkungan kami, dan Roh Yesus menuntun saya dengan hikmat agar dapat menyampaikan kebenaran Yesus kepada dia.

Segala macam campur tangan Iblis kiranya disingkirkan dari urusan ini, sebab, seperti kerinduanMu, ya Rajaku, saya juga ingin agar dia diselamatkan; AMIN.

(24) SEWAKTU MENEMPATKAN MEDIA PENGINJILAN

Ya Yesus, Rajaku,

Saya ingin memberitakan tentang Yesus Kristus melalui penempatan beberapa traktat, sebentar ini. Mohon supaya malaikat Surga mengawal diriku, kuasa Yesus membungkus diriku, dan hikmat mengajari aku, sehingga saya dapat menempatkan traktat-traktat ini secara tepat.

Malaikat Surga jugalah yang menjaga traktat yang sudah saya tempatkan, diupayakan agar jatuh ke tangan yang tepat. Kiranya orang yang membacanya beroleh pencerahan oleh hikmatMu, ya Raja.

Di dalam nama Yesus saya sudah berdoa; AMIN.

Jika traktat/buku/vcd dikirimkan lewat pos, doa di atas dapat disesuaikan.

CATATAN:

Contoh-contoh doa ini jangan dihafalkan, jangan diperlakukan sebagai mantra atau jampi (‘baca-baca berulang kali dalam satu waktu’), karena YangEsa menginginkan pergaulan akrab dengan umatNya, dengan bahasa ibu masing-masing, dengan ucapan-bebas masing-masing pendoa!

K A T A A K H I R

Buku ini sudah lengkap memberi tuntunan sederhana bagi Saudara yang mau menuju Surga dengan tekun. Tidak diperlukan lagi tuntunan manusia, dan tidak perlu tuntunan untuk membentuk kumpulan besar, sebab Kaum Injili hidup di dalam kumpulan kecil.

Cukup dengan menterapkan tuntunan di dalam Buku ini, maka seseorang dapat diproses oleh RajaSurga menjadi satu umatNya yang baru, yang sungguh-sungguh berkiblat ke Surga.

Maka tidak diperlukan manusia pemimpin Kaum Injili di dunia, juga tidak ada Pusat Perkumpulan Kaum Injili sebab RajaSurga sendiri yang memimpin setiap umatNya secara langsung. Pusat Perkumpulan Kaum Injili berada di Surga!

Saudara yang sudah mempraktekkan isi buku ini (jadi: sudah tergolong Kaum Injili), jadi sudah mulai berubah, dapat segera mulai berbuah dengan cara menggandakan buku ini dan membagikannya secara terbuka ataupun mengirimkannya secara tersembunyi. Halal dilakukan, sebab tidak memaksa seseorang dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat dan tidak memaksa orang lain berpindah agama!

Dua atau tiga orang sudah dapat membentuk Kumpulan Berdoa yang kuat, dan cara hidup yang sederhana memungkinkan Kaum Injili bertahan terhadap segala macam penindasan. (Memang Iblis berusaha keras memusnahkan jenis Kaum Injili ini, sejak dari zaman Ibrahim, sampai kepada penyaliban terhadap Yesus, serta penindasan di sepanjang zaman; namun tetap tidak berhasil sepenuhnya.)

Kumpulan/persekutuan Kaum Injili tetap bertahan di berbagai negara sampai kepada masa kini.

Yakinlah, perjalanan Saudara selaku Kaum Injili akan berujung di Surga kekal, sehingga segala macam kemegahan dan kekayaan dunia menjadi tidak penting bagi Saudara. Biarlah itu bagi orang-orang lain yang mata-rohaninya belum celik.

                            Mulialah RajaSurga,

                Yang pernah mengutus sebagian RohNya ke bumi

                       dalam wujud Yesus-Anak-Manusia!

BUKU-BUKU PENUNTUN KEHIDUPAN KAUM INJILI

(Khusus bagi Saudara yang sudah memanjatkan semua Doa-doa di dalam Buku ini)

  1. Menaklukkan Diri (Matius-410); menjelaskan bahwa kesucian hidup Kaum Injili bukan sekedar menghindar dari berbuat dosa, lebih ketat lagi: menjaga diri tidak gampangan menaklukkan diri kepada kuasa yang bukan dari Surga.

  2. Matius-613: Lepaskanlah kami dari pada si Jahat. Iblis sudah mengikat manusia, bahkan sejak sebelum hari kelahiranNya. Maka supaya seseorang dapat bergabung dengan Kerajaan Surga, ragam-ragam ikatan Iblis harus diputuskan dari dirinya.

  3. Mengusir Setan Dengan Kuasa Roh Tuhan. Kaum Injili mahir memanfaatkan kuasa Yesus untuk mengenyahkan Iblis yang mau merusak iman dan pelayanan seseorang bagi RajaSurga.

  4. Malaikat-Malaikat. Nikmatilah pengawalan Malaikat Surga, sehingga tidak perlu takut akan apapun juga di Bumi ini. Kesaktian tidak perlu, sebab Malaikat Surga setia mengawal.

  5. Luka Batin dan penyembuhannya. Mau menghadap RajaSurga dengan dengan luka (batin) serta koreng-koreng? Tidak layak! Sembuhkan dulu luka-luka-batin Saudara, agar layak!

  6. Bapa dan Anak dan Roh Kudus. TRINITAS tidak pernah Yesus sabdakan. Karena sudah terkena ’opplosan’ dari ajaran dari luar Kerajaan Surga, pemahamannya harus dimurnikan lagi.

  7. Pembinaan Spiritualitas Rumah Tangga Misioner. Kaum Injili harus menyadari bahwa peranannya selaku warga Kerajaan Surga adalah menjangkau keluar (‘missionair’), yakni memperluas KerajaanSurga, Maka Rumah Tangga Kaum Injili pasti misionair juga. Pelajarilah Spiritualitas Keluarga Injili dan kegiatan sehari-harinya!

Buku-buku di atas dapat diperoleh (cuma-cuma) dengan menghubungi e-mail:kingdo08@yahoo.comatau dengan mengirimkan sms ke 0857 108 774 37 .

File PDF